Sonia terus berjalan juga tanpa menghiraukan orang-orang yang berpapasan dengannya. Sampai pada saat dia melihat 3 orang pria yang tengah duduk di sebuah gubuk. Ketiga mata pria itu memandang penuh nafsu ke Sonia. Dan benar saja, mereka mendekat kemudian memegang ke dua lengan Sonia. Sonia digiring masuk ke gubuk itu. Sonia mau diapain ya?
......................
Di dalam gubuk, Sonia dibaringkan di atas tikar. Dua orang lelaki memegangi kedua lengannya kanan dan kiri. Sedangkan seorang lelaki tengah melepas celananya. 'Ya ampun, setelah semua ini apakah aku juga harus diperkosa ketiga orang ini.' batin Sonia.
Lelaki itu mengangkangkan paha Sonia memperjelas lubang va gina milik Sonia. Sedangkan dua orang yang memegangi Sonia memainkan payu daranya.
"Ah...ah... Tolong jangan perkosa saya." Sonia mende sah saat setelah jari-jari pria itu menyelusup memasuki lubang va ginya.
"Diam! Lo akan menikmati setelah ini." Ucap pria 1. Sedangkan pria 2 melum at habis mulut Sonia dan pria 3 mencecap p uting payu dara dan meremasnya.
Pria 1 melanjutkan aksinya. Dia hendak memasukkan Mr. P nya ke va gina Sonia.
"Tolong jangan lakukan itu. Hiks...hiks. Sonia mulai menangis. Dia memejamkan matanya. Dia merasa lebih baik mati saja dari pada menjalankan semua ini.
Beberapa detik namun Sonia tak kunjung merasakan ada yang memasuki lubangnya. Justru dia tengah mendengar keributan. Karena penaran Sonia membuka matanya perlahan.
Hal pertama yang ia lihat adalah pria 1 yang tengah tersungkur. Tak lama kemudian pegangan pada kedua lengannya terlepas. Pria 2 dan 3 berdiri, ternyata ada pria lain yang ada di sini.
Merasa pegangan di kedua lengannya terlepas, Sonia memundurkan dirinya dari pertikaian ketiga pria tersebut. Sonia meringkuk di sudut ruangan. Hanya suara pertikaian mereka yang dia dengar.
"Siapa lo ganggu aja?" Pria 2 menunjuk pria misterius.
"Gak perlu lo tahu siapa gue, yang penting lo lepasin wanita itu!" Pria misterius.
"Hahaha... Lo bercanda? Gak! Gue gak akan lepasin." Pria 2.
"Iya mending lo pergi aja dari sini atau kita hajar." Pria 3.
"Gue gak takut, sini maju." Pria misterius.
Perkelahian tidak terhindarkan. Pria misterius tampak cekatan menghadi dua lawan sekaligus. Justru beberapa kali pukulannya yang tepat mengenai sasaran. Sebaliknya dua pria itu sering memukul udara karena pria misterius sangat lihai menghindar.
Walaupun menang jumlah namun kedua pria yang akan memperkosa Sonia tidak mampu slmengalahkan pria misterius. Mereka kabur meninggalkan pria 1 yang pingsan.
Sonia yang memejamkan mata karena ketakutan kini sudah tidak mendengar keribut. Namun dia masih enggan untuk membuka matanya sampai dia merasakan sebuah kain yang menyelimuti punggungnya.
"Lo gak perlu takut lagi, lo sudah aman sekarang." Ucap si pria misterius.
Dengan perlahan Sonia membuka matanya. Tampak seorang pria berpostur tubuh tinggi kekar dengan wajah tampan namun dekil dan apa itu luka memar? Oh ya dia baru saja berkelahi mungkin terkena pukulan.
"Lo siapa? Terima kasih lo sudah nolongin gue. Kalau gak ada lo mungkin gue sudah diperkosa sama ketiga pria tadi." Sonia.
"Kenalin, nama gue Bima." Pria misterius memperkenalkan diri. "Oh ya kenapa lo gak pakai baju? Lo bukan orang gila kan?" Bima lanjut bertanya.
"Ceritanya panjang, tapi gue masih waras kok."
"Lo mau ke mana sekarang? Yang lo pakai saat ini cuma bendera partai yang berusan gue temuin. Kalau lo mau, lo bisa ke rumah gue nanti gue kasih lo baju." Ucap Bima menawarkan diri.
"Ya gue mau." Bibir itu tersenyum kembali. Sonia tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, akhirnya ada orang yang bersedia menolongnya.
Tanpa sadar Sonia bangun dan memeluk Bima sambil menangis, menangis bahagia. Mendengar Sonia menangis Bima inisiatif mengelus pungung Sonia.
Bima dapat merasakan punggung mulus milik Sonia membuat Bima jadi menginginkannya.
Sadar dari lamunan kotornya, Bima merasakan wanita yang ada dipelukannya sudah berhenti menangis. Dia melepaskan pelukannya memberi jarak antara mereka berdua.
"Lebih baik kita pergi sekarang." Bisa bahaya kalau keterusan, nanti malah Bima yang memperkosa Sonia.
Sonia mengangguk sejutu. Dia menghapus sisa air matanya. Mereka pun pergi menuju rumah Bima.
......................
"Oh iya sampai lupa, nama lo siapa?" Bima sampai lupa menanyakan nama Sonia.
"Sonia"
"Nama yang bagus." Bima.
"Terima kasih. Rumah lo masih jauh." Sonia.
"Gak kok. Itu rumah gue." Bima menunjuk rumahnya yang sudah kelihatan dari posisi mereka saat ini. Rumah kecil yang terbuat dari seng bekas, sangat tidak layak untuk dihuni.
Setelah sampai, Bima langsung masuk ke rumahnya sedangkan Sonia masih menunggu diluar.
"Gue cuma punya baju cowok, terus itu daleman gue, terserah lo mau pakai atau gak." Bima keluar rumah membawa baju kaos dan celana training serta celana dalam miliknya untuk diberikan kepada Sonia. "Bajunya memang jelek tapi masih bisa dipakai kok." Bima menambahkan.
"Gapapa, gue sudah bersyukur banget lo mau kasih gue baju." Sonia.
"Lo bisa ganti di dalem." Bima menyerahkan bajunya kepada Sonia.
Sonia berjalan memasuki rumah Bima. Dia mulai memakai satu persatu pakaian pemberian Bima. Setelah selesai dia keluar.
...****************...
tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Rin's
semoga Bima orang baikk
2021-06-06
1
Mawar Berduri
ini beneran manusia gak ada hati nurani
2021-05-30
1
Aish🍿ᗰՏᖴ🍿᯽ℒ𝓊𝒸𝒶𝒾𝓂❦︎🍆
kenapa bisa kebetulan ada Bima ya...
Jaka jahat banget, harusnya kalo mau usir Sonia suruh pake baju dulu
2021-02-24
1