Dekorasi yang mewah memenuhi halaman rumah Sonia. Ya, itu karena acara pernikahan akan dilaksanakan di rumah Sonia. Sonia lebih memilih menggelar resepsi di rumahnya daripada di gedung. Baginya ini akan memberikan kesan tersendiri. Walaupun Jaka sudah menyarankan lebih baik resepsi pernikahan dilakukan di gedung, tetapi Sonia tetap bersikeras dengan opininya.
Yah, yang penting pesta pernikahan tetap dilaksanakan. Jaka lebih memilih untuk mengalah. Padahalkan dia sebenarnya melakukan ini juga demi kelancaran acara juga. Dia khawatir hujan turun sepanjang hari di hari pernikahannya. Tetapi mungkin Tuhan sayang kepada Sonia khusus hari ini hujannya dicancel dulu, mungkin?
Rombongan dari keluarga Jaka sudah tiba sejak 30 menit yang lalu. Sonia juga sudah selesai dirias dan kini dia sedang menunggu di dalam kamarnya. Seseorang masuk memberi tahu kepada Sonia bahwa penghulu sudang datang.
"Nia kamu sudah selesai belum? Penghulunya sudah datang tuh." Ucap seorang wanita sambil berjalan memasuki kamar Sonia.
"Sudah kak." Saut Sonia. Sonia sudah tampil bak seorang ratu dangan kebaya berwarna putih yang dia kenakan, tak lupa rambutnya juga disanggul. Ya, Sonia memakai adat Jawa, karena keluarganya merupakan orang jawa. Oh iya, tadi yang masuk ke kamar Sonia itu kakaknya ya. Namanya Maya. Dia sudah menikah 5 tahun yang lalu. Kini dia sudah mempunyai satu anak.
"Ayo turun, kamu sudah ditungguin."
"Baik kak."
Sonia berjalan ke tempat akad dengan diiringi oleh kakaknya. Semua mata tertuju pada dua wanita itu, terlebih kepada Sonia. Banyak yang merasa pangling dengan penampilan Sonia. Dia sangat cantik hari ini.
Sonia duduk di sebelah Jaka. Akad nikah akan segera dimulai. Penghulu memberi kata-kata pembuka terlebih dahulu. Satu hal yang membuat Sonia memdadak mati rasa seketika. Saat penghulu tersebut mengatakan bahwa papa Sonia tidak bisa menjadi wali Sonia. Bagaimana mungkin, papanya tidak bisa menjadi wali nikahnya.
Kebenaran terungkap, ternyata Sonia merupakan anak angkat dari kedua orangtuanya saat ini. Seketika Sonia melelehkan air matanya. Jaka buru-buru menghapus air mata itu. Dia juga tidak menyangka akan fakta yang baru dia dengar. Yang dia tahu keluarga Sonia sangat menyayanginya, seperti tidak membeda-bedakan, bahkan sama Maya. Malahan kedua orangtua Sonia seperti memanjakannya.
Kedua orangtua Sonia mendekat mereka berusaha menenangkan Sonia.
"Sonia maafin papa ga ceritain semua ini ke kamu. Papa takut kamu sedih mendengar kenyataan ini." Ucap Basuki mencoba menenangkan Sonia.
"Iya Sonia maafin mama juga ya." Mama menambahkan.
"Tapi kenapa kalian ga bilang dari dulu. hiks...hiks." Sangkal Sonia masih dengan isak tangisnya.
"Papa takut kamu sedih Sonia, kamu sudah kami anggap seperti anak kandung kami sendiri." Jelas Pak Basuki.
"Kamu jangan nangis lagi ya, sekarang kamu harusnya bahagia, sebentar lagi kamu kan mau nikah. Lihat si Jaka, kasihan kan dia." Sonia mengangguk tak mungkinkan dia membatalkan pernikahannya dengan Jaka.
"Bagaimana bisa dilanjut?" Tanya penghulu.
Sonia mengangguk dia membersihkan sisa-sisa air matanya dengan tisu.
Akad nikah berjalan dengan lancar. Semua orang berdoa untuk mendoakan yang baik-baik bagi kedua mempelai.
Sonia dipakaikan cincin di jari manis tangan kanannya oleh Jaka. Setelah itu Sonia meraih tangan Jaka dan memakaikan cincin di jari manis tangan kanan Jaka kemudian mencium punggung tangan lelaki itu. Jaka mendongakkan kepala Sonia kemudian mencium kening Sonia.
Acara resepsi dilanjutkan. Kini Jaka dan Sonia harus menjalani serangkaian upacara adat jawa. Ada lempar-lemparan daun sirih, menginjak telur, sampai suap-suapan.
Semua mata tamu tertuju pada mereka berdua. Tak lupa kameramen juga mengabadikan setiap momen pernikahan itu.
Selesai semua acara adat Sonia dan Jaka harus berdiri di dekorasi untuk menyalami tamu-tamu undangan yang memberi selamat kepada mereka berdua. Tak sedikit teman-teman mereka yang datang untuk memberikan selamat.
Pada tengah acara mendadak langit menjadi gelap. Angin pun bertiup lebih cepat. Pertanda hujan akan segera jatuh membasahi bumi.
Dan benar tak berselang lama air hujan mulai turun dan sepersekian menit berikutnya hujan menjadi sangat lebat. Kilatan cayaha disusul suara petir saling bersautan. Angin yang berhembus kencang membuat kursi-kursi berjatuhan. Semua orang berlarian manakala tenda yang dipakai mulai bergoyang. Dan benar saja tak lama setelahnya, tenda itu roboh dan atapnya yang terbuat dari seng beterbangan tertiup angin kencang.
Sekarang semuanya hancur berantakan. Para tamu memilih untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Sonia tampak sedih akan nasib pesta pernikahannya yang tidak sesuai dengan perkiraannya. Namun untungnya ada Jaka yang kini selalu ada di sisinya, memberi semangat kepadanya.
...****************...
tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Mawar Berduri
sepertinya Pirasat yang kurang baik, ada apa gerangan
2021-05-30
2
Aish🍿ᗰՏᖴ🍿᯽ℒ𝓊𝒸𝒶𝒾𝓂❦︎🍆
ternyata hujan juga kan...
pertanda baik kah ini🤔
2021-02-24
1
Surtipah Ipey
kenapa bisa ga virgin padahal kan katanya Sonia sangat menjaga kehormatan nya,,
2021-01-31
1