BAB 12

Makasih semua yang sudah memberi like, vote, dan juga komentar. Maaf kalau mungkin novel buatan author tidak sebagus novel-novel buatan author yang lain. Niatan author di sini cuma mau menghibur kalian, jadi jangan dianggap serius ya ceritanya. Ini semua hanya halusinasi author aja. Oh ya makasih lagi kalian mau baca novel dari author ini. Kalian buat author jadi semangat nulis.

Happy reading.

Pagi hari Bima sudah bersiap-siap dengan keranjangnya yang dia gendong dipunggungnya. Dia sedang menunggu Sonia yang sedang bersiap-siap di dalam rumah.

"Sonia jadi ikut gak sih? Keburu siang nih." Teriak Bima dari luar rumah supaya didengar oleh Sonia.

"Iya sebentar, ini sudah selesai kok." Ucap Sonia sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal karena Bima yang tidak sabaran. "Ngapain buru-buru sih?" Sambungnya.

"Ini sudah siang, kita juga belum sarapan, lo gak mau sarapan dulu." Seketika mulut yang mengerucut itu tertarik ke kiri dan ke kanan berubah menjadi senyum merekah yang terasa indah bagi seorang Bima. Tak sadar Bima pun ikut tersenyum.

Bima mulai melangkahkan kakinya dengan diikuti oleh Sonia. Bima akan ke tempat di mana para pedagang kaki lima biasa mangkal. Butuh 10 menit untuk sampai ke tujuan.

Bima sekilas menatap ke arah Sonia yang berada di sampingnya. Nampak peluh bercucuran di sekitaran wajah wanita cantik itu.

"Lo capek?" Bima memulai pembicaraan.

Sonia mengangguk tanda mengiyakan ucapan Bima. "Iya gue gak biasa jalan kaki jauh begini." Sonia kemudian mengusap wajahnya untuk menyingkirkan peluh.

"Makanya dibiasain, gak selamanya kita selalu hidup enak, adakalanya kita jatuh dan harus hidup susah, kayak lo saat ini. Kalau kita sudah biasa hidup susah kita tidak akan terlalu merasa menderita saat kita jatuh." Bima menasehati Sonia. Wanita itu hanya mengangguk-anggukkan kepala membenarkan apa yang dikatakan Bima.

'Gak terlalu buruk, dia mau belajar.' Batin Bima.

"Ya sudah lo mau sarapan apa? Kita sudah sampai." Bima menunjukkan deretan pedagang kaki lima di pinggiran jalan raya.

"Terserah lo aja, susuaiin sama duit lo." Jawab Sonia pasrah. Dia tidak ingin membebani Bima.

"Kalau bubur ayam bagaimana?" Bima memberi tawaran.

"Boleh." Sonia.

Mereka melangkahkan kakinya menuju penjual bubur ayam yang sebelumnya ditunjuk oleh Bima. Mereka mendudukkan diri di atas kursi plastik yang di sediakan penjual.

Tak lama pesanan mereka sudah jadi. Sonia dan Bima mulai memakan bubur ayam masing-masing.

"Makan yang banyak! Kita butuh energi yang banyak untuk memungut barang bekas. Kalau kurang nambah aja." Bima memberi maklumat.

"Gak ah, ini sudah cukup. Lagipula apa lo punya uang? Buat ongkos pulang gue aja lo harus ngumpulin dulu." Sonia.

"He he... Iya iya cepetan habisin." Bima.

Tak lama kemudian mangkuk keduanya sudah kosong. Bubur yang tadinya ada di dalamnya sudah ludes tak bersisa. Berpindah ke dalam lambung Bima dan Sonia. Membuat mereka berdua merasa kenyang.

"Lo tunggu di sini dulu! Gue mau bayar buburnya." Ucap Bima sedetik setelah menenggak habis air putih di gelasnya.

"Em.. ya." Sonia sampai menghentikan minumnya untuk menjawab Bima.

"Jadi berapa pak?" Bima bertanya kepada penjual bubur itu dengan berbisik.

'Tanda-tanda gak punya duit nih orang, belaga mau bayarin ceweknya pula.' Batin si penjual bubur.

"Totalnya jadi 20 ribu, buat mas 15 ribu saja." Ucap si penjual bubur meremehkan.

"Sebentar pak." Bima menjawab santai tanpa menghiraukan nada bicara penjual bubur yang meremehkannya. Baginya itu sudah biasa, orang-orang hanya melihat orang lain dari covernya saja. Bima merogoh saku celananya, mengeluarkan selembar uang kertas dengan menggenggamnya kemudian memberikannya pada si penjual bubur kemudian kembali ke tempat di mana Sonia duduk.

"Sudah?" Tanya Sonia saat melihat Bima sudah kembali.

"Sudah. Ayo!" Merekapun pergi menuju tempat di mana mereka akan mencari barang bekas.

Di tempat yang sama, si penjual bubur tengah menganga karena terheran dengan kejadian yang baru saja dia alami. Dia masih menatap selembar uang kerta di telapak tangannya yang baru saja diberi Bima. Dia masih tidak percaya.

Sonia dan Bima kini sudah sampai di tempat pembuangan akbir di mana Bima biasa mencari barang bekas untuk di jual ke pengepul.

Awalnya Sonia merasa jijik dengan tempat itu, namun karena dia berpikir ini demi dirinya juga, dia segera menghilangkan pikiran itu.

"Kenapa? Lo jijik?" Tanya Bima yang menyadari perubahan ekspresi di wajah Sonia.

"Eng...enggak kok." Jawab Sonia gugup.

"Beneran?" Tanya Bima memastikan.

"Iya beneran." Sonia.

"Ya sudah lo mungutin botol plastik bekas ya!" Bima memberi perintah.

"Iya." Sonia.

Butuh waktu 2 jam sampai keranjang yang dibawa Bima untuk penuh. Bima segera mengajak Sonia untuk berteduh karena sinar matahari sangat menyengat kulit hari ini walaupun masih agak pagi.

"Kita istirahat dulu baru ke tempat pengepul." Ujar Bima sambil menyodorkan botol minum yang sudah dia siapkan daei rumah kepada Sonia. Sonia menerima botol dari Bima kemudian menenggaknya sampai setengah. Mereka tengah beristirahat di tempat yang teduh.

"Pelan-pelan nanti tersedak." Bima takut kalau Sonia sampai tersedak.

"Akhirnya, lega juga, dari tadi tenggorokan gue sudah kering banget." Sonia menutup kembali botol itu lalu mengembalikannya pada Bima.

Semilir angin yang berhembus membuat Sonia mengantuk. Dia menyandarkan punggungnya di tembok pagar tempat itu. Sonia ketiduran dalam posisi menyender di dinding. Bima ikut menyender di dinding kemudian menarik kepala Sonia untuk diletakkannya di bahunya. Bima pun ikut ketiduran di sana.

tbc.

Terpopuler

Comments

kiki

kiki

kira" gw kalo d tanyain, mau makan apa? sesuaiin aja sama duit aja sama duit lo, kira" tuh laki kesinggung gak yah, berasa ngremehin gt

2021-05-30

1

Maria Dani

Maria Dani

ortu Sonia nggak tanya ke Jaka??

2021-04-29

1

Tionar Linda

Tionar Linda

aku juga mau nemani babang Bima cari rongsokan Thor 🤗

2020-10-30

5

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!