BAB 10 Siapa Bima?

"Jadi kemarin hari pernikahan gue. Di hari itu gue baru mengetahui fakta bahwa gue anak angkat dari orang tua gue." Sonia memulai cerita.

"Terus?" Tanya Bima penasaran.

"Habis nikahan gue langsung pindah ke apartemen suami gue. Namanya Jaka." Sonia melanjutkan ceritanya.

"Jaka?" Bima menggantung ceritanya. Dia seperti tak asing dengan nama itu. Tapi ah sudahlah mungking hanya namanya saja yang sama.

"Iya. Kami sudah pacaran 3 tahun, sejak masih sekolah. Dia baik orangnya, tapi waktu malam pertama, gue gak tahu dia tiba-tiba berubah 180°. Dia ngusir gue, bahkan dia gak ngijinin gue untuk mengambil pakaian gue dulu." Pengakuan Sonia membuat rahang Bima mengeras, urat-urat di pelipisnya menegang, dan tangannya mengepal seketika. Dia tidak terima atas perlakuan Jaka terhadap Sonia.

"Keterlaluan, memang apa alasan dia melakukan itu?" Bima bicara seperti orang yang akan memakan orang.

"Gue kurang tahu, ta-..." Sonia menggantungkan ceritanya. Dia ragu apakah dia harus menceritakannya pada Bima, Bima masih asing baginya. Tetapi dia orang yang sudah menolongnya.

"Tapi apa?" Bima penasaran.

"Dia bilang gue udah gak perawan sebelum gue nikah sama dia." Sonia mulai sedih.

"Kok bisa? Lo sudah pernah berhubungan sama orang lain." Bima.

"Hiks...hiks... sekalipun gak pernah. Gue sangat menjaga mahkota gue buat dia. Gue tahu dia gak suka sama cewek yang dengan mudahnya ngasih mahkotanya ke lelaki yang bukan suaminya, tapi gue berani sumpah gue gak pernah melakukannya sebelum dengannya." Sonia bercerita diiringi isakan tangisnya.

Merasa iba akan kisah Sonia, Bima memeluk Sonia untuk menenangkannya. Setelah beberapa saat, Sonia sudah berhenti menangis. Menyadari itu, Bima melepas pelukannya kemudian menghapus sisa air mata di pipi Sonia dengan ibu jarinya.

'Tak akan kubiarkan lelaki itu masih bisa menikmati indahnya dunia. Akan kubuat dia sengsara.' Batin Bima.

"Lo jangan nangis lagi ya, gue bakalan balas perbuatan dia." Bima.

"Jangan Bim! Lo gak tahu siapa dia. Orang tuanya merupakan orang paling kaya nomer 10 di kota ini. Kita gak akan sanggup menghadapi uang mereka." Sonia melarang Bima membalas perbuatan Jaka mengingat kekuasaan orang tua Jaka.

'C I H, hanya nomer 10' Batin Bima.

"Mending sekarang lo istirahat, lo kelihatan capek banget." Ucap Bima setelah melihat muka lelah Sonia.

Sonia menuruti perintah Bima, dia memang sangat lelah, badannya sakit semua, mungkin masuk angin. Sonia mulai berbaring di atas tikar, tak ada kasur di sana, dia memejamkan matanya dan tak lama setelah itu dia sudah masuk ke alam mimpinya.

Setelah memastikan Sonia sudah tidur, Bima bangkit dan pergi ke luar rumah. Di luar rumah dia merogoh saku celananya dan mengambil benda berlogo buah apel yang digigit dan memiliki tiga buah kamera di belakangnya. Wah kenapa dia bisa memiliki benda mahal itu?

Dicari kontak dengan nama S. Monica di sana. Setelah ketemu dia memencet nama itu kemudian memilih icon berwarna hijau. Tak lama terdengar suara wanita di balik sana.

Bima mulai berbicara dengan wanita itu di balik telponya. Entah apa yang mereka bicarakan sampai Bima menutup telponnya kemudian menyunggingkan bibirnya tanda dia sedang senang. Bima menyimpan kembali ponselnya ke saku celana.

Setelah itu Bima pergi untuk melakukan pekerjaannya seperti biasa disore hari yaitu mencari kayu bakar. Namun dia kembali masuk ke rumahnya lagi untuk mengecek kondisi Sonia terlebih dahulu. Tampak senyum di bibir Bima merekah melihat Sonia yang tidur dengan nyenyaknya. Namun dia juga kasian melihat Sonia yang tidur hanya beralaskan tikar.

Setelah memastikan kondisi Sonia barulah Bima pergi untuk mencari kayu bakar.

Sonia bangun setelah puas dengan tidurnya. Ternyata hari sudah petang. Matanya menyapu sekeliling ruangan untuk mencari sosok lelaki yang sudah menolongnya, Bima.

Tak mendapati Bima di sana, Sonia berdiri dan mulai melangkahkan kakinya ke dapur. Ternyata Bima sedang di sana di depan tungku yang menyala. Tampak senyum di bibir pria itu setelah menyadari kehadirannya. Sonia membalas senyum itu.

"Sudah bangun?" Bima.

"Hm." Sonia mengangguk.

"Langsung mandi aja, gue udah panasin air buat lo, bentar tapi gue siapin dulu." Bima.

"Eh gak usah, gue bisa sendiri." Tolak Sonia secara halus.

"Gak papa lo kan tamu, gue harus layanin tamu gue." Bima.

"Terima kasih." Sonia.

"Sama-sama." Bima."

Bima memindahkan air panas itu ke ember dan menambahkan air dingin secukupnya agar air tidak terlalu panas. Baru kemudian dia mempersilahkan Sonia untuk mandi.

Sonia sangat senang dengan perhatian yang Bima berikan. Hal itu sudah sedikit melupakan kejadian pahit yang menimpanya belakangan ini.

Tak perlu waktu lama bagi Sonia untuk mandi. Tak seperti di rumahnya yang bisa mencapai berpuluh-puluh menit lamanya.

Sonia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya. Dia lalu mencari Bima untuk meminta baju ganti.

Bima memberitahu supaya Sonia mengambilnya sendiri di lemari. Tanpa berpikir lagi, Sonia menuju lemari dan membukanya. Betapa kagetnya Sonia saat pintu lemari sudah terbuka. Di sana sudah ada beberapa setel pakaian wanita lengkap dengan dalamannya juga dan dari mana dia tahu ukurannya.

'Katanya gak punya baju wanita, tapi ini apa?' Batin Sonia.

Bima memang tidak punya baju wanita sebelumnya. Sonia saja yang tidak peka, dia tidak tahu kalau itu semua pakaian baru. Sebenarnya saat Sonia masih tidur, ada seorang wanita dan seorang lagi pria yang berpakaian rapi datang ke rumah Bima membawakan pakaian untuk Sonia, dan tak lama setelah itu ada beberapa orang lagi datang dengan membawa kasur. Sonia juga tidak menyadari kalau pas dia bangun, dirinya sudah ada di atas kasur. Si wanita itu adalah orang yang ditelpon Bima tadi.

Jadi, sebenarnya siapa Bima itu?

tbc.

Terpopuler

Comments

Momy Haikal

Momy Haikal

benci banget aku sama lakinya si jaka Tingkir itu.masa segitu teganya dia biarin istri nya telanjang😡

2022-02-12

0

Cahaya Ramadhani

Cahaya Ramadhani

nah kan..ini keren.. dan hanya ada di novel 😁

2021-09-22

1

Susana Sari

Susana Sari

alur cerita mu bagus Thor,sepertinya jarang banget cerita semacam ini saya suka,dan selalu ninggalin jejak,sukses ya

2021-06-13

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!