"Hiks...hiks...hiks..." Sonia tidak kuasa membendung air matanya. Tangisannya kian pilu. Membuat Bima menatapnya kasihan. Bima berusaha menenangkan Sonia namun Sonia tak kunjung berhenti menangis.
Tak ada lagi yang bisa Bima lakukan selain memeluk Sonia. Membiarkan Sonia menumpahkan semua air matanya di dadanya. Diusapnya punggung kecil itu dengan halus.
Lama tak terdengar lagi tangisan wanita yang ada dipelukannya. Bima menundukkan kepalanya melihat komdisi Sonia yang rupanya sedang tertidur. Mungkin dia sudah kelelahan.
'Mungkin sudah saatnya.' Bima berbicara dalam hatinya.
Diposisikannya Sonia di punggungnya lalu mulai mengangkatnya pulang ke rumah. Bima menggendong Sonia yang tengah tertidur sampai di rumah. Agenda mencari barang bekas ia batalkan.
…
Di depan rumah Bima tampak 2 bocah yang sedang duduk di kursi kayu depan rumah Bima. Melihat kedatangan Bima yang menggendong Sonia, kedua bocah itu lari menghambur mendekati Bima.
"Kak Sonia kenapa? Dia sakit?" Tanya Indah kepada Bima. Wajahnya seketika sedih.
"Kak Sonia pucet banget, matanya juga merah." Ujar Reno.
"Iya, kak Sonianya sedang sakit, doa in ya biar cepat sembuh." Bima.
"Iya kak Bima pasti kita doa in kok." Ujar Indah.
"Iya kak, Reno pasti doa in kak Sonia biar cepat sembuh."
"Terima kasih ya." Bima.
Bima mendudukkan Sonia di kursi kayu depan rumahnya. Ia lalu membuka pintu rumahnya baru kemudian menggendong Sonia masuk rumah dan membaringkannya di atas kasur.
"Indah? Titip kak Sonia sebentar ya. Kak Bima mau keluar dulu." Ucap Bima pelan supaya anak itu bisa menangkap ucapannya dengan baik.
"Iya kak." Indah mengannguk.
Bima keluar dari rumahnya. Dia berjalan agak jauh dari situ. Lalu dia mengambil ponselnya dari saku celana dan menelpon kontak S. Monica.
Nada tunggu berbunyi dari earpiece ponsel Bima pertanda Monica belum mengangkat panggilannya. Perlu 3 kali Bima memanggil Monica sampai panggilannya diangkat oleh Monica.
"Selamat siang tuan, ada yang perlu saya bantu." Suara Monica dari balik sana.
"Tentu aku perlu bantuan, buat apa aku menelponmu?" Bentak Bima membuat Monica yang berada di sana langsung terperanjat.
"Maaf tuan." Monica.
"Tentu kau harus minta maaf." Bima.
"Apa yang harus saya lakukan tuan?" Monica.
"Ke sini sekarang! Ajak juga Sam!" Perintah Bima.
"Baik tuan, saya dan San akan segera meluncur." Jawab Monica tidak serius.
"S H I T! Jangan becanda." Bentak Bima.
"Ma-maaf tuan. Sudah ya selamat siang." Monica langsung memutuskan pamggilan.
" Sekretaris Si Alan! Beraninya dia mematikan telponku." Umpat Bima yang emosi.
Bima mencengkram kuat ponselnya sebelum menyimpannya ke sakunya. Setelah itu dia balik ke rumahnya.
Dalam rumah Bima melihat Sonia sedang dibantu Reno untuk duduk. Bima segera merebut posisi Reno. Entah rasanya dia tidak terima Sonia disentuh Reno yang notabennya masih anak-anak. Segitu besarkah rasa cemburunya?
"Apaan sih Bima?" Gerutu Sonia yang tidak terima saat tiba-tiba Bima datang dan membantunya duduk.
"Biar aku aja yang bantu kamu duduk. Kasian Reno masih kecil nanti gak kuat." Alasan Bima yang hanya dituruti Sonia, benar juga apa kata Bima. "Kakak kamu mana?" Sambung Bima bertanya kepada Reno."
"Ambilin aku minum" Jawab Sonia ketus sebelum Reno menjawab.
"Iya kakak lagi ambilin minum buat kak Sonia." Baru Reno yang jawab. Bima membalas lagi dengan senyum.
Tak lama Indah datang membawa segelas teh hangat untuk Sonia. Bima segera meraihnya dari tangan kecil Indah.
"Terima kasih Indah, biar kak Bima aja yang bantu kak Sonia minum." Ucap Bima.
'Modus kamu Bim.' Batin Sonia, hatinya berbunga-bunga.
Bima membantu Sonia minum. Dia memegangkan gelas dan Sonia meminumnya. Matanya tak berkedip ataupun berpaling dari Sonia. Ah mereka itu, tak tahu dirinya melakukan itu di hadapan dua bocil yang belum tahu apa-apa.
"Kak Indah kak Indah. Kak Bima kenapa liatin kak Sonia sampai gak kedip gitu ya?" Tanya Reno dengan polosnya.
"Uhuk..uhuk..." Sonia tersedak air minumnya. Dipelototinya Bima si biang kerok ini yang dibalas Bima dengan sorot mata yang artinya Aku tidak bermaksud melalukannya di depan mereka.
Sonia memandang kedua bocil itu. "Maafin kakak ya. Kalian luapain aja kejadian barusan!" Pinta Sonia kepada dua bocil itu. Mereka berdua menggangguk menuruti apa kata Sonia.
Sonia memelototi lagi Bima dangan arti sorot mata, Jangan lakukan lagi!
Bima membalas, Sumpah aku tidak sengaja Sonia, melalui sorot matanya.
Sonia memalingkan wajahnya pertanda Sudahlah gak perlu dipikirkan.
Kini Bima dan Sonia sudah lebih memahami satu sama lain. Baru 3 hari bersama namun rasanya sudah saling mengenal bertahun-tahun lamanya. Merekapun sanggup berkomunikasi walau hanya dengan sorot mata saja. Mereka memang sehati.
…
Monica dan Sam tiba di rumah Bima 30 menit kemudian. Sonia tampak bingung dengan kejadian ini. Dia seperti orang bodoh, tak mampu menebak sama sekali kedatangan Monica dan Sam. Satu kemungkinan yang dia pikirkan, dua orang ini adalah orangnya Jaka. Namun dia sama sekali belum pernah melihat mereka saat mengenal Jaka selama ini.
"Ini untuk anda nona." Monica memberikan sebuah paper bag berisi baju baru kepada Sonia. Sonia menerimanya lalu melihat isi di dalamnya yang membuatnya semakin bingung.
Tiba-tiba Bima muncul setelah dia selesai mandi. Handuk masih melingkar di pinggangnya. Sonia langsung menatap Bima meminta penjelasan.
"Sonia. Kamu mandi dulu aja. Terus ganti pakai baju itu ya." Ucap Bima setelah menyadari tatapan Sonia. "Udah sana!" Tambahnya saat Sonia tak kunjung beranjak dari posisinya.
Sonia memilih menuruti perkataan Bima, dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
"Mana baju untukku?" Bima menjulurkan tangannya kepada Monica.
Sebenarnya saat Bima akan balik ke rumah selepas menelpon Monica dia ingat untuk membeli baju baru untuk ia dan Sonia kenakan saat mengantarkan Sonia kerumah orang tuanya.
Isi pesannya
Bima
Bawakan juga baju untukku dan baju untuk wanita yang sekarang ini tinggal denganku
Monica
Baik tuan, ada lagi?
Mending sekalian daripada dikit-dikit menghubungi saya
Bima
Kerjakan saja perintahku, kalau sudah bosan kirim saja surat pengunduran dirimu
Monica
Jangan tuan
Baik saya kerjakan
☆☆
Monica memberi satu paper bag ke Bima sesuai dengan yang diminta tuannya itu.
"Kalian keluar sekarang!" Bima memberi perintah pada dua bawahannya. Merekapun menurut.
Bima segera memakai bajunya sebelum Sonia selesai mandi. Setelah itu dia hanya berdiri dalam ruangan, memikirkan rangkaian kata-kata untuk memberi penjelasan kepada Sonia.
TBC.
Syukur masih bisa up. Hari ini hari pertama UTS aku. Kalian doa in ya supaya nilaiku bagus semua.
Makasih semua doanya.
Makasih juga yang udah baca novel aku.
Aku sayang kalian semua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
nnaaaaaaaaaa...
BUCIINNNNNN 🤣
2021-02-17
1
Surtipah Ipey
keren banget ada bahasa kalbu lewat tatapan mata ya Thor,,,🤭👍
2021-01-31
1
Tionar Linda
Bima baru kenal Sonia 3 hari Uda bucin😅😉
2020-10-30
3