BAB 17

"Hiks...hiks...hiks..." Sonia tidak kuasa membendung air matanya. Tangisannya kian pilu. Membuat Bima menatapnya kasihan. Bima berusaha menenangkan Sonia namun Sonia tak kunjung berhenti menangis.

Tak ada lagi yang bisa Bima lakukan selain memeluk Sonia. Membiarkan Sonia menumpahkan semua air matanya di dadanya. Diusapnya punggung kecil itu dengan halus.

Lama tak terdengar lagi tangisan wanita yang ada dipelukannya. Bima menundukkan kepalanya melihat komdisi Sonia yang rupanya sedang tertidur. Mungkin dia sudah kelelahan.

'Mungkin sudah saatnya.' Bima berbicara dalam hatinya.

Diposisikannya Sonia di punggungnya lalu mulai mengangkatnya pulang ke rumah. Bima menggendong Sonia yang tengah tertidur sampai di rumah. Agenda mencari barang bekas ia batalkan.

Di depan rumah Bima tampak 2 bocah yang sedang duduk di kursi kayu depan rumah Bima. Melihat kedatangan Bima yang menggendong Sonia, kedua bocah itu lari menghambur mendekati Bima.

"Kak Sonia kenapa? Dia sakit?" Tanya Indah kepada Bima. Wajahnya seketika sedih.

"Kak Sonia pucet banget, matanya juga merah." Ujar Reno.

"Iya, kak Sonianya sedang sakit, doa in ya biar cepat sembuh." Bima.

"Iya kak Bima pasti kita doa in kok." Ujar Indah.

"Iya kak, Reno pasti doa in kak Sonia biar cepat sembuh."

"Terima kasih ya." Bima.

Bima mendudukkan Sonia di kursi kayu depan rumahnya. Ia lalu membuka pintu rumahnya baru kemudian menggendong Sonia masuk rumah dan membaringkannya di atas kasur.

"Indah? Titip kak Sonia sebentar ya. Kak Bima mau keluar dulu." Ucap Bima pelan supaya anak itu bisa menangkap ucapannya dengan baik.

"Iya kak." Indah mengannguk.

Bima keluar dari rumahnya. Dia berjalan agak jauh dari situ. Lalu dia mengambil ponselnya dari saku celana dan menelpon kontak S. Monica.

Nada tunggu berbunyi dari earpiece ponsel Bima pertanda Monica belum mengangkat panggilannya. Perlu 3 kali Bima memanggil Monica sampai panggilannya diangkat oleh Monica.

"Selamat siang tuan, ada yang perlu saya bantu." Suara Monica dari balik sana.

"Tentu aku perlu bantuan, buat apa aku menelponmu?" Bentak Bima membuat Monica yang berada di sana langsung terperanjat.

"Maaf tuan." Monica.

"Tentu kau harus minta maaf." Bima.

"Apa yang harus saya lakukan tuan?" Monica.

"Ke sini sekarang! Ajak juga Sam!" Perintah Bima.

"Baik tuan, saya dan San akan segera meluncur." Jawab Monica tidak serius.

"S H I T! Jangan becanda." Bentak Bima.

"Ma-maaf tuan. Sudah ya selamat siang." Monica langsung memutuskan pamggilan.

" Sekretaris Si Alan! Beraninya dia mematikan telponku." Umpat Bima yang emosi.

Bima mencengkram kuat ponselnya sebelum menyimpannya ke sakunya. Setelah itu dia balik ke rumahnya.

Dalam rumah Bima melihat Sonia sedang dibantu Reno untuk duduk. Bima segera merebut posisi Reno. Entah rasanya dia tidak terima Sonia disentuh Reno yang notabennya masih anak-anak. Segitu besarkah rasa cemburunya?

"Apaan sih Bima?" Gerutu Sonia yang tidak terima saat tiba-tiba Bima datang dan membantunya duduk.

"Biar aku aja yang bantu kamu duduk. Kasian Reno masih kecil nanti gak kuat." Alasan Bima yang hanya dituruti Sonia, benar juga apa kata Bima. "Kakak kamu mana?" Sambung Bima bertanya kepada Reno."

"Ambilin aku minum" Jawab Sonia ketus sebelum Reno menjawab.

"Iya kakak lagi ambilin minum buat kak Sonia." Baru Reno yang jawab. Bima membalas lagi dengan senyum.

Tak lama Indah datang membawa segelas teh hangat untuk Sonia. Bima segera meraihnya dari tangan kecil Indah.

"Terima kasih Indah, biar kak Bima aja yang bantu kak Sonia minum." Ucap Bima.

'Modus kamu Bim.' Batin Sonia, hatinya berbunga-bunga.

Bima membantu Sonia minum. Dia memegangkan gelas dan Sonia meminumnya. Matanya tak berkedip ataupun berpaling dari Sonia. Ah mereka itu, tak tahu dirinya melakukan itu di hadapan dua bocil yang belum tahu apa-apa.

"Kak Indah kak Indah. Kak Bima kenapa liatin kak Sonia sampai gak kedip gitu ya?" Tanya Reno dengan polosnya.

"Uhuk..uhuk..." Sonia tersedak air minumnya. Dipelototinya Bima si biang kerok ini yang dibalas Bima dengan sorot mata yang artinya Aku tidak bermaksud melalukannya di depan mereka.

Sonia memandang kedua bocil itu. "Maafin kakak ya. Kalian luapain aja kejadian barusan!" Pinta Sonia kepada dua bocil itu. Mereka berdua menggangguk menuruti apa kata Sonia.

Sonia memelototi lagi Bima dangan arti sorot mata, Jangan lakukan lagi!

Bima membalas, Sumpah aku tidak sengaja Sonia, melalui sorot matanya.

Sonia memalingkan wajahnya pertanda Sudahlah gak perlu dipikirkan.

Kini Bima dan Sonia sudah lebih memahami satu sama lain. Baru 3 hari bersama namun rasanya sudah saling mengenal bertahun-tahun lamanya. Merekapun sanggup berkomunikasi walau hanya dengan sorot mata saja. Mereka memang sehati.

Monica dan Sam tiba di rumah Bima 30 menit kemudian. Sonia tampak bingung dengan kejadian ini. Dia seperti orang bodoh, tak mampu menebak sama sekali kedatangan Monica dan Sam. Satu kemungkinan yang dia pikirkan, dua orang ini adalah orangnya Jaka. Namun dia sama sekali belum pernah melihat mereka saat mengenal Jaka selama ini.

"Ini untuk anda nona." Monica memberikan sebuah paper bag berisi baju baru kepada Sonia. Sonia menerimanya lalu melihat isi di dalamnya yang membuatnya semakin bingung.

Tiba-tiba Bima muncul setelah dia selesai mandi. Handuk masih melingkar di pinggangnya. Sonia langsung menatap Bima meminta penjelasan.

"Sonia. Kamu mandi dulu aja. Terus ganti pakai baju itu ya." Ucap Bima setelah menyadari tatapan Sonia. "Udah sana!" Tambahnya saat Sonia tak kunjung beranjak dari posisinya.

Sonia memilih menuruti perkataan Bima, dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

"Mana baju untukku?" Bima menjulurkan tangannya kepada Monica.

Sebenarnya saat Bima akan balik ke rumah selepas menelpon Monica dia ingat untuk membeli baju baru untuk ia dan Sonia kenakan saat mengantarkan Sonia kerumah orang tuanya.

Isi pesannya

Bima

Bawakan juga baju untukku dan baju untuk wanita yang sekarang ini tinggal denganku

Monica

Baik tuan, ada lagi?

Mending sekalian daripada dikit-dikit menghubungi saya

Bima

Kerjakan saja perintahku, kalau sudah bosan kirim saja surat pengunduran dirimu

Monica

Jangan tuan

Baik saya kerjakan

☆☆

Monica memberi satu paper bag ke Bima sesuai dengan yang diminta tuannya itu.

"Kalian keluar sekarang!" Bima memberi perintah pada dua bawahannya. Merekapun menurut.

Bima segera memakai bajunya sebelum Sonia selesai mandi. Setelah itu dia hanya berdiri dalam ruangan, memikirkan rangkaian kata-kata untuk memberi penjelasan kepada Sonia.

TBC.

Syukur masih bisa up. Hari ini hari pertama UTS aku. Kalian doa in ya supaya nilaiku bagus semua.

Makasih semua doanya.

Makasih juga yang udah baca novel aku.

Aku sayang kalian semua.

Terpopuler

Comments

nnaaaaaaaaaa...

nnaaaaaaaaaa...

BUCIINNNNNN 🤣

2021-02-17

1

Surtipah Ipey

Surtipah Ipey

keren banget ada bahasa kalbu lewat tatapan mata ya Thor,,,🤭👍

2021-01-31

1

Tionar Linda

Tionar Linda

Bima baru kenal Sonia 3 hari Uda bucin😅😉

2020-10-30

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!