Berjalan ke sana ke mari di bawah pancaran sinar matahari yang sangat terik hari ini. Tak sedikit pula orang-orang yang mencibir saat mereka melihat Sonia. Tak jarang ada laki-laki yang menggodanya. Namun Sonia tetap berjalan sambil menundukkan kepala sambil tetap menutupi payu dara dan va ginanya dengan telapak tangannya.
Terus berjalan sampai-sampai Sonia sudah berada di sebuah perumahan yang agak sepi. Terlihat di sana ada rumah dangan sejumlah pakaian yang tengah dijemur di depan rumah.
Lokasi yang sepi, sepertinya di sini kebanyakan yang tinggal para karyawan yang masih single sehingga jika jam kerja begini suasana begitu sepi.
Memastikan kiri dan kanan Sonia mulai mendekati rumah itu. Tak ada cara lain, Sonia harus segera mengenakan pakaian. Dengan sangat terpaksa Sonia harus mencuri.
Sonia mulai mengendap-endap mendekati jemuran.
Masih tidak ada tanda-tanda si pemilik rumah. Sonia melangkahkan kakinya untuk mengambil sebuah kemeja lengan panjang berwarna putih.
Dengan tergesa-gesa Sonia mengambilnya. Sampai saat ini, si pemilik rumah belum nampak. Mungkin rumah ini benar-benar kosong.
Dalam waktu singkat, baju itu sudah berpindah ke tangan Sonia. Dengan segera Sonia memakai baju itu.
Namun naas, belum selesai dia memakainya, si pemilik rumah yang merupakan wanita paruh baya tiba-tiba muncul dengan membawa gebukan yang terbuat dari rotan.
"Heh, siapa kamu?" Tanya si pmilik rumah sambil membentak. "Dan itu kan jemuran saya, kamu mau mencuri ya?" sambung si pemilik rumah. Pemilik rumah itu lalu mendekati Sonia yang hanya diam sambil menutupi tubuhnya. Kemudian wanita itu merebut kemeja yang ada di tangan Sonia.
"Ampun buk, ampun. Saya tidak bermaksud mencuri, saya hanya te...." Sonia berusaha membela namun belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya si pemilik rumah sudah lebih dahulu nerocos.
"Alah, mana ada maling yang ngaku. Kalau maling pada ngaku, penjara pada penuh!" Ucap si pemilik rumah sambil tarik-tarikan kemeja dengan Sonia. Ya, Sonia tidak lantas melepaskan kemeja itu. Baginya sudah tanggung, sudah ketahuan mencuri masa' tetap tidak dapat apa yang dia mau. Dia tetap harus telan jang dong?
Tarik-menarik berlangsung sengit. Keduanya memiliki tenaga yang sama. Mungkin kalau ini terus berlanjut justru baju itu yang akan robek.
Namun Sonia yang hanya menggunakan satu tangannya saja untuk menarik karena satu tangannya lagi dia gunakan untuk menutupi payu daranya yang bergelayutan karena terguncang. Bisa dilihat sendiri payu dara Sonia itu gede dan di atas wanita pada umumnya. Aduh malah lupa sama ceritanya. Jadi Sonia kalah ya. Baju itu direbut lagi sama yang punya.
Tak berhenti sampai disitu, karena saat ketahuan Sonia malah melawan si pemilik rumah menjadi marah. Setelah dia mengamankan kemeja yang dia rebut dari Sonia, dia kembali ke Sonia yang mulai mengeluarkan air matanya.
"Keterlaluan ya kamu, sudah ketahuan mencuri malah melawan. Rasakan ini." Pemilik rumah memukulkan rotan itu tepat di payu dara Sonia.
"Awh.. sakit buk, ampun. Hiks...hiks." Sonia memekik saat rotan itu mengenai payu daranya.
"Sekarang pergi dari sini atau aku panggilkan polisi untuk menangkapmu." Si pemilik rumah.
Dengan terpaksa Sonia melangkah pergi dari pada dia harus berurusan dengan polisi, keadaan akan semakin buruk.
Setelah Sonia pergi, pemilik rumah menutup pintu rumahnya. Melihat hal itu, Sonia ingin mencoba sekali lagi untuk meminta pakaian. Dia tak bisa harus berkeliaran tanpa memakai baju lagi. Semoga pemilik rumah mau berbaik hati.
"Buk! Tolong berikan bajunya, saya sangat membutuhkannya. Kalau saya sudah bertemu dangan keluarga saya, baju ibu akan saya ganti. Saya janji buk. Tolong." Sekuat tenaga Sonia menjelaskan, namun pemilik rumah tak kunjung tergerak hatinya.
Sonia memilih meninggalkan rumah itu. Mungkin memang dia tidak ditakdirkan untuk mencuri. Mungkin lebih baik telan jang dari pada harus memakai baju hasil curian.
Terus berjalan sampai-sampai Sonia sudah berada di sebuah perkampungan kumuh. Saat memasuki perkampungan itu, seperti tak ada seorangpun yang memperdulikannya. Mereka seperti sudah biasa melihat orang telan jang berkeliaran. Dan benar saja, baru saja Sonia beranggapan seperti itu, kedua mata Sonia melihat pemandangan seorang wanita yang sama seperti dirinya. Namun sepertinya dia memang orang gila. Jadi banyak gelandangan, orang gila, pemulung, anak jalanan yang tinggal di sini.
Sonia terus berjalan juga tanpa menghiraukan orang-orang yang berpapasan dengannya. Sampai pada saat dia melihat 3 orang pria yang tengah duduk di sebuah gubuk. Ketiga mata pria itu memandang penuh nafsu ke Sonia. Dan benar saja, mereka mendekat kemudian memegang ke dua lengan Sonia. Sonia digiring masuk ke gubuk itu. Sonia mau diapain ya?
tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Aish🍿ᗰՏᖴ🍿᯽ℒ𝓊𝒸𝒶𝒾𝓂❦︎🍆
Naas banget nasibnya
2021-02-24
1
Rita Herawati
yaah sadis bgt jd g tega mau bacanya
2021-02-16
1
Tionar Linda
tolongin Sonia Thor 😭
2020-10-30
1