Pak Basuki dan istrinya tergesa-gesa berlari menuju ke kamar Sonia. Baru saja Mbok Siska memberitahunya perihal Sonia yang pulang ke rumah di antar oleh sepasang orang asing (Bima dan Monica).
Dengan sekali hentak Pak Basuki membuka pintu kamar setelah sampai di depan kamar Sonia. Di lanjutnya ia berjalan mendekati putrinya yang tengah tertidur itu.
Dipandangi lekat-lekat wajah putrinya yang menyiratkan tetanan dalam diri putrinya. Walaupun tak ada ikatan darah, kebersamaan mereka yang sudah bertahun-tahun membuat ikatan batin mereka menjadi kuat. Hal yang sama juga dirasakan nyonya sonya istrinya. Mereka sangat menyayangi Sonia seperti darah dagingnya sendiri.
Rasa rindu yang membumbung walaupun baru ditinggal 4 hari oleh putrinya, membuat Pak Basuki melepaskan rindunya dengan mengusap-usap puncak kepala Sonia. Sedangkan nyonya Sonya mengelus pipi Sonia dengan lembut mencurahkan kasih sayangnya.
Sadar akan kehadiran seseoran yang mengganggu tidurnya, Sonia akhirnya tersadar dari tidurnya. Dia mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya untuk mencari fokus.
Diedarkannya mata itu mengitari seluruh isi ruangan.Sehingga Sonia tahu sekarang dia sedang berada di kamarnya.
Sonia panik manakala dirinya mencari sosok pria yang beberapa hari ini mengisi hidupnya tidak ada di ruangan itu. Nyonya Puspa yang menyadari kepanikan putrinya langsung mendudukkan dirinya di samping Sonia. Dia mengambil segelas air putih di atas nakas lalu memberikannya kepada Sonia.
"Kamu tenang dulu sayang, kamu minum dulu ya?" ujar nyonya Sonya sambil menyerahkan segelas air putih kepada Sonia. Sonia menerimanya dan langsung meminum air itu dengan dibantu nyonya Sonya.
"Bima mana Ma Pa?" Tanya Sonia selesai minum, membuat kedua orang tuanya serta Mbok Siska yang turut di sana mengernyitkan dahi bingung dan bertanya-tanya. Siapa Bima yang dimaksud Sonia itu?
"Bima siapa maksud kamu, sayang?" Tanya nyonya Siska pelan sambil mengusap-usap punggung Sonia supaya tenang.
"Permisi, apakah yang nona maksud adalah pria tinggi yang mengantarkan nona?" Ujar Mbok Siska dengan sopan.
"Iya mbok, Bima di mana?" Tanya Sonia seperti orang memaksa.
"Mereka ada di ruang tamu sekarang." Jawab Mbok Siska.
'Ooo... Siapa mereka? Tadi memang aku lihat mereka masih menunggu di ruang tamu.' Batin Pak Basuki. Saat dia akan ke kamar Sonia, dia sempat melihat seorang wanita dan seorang lagi yang tidak dia lihat dengan jalas karena posisi duduknya membelakanginya saat itu.
"Ayo ma pa! Nanti aku kenalin sama Bima." Ucap Sonia manja. Mau tak mau Pak Basuki dan nyonya Sonya menuruti apa kata putrinya.
"Kamu kenal dia di mana nak?" tanya Pak Basuki yang heran dengan Sonia. Pertanyaannya itu membuat Sonia menjadi murung seketika. Dia jadi teringat kejadian itu.
"Ya sudah kita temui mereka dulu aja yuk." ujar nyonya Sonya saat melihat putrinya tiba-tiba berubah jadi murung.
Pak Basuki, Nyonya Sonya dan Sonia berjalan ke ruang tamu. Pak Basuki berjalan lebih dulu diikuti istrinya dan Sonia yang berjalan sambil memeluk nyonya Sonya dari samping.
…
Melihat Pak Basuki yang berjalan mendekatinya, Bima segera berdiri untuk memberi hormat, namun belum sempat dia berdiri sempurna Pak Basuki sudah menyuruhnya duduk dengan isyarat tangannya.
Pak Basuki ikut duduk berhadapan dengan Bima diikuti istrinya dan sonia yang masih setia memeluk mamanya.
'Hm. aku tahu siapa dia, Bima Dirgantara.' batin Pak Basuki setelah melihat dengan jelas sosok pria yang tengah berkunjung di rumahnya itu.
"Jadi bagaimana ceritanya putri saya bisa bersama anda?" tanya Pak Basuki memulai pembicaraan.
Sekilas Bima memandang ke arah Sonia. Meminta pendapat pada Sonia melalui sorot mata, namun tak ada tanggapan karena Sonia hanya fokus dengan mamanya.
"Em.., saya..." Ucapan Bima terhenti saat Mbok Siska tiba-tiba datang membawa minuman.
…
"Bisa dilanjutkan?" tanya Pak Basuki setelah Mbok Siska sudah selesai dengan pekerjaannya dan kembali ke belakang.
"Mungkin Sonia saja yang cerita om, saya takut Sonia tidak mengijinkan saya menceritakannya." jawab Bima sopan. Dia merasa ucapannya yang barusaja terhenti menjadi pertanda.
Kini semua mata tertuju ke arah Sonia. Merasa diperhatikan, Sonia mendongakkan kepalanya namun menunduk lagi. Dia melepas pelukannya pada mamanya.
"Jangan dipaksakan nak, kalau kamu gak mau cerita." ujar nyonya Sonya saat melihat ekspresi Sonia.
"Gak papa ma."
Sonia menceritakan semua kejadian yang menimpanya. Mulai dari Jaka yang mengusirnya sampai dirinya bertemu dengan Bima dan sekarang bisa sampai di rumah.
Pak Basuki mengeratkan rahangnya mendengar cerita Sonia, tangannya mengepal menahan amarah. Sedangkan nyonya Sonya hanya bisa menutup mulutnya tidak bisa percaya dengan cerita Sonia. Sonia yang sudah selesai dengan ceritanya langsung memeluk mamanya lagi.
"Brengs ek!!! Beraninya anak itu memperlakukan putriku seperti itu." ujar Pak Basuki marah.
"Benar om, tidak seharusnya si brengs ek itu langsung mengambil keputusan, seharusnya dia cari tahu dulu." Kini Bima ikut bicara lagi. "Monica? Kamu sudah cari tahu apa yang aku tanyakan kemarin?" Sambung Bima bertanya pada Monica.
"Sudah tuan." Jawab Monica yang membuat Sonia seketika mendongakkan kepala meminta penjelasan dari Bima.
Bima melotot pada Monica karena kesalahan yang Monica buat. Sebelumnya dia sudah memperingatkan pada Monica agar berpura-pura menjadi teman Bima saat ada Sonia. Hal itu juga berlaku bagi Sam.
"Kamu kanapa sayang?" tanya nyonya Sonya saat melihat reaksi putrinya.
"Apa kamu tidak tahu nak Bima Dirgantara ini?" pak Basuki membuka suara saat terjadi keheningan beberapa saat.
Sonia menggeleng, yang dia tahu Bima hanya seorang pemulung.
"Mending kita lanjutkan yang tadi." Bima mengalihkan pembicaraan agar tidak membahas tentangnya lagi. Dia masih belum mau Sonia tahu siapa dirinya.
Kini semuanya sudah kembali fokus ke arah Monica. Monica mengeluarkan map dari dalam tas jinjingnya. Kemarin dia sudah konsultasi dengan dokter dan semua hasilnya ada di file di dalam map itu. Dia mulai membuka map itu dan membacakannya untuk semua. Semuanya pasang telinga untuk mendengar penjelasan Monica.
☆Isi file yang dibaca Monica☆
Penyebab Robeknya Selaput Dara Selain dari Hubungan Intim
Selaput dara merupakan salah satu hal yang sering dikaitkan dengan keperawanan seorang wanita. Hingga kini, selaput dara menjadi salah satu tolak ukur keperawanan seseorang. Padahal, setiap wanita akan memiliki kondisi selaput dara yang berbeda-beda. Ada beberapa penyebab robeknya selaput dara, padahal wanita tersebut belum pernah melakukan hubungan intim. Berikut penyebab robeknya selaput dara tersebut!
Bukan Berhubungan Intim, Ini Penyebab Robeknya Selaput Dara
Robeknya selaput dara kerap tidak disadari oleh wanita, karena tidak menimbulkan rasa sakit atau pendarahan. Bahkan, selaput dara bisa robek tanpa melakukan hubungan intim, lho. Berikut sejumlah penyebab robeknya selaput dara:
1. Cedera yang Dialami
Cedera atau kecelakaan yang menyebabkan organ intim wanita terbentur dapat menyebabkan robeknya selaput dara. Kondisi ini biasanya ditandai adanya bercak darah setelah organ intim terbentur atau cedera.
2. Kegiatan Bersepeda atau Berkuda
Kegiatan yang dilakukan secara berulang yang membuat organ intim tergesek dapat membuat selaput dara menjadi robek, lho. Kegiatan yang dimaksud adalah bersepeda atau berkuda.
3. Penggunaan Tampon saat Menstruasi
Tampon merupakan alat yang digunakan untuk menampung darah menstruasi, yang dimasukkan ke dalam ******. Meski terbilang cukup aman, penggunaan tampon dapat menyobek selaput dara jika digunakan terlalu dalam.
4. Penggunaan Alat Medis pada Va gina
Melakukan pemeriksaan medis dengan memasukkan alat ke dalam ****** dapat menyobekkan selaput dara, meski alat yang digunakan sangat kecil. Selain alat medis, penggunaan alat bantu seksual saat belum pernah melakukan hubungan intim bisa menjadi penyebab sobeknya selaput dara.
5. Latihan Peregangan yang Terlalu Kuat
Ketika seorang wanita melakukan peregangan terlalu kuat, hal tersebut menjadi salah satu penyebab robeknya selaput dara. Sobek atau tidaknya tergantung selaput dara yang dimiliki masing-masing wanita, ada yang sangat tipis dan mudah sobek, ada pula yang tebal dan sulit untuk sobek.
…
Mendengar penjelasan dari monica, Sonia jadi ingat akan hobinya saat SMP. Dia senang sekali berkuda. Setiap akhir pekan dia selalu meminta papanya untuk mengantarkan dia ke tempat peternakan
kuda. Sonia suka sekali berlatih menunggangi kuda dibimbing oleh pelatihnya. Bahkan Sonia pernah ikut kompetisi berkuda tingkat SMP. Namun naas, itu kompetisi pertama dan yang terakhir baginya. Saat kuda yang ia tunggangi tiba-tiba mengamuk dan menghempaskannya ke tanah. Sonia seketika tak sadarkan diri.
…
Saat sadar dia sudah berada di rumah sakit. Bahunya mengalami pergeseran saat itu. Dan parahnya lagi dia di vonis tidak boleh menaiki kuda lagi karena bahunya yang cedera permanen. Bahunya bisa geser sewaktu-waktu jika menerima tekanan yang berat. Sejak saat itu Sonia tidak berkuda lagi sampai diapun lupa akan kenangan itu.
TBC.
UTS menyita banyak waktu author. Maaf ya up nya lama.
Oh ya, di komentar sebelumnya ada yang tebakannya benar ya?
Jadi selaput dara bisa robek bukan hanya karena berhubungan badan ya, tapi bisa karena akibat lain seperti di atas.
Selamat ya, kamu mendapat hadiah uang tunai.
Tapi minta aja sama bapak ibumu ya wkwkwk.
Salam sayang dari author❤❤❤❤❤
See you next time.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
kiki
buat para cwo jangan bego" amat
2021-05-30
1
уυℓι уαитι
makasih thor bagus banget ini pengetahuan penting,
2021-04-23
1
Aish🍿ᗰՏᖴ🍿᯽ℒ𝓊𝒸𝒶𝒾𝓂❦︎🍆
owh pas berkuda ya
2021-02-24
1