BAB 13

Sonia bangun dari tidurnya manakala merasakan sesuatu yang melingkar di perutnya. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan fokus penglihatannya yang masih buram akibat baru bangun tidur.

Senyum merekah dari bibirnya namun ada rasa prihatin terhadap dirinya sendiri. Dia membayangkan seharusnya dia melakukan adegan mesra seperti ini dengan Jaka, namun takdir berkata lain. Jaka sudah mencampakkannya.

Dipandanginya wajah yang sedang tertidur itu lekat-lekat. Dalam hati Sonia memuji betapa tampannya lelaki di sampingnya itu. Bulu mata lentik, hidung mancung, bibir tipis yang manis, dan rahang yang tegas itu membuat Sonia tak henti-henti mengagumi lelaki itu. Namun lingkungan yang kumuh serta pekerjaan yang dia jalani membuat kulitnya agak kusam. Namun hal itu tidak mengurangi ketampanan seorang Bima.

Cukup lama dipandang kini Bima mulai menggeliat pertanda dia akan bangun dari tidurnya. Dan benar saja dia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Detik berikutnya dia bangun.

"Eh malah ketiduran." Ucap Bima saat baru bangun sambil merentangkan kedua tangannya ke depan.

"Habis ini ke mana?" Sonia menanyakan tujuan mereka selanjutnya.

"Ke pengepul jual hasil kita mungutin barang bekas." Jawab Bima.

"Oh oke." Sonia. Dia langsung berdiri diikuti oleh Bima yang juga langsung berdiri.

Bima mengambil keranjangnya lalu menggendongnya di punggung. Mereka berdua melangkahkan kakinya menuju tempat pengepul barang bekas.

Kini mereka sudah sampai di tempat pengepul. Bima mengantri sambil berdiri, sekitar ada 4 orang yang juga akan menjual barang bekas di depannya. Sonia berjongkok di samping Bima karena tak kuat berdiri lama.

Kini Bima sudah mendapat giliran, dia menaruh keranjangnya di atas timbangan. Pemilik tempat itu mulai menggeser-geser bandul timbangan agar seimbang dan tahu berat dari barang bekas itu.

"15 Kilo," Pemilik tempat itu yang bernama Pak Heru tersenyum. "Tumben banyak nak Bima. Kalau begini teruskan enak uangnya bakalan banyak bisa ditabung." Pak Heru menambahkan. Pak Heru memang ramah orangnya. Dia tidak memangdang rendah pekerjaan seorang pemulung karena dia sadar usahanya juga tergantung dari kerja keras para pemulung. Lagipula sebelum jadi pengepul, dia juga seorang pemulung dulunya.

Bima melirik ke arah Sonia, kemudian balik lagi menatap Pak Heru."Hehe iya Pak, ada yang bantuin soalnya." Bima menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

"Wah... cantiknya, namanya siapa neng?" Tanya Pak Heru setelah melihat wanita yang ada di samping Bima.

Sonia bangkit berdiri,"Sonia Pak". Sonia tersenyum di akhir ucapannya.

"Wah bagus namanya, kayak orangnya." Puji Pak Heru.

"Terimakasih Pak." Jawab Sonia sambil tersenyum.

"Nih Bim jadinya 30 ribu. Besok lebih banyak lagi ya." Ucap Pak Heru sambil menyerahkan dua lembar 20 ribu dan 10 ribuan.

Sonia nampak terkejut dengan apa yang diperolehnya dan Bima dari penjualan barang bekasnya.

Pak Heru yang melihat ekspresi terkejut Sonia kemudian berucap.

"Oh khusus buat Sonia bapak tambahin." Pak Heru mengeluarkan tiga lembar uang 5 ribuan dari dalam buku catatannya lalu diserahkan kepada Sonia. Sonia menerimanya. Sonia tampak senang akan pemberian Pak Heru itu.

"Terima kasih Pak." Sonia berterimakasih.

"Sama-sama, besok yang semangat ya." Ucap Pak Heru sambil tersenyum yang hanya dibalas anggukan kepala dari Sonia.

"Ya sudah, kami pulang dulu ya pak?" Bima pamit.

"Ya."

Bima menuangkan isi keranjangnya ke tempat yang disuruh Pak Heru. Kemudian dia membawa keranjangnya yang sudah kosong.

Sonia tersentak manakala Bima tiba-tiba jongkok di depannya.

"Ayo naik, gue gendong, lo capek kan? Tapi lo gendong keranjangnya ya." Bima.

"Gak usah ah, gue berat, lagian gue masih kuat jalan kok." Bantah Sonia.

"Udahlah nurut aja." Bima menarik lengan kanan Sonia ke depan, membuat Sonia jatuh di punggungnya.

"Eh Bim."

"Udah, lo bawa keranjangnya." Bima.

Mau tak mau Sonia menurut. Lagian enak juga digendong. Dia mengalungkan lengannya di leher Bima. Dagunya ia letakkan di pundak kanan Bima.

Dalam perjalanan Bima mulai bertanya untuk memecah keheninga.

"Gue mau tanya sama lo boleh?" Bima.

"Tanya aja." Sonia.

"Jadi suami lo ngira lo udah gak perawan sebelum berhubungan sama lo?" Bima.

"Hm." Sonia.

"Kenapa bisa?" Bima.

"Katanya pas dia masukin ke punya gue gak ada darah yang keluar, dia bilang gue udah gak perawan." Jawab Sonia jujur. Dia sudah menerima nasibnya. Dia tidak sungkan lagi bercerita pada orang lain.

"Tapi lo gak pernah berhubungan sama orang lain kan sebelumnya?" Bima.

"Enggak." Jawab Sonia sambil menggeleng kecil.

"Kayaknya gue tau sebabnya apa, tapi gue lupa namanya apa, gue pernah baca tentang itu." Bima.

"Udah lah gue mau luapain dia." Sonia.

"Ya, lebih baik lo lupain lelaki ba jingan itu." Bima masih geram akan perbuatan yang Jaka lakukan kepada Sonia. Dia masih sangat-sangat ingin membalas perbuatan Jaka.

"Berarti lo udah gak cinta sama dia?" Bima.

"Kenapa tanya itu? Sudah pasti gue udah gak cinta sama dia lagi. Kalau ingat perbuatan dia, gue merasa jadi wanita paling tidak berharga di dunia." Seulas senyum terbit di bibir Bima mendengar ucapan Sonia. Namun Sonia tidak mengetahuinya.

"Dia akan mendapat balasannya." Bima.

"Semoga." Sonia.

'Gue bakal balas lo, tunggu aja waktunya, gue sudah tahu siapa lo sekarang.' Batin Bima.

TBC.

Ngomong-ngomong balasan seperti apa yang tepat buat Jaka ya? Readers coba tebak apa?

Makasih semuanya tiap hari views nya tambah terus. Semua berkat kalian semua. Kalau boleh tau apa sih yang buat readers tertarik baca cerita I'M Not A Virgin? Author pengen tahu. Apa karena sampulnya? Apa karena ceritanya? Atau ada alasan yang lain? Tulis aja dikomentar ya! Serius ini.

Sudah ya untuk hari ini, pokoknya lop u buat kalian semua.

😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

Terpopuler

Comments

Rin's

Rin's

q baca krn penasan dg judul nya,,Jaka dibuat sama dg Sonia spy impass derita nya tp jgn ada yg nolongin

2021-06-06

1

unique94

unique94

karna judulx,soalnya q juga ngalamin apa yg sonia alamin

2021-05-30

1

Yen Margaret Purba

Yen Margaret Purba

parah sih ya, diceraikan malam pertama krn perawan doank najis apalagi diusir telanjang...
3th pacaran emank itu ga bs membuktikan siapa yg dia nikahin

2021-05-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Kegelisahan Sonia
2 BAB 2 Ritual Aneh
3 BAB 3 Resepsi Pernikahan
4 BAB 4 After marriage
5 BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6 BAB 6
7 BAB 7 Akan Mencuri
8 BAB 8 Pria Misterius
9 BAB 9 Ada apa dengan Bima
10 BAB 10 Siapa Bima?
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 Pengumuman
30 BAB 29
31 BAB 30
32 BAB 31
33 BAB 32
34 BAB 33
35 BAB 34
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 BAB 61
63 S2# Awal Mula
64 S2# Andrew Dirgantara
65 S2# Andrew Yang Berbeda
66 S2# Merangkap Sebagai Maid
67 S2# Andreanapun Sama
68 S2# ARYA
69 S2# Anak Pindahan
70 S2# Tanam Paksa
71 S2# Andreana Dijodohkan
72 S# Bunga di Tepi Jalan
73 S# Andrew Menikah
74 S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75 S2# Malam Pertama
76 S2# Pagi :(
77 S2# Ngampus Lagi
78 S2# Pertunjukan Langsung
79 S2# Telfon dari Sonia
80 S2# Dijemput Suami
81 S2# Bunga Demam
82 S2# Pernikahan Andreana 1
83 S2# Suasana Hati Andrew
84 S2# Pernikahan Andreana 2
85 S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86 S2# Menjenguk Bunga
87 S2# Perhatian Mertua
88 S2# Masa Lalu
89 S2# Kapan Akan Pulang?
90 S2# Impoten Pilih-pilih
91 S2# Pelajaran Untuk Dia
92 S2#
93 S2# Sudah Tidak Bisa
94 S2# Benda Apa itu?
95 S2# Sebuah Foto
96 S2# Uang Bensin
97 S2# Kerja
98 S2# Menyesali
99 S2# Kenang-kenangan
100 S2# Bibir Tergigit
101 S2# Mulai Cemburu
102 S2# Malam yang Berbeda
103 S2# Andreana Hamil
104 S2# Hobi Baru
105 S2# Merahasiakan dari Arya
106 S2# Ngidam Pembawa Petaka
107 S2# Pengungkapan Perasaan
108 S2# Sebuah Pilihan
109 S2# Diskusi
110 S2# Mengikat Rambut
111 S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112 S2# Merencanakan Sesuatu
113 S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114 S2# Jebakan Fika
115 S2# Jogging
116 S2# Penjelasan Andrew
117 S2# Makan
118 S2# Obrolan Ruang Tengah
119 S2# London
120 S2# Mengundurkan Diri
121 S2# I'M Not A Virgin 2
122 S2# Panginya
123 S2# Di Kafe
124 S2# Mandi Bareng
Episodes

Updated 124 Episodes

1
BAB 1 Kegelisahan Sonia
2
BAB 2 Ritual Aneh
3
BAB 3 Resepsi Pernikahan
4
BAB 4 After marriage
5
BAB 5 I'M NOT A VIRGIN
6
BAB 6
7
BAB 7 Akan Mencuri
8
BAB 8 Pria Misterius
9
BAB 9 Ada apa dengan Bima
10
BAB 10 Siapa Bima?
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
Pengumuman
30
BAB 29
31
BAB 30
32
BAB 31
33
BAB 32
34
BAB 33
35
BAB 34
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
BAB 61
63
S2# Awal Mula
64
S2# Andrew Dirgantara
65
S2# Andrew Yang Berbeda
66
S2# Merangkap Sebagai Maid
67
S2# Andreanapun Sama
68
S2# ARYA
69
S2# Anak Pindahan
70
S2# Tanam Paksa
71
S2# Andreana Dijodohkan
72
S# Bunga di Tepi Jalan
73
S# Andrew Menikah
74
S2# Banyak Kejutan di Apartemen
75
S2# Malam Pertama
76
S2# Pagi :(
77
S2# Ngampus Lagi
78
S2# Pertunjukan Langsung
79
S2# Telfon dari Sonia
80
S2# Dijemput Suami
81
S2# Bunga Demam
82
S2# Pernikahan Andreana 1
83
S2# Suasana Hati Andrew
84
S2# Pernikahan Andreana 2
85
S2# Malam Pertama (eksklusif di gdrive)
86
S2# Menjenguk Bunga
87
S2# Perhatian Mertua
88
S2# Masa Lalu
89
S2# Kapan Akan Pulang?
90
S2# Impoten Pilih-pilih
91
S2# Pelajaran Untuk Dia
92
S2#
93
S2# Sudah Tidak Bisa
94
S2# Benda Apa itu?
95
S2# Sebuah Foto
96
S2# Uang Bensin
97
S2# Kerja
98
S2# Menyesali
99
S2# Kenang-kenangan
100
S2# Bibir Tergigit
101
S2# Mulai Cemburu
102
S2# Malam yang Berbeda
103
S2# Andreana Hamil
104
S2# Hobi Baru
105
S2# Merahasiakan dari Arya
106
S2# Ngidam Pembawa Petaka
107
S2# Pengungkapan Perasaan
108
S2# Sebuah Pilihan
109
S2# Diskusi
110
S2# Mengikat Rambut
111
S2# Penyesalan Setelah Ditinggal
112
S2# Merencanakan Sesuatu
113
S2# Perhatian Dari Ibu Mertua
114
S2# Jebakan Fika
115
S2# Jogging
116
S2# Penjelasan Andrew
117
S2# Makan
118
S2# Obrolan Ruang Tengah
119
S2# London
120
S2# Mengundurkan Diri
121
S2# I'M Not A Virgin 2
122
S2# Panginya
123
S2# Di Kafe
124
S2# Mandi Bareng

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!