Malamnya Sonia dan Bima makan malam bersama. Dengan menu yang sama dengan yang mereka makan siang tadi. Namun kali ini ada tambahan lauk berupa ayam goreng tepung yang tadi juga dibawakan oleh orang suruhan Bima.
Mereka makan dengan lahap sampai tak ada yang tersisa. Sonia kemudian memberesi piring kotor untuk dicucinya.
Sonia kembali setelah mencuci piring dan mencari keberadaan Bima namun dia tak menemukannya. Sonia berjalan ke pintu keluar mencari keberadaan Bima.
Benar saja Bima sedang duduk di kursi panjang di depan rumah. Sonia ikut mendudukkan bokongnya di sana. Mereka mulai mengobrol.
"Sudah selesai?" Bima bertanya kepada Sonia.
"Sudah. Lo ngapain di sini." Sonia.
"Duduk-duduk aja cari angin." Jawab Bima datar.
"Makasih ya lo sudah nolongin gue." Sonia.
"Tak masalah. Itu sudah jadi kewajiban gue sebagai manusia." Bima.
Sonia terharu mendengar pengakuan Bima. Bima menolongnya dengan tulus. Dia harus bisa membalas kebaikan yang Bima berikan.
"Oh ya, lo asli orang sini." Tanya Sonia yang penasaran dengan kehidupan Bima.
"Belum lama sih, kenapa memang?" Bima balik bertanya.
"Gak papa. Cuma kayaknya lo gak cocok tinggal di sini." Kalau Sonia lihat, Bima terlalu tampan untuk tinggal di lingkungan kumuh seperti ini. "Nanti pas lo anterin gue, lo jangan balik ke sini lagi! Lo bisa tinggal di rumah papa gue, sekalian nanti papa gue suruh buat kasih lo kerjaan." Sambungnya.
'Penawaran yang menarik, tanpa gue yang minta dia nawarin sendiri. Gue bisa lebih lama lagi sama dia.' Batin Bima. Seulas senyum terbit di bibirnya.
"Lo kenapa? Lo mau kan?" Tanya Sonia saat melihat Bima hanya melamun membuat Bima tersadar.
"Eh iya mau." Jawab Bima.
"Terus kapan lo mau anterin gue pulang?" Sonia.
"Belum tahu, gue harus ngumpulin uang dulu. Penghasilan mulung barang bekas gak menentu." Jawab Bima.
"Ok besok gue bisa bantuin lo, lagian kan ini demi gue juga." Sonia.
"Besok pagi-pagi kita berangkat." Bima.
"Siap." Sonia.
Mereka masih melanjutkan obrolannya sampai waktu menunjukkan pukul 10 malam. Kemudian mereka masuk rumah reot milik Bima untuk istirahat.
Awalnya Sonia terkejut saat dia baru menyadari ada kasur yang baru ia sadari keberadaannya.
"Sejak kapan ada kasur di sisni? Tadi kok gue gak lihat?" Tanya Sonia.
"Ya belum lama sih, tadinya memang gue simpen, berhubung ada lo gue keluarin, kasihan lo tidurnya gak nyaman." Jawab Bima bohong.
"Terima kasih, sampai lo siapin semuanya. Padahal gue bukan siapa-siapanya elo." Sonia kembali berterimakasih atas kebaikan yang Bima berikan.
'Gak lama lagi.' Batin Bima.
"No problem." Bima.
"Gue jadi gak enak lo harus tidur di bawah cuma pakai tikar. Apa lo mau tidur di sini aja?" Sonia.
'Mau, mau banget. Tapi belum saatnya Sonia, gue hargain lo.' Batin Bima.
"Gak papa jangan sungkan. Gue udah terbiasa tidur di sini. Udah lo tidur dulu aja." Bima.
"Baiklah." Sonia membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata tak lama kemudian pindah ke alam mimpi.
"Lo cantik Sonia, sayang ada orang yang sia-sia in lo begitu aja. Gue janji akan balas semua perbuatan yang ba jingan itu lakukan ke elo. Kita bisa lihat dia hancur." Bima berkata lirih sambil mengelus-elus puncak kepala Sonia.
Bima kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Monica untuk memberitahukan rencananya besok. Kemudian dia menyimpan kembali ponselnya itu.
tbc.
Aduh lagi buntu. Sibuk juga ngurusin kuliah. Mau UTS soalnya. Jadi sedikit deh ceritanya hari ini. Maaf ya🙏🙏🙏
Oh ya author kan masih baru di dunia tulis-menulis, jadi pembaca jangan sungkan ya memberi komentar. Komentar yang nylekit juga gak papa. Author kuat kok.
Udah ya segini aja.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Bundaleony Hutagaol Leony Hutagaol
aku suka karya mu Thor,, semangat ya
2021-07-29
1
Diana Lestari Purba Dasuha
beruntung Sonia bertemu Bima...
cuman ada d dunia novel
dunia nyata
BERAT....
2021-06-03
1
mom mikayla
nah ini nie.. author hebat..d ksh komentar negatif ttp mau Nerima..gak marah2🤭
semangat terus Thor 💪
2021-03-21
1