19.

Rain duduk dengan tenang di ruang kerjanya yang luas, menatap ke arah dinding kaca yang membuatnya bisa melihat ke segala pemandangan kotanya indah.

Rain mengetukkan jari jemarinya pada meja kaca dengan irama, raut datar dan dinginnya sama sekali tidak lepas dari wajahnya hari ini. Dia sedang menanti sesuatu yang rasanya sebentar lagi akan mendatanginya.

Dan sesuai dengan intuisinya, tak lama Ken masuk ke dalam ruangan kerjanya, Ken segera mengangguk. Rain menarik sudut bibirnya, ternyata yang di tunggu akhirnya datang juga.

"Suruh dia menunggu di ruang khusus," ujar Rain dengan gayanya berdiri, Ken segera menangguk dan melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Rain.

Rain lalu mengancing jasnya yang berwarna abu-abu terang itu, dengan tenang dia keluar dari ruangannya, saat pintunya terbuka, Luke segera mengikutinya menuju ke ruang tunggu khusus itu, melihat sosok yang tampak berdiri menunggunya dengan tak tenang.

Wajah Drake tampak kesal,dia lalu memandang dengan tajam ke arah pria yang baru masuk ke dalam ruangan itu, tak menyangka ternyata pria ini lebih berbahaya dari pada yang dia kira.

"Tuan Drake, pagi sekali anda menemui saya? sedikit terkejut saya sudah tidak ada di penjara?" tanya Rain dengan wajah sok polosnya tapi juga menampilkan wajah percaya dirinya, membuat Drake semakin mengepalkan tangannya.

"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Drake lagi mendekati Rain yang sungguh membuatnya kesal.

Rain mengerutkan dahinya, wajahnya tetap tajam melihat Drake yang sudah ada di depannya, Rain malah menyungingkan senyuman yang sedikit mengejek Drake.

"Tak ada, apa maksudmu? seharusnya aku yang melontarkan pertanyaan itu padamu? apa yang sudah kau lakukan hingga harus memfitnahku seperti itu?" tanya Rain.

"Kau sudah membuatku rugi sangat besar karena kau membuat hubungan kerjasamaku dengan Sam putus, aku harus rugi 8 triliun karena dirimu," Kata Drake tak bisa menahan kesalnya.

Pagi-pagii sekali dia harus mendapatkan kabar bahwa hubungan kerja samanya dengan klien yang paling dia tunggu itu putus, dia harus rugi besar karena kelakukan dari Rain ini.

"Kau salah besar Tuan Drake, jika Sam memutuskan kerjasamanya dengan dirimu, bukannya kau seharusnya bertemu dengannya? kenapa mencariku? aku tidak tahu apa-apa tentang hal itu, lagi pula, aku juga sudah memutuskan kerja samaku dengan Sam, dan mendapatkan klien lain, jadi maaf, aku tidak tahu tentang kerugianmu itu," ujar Rain tenang saja, namun wajahnya benar-benar mengesalkan bagi Drake.

"Lalu apa-apaan tentang Video itu?" kata Drake lagi, terlalu banyak kejutan pada hari ini.

"Oh, Video? aku harus membersihkan namaku, jadi aku ingin menunjukkan ke masyarakat, bahwa kau lah yang sudah memfitnahku dengan mengatakan aku menyandra wanitamu, Tuan Drake, setelah melihat video itu, seharusnya kau mengucapkan terima kasih padaku, karena aku sudah menyelamatkan wanitamu, memalukan sekali, seorang pengusaha besar menuduh orang yang sudah menolong wanitanya dan juga ingin memenjarakannya, sungguh tidakkan yang tak tepuji," kata Rain geleng-geleng kepala dengan gayanya.

Drake diam, hanya bisa menggertakan gigi-giginya hingga menunjukkan otot rahangnya, tentu dia tak akan diam tentang hal ini, Rain pasti harus membayar semua yang sudah dia lakukan hari ini.

Rain mendekati Drake, menepuk bahu rivalnya yang terlihat sangat kesal dengannya.

"Kau seharusnya tidak main-main denganku, kau salah mencari lawan," kata Rain dengan tenang.

Drake mengenggam tangannya dengan erat, dia melirik ke arah Rain, tak seperti Rain harapkan, Drake malah sedikit tersenyum sinis padanya.

"Baiklah, kita lihat setelah ini bagaimana? aku rasa kau akan membayar lebih dari ini," kata Drake pada Rain.

Rain hanya menaikkan sudut bibirnya, merasa kata-kata itu hanya kata-kata umum yang biasa dikatakan orang ketika dia sudah terdesak.

"Baiklah, aku harus mulai bekerja, oh, ya, katakan pada tunanganmu itu, aku tak akan melupakan petualangan kami di hutan dulu, apakah dia mengatakan hal itu padamu? aku rasa tidak," ujar Rain tersenyum dengan arti yang susah ditebak sambil melirik sedikit pada Drake sebelum dia meninggalkan Drake sendiri di ruangan.

Drake mengerutkan sedikit dahinya, ada apa Wanita murahan itu dengan Rain?

---***---

Drake berjalan cepat ke arah kamar Bianca di dalam ruangannya. Bianca yang saat itu hanya duduk sambil menunggu ibunya yang ada di kamar mandi, kaget melihat kedatangan Drake yang tampak begitu tergesa-gesa, wajahnya menunjukkan kekesalan.

"Katakan padaku apa yang kalian lakukan di hutan kemarin?" tanya Drake yang tampak kesal.

Drake tentu tidak cemburu, baginya Bianca hanya barang miliknya, namun dia hanya tak suka jika barang miliknya ini dinikmati orang lain, apalagi seorang saingannya, Drake merasa jijik telah tidur dengan wanita ini selamam.

Drake memandang Bianca yang hanya bertampang polos, Bianca melirik pintu kamar mandi yang masih tertutup, untung saja ibunya belum keluar dari kamar mandi.

"Apa maksudmu?" kata Bianca yang bingung,kenapa tiba-tiba dia menanyakan hal yang tidak dia mengerti.

"Apa yang kau lakukan dengan Rain saat dihutan itu? dasar kau wanita murahan! apa kau sudah mengatakan hal-hal tentangku?" kata Drake tiba-tiba saja menarik rambut Bianca, membuat Bianca meringis kesakitan. Bisa saja wanita ini membocorkan rahasianya pada Rian sehingga Rain tahu dia sangat membutuhkan kerja sama dengan Sam untuk bisa menguasai semua sektor perdangana di negara ini.

Bianca menahan suaranya, takut jika dia berteriak ibunya akan mendengarnya di dalam kamar mandi itu.

"Aku tidak melakukan apapun, kami hanya melakukan apa yang kau perintahkan, aku juga tak mengatakan apapun," kata Bianca yang menatap kebengisan di mata Drake, namun yang paling ditakutkan oleh Bianca dia takut ibunya mengetahui hal ini, ibunya pasti begitu terpukul.

"Jika saja kau tidak melarangnya untuk pergi ke pantai, aku pasti sudah membungkamnya untuk selamanya, tapi karena ketidak becusanmu, dia akhirnya membalas dendam seperti ini,kau yang harus membayarnya" kata Drake makin menarik rambut Bianca hingga Bianca sedikit berteriak tertahan, Bianca memukul-mukul tangan Drake yang makin membuat Drake kesal.

"Bianca, sekali lagi aku katakan, jika kau macam-macam, maka aku akan membuat ibumu bisa merasakan 2 kali lipat dari penyiksaanmu ini," kata Drake lagi, melemparkan tubuh Bianca ke tembok kamar hingga kepala Bianca membentur ujung meja membuatnya sobek seketika, Bianca langsung lunglai kehilangan kesadarannya.

Drake yang hanya melihat tubuh Bianca Lunglai hanya melihatnya sesaat lalu segera meninggalkan wanita itu.

---***---

Ibu Bianca baru saja selesai mandi saat dia mendengarkan suara pria yang cukup besar dari arah kamar anaknya, Ibu Bianca penasaran dan membuka pintu kamar mandi itu sedikit membuka pintunya, matanya membesar saat melihat apa yang ada di depan matanya.

Dia melihat dengan jelas bagaimana Drake menarik rambut putrinya bahkan putrinya itu sampai meringis kesakitan.

Ibu Bianca awalanya ingin keluar dan menolong anaknya, namun hal itu urung dilakukannya ketika dia mendengar kata-kata Drake tentang bagaimana Drake menggunakan dirinya untuk mengancam Bianca.

Hati ibu Bianca hancur berkeping-keping, rasanya begitu sakit melihat buah hatinya diperlakukan begitu kasar, padahal semalam Bianca mengatakan dia hidup dengan bahagia, hanya membayangkan kebahagiaan dan juga tawa anaknya lah yang bisa membuat dia bertahan walaupun harus menjadi babu bagi Drake, tapi apa? dia malah melihat putrinya begitu menderita. Jangan-jangan selama ini dia dijadikan alasan untuk mengancam Bianca, tidak, dia tak akan membiarkan hal itu terjadi.

Walau tak bisa melakukan apapun, setidaknya dia tidak ingin dijadikan alat untuk menyiksa anaknya, tidak, dia tak akan membiarkannya.

Ibu Bianca melirik ke arah sekeliling kamar mandi itu, melihat di tempat sampahnya pecahan kaca yang menurut Bianca terjadi karena kesalahannya.

Dia mengambil pecahan kaca itu, menggoreskan kaca tajam itu pada tangannya berkali-kali, perihnya tak seperih apa yang dia lihat tadi tentang bagaimana Drake menyiksa putrinya, dia yakin tanpa dirinya, putrinya pasti akan lebih bebas nantinya. karena selama ada dirinya, Bianca akan selalu tertahan, dia yakin itu.

Darah membasahi lantai kamar mandi yang dingin itu, merahnya menutupi warna lantainya yang putih, perlahan tubuh ibu Bianca mulai menggigil, dan tak berapa lama dia ambruk dan pandangannya menghitam.

"Bian …." bisiknya terakhir kalinya.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

.

2023-12-06

0

Maya Kitajima

Maya Kitajima

ohh...kasih ibu memang sepanjang jalan..ibu rela memberikan dan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya

2021-09-27

0

mommy_chan

mommy_chan

savage

2021-02-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!