Rain duduk dengan tenang di ruang kerjanya yang luas, menatap ke arah dinding kaca yang membuatnya bisa melihat ke segala pemandangan kotanya indah.
Rain mengetukkan jari jemarinya pada meja kaca dengan irama, raut datar dan dinginnya sama sekali tidak lepas dari wajahnya hari ini. Dia sedang menanti sesuatu yang rasanya sebentar lagi akan mendatanginya.
Dan sesuai dengan intuisinya, tak lama Ken masuk ke dalam ruangan kerjanya, Ken segera mengangguk. Rain menarik sudut bibirnya, ternyata yang di tunggu akhirnya datang juga.
"Suruh dia menunggu di ruang khusus," ujar Rain dengan gayanya berdiri, Ken segera menangguk dan melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Rain.
Rain lalu mengancing jasnya yang berwarna abu-abu terang itu, dengan tenang dia keluar dari ruangannya, saat pintunya terbuka, Luke segera mengikutinya menuju ke ruang tunggu khusus itu, melihat sosok yang tampak berdiri menunggunya dengan tak tenang.
Wajah Drake tampak kesal,dia lalu memandang dengan tajam ke arah pria yang baru masuk ke dalam ruangan itu, tak menyangka ternyata pria ini lebih berbahaya dari pada yang dia kira.
"Tuan Drake, pagi sekali anda menemui saya? sedikit terkejut saya sudah tidak ada di penjara?" tanya Rain dengan wajah sok polosnya tapi juga menampilkan wajah percaya dirinya, membuat Drake semakin mengepalkan tangannya.
"Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Drake lagi mendekati Rain yang sungguh membuatnya kesal.
Rain mengerutkan dahinya, wajahnya tetap tajam melihat Drake yang sudah ada di depannya, Rain malah menyungingkan senyuman yang sedikit mengejek Drake.
"Tak ada, apa maksudmu? seharusnya aku yang melontarkan pertanyaan itu padamu? apa yang sudah kau lakukan hingga harus memfitnahku seperti itu?" tanya Rain.
"Kau sudah membuatku rugi sangat besar karena kau membuat hubungan kerjasamaku dengan Sam putus, aku harus rugi 8 triliun karena dirimu," Kata Drake tak bisa menahan kesalnya.
Pagi-pagii sekali dia harus mendapatkan kabar bahwa hubungan kerja samanya dengan klien yang paling dia tunggu itu putus, dia harus rugi besar karena kelakukan dari Rain ini.
"Kau salah besar Tuan Drake, jika Sam memutuskan kerjasamanya dengan dirimu, bukannya kau seharusnya bertemu dengannya? kenapa mencariku? aku tidak tahu apa-apa tentang hal itu, lagi pula, aku juga sudah memutuskan kerja samaku dengan Sam, dan mendapatkan klien lain, jadi maaf, aku tidak tahu tentang kerugianmu itu," ujar Rain tenang saja, namun wajahnya benar-benar mengesalkan bagi Drake.
"Lalu apa-apaan tentang Video itu?" kata Drake lagi, terlalu banyak kejutan pada hari ini.
"Oh, Video? aku harus membersihkan namaku, jadi aku ingin menunjukkan ke masyarakat, bahwa kau lah yang sudah memfitnahku dengan mengatakan aku menyandra wanitamu, Tuan Drake, setelah melihat video itu, seharusnya kau mengucapkan terima kasih padaku, karena aku sudah menyelamatkan wanitamu, memalukan sekali, seorang pengusaha besar menuduh orang yang sudah menolong wanitanya dan juga ingin memenjarakannya, sungguh tidakkan yang tak tepuji," kata Rain geleng-geleng kepala dengan gayanya.
Drake diam, hanya bisa menggertakan gigi-giginya hingga menunjukkan otot rahangnya, tentu dia tak akan diam tentang hal ini, Rain pasti harus membayar semua yang sudah dia lakukan hari ini.
Rain mendekati Drake, menepuk bahu rivalnya yang terlihat sangat kesal dengannya.
"Kau seharusnya tidak main-main denganku, kau salah mencari lawan," kata Rain dengan tenang.
Drake mengenggam tangannya dengan erat, dia melirik ke arah Rain, tak seperti Rain harapkan, Drake malah sedikit tersenyum sinis padanya.
"Baiklah, kita lihat setelah ini bagaimana? aku rasa kau akan membayar lebih dari ini," kata Drake pada Rain.
Rain hanya menaikkan sudut bibirnya, merasa kata-kata itu hanya kata-kata umum yang biasa dikatakan orang ketika dia sudah terdesak.
"Baiklah, aku harus mulai bekerja, oh, ya, katakan pada tunanganmu itu, aku tak akan melupakan petualangan kami di hutan dulu, apakah dia mengatakan hal itu padamu? aku rasa tidak," ujar Rain tersenyum dengan arti yang susah ditebak sambil melirik sedikit pada Drake sebelum dia meninggalkan Drake sendiri di ruangan.
Drake mengerutkan sedikit dahinya, ada apa Wanita murahan itu dengan Rain?
---***---
Drake berjalan cepat ke arah kamar Bianca di dalam ruangannya. Bianca yang saat itu hanya duduk sambil menunggu ibunya yang ada di kamar mandi, kaget melihat kedatangan Drake yang tampak begitu tergesa-gesa, wajahnya menunjukkan kekesalan.
"Katakan padaku apa yang kalian lakukan di hutan kemarin?" tanya Drake yang tampak kesal.
Drake tentu tidak cemburu, baginya Bianca hanya barang miliknya, namun dia hanya tak suka jika barang miliknya ini dinikmati orang lain, apalagi seorang saingannya, Drake merasa jijik telah tidur dengan wanita ini selamam.
Drake memandang Bianca yang hanya bertampang polos, Bianca melirik pintu kamar mandi yang masih tertutup, untung saja ibunya belum keluar dari kamar mandi.
"Apa maksudmu?" kata Bianca yang bingung,kenapa tiba-tiba dia menanyakan hal yang tidak dia mengerti.
"Apa yang kau lakukan dengan Rain saat dihutan itu? dasar kau wanita murahan! apa kau sudah mengatakan hal-hal tentangku?" kata Drake tiba-tiba saja menarik rambut Bianca, membuat Bianca meringis kesakitan. Bisa saja wanita ini membocorkan rahasianya pada Rian sehingga Rain tahu dia sangat membutuhkan kerja sama dengan Sam untuk bisa menguasai semua sektor perdangana di negara ini.
Bianca menahan suaranya, takut jika dia berteriak ibunya akan mendengarnya di dalam kamar mandi itu.
"Aku tidak melakukan apapun, kami hanya melakukan apa yang kau perintahkan, aku juga tak mengatakan apapun," kata Bianca yang menatap kebengisan di mata Drake, namun yang paling ditakutkan oleh Bianca dia takut ibunya mengetahui hal ini, ibunya pasti begitu terpukul.
"Jika saja kau tidak melarangnya untuk pergi ke pantai, aku pasti sudah membungkamnya untuk selamanya, tapi karena ketidak becusanmu, dia akhirnya membalas dendam seperti ini,kau yang harus membayarnya" kata Drake makin menarik rambut Bianca hingga Bianca sedikit berteriak tertahan, Bianca memukul-mukul tangan Drake yang makin membuat Drake kesal.
"Bianca, sekali lagi aku katakan, jika kau macam-macam, maka aku akan membuat ibumu bisa merasakan 2 kali lipat dari penyiksaanmu ini," kata Drake lagi, melemparkan tubuh Bianca ke tembok kamar hingga kepala Bianca membentur ujung meja membuatnya sobek seketika, Bianca langsung lunglai kehilangan kesadarannya.
Drake yang hanya melihat tubuh Bianca Lunglai hanya melihatnya sesaat lalu segera meninggalkan wanita itu.
---***---
Ibu Bianca baru saja selesai mandi saat dia mendengarkan suara pria yang cukup besar dari arah kamar anaknya, Ibu Bianca penasaran dan membuka pintu kamar mandi itu sedikit membuka pintunya, matanya membesar saat melihat apa yang ada di depan matanya.
Dia melihat dengan jelas bagaimana Drake menarik rambut putrinya bahkan putrinya itu sampai meringis kesakitan.
Ibu Bianca awalanya ingin keluar dan menolong anaknya, namun hal itu urung dilakukannya ketika dia mendengar kata-kata Drake tentang bagaimana Drake menggunakan dirinya untuk mengancam Bianca.
Hati ibu Bianca hancur berkeping-keping, rasanya begitu sakit melihat buah hatinya diperlakukan begitu kasar, padahal semalam Bianca mengatakan dia hidup dengan bahagia, hanya membayangkan kebahagiaan dan juga tawa anaknya lah yang bisa membuat dia bertahan walaupun harus menjadi babu bagi Drake, tapi apa? dia malah melihat putrinya begitu menderita. Jangan-jangan selama ini dia dijadikan alasan untuk mengancam Bianca, tidak, dia tak akan membiarkan hal itu terjadi.
Walau tak bisa melakukan apapun, setidaknya dia tidak ingin dijadikan alat untuk menyiksa anaknya, tidak, dia tak akan membiarkannya.
Ibu Bianca melirik ke arah sekeliling kamar mandi itu, melihat di tempat sampahnya pecahan kaca yang menurut Bianca terjadi karena kesalahannya.
Dia mengambil pecahan kaca itu, menggoreskan kaca tajam itu pada tangannya berkali-kali, perihnya tak seperih apa yang dia lihat tadi tentang bagaimana Drake menyiksa putrinya, dia yakin tanpa dirinya, putrinya pasti akan lebih bebas nantinya. karena selama ada dirinya, Bianca akan selalu tertahan, dia yakin itu.
Darah membasahi lantai kamar mandi yang dingin itu, merahnya menutupi warna lantainya yang putih, perlahan tubuh ibu Bianca mulai menggigil, dan tak berapa lama dia ambruk dan pandangannya menghitam.
"Bian …." bisiknya terakhir kalinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 215 Episodes
Comments
Mimilngemil
.
2023-12-06
0
Maya Kitajima
ohh...kasih ibu memang sepanjang jalan..ibu rela memberikan dan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya
2021-09-27
0
mommy_chan
savage
2021-02-06
0