9.

Rain segera berdiri ketika merasa dirinya sudah cukup beristirahat, mengamati hutan yang cukup lembab dan lebat itu, udaranya tentu sejuk dan terasa segar, bau basah karena embun tercium begitu menenangkan, sayup-sayup suara-suara burung terdengar bercampur riak air sungai, sejujurnya susana itu begitu disukai oleh Rain.

"Kita akan kemana? aku lapar," suara manja Bianca terdengar mengacaukan momen Rain menikmati kesenyapan hutan itu, Rain lalu melirik ke arah wanita itu, Bianca sedang mengusap-usap perut kecilnya yang rata, Bianca memasang wajah memelasnya yang sungguh imut sebenarnya.

Rain lagi-lagi menarik napasnya, dia juga tahu mereka sama sekali tidak makan dari kemarin, dan wajar jika Bianca lapar.

"Cari ranting yang kering, aku akan mencarikan ikan untukmu," kata Rain.

"Baik," kata Bianca sumringah turun dari batu itu, dia segera mencari apa yang diminta oleh Rain, Rain lalu mencari ranting yang cukup panjang, dia lalu meruncingkan ujungnya, membuat sebuah tombak, baru saja dia selesai membuat tombak, tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara kayu yang jatuh di sampingnya, dia lalu melihat ke arah asal suara itu, melihat Bianca membawa beberapa ranting, hanya beberapa mungkin hanya 4 buah.

"Sudah," kata Bianca begitu saja, membuat Rain mengerutkan dahinya, bagaimana membuat api unggun hanya dengan 4 batang ranting.

"Lagi," kata Rain.

"Belum cukup?" tanya Bianca yang kesusahan mencari ranting karena tubuhnya yang menggigil, tak tahu karena lapar atau karena dinginnya udara di sana.

"Lagi," kata Rain singkat saja, Bianca hanya kesal, dia menghentakkan kakinya tapi menurut juga, dia segera masuk lagi ke dalam hutan, mencoba mencari dimana dia bisa mencari ranting, sejujurnya, Bianca cukup takut, bagaimana saat dia mengambil ranting tapi dia malah bertemu dengan hewan buas, entah serigala, atau beruang, atau binatang paling membuatnya takut, ular.

Rain selesai membuat tombaknya, dia segera melepas bajunya, membiarkannya di atas batu agar bisa kering, dengan pelahan dia mulai masuk ke dalam sungai, memperhatikan sungai di bagian tepinya, mencoba mencari gambaran ikan, dan tak lama dia menemukannya, dengan cekatan dia mencoba menombak ikan itu, tentu sekali mencoba tidak akan langsung bisa membuatnya mendapatkan ikan, Rain tak menyerah, dia mecoba lagi, untung saja dulu saat dia kecil kakeknya pernah mengajarkannya menombak ikan seperti ini, ini adalah kegiatan favorit mereka berdua dulu.

Cukup lama dia mencari ikan itu, setelah hampir 2 jam dia mencoba menombak ikan, dia mendapatkan 2 ikan yang berukuran cukup besar, dia segera membawanya ke arah Bianca yang sudah duduk anteng menunggu Rain membawakan makannya.

"Ini cukup?" tanya Bianca menunjukkan beberapa ranting yang cukup banyak, Rain mengangguk saja, dia segera menyusun kayu itu, dia segara mengumpulkan daun-daun kering untuk bisa dibakar, Bianca hanya memperhatikan pria yang akhirnya bisa dia lihat jelas wajahnya.

Bianca memandang wajah dingin dan serius itu, rambut Rain yang sudah memanjang jatuh ke dahinya, basah namun semakin mempesona, selain itu ternyata wajahnya begitu putih dan halus, hidungnya mancung, dan bibirnya begitu bagus, kenapa Bianca baru sadar, pria ini tampak begitu menggoda.

Rain akhirnya berhasil membuat api dari korek apinya yang sudah dikeringkan, saat itu dia segera berdiri begitu saja dan berniat mencari batang untung menyangga panggangannya nanti, begitu tak peka bahwa selama itu Bianca terus memandang pria itu.

Rain segera menyiapkan panggangannya, membersihkan ikan yang sudah dia tangkap, lalu menusuk tubuh ikannya mulai dari mulutnya dan segera memanggangnya di atas api yang sudah mulai membara.

Bianca hanya memandang semua apa yang dilakukan oleh Rain, tak terasa sedikit kagum melihat apa yang dilakukan oleh Rain. Rain yang sedang membalik ikannya lalu menyadari tentang tatapan Bianca pada dirinya, dia lalu melirik ke arah wanita itu, seketika membuat Bianca kaget dan salah tingkah.

Namun Rain hanya mengerutkan dahinya, seolah merasa aneh dengan tingkah Bianca itu, dia kembali fokus ke ikannya dan mengabaikan pandangan Bianca itu.

Setelah beberapa menit memanggang ikan itu, akhirnya ikannya matang juga, saat Rain mengangkat ikan itu Bianca langsung berbinar, dia bakan bertepuk tangan karena perutnya sudah sangat keroncongan, bahkan sudah mulai terasa nyeri.

Rain memberikan ikan itu pada Bianca, dan segera memanggang ikan yang lain untuknya, Bianca segera mengambilnya, tanpa menunggu lama dia mengambil daging ikan itu, tak ingat bahwa ikan itu baru saja masak, tentu saja jarinya langsung terbakar.

"Aw!" kata Bianca yang segera merasakan tangannya sangat sakit, Rain melihat Bianca yang mengibas-ngibaskan tangannya dan segera memasukkan jarinya pada bibirnya, berusaha membuat kulitnya lebih dingin, tapi bukannya makin dingin, tapi malah semakin panas dan tambah nyeri.

"Sini," kata Rain yang mengambil tangan Bianca membawa ke arah sungai, dia menarik Bianca agar berjongkok, Rain memasukkan tangan Bianca ke air sungai yang dingin, Bianca yang mendapatkan perlakukan seperti itu hanya bisa diam dan diam-diam juga dia menatap terus wajah Rain yang sebenarnya sama sekali tidak menunjukkan wajah perhatian, dingin dan datar, tapi entah kenapa begitu terasa hangat bagi Bianca.

"Apa masih sakit?" tanya Rain lagi, tanpa nada sama sekali.

"Oh, tidak, tidak, terima kasih," kata Bianca akhirnya sadar. Rain segera melepaskan tangan Bianca dan berdiri, dia meninggalkan Bianca yang hanya bisa diam saja melihat kelakuan Rain, terkadang begitu hangat, namun bersamaan juga begitu dingin, bagaimana bisa seseorang seperti itu.

Bianca kembali ke tempatnya, melihat ke arah Rain yang sedang sibuk dengan ikannya, Bianca hanya diam menunggu Rain selesai memasak ikannya.

"Kenapa tidak makan?" tanya Rain yang melihat Bianca terdiam dan hanya melihat dirinya saja.

"Aku menunggu ikan ini dingin," kata Bianca mencari alasan, padahal dia hanya terpaku melihat Rain yang sedang melakukan tugasnya.

"Jangan terlalu dingin, nanti tidak akan enak," kata Rain lagi.

"Baiklah," kata Bianca, dia mulai memakan ikan itu perlahan.

Rain mengangkat ikannya yang sudah matang, sebelumnya dia sudah mencari wadah untuk bisa memasak air untuk mereka minum, sebuah kaleng yang dia dapatkan di tepi sungai itu.

Rain duduk tak terlalu dekat dari Bianca, mencoba untuk menikmati makanannya, Bianca melirik pria itu, caranya makan, dan juga ketenangannya, wajahnya, gestur, seperti tidak menunjukkan dia adalah seorang tahanan.

"Kenapa kau bisa masuk penjara?" tanya Bianca yang akhirnya tak tahan untuk tidak menanyakan hal itu.

Rain mendengar hal itu segera melihat tajam ke arah Bianca, membuat Bianca sedikit terkejut melihat reaksi Rain, apa dia sudah salah bertanya? tentu saja dia salah bertanya, hal itu tentu begitu sensitif dengan hal itu, bodohnya aku, pikir Bianca.

"Kau benar-benar ingin tahu?" tanya Rain, jawaban yang tak pernah diharapkan Bianca, dia pikir Rain tidak akan menjawab pertanyaannya selain dengan kata tidak, atau entahlah.

"Ya, aku ingin tahu," kata Bianca.

Rain berdiri, dia lalu melempar tusukan ikan yang tadi dia gunakan untuk memanggang ikan tersebut, lalu setelah itu memandang Bianca dengan sangat tajam.

"Aku memperkosa seorang gadis yang menggangguku," kata Rain santai saja.

Pengakuan Rain membuat mata Bianca membesar, dia langsung terbatuk karena tersedak, Bianca membuang wajahnya dan menarik bajunya, menutup tubuh bagian depannya, langsung bersikap hati-hati pada Rain.

Rain yang melihat reaksi Bianca itu hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya, akhirnya merasa lucu dengan tingkah Bianca yang tampak begitu gugup.

-----------------------------

Halo lagi kakak2 tercintaku, haha...

kok ga ada lagi pembuka2nya, nah karena saya lagi agak sulit menulis, nanti saya buatkanan pas revisi yaa, terima kasih untuk Like, Komen bahkan votenya kakak.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

😂😂😂😅
Rain iseng bgt sie...

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

Jadi pensaran sama visualnya Rain

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

😂😂😅😃
ketawan nie... gak pernah kemping n ikut pramuka
Wkwkwkwk

2023-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!