4. Penyelamatan yang tak terduga.

...Kita bertemu di tempat tak terduga....

...Di waktu yang tak pernah kita sangka....

...Namun, di detik aku melihat dirimu di sana....

...Di saat itu aku tahu kau akan menjadi bagian hidupku selamanya...

________________________________________

"Rain, jangan main-main," kata penjaga itu, Rain menaikkan sudut bibirnya sambil pergi ke arah pintu yang menuju ke arah pintu yang akan membawanya ke sebuah menara, tempat khusus dia bisa sendiri pada waktu dimana dia tidak di dalam selnya. Rain baru saja ingin menempelkan kartunya saat seorang penjaga masuk, membuat Rain urung menggunakan kartunya itu dan penjaga itu meneriakkan satu nama.

"Fuller, ada orang yang menunggumu di ruang pembesukan," teriaknya.

Rain melirik dan melihat pria tua yang tadi berbicara padanya itu berdiri, wajahnya benar-benar sumringah, dan dengan sangat senang dia mendekati penjaga itu, Rain membiarkan dia keluar duluan, setelah itu baru dia keluar dari ruangan itu, Rain melihat pria tua itu dibawa ke arah berlawanan dengannya, karena memang tempat pembesukan dan juga menara pengawas itu berbeda arahnya.

Rain berjalan di lorong yang gelap namun penuh cahaya di ujungnya, dia lalu segera berbelok ke arah kanannya, menaikkan tangga setapak demi setapak membawanya naik ke arah menara pengawas.

Rain akhirnya bisa melihat keadaan sekitarnya kembali, penjara ini terdapat di sebuah pulau kecil dikeliling oleh hutan dan juga dibatasi oleh lautan yang ganas, tak heran hanya beberapa orang pengunjung saja yang boleh berkunjung ke penjara yang paling ditakuti oleh para penjahat di negara itu, pengunjung pun harus melintasi laut dengan kapal khusus milik penjara dan diangkut selama 1 jam melewati hutan yang sangat menyeramkan. Kabur dari penjara ini termasuk tindakan bunuh diri karena mereka harus melewati hutan yang konon penuh dengan binatang buas, dan yang paling sulit di tahlukkan adalah lautan ganas itu.

Rain menikmati angin yang semilir menerpa wajahnya yang putih, baunya begitu menyegarkan walaupun terasa lengket dan asin, khas bau luatan, Rain akhirnya bisa menikmati keheningan yang begitu lama dia rindukan.  Jika seperti ini, rasanya dia ingin lebih lama ada di tempat itu.

Rain yang sedang menikmati waktunya tiba-tiba kaget mendengarkan sebuah suara dentuman yang begitu keras, dan tiba-tiba dari salah satu ruangan di sana, terlihat asap mengepul, dan seketika suara sirine terdengar keras, bukan hanya itu, 3 kali lagi dentuman terdengar begitu keras, Rain membesarkan matanya dan langsung segera dia turun dari menara itu,  saat dia kembali ke lantainya tadi, ruangan itu sudah penuh dengan asap dan debu karena ledakan, Rain menutup mulutnya mencoba untuk kembali menyusuri lorong itu, perlahan dia berjalan namun baru saja dia berjalan beberapa langkah, suara tembakan yang mengarah ke arahnya terdengar, membuat Rain siaga dan mundur beberapa langkah kembali masuk ke daerah tangga yang tadi dia masuki.

Rain menarik napasnya, cukup kaget dengan hal ini, ada apa? apakah ada pemberontakan atau penyerangan, namun dilihat dari keadaanya, kemungkinan sebagian dari tempat ini sudah di ledakkan, Rain menarik napasanya yang sedikit tercekat, dia menahan batuknya karena menghirup asap dan debu, suara sirine tanda bahaya sangat keras memekikkan telinga, bergaung di semua tempat.

Mata Rain awas melihat sekitarnya, namun tiba-tiba dari lorong itu muncul sosok yang tampak berlari dengan buru-buru, dia juga tampak panik ingin melarikan diri dari sana, Rain melirik sosok wanita itu, dia langsung menarik wanita itu sebelum suara tembakan ke arah mereka terdengar lagi, wanita itu hampir berteriak karena merasa baru saja ditangkap oleh para penjahat, untungnya Rain segera membekap wanita yang berontak dan berteriak tertahan di depannya.

"Diam, aku tidak akan menyakitimu," kata Rain berbisik cukup waspada pada wanita itu, wanita itu tak segera berhenti, namun perlahan dia mulai tenang.

"Aku lihat wanita itu pergi ke ujung sana," suara pria terdengar, Rain membesarkan matanya, kalau mereka sampai di sini dan Rain juga wanita itu masih berdiri di bibir tangga seperti ini, maka habislah riwayat mereka.

"Diam dan ikut aku," kata Rain yang segera menarik tangan wanita itu, menaiki anak tangga itu, wanita yang ditarik Rain terlihat cukup kesusahan mengikuti langkah cepat Rain, beberapa kali dia terjatuh namun dengan tanpa perasaan dan takut waktu mereka tak cukup, Rain tetap menarik wanita itu, bahkan lebih tepatnya menyeret.

Rain tiba di lantai 3 penjara itu, dia segera keluar dari ruangan tangga itu dan masuk ke lantai yang sepertinya masih belum dijamah oleh para penyerang itu, dia segera mengunci pintu itu, menarik wanita yang sudah pasrah saja ingin di bawa kemana oleh Rain, Rain lalu melirik ke wanita yang napasnya terdengar tersengal karena harus terus naik dan juga mengikuti langkah Rain yang bahkan terus membuatnya berjalan kencang.

Rain membesarkan matanya melihat wanita itu, dia adalah cucu pria tua itu, kalau dia tak salah ingat, namanya adalah Bianca, dia tak mungkin salah ingat, selain punya fotographic memory yang membuatnya bisa mengingat sesuatu secara mendetail bahkan sejak dia kecil, Pria tua itu selalu membanggakan cucunya.

"Kau mau membawa ku kemana dan kau tahanan?" suara kecil Bianca akhirnya terdengar, suara yang khas yang membuat Rain sedikit mengerutkan dahinya, ada kesan manja dan seperti anak kecil dari nada suaranya. Bianca akhirnya menghentikan langkahnya, mencoba menahan diri agar tak lagi diseret oleh Rain, nyatanya tenaga Rain lebih besar darinya, jadi walau dia berhenti melangkahkan kakinya, dia tetap terseret beberapa langkah, "Lepaskan aku, kau juga pasti orang jahat," kata Bianca lagi.

"Kalau aku orang jahat aku pasti sudah membiarkanmu terbunuh," kata Rain asal saja, Bianca terdiam, benar juga, kalau pria ini tidak menolongnya, mungkin saja dia sudah mati tertembus timah panas oleh para penyerang itu.

"Rain!" kata seorang penjaga yang tiba-tiba muncul dari belokan yang ada di depan mereka, Rain berhenti, matanya menyipit tanda dia siaga, tak ada yang bisa dipercaya saat seperti ini, "Rain, ini aku Davis," kata Davis yang tampak sedikit terbata-bata, napasnya susah karena sepertinya dia juga baru lari menyelamatkan dirinya.

"Davis, ada apa?" kata Rain yang kenal dengan Davis, suara Rain tetap sama, dingin walau ada kesan tegas sekarang, herannya dia tetap memegang tangan Bianca dengan sangat erat, seolah sedang memegang hewan peliharaannya yang bandel, ya, Bianca pastinya terus berusaha untuk melepaskan dirinya.

"Aku belum tahu, tapi sepertinya ada penyerangan, semua gedung di evakuasi, aku rasa lantai pertama dan kedua sudah mereka kuasai, ini lantai terakhir, kita harus keluar dari sini, mereka membunuh siapapun yang mereka lihat, baik penjaga maupun para tahanan, kita harus keluar sebelum sistem mengunci semua tempat ini secara otomatis," kata Davis dengan buru-buru.

"Bagaimana kita keluar tanpa melewati lantai dua dan satu?" tanya Rain lagi, Bianca hanya melirik pria yang sekarang bahkan tak tahu namanya itu, usaha melarikan dirinya gagal, jadi dia hanya diam saja, sedikit frustasi tentunya.

"Di bagian utara gedung ini sedang ada pembangunan kecil, mereka menggunakan semacam tabung yang mereka gunakan untuk membuang sisa-sisa sampah ke bawah, mereka sudah memasangnya kemarin, kita bisa turun dari sana," kata Davis yang membuat senjatanya siap digunakan, dia menyerahkan satu senjata apinya pada Rain, "kau pasti tahu cara menggunakannya kan?"

"Baiklah, Ayo," kata Rain mengambil senjata api itu sambil mengangguk.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

Akhirnya nemu lagi novel yang aku suka, tata bahasanya, penulisannya, aku suka 😍
Telat sie... gpp deh.

2023-12-06

0

🦋grace 🌿🍃rinny 🐝🥀

🦋grace 🌿🍃rinny 🐝🥀

sisi lain dari seorang pria dingin bernama rain 🤔

2022-05-14

0

Mikayu

Mikayu

bianca bkn nya jenguk kakek nya di penjara ya thor qok bisa msk ke dalam penjara ketemu rain

2022-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!