11.

Rain hampir saja tergoda untuk melihat ke belakang, mendengar tawa riang Bianca yang terdengar renyah baginya, bagaikan seorang anak di wahana bermain.

Namun untunglah dia masih mengingat janjinya, dia urungkan melihat pemandangan yang cukup mengusiknya.

"Bisa kau lebih cepat, hari akan hujan," teriak Rain mengingatkan ada awan kelabu yang cendrung hitam di atas kepala mereka.

Bianca yang sedang asik bermain air akhirnya berhenti mendengar teguran dari Rain itu, huh, menganggu sekali, pikirnya melirik ke arah Rain yang masih setia dengan gayanya.

"Ya, ya, baiklah, aku akan keluar dari air, jangan coba melihat," ancam Bianca.

"Kalau aku melihat juga kau tidak bisa apa-apa," kata Rain yang mulai terbiasa berbicara dengan wanita ini.

"Eits! awas saja, aku akan memukulmu menggunakan batu ini, jangan macam-macam," kata Bianca kembali menggunakan pakaian lembabnya, sebenarnya cukup enggan menggunakannya, terasa sudah apek dan tentu tak bersih lagi, tapi kalau tak memakai pakaian ini, dia ingin pakai apa lagi, masa pakai daun, pikir Bianca sambil memakai celananya.

Tak lama akhirnya dia selesai juga, berjalan mendekati Rain yang bergeming di sana, Rain mendengar suara langkah yang mendekatinya, dia lalu melihat ke arah Bianca, wajahnya sudah sepenuhnya bersih, rambutnya lepek karena baru saja terkena air, lumayan juga pikirnya.

"Kau tak jadi mandi?" tanya Bianca yang melihat Rain hanya menatapnya.

"Aku akan mandi, tunggu saja di tempat peristirahatan, jika kau mau masuk, pastikan dulu tak ada apapun di sana," kata Rain lagi sembari mulai membuka bajunya, Bianca tak membalas, hanya melihat pria itu mulai melucuti pakaiannya.

Saat Rain ingin membuka celananya, Rain melirik ke arah Bianca, ternyata wanita itu bergeming sambil hanya melihatnya saja, Rain mengerutkan dahinya, jika Bianca tak ingin di lihat saat mandi, apa yang membuat wanita ini berpikir, dia boleh melihat Rain mandi.

"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Rain melirik ke arah Bianca.

"Oh, ya, aku akan segera ke sana, maaf," kata Bianca yang baru sadar apa yang dia lakukan, dia memukul dahinya, entah kenapa bisa begitu terpaku hanya karena melihat pria itu mulai melucuti pakaiannya, seolah keringat yang menempel di tubuh Rain itu tampak begitu berkilau di pandangannya.

Rain memperhatikan wanita itu pergi, setelah itu dia masuk ke dalam air dan mulai membersihkan dirinya, sama seperti Bianca, air dingin menyegarkan itu nyatanya membuatnya semakin ingin berlama-lama di sana.

Setelah sudah cukup, Rain kembali menggunakan bajunya, tepat saat rintik hujan pertama jatuh ke bumi, dia sampai di tempat yang sudah dia buat tadi.

Saat Rain masuk, dia melihat Bianca sudah meringkuk di ujung tempat itu, Bianca menatapnya, sedikit tersenyum lalu bergeser, memberikan ruang untuk Rain.

Saat Rain masuk, hujan sudah mulai melebat, sesaat mereka hanya duduk di sana, memandangi rintik hujan yang perlahan menyapa bumi, memandikannya agar sang debu hilang sementara.

Bianca melipat tangannya, menyangganya ke lututnya, lalu dia menaruh dagunya di atas lipatan tangannya, memandang hujan yang semakin menghipnotisnya, wajahnya sendu, matanya seperti melayang entah kemana.

"Aku rindu kakekku," kata Bianca memecah suara hujan yang jatuh di atas atap daun sederhana mereka,"apa yang sebenarnya terjadi?"

"Aku juga tidak tahu," ujar Rain yang juga mulai terbuai dengan hujan.

"Sudah berapa lama kau ada di sana?" tanya Bianca lagi, mencoba ingin tahu lebih jauh.

"2 tahun," singkat Rain yang memang tak pernah terlalu banyak bicara.

"Kenapa kau memperkosa gadis itu, apa dia menolakmu? kau seharusnya tak melakukan itu, pasti sekarang dia sedang hidup dalam ketakutan," ujar Bianca pelan, matanya masih terpaku dengan hujan yang semakin rapat.

Rain melirik wanita itu, dia menaikkan sedikit sudut bibirnya, jadi ternyata wanita di sampingnya ini percaya saja bahwa dia sudah memperkosa seorang gadis? seharusnya dia tahu jika dia hanya memperkosa seorang gadis, dia tak akan dipenjara di penjara dengan pengamanan maksimum.

Suasana kembali hening, Bianca hanya larut dalam lamunannya, perlahan namun pasti, sejuknya udara, suara hujan yang membuai, dan juga susana mendung yang menggelap membuat dirinya terbuai lebih dalam, apalagi seharian ini dia habiskan dengan berjalan, tubuhnya lelah terasa seketika, memintanya untuk istirahat sejenak.

Rain menatap lagi wanita itu, bisa-bisanya tidur sambil terduduk seperti itu, Rain lalu segera menarik tubuh Bianca ke arahnya, menopang kepala belakangnya dengan lengannya yang kokoh, perlahan membaringkan Bianca agar lebih nyaman, walaupun tak akan senyaman di atas ranjang.

Saat Rain mencoba untuk menidurkan Bianca, tubuhnya juga sedikit tergelincir, membuat dia juga ikut terjatuh dan tertidur, Bianca langsung nyaman tidur berbantalkan lengan Rain, Rain mengerutkan dahi, sepertinya Bianca tipe wanita yang jika sudah tidur, bahkan apapun tak bisa menganggu tidurnya.

Rain mencoba untuk menarik tangannya dari kepala Bianca, namun Bianca tampaknya tak rela bantal yang menurutnya cukup nyaman itu pergi darinya, begitu Rain ingin menariknya, dia malah mempertahankannya, setelah mencoba 3 kali menarik tangannya, akhirnya, Rain menyerah juga ketika wajah Bianca yang tertidur itu mulai tampak tak nyaman dan kesal.

Rain menatap ke arah langit-langit daun yang dia buat, cukup ampuh untuk mengusir air hujan, pikirannya mengalir jauh, bagaimana dia bisa ada di sini sekarang, dia ingat beberapa saat yang lalu, tak begitu mengingat pastinya, perkenalan pangeran cilik, sekian lamanya akhirnya dia bisa kembali melihat wajah wanita yang hingga sekarang belum bisa dia lupakan, begitu anggun dan juga siapapun tak akan bisa melewatkan senyuman manisnya.

Tiba-tiba suara petir menyambar kuat di atas mereka, Bianca yang tadinya tidur dengan pulas langsung terduduk dan menutup telinganya, dia tampak sedikit histeris, seperti sangat ketakutan karena mendengarkan suara petir itu, Rain kaget melihat reaksi Bianca yang cukup berlebihan

Sekali lagi suara petir bak bersautan, membuat suara yang memekakkan telinga, Bianca kembali histeris, dia bahkan teriak, mendengar teriakan Bianca yang benar-benar menunjukkan dia ketakutan, Rain mencoba menenangkannya dengan cara memegang pundaknya, namun reaksi Bianca diluar ekspektasi Rain, wanita itu langsung memeluk pinggang Rain yang kaget atas pelukan erat itu.

Bianca tampak gemetar, tak peduli siapa yang sekarang dia peluk, dari kecil dia memang memiliki astrafobia, atau takut terhadap petir dan kilat, dia akan langsung gemetar, tangan berkeringat, mual, pusing, jantungnya berdetak lebih keras dan juga sesak napas, dan semua itulah yang sekarang dia rasakan.

Rain hanya bisa melihat wanita itu sekarang memeluknya, dia masih ragu untuk membalas pelukan dari Bianca, namun sekali lagi petir terdengar, dan Bianca kembali berteriak keras, Seketika itu instingnya untuk melindungi muncul, dia memeluk Bianca, mencoba menenangkannya.

--------------------------------------------------

Halo kakak2 semua, maafkan hari minggu kemarin aku ga up, maaf ya, lagi ada acara keluarga yang membuatku hanya bisa up 1 Bab di CM doang, so ini aku up dulu di sini ya, terima kasih setia bersama Rain dan Bianca.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

/Joyful//Joyful//Joyful/

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

😃
Uhuy.... suka ya....

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

😂😂😂kebayang sie... badan seger baju bau apek

2023-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!