17.

Bianca baru saja selesai mandi, dia mengoleskan anti septik di luka bakarnya, hanya itu yang dia punya, berharap luka itu tak akan infeksi, padahal seharusnya luka seperti itu diolesi ke khusus agar lekas sembuh.

Rambut Bianca masih basah saat dia melihat tubuhnya yang tanpa sehelai kain pun, terlihat kurus dengan beberapa bekas luka di bagian pinggang dan paling banyak di bagian dada sang punggung, Bianca tak ingin melihat lebih lama luka di perutnya itu, luka itu mengingatkannya pada hal yang paling menyakiti dirinya, malam dimana kehormatan yang dia punya satu-satunya harus direnggut dengan paksa dan begitu menyakitkan.

Bianca memakai gaun malamnya, berwarna merah kontras dengan putih kulitnya, potongan gaun itu menggoda, bukan, bukan dia ingin menggoda siapapun, dia tak bisa pastinya, tapi hanya itu yang dia punya saat ini, seluruh pakaiannya diatur oleh pelayan yang akan membawakan baju apa yang dia harus pakai.

Bianca menyisir rambutnya, duduk menatap wajah gadis cantik namun tak ada roh di dalamnya, Bianca bahkan tak bisa tersenyum lagi, dia ingat bagaimana wajah Rain saat dia menatapnya terakhir kali, dingin dan penuh kemarahan.

Ya, pasti, siapa pun akan marah jika dituduh seperti itu, siapa saja, dan Bianca tak bisa berharap apa-apa, pria itu pasti akan membenci dirinya.

Saat pikiran Bianca pergi meninggalkan raganya, pintu kamar terbuka, membuat jiwa Bianca kembali ke tubuhnya, dia melirik dengan cepat, melihat ke arah pintu yang terbuka lebar, dia harap itu adalah ibunya, namun yang datang adalah serigala lapar itu.

Drake datang dengan gayanya hanya menggunakan jas mandi putihnya yang tebal, Bianca langsung berdiri, mencoba menjauh dari pria itu, pintu ruangan itu sudah tertutup rapat.

"Apa maumu?" tanya Bianca, dia tahu apa yang diinginkan pria ini dengan jelas, dia pasti ingin melakukan tindakan bejat itu.

Drake duduk dengan tenang di sofa yang ada di sana, mengenalkan asap dari cerutu besarnya, melirik buas ke arah Bianca, melihat tubuhnya dari atas ke bawah, dia kelihatan sangat lapar.

"Drake!" kata Bianca yang sangat trauma dengan apa yang sudah diterimanya.

Drake kesal dengan hal itu, dia lalu mendatangi Bianca yang langsung lari menjauh darinya, Drake langsung mengejar Bianca, soalnya tak ada tempat yang bisa dia datangi, Bianca hanya bisa berlari ke kamar mandi dan segera mengunci pintunya. Drake berdecak kesal, lagi-lagi wanita ini sok jual mahal dengannya, padahal beribu wanita ingin tidur dengannya.

"Hei! cepat keluar, tolong jangan rusak moodku atau kau malah mendapatkan yang lebih parah dari ini," ujar Drake menggedor pintu kamar mandi itu.

Bianca tampak panik, dia melirik ke arah sekitarnya, melirik sekitarnya namun dia tak melihat apapun di sana, apa yang harus dia lakukan.

Drake menendang keras pintu itu membuat Bianca makin panik, dia cemas hingga tak bisa berpikir apapun, dia tak ingin Drake melalukan hal itu padanya, tidak, jangan sampai dia menyentuh tubuhnya barang sejengkal.

Setelah beberapa kali menendang keras, akhirnya Drake berhasil membuka pintunya, Bianca yang melihat itu membesarkan matanya, dia melihat kaca di sana, dalam pikiran Bianca muncul sesuatu yang dia rasa bisa membuatnya terhindar dari neraka di dunia ini, dia mengambil tutup flush toiletnya yang cukup berat lalu melemparkannya ke kaca, membuat kaca itu berkeping-keping, Bianca lalu mengambil kaca yang tajam itu, menusukkannya ke arah lehernya, dia tak akan ragu menggorok lehernya sendiri sekarang karena dia tak akan ingin lagi merasakan neraka itu kembali.

Drake yang melihat semua itu hanya menatap Bianca tenang, bukannya panik melihat Bianca menancapkan kaca itu di lehernya, dia malah tersenyum, melipat tangannya di depan dadanya lalu menyandarkan tubuhnya ke kusen pintu itu.

"Lakukan, ayo lakukan," kata Drake santai, melihat Bianca yang menatapnya tajam dengan mata yang basah.

"Aku lebih baik mati dari pada kau menikmati penderitaan ku lagi!" teriak Bianca.

"Silakan, aku ingin tahu seperti apa keberanianmu, oh, sebelum kau mati, kau yakin meninggalkan ibumu dengan orang sepertiku?" tanya Drake dengan senyuman manisnya yang memuakkan.

Bianca terdiam, sesaat dia melupakan kartu AS yang ada di tangan Drake, tangis Bianca menjadi, namun dia coba tahan, tenggorokannya bagaikan menelan ribuan kaca, sakit bahkan untuk menelan napasnya, air mata Bianca mengalir deras, dia melepaskan kaca itu perlahan, Drake tersenyum menang, mendatangi wanita itu perlahan.

"Aku janji akan melakukannya dengan lembut kali ini selama kau tak membuatku kesal," kata Drake mengulurkan tangannya.

Bianca menangis dalam diam ketika tangan Drake menyentuh tubuhnya, dia berontak namun seolah tak bisa melakukan apapun lagi.

"Jangan bergerak atau kau akan melihat ibumu juga diperkosa oleh orang-orang ku di depanmu! nikmati saja," bisik Drake yang sudah dikuasai nafsu.

Bianca menutup wajahnya dengan tangannya, menangis dengan diam, tubuhnya terasa terkoyak, lebih dari itu dirinya rasanya perlahan-lahan mati, dia bahkan berdoa untuk Tuhan menyabut nyawanya sekarang, setiap sentuhan bagai seribu pedang yang melukai kulitnya, setiap sentuhan membuatnya ingin mati saja.

Bianca meringkuk dalam selimutnya, setelah melakukan hal bejat itu Drake meninggalkannya, Bianca hanya bisa diam dengan air mata mengalir begitu saja.

Pintu kamarnya terbuka, sekali lagi pandangan Bianca ke arah pintu itu, dia melihat seseorang mendorong tubuh ibunya ke lantai.

Bianca menyeka air matanya, dengan cepat dia turun dari tempat tidurnya, mendatangi ibunya yang tampak lemah, pucat, dan linglung.

"Ma, ma, ini Bian Ma," ucap Bianca menaikkan tubuh ibunya.

"Bian, Bian, Bian!" histeris ibu Bianca memeluk anak semata wayangnya, anak yang dia jaga dengan seluruh jiwa raganya.

"Apa yang mereka lakukan, mama sudah makan? pelayan, aku minta air dan makanan!" teriak Bianca.

"Baik nona, " kata Pelayan yang memang diperintahkan untuk menuruti permintaan Bianca yang tidak macam-macam.

Bianca membawa ibunya ke tempat sofanya, menyelimuti tubuh ibunya yang dingin dengan selimut tebalnya, Bianca lalu tersenyum, ibunya melihat anaknya dengan mata basahnya.

"Apa yang mereka lakukan padamu? apa kau menderita?" kata Ibunya dengan suara lirihnya.

"Tidak, lihatlah, kamarku begitu besar kan? aku diberikan pelayan yang membawakan apapun yang aku mau, mereka juga menjagaku, Drake ...." Bianca menelan ludahnya yang rasanya teramat pait, bagaikan empedu masuk ke tenggorokannya,"memperlakukanku dengan sangat baik."

"Benarkah? mama senang mendengarnya, ibu juga, mereka hanya kurang suka jika ibu Lambat bekerja," kata Ibu Bianca memegang pipi halus anaknya.

Bianca tak bisa menahan tangisnya, ibunya datang untuk memohon pada Drake saat tahu dia di jual ayahnya, dia memohon untuk melepaskan Bianca, namun Drake mengatakan dia harus membayar hutangnya, jadi ibu Bianca yang tak punya apa-apa hanya menawarkan diri untuk bekerja sebagai pelayan, Drake menyetujuinya, dengan syarat Bianca akan dibebaskan setelah hutang lunas dan dia berjanji akan membuat Bianca senang selama ibunya bekerja dengan baik, namun semua itu hanya tipu daya, Drake malah membuat ibunya sebagai ancaman untuk Bianca, dan yang Bianca alami bahkan lebih parah dari Neraka.

"Ya, aku merindukan Mama, Ma, makanlah," kata Bianca menyuapi ibunya dengan tangan bergetar.

Bianca terus tersenyum malam itu, mencoba menunjukkan wajah bahagianya pada ibunya, kalau ibunya tahu apa yang sudah dilalui oleh Bianca maka ibunya pasti sedih sekali, dan Bianca tak mau itu terjadi. Biarlah ibunya hidup dalam bayang-bayang bahwa anaknya bahagia, dia tak mau membebani ibunya dan hanya ini yang dia bisa lakukan. Biarlah dia saja yang tahu semenderita apa dirinya.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

Bianca ternyata sangat menyedihkan dan sudah tidak V***😢

2023-12-06

0

Elvi Nopricha

Elvi Nopricha

thor bisa kh buat si cwek ny kuat,gk melulu trtindas ..bca ny gmna gitu

2022-10-30

0

Maya Keppoo

Maya Keppoo

semoga rain jodohnya orang baik jangan bekas² . seina bekas orang apalagi bianca budak nafsu udah bobol semua ..

2021-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!