8.

Rain sedikit terganggu tidurnya ketika dia merasakan gerakan dan juga sedikit suara berisik yang segera membuatnya langsung terbangun, dia segera sigap, namun ternyata suara itu dari Bianca yang sepertinya dengan mengigau.

Rain mengerutkan dahinya, sepertinya Bianca sedang mimpi buruk, dia bahkan hingga berkeringat dingin, Rain yang melihat Bianca gusar awalanya ingin membangunkan wanita yang tetap nyaman dipangkuannya itu.

Namun baru saja Rain ingin membangunkannya, tiba-tiba Bianca terpekik dan langsung terduduk, napasnya berat dan dia seperti seseorang yang begitu ketakutan, dia melihat ke segala arah, menemukan dirinya masih ada di lorong bawah tanah yang lembab dan gelap itu, dia lalu melihat ke arah Rain, menarik baju yang menjadi selimutnya dari tadi agar lebih hangat memeluknya, belum sadar bahwa itu adalah baju yang dia tolak.

Bianca memandang Rain terus, bahkan dia memandangnya dengan penuh ketakutan, napasnya masih saja tak teratur, bahkan dia kesusahan untuk menelan ludahnya, bibirnya terlihat kering, sudah hampir satu harian dia tak minum apalagi makan.

"Aku bermimpi buruk," kata Bianca, Rain hanya memandangnya datar, tak ada wajah perhatian atau minat untuk mendengarkan apa mimpi Bianca, Rain hanya melirik jam tangannya, melihatnya dengan diterangi cahaya korek api gasnya, sudah hampir pukul 4 pagi.

"Kita lanjutkan perjalanan," kata Rain lagi tak ingin buang-buang waktu, dia merasa istirahat untuk Bianca sudah cukup, lebih cepat mereka keluar dari lorong ini, itu lebih baik. Bianca hanya mengerutkan dahinya, tak ada kah simpati sedikit pun dari pria ini?

"Tuan, aku menyaksikan kakekku di tembak mereka saat dia mencoba menyelamatkanku, dia menyuruhku pergi, apa menurutmu dia bisa selamat?" tanya Bianca lagi yang langsung menghentikan gerakan Rain yang baru saja ingin turun dari lorong itu.

"Aku tidak tahu," kata Rain seperti biasa datar dan tak memiliki nada, bahkan simpati pun tidak walau di dalam hatinya dia cukup merasa kehilangan, sosok pria tua yang selalu mencoba mendekatinya itu sepetinya sudah pasti tak akan selamat.

Rain melanjutkan gerakannya, dia segera turun ke lorong itu kembali, suara riak air kembali terdengar, Bianca mau tak mau mengikuti kemauan Rain, walau seluruh badannya rasanya remuk, tapi dia juga tak ingin berlama-lama ada di tempat ini, cukuplah satu malam.

Bianca mencoba untuk melompat dari sana, tapi dia tidak yakin bisa melompatinya, dia lalu bingung harus apa, Rain yang tadinya tak berminat melirik ke arah Bianca, mau tak mau jadi harus melihatnya, Rain menarik napasnya, dia lalu segera berjalan dan berhenti di depan Bianca, Bianca tersenyum manis, dia kira Rain datang sudah pasti ingin membantunya turun.

"Lompat, aku akan menangkapmu," kata Rain.

"Kau serius?" kata Bianca tiba-tiba ragu, bagaimana jika dia lompat lalu pria ini pergi, bisa-bisa patah kakinya nanti.

"Iya," kata Rain mencoba dengan sangat agar sabar menanggapi Bianca, Bianca lalu segera mengangguk-anggukan kepalanya, dia lalu mundur sedikit lalu segera mengambil ancang-ancang, dia lalu melompat, dan lompatan itu hanya lompatan kecil, Rain bahkan tak perlu menangkapnya, Bianca kaget bahwa dia bisa mendarat dengan sendirinya di atas kedua kakinya pada lantai beton itu, dia kagum atas dirinya sendiri hingga berkata, "wah ...." membuat Rain geleng-geleng kepala tak mengerti tingkah wanita ini.

Rain segera berjalan memimpin jalan, air yang dingin itu membuat Bianca menggigil ketika kulitnya menyentuhnya, dia hanya kembali menarik baju yang dia kenakan, untung saja ada baju ini pikirnya sambil kembali mengetatkan baju itu, baru saja dia berpikir seperti itu, dia melihat dua mayat yang sudah kaku, dua penyerang yang kemarin dibunuh oleh Rain, salah satunya sudah tak menggunakan baju.

Bianca melirik ke arah pakaian yang menyelimutinya, bukannya ini baju pria itu, dia terhenti sejenak, beberapa kali melihat baju itu lalu ke arah mayat yang mengambang itu, dia lalu segera membuka baju itu sambil berteriak.

Rain sontak melihat ke arah Bianca yang memegang baju itu seperti memegang sesuatu yang jijik. Rain memiringkan kepalanya, seolah mengatakan kenapa Bianca berteriak.

"Ini, ini bajunya kan, aku tidak mau menggunakannya, kenapa kau membuat aku menggunakan baju orang mati," ujar Bianca protes, dia langsung melemparkan baju itu ke arah Rain, untunglah Rain sigap kalau tidak baju itu akan basah.

Rain memasang wajahnya malas, kalau tanpa baju ini tak akan mungkin tidur Bianca bisa sepulas itu, pikirnya.

"Ayo, jalan," kata Rain lagi memerintah.

Bianca segera mengikutinya tanpa menjawab, Rain segera membawa Bianca ke arah yang menurutnya benar, namun entah kenapa lorong itu sangat-sangat panjang, bahkan sekarang air di sana sudah sepinggang mereka.

"Tuan kau yakin ini jalannya," kata Bianca yang makin takut, jangan-jangan mereka akan mati tenggelam.

"Hmm," kata Rain yang hanya menjawab dengan sedikit gumaman, membuat Bianca berjanji dalam hatinya dia tak akan lagi mau berbicara duluan pada pria itu.

Rain mendengar suara riak air yang deras seolah seperti sungai, Rain lalu dengan semangat berjalan lebih cepat ke arah itu, bisa saja terowongan ini bersambungan dengan sungai, kalau begitu artinya mereka sudah dekat dengan ujung terowongan ini.

Bianca yang melihat Rain mempercepat jalannya langsung membesarkan matanya, jangan-jangan pria ini mau meninggalkannya.

"Hei, pria aneh! tunggu aku!" kata Bianca yang tidak ingin lagi bersopan dengan memanggil Rain Tuan, toh pria ini juga tak sopan dengan Bianca.

Tak lama mereka menemukan ujung terowongan itu, Rain berhenti di ujungnya, benar perkiraannya, ujung terowongan itu langsung mengarah ke arah sungai, Sungainya cukup lebar, setelah mengamati sungai itu arusnya tak terlalu kencang, namun Rain tak yakin apakah sungai itu dalam atau tidak, namun dasarnya memang tidak diketahui.

"Wah, sungai," kata Bianca yang berdiri di samping Rain sekarang, melihat sungai yang mengalir dengan air yang jernih membuatnya ingin segera masuk ke dalam, pasti sangat menyegarkan, dia sudah berkeringat dan lengket dari semalam, apalagi pagi ini, walau cahaya matahari masih belum sepenuhnya keluar, namun dia bisa melihat dengan jelas, air di sana sangat menggoda.

"Kau bisa berenang?" tanya Rain, baru saja Rain mengatakannya tanpa aba-aba dan tanpa apapun, Tiba-tiba saja Bianca memutuskan untuk langsung melompat ke dalam sungai itu, Rain membesarkan matanya, apa sih sebenarnya yang ada di pikiran wanita itu, tak menunggu lama, akhirnya Bianca muncul dipermukaan, namun dia sudah terbawa arus. Bianca tanpa gelagapan di dalam air.

"Sial," ujar Rain, dia segera melompat pada sungai itu dan segera saja dia mencoba menggapai Bianca, untunglah dia bisa melakukannya dan segera menarik Bianca ke tepian.

Bianca duduk di salah satu batu yang cukup besar di pinggiran sungai itu, Rain juga duduk untuk mengatur napasnya, Bianca memeluk dirinya, dia kira air itu akan sangat menyegarkan, sejuk dan akan membuat badannya nyaman, yang ada, saat dia masuk ke dalam air itu, seperti dia sedang berendam di air es, dinginnya menusuk kulit bagaikan ribuan jarum yang menyengat, merasakan itu Bianca merasa tubuhnya langsung kaku membeku dan jadilah dia tak bisa berenang dengan baik.

Bianca menunduk, melirik pria yang sekarang tampak kesal karena dia juga harus basah kuyup, Bianca diam saja, mungkin terlalu senang karena melihat dunia luar lagi, jadinya dia melakukan hal bodoh itu.

"Maaf," kata Bianca pelan.

"Lain kali kalau mau mati, katakan padaku, aku bisa melakukannya dengan cepat," kesal Rain, pagi-pagi begini dia harus kedinginan karena ulah wanita aneh ini, seluruh peralatannya basah, dia mengambil korek api yang dia bawa, mencoba untuk mengeringkannya, namun sepertinya masih terlalu basah, hingga tak bisa digunakan lagi.

Rain melempar korek itu dengan kesal ke arah tanah yang ada di dekatnya, Bianca melihat hal itu sedikit kaget, dia sepertinya benar-benar sudah membuat pria ini kesal, namun segera diambilnya lagi lalu mengelapnya dan memasukkannya dalam saku bajunya yang basah. Bianca hanya bisa meringkuk mengigil.

----------------------------------------------------

Hallo kakak pembaca RITW, wkwkw lucu singkatannya, terima kasih ya sudah ingin membaca karyaku, mulai saat ini aku akan berinteraksi dengan kalian mungkin dengan cara ini, jika sempat akan ku balas semua komen, kalau tidak aku minta maaf ya, jika ada kritik dan saran, please tinggalin komen, entar beberapa pertanyaan yang bisa ku jawab, akan ku jawab di feed seperti ini.

I love you All...

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

😂😂😆😅

2023-12-06

0

Lilis Ferdinan

Lilis Ferdinan

lain kali klw mau mati, katakan padaku, aku bs melakukannya dngn cpt,,, 🤭🤣🤣ngakak ngebayangin gmb dongkolnya rain,,, stuka sama karakter cwok yg cool,,, 😘

2022-01-01

1

Styaningsih Danik

Styaningsih Danik

nyari novel yg bagus tk sengaja baca yg cinta dibalik jas putih wahh ternyata 👍👍👍akhirnya baca diprofil author nemu novel2 yg bagus menarik👍

2021-11-25

1

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!