6. Penyelamatan-3

Bianca hanya bisa mengikuti Rain yang berjalan di depannya, entah sudah berapa lama mereka terus saja berjalan, tak sedetik pun Rain menghentikan kakinya, Bianca hanya bisa pasrah, melihat dan merasakan langsung bagaimana seseorang tertembak di depannya, dia benar-benar tak berani untuk membantah pria yang entah siapa di depannya ini.

Suasana di sana gelap, hanya sedikit cahaya yang bisa masuk, udaranya busuk dan pengap, lembab dan berlumut, Bianca beberapa kali hampir terpeleset karena menginjak sesuatu yang lembek di bawah kakinya, membuatnya tentu jijik.

Air kotor merendam kakinya semakin tinggi, tadinya tak sampai semata kaki, sekarang sudah lebih tinggi membuat langkahnya semakin susah tergerakan, suara langkah membelah air terdengar menggema Bercampur suara-suara tikus yang bercicit ria.

Bianca sudah terbiasa dengan darah yang sebagian besar sudah mengering di rambut dan wajahnya, bajunya juga tangannya, bau anyirnya sudah bagaikan wanginya sendiri, dia menggigil karena udara semakin dingin menusuk, apalagi seluruh baju dan celana lembab mengering di tubuhnya

"Ehm, Tuan kau tahu siapa mereka?" tanya Bianca memecah keheningan, dari tadi yang dia dengar hanya suara air yang menetes sesekali dan suara sibakan air di kaki mereka, Bianca memeluk dirinya sendiri.

"Tidak," ujar Rain bahkan lebih dingin dari pada suasana di sekitarnya, Bianca merasakan datar dan dinginnya suara pria di depannya, seolah tak ingin berbicara padanya.

"Tuan, namaku Bianca, boleh aku tahu siapa namamu?" tanya Bianca lagi, sekali lagi berusaha agar bisa mengobrol dengan pria jangkung di depannya ini, berdiri bagaikan tembok penghalang.

"Tidak," sekali lagi jawaban yang tak di inginkan oleh Bianca terdengar, Bianca mengerutkan dahinya, membuat noda darah itu tampak retak di wajahnya, bibirnya dicucurkannya ke depan.

"Tuan, bisakah kita berhenti sejenak, aku lelah sekali," pinta Bianca yang sudah teramat lelah, dia benar-benar tak sanggup lagi berjalan, rasanya dia sudah seperti mengambang, walau berjalan dia sudah tidak bisa merasakan kakinya dari lutut ke bawah.

"Tidak," kata Rain, merasa wanita ini mulai membuatnya kesal. Tapi Bianca lebih kesal dengan kelakuan Rain ini.

"Kau tidak bisa mengatakan kata lain selain tidak ya?" kata Bianca benar-benar kesal, semua pertanyaannya mulai basa-basi, hingga serius dia jawab dengan sesingkat itu.

"Entahlah," ujar Rain lagi tak peduli, sekali lagi wanita ini menjawab, dia tak akan membalasnya, pikirnya.

Bianca benar benar kesal, dia melihat kaleng kecil yang mengambang, dengan tenaga yang tersisa dia segera menendang kaleng itu, bukannya mengenai Rain malah memantul di dinding lorong berbentuk lingkaran yang terbuat dari beton itu, persis seperti gorong-gorong air yang besar.

Suara kaleng yang ditendang oleh Bianca menggema, membuat suara yang gaduh, bahkan sukses membuat tikus-tikus got bercicit lebih keras, seperti lari ketakutan.

Hal itu juga sukses membuat Rain akhirnya melihat dirinya dan menaruh perhatian pada gadis yang penampilannya sangat berantakan itu.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Rain yang kesal, kalau ada yang mengejar mereka, orang-orang itu pasti akan segera tahu keberadaan mereka karena wanita manja yang ceroboh itu, Bianca memajukan bibirnya tanda dia kesal dimarahi oleh pria ini, dia lalu segera menyipitkan matanya, memandang tak takut pada Rain yang berwajah tak ramah sama sekali.

Bianca tampak tak peduli, dia melipat tangannya dengan keras di depan dadanya, dia lalu segera menepi dan duduk sebisa mungkin bersenderkan dinding lorong itu, dia sudah tak sanggup lagi, bahkan jika dipaksa, dia yakin dia pasti akan pingsan.

"Bangkit," kata Rain yang seperti memerintahkan tentara, tak ada keramahan di nada bicaranya, Bianca yang menarik napasnya panjang hanya melirik pria itu.

"Tidak bisa, aku sudah tak bisa merasakan kakiku, aku di sini saja, jika kau ingin meninggalkan ku aku tak akan menyalahkanmu," ujar Bianca dengan tersengal, bernapas saja sudah di udara yang begitu tipis itu, bahkan dia terkejut dia tak muntah karena baunya yang seperti toilet yang tak dibersihkan lebih dari sebulan.

Rain hanya diam, memandang wajah Bianca yang putih namun penuh bercak darah, rambutnya sebagian menegang karena darah yang sudah mengering, dia benar-benar tampak kelelahan, Rain menarik napasnya, namun dia segera berbalik untuk melanjutkan perjalanannya, tak punya alasan untuk menemani wanita manja itu.

Bianca membesarkan matanya, tak percaya dengan apa yang yang dilihatnya, bagaimana bisa pria itu benar-benar ingin meninggalkan wanita lemah sepertinya, dari semua pria yang sudah di kenal Bianca, pria ini yang paling tidak peka.

"Hei! kau benar-benar ingin meninggalkanku! apa kau sudah gila! meniggalkan wanita sendirian di sini diantara kotoran dan juga orang-orang yang ingin membunuhku! kau ini pria macam apa sih! kau ini ...!" cerca Bianca tak habis pikir, kalau saja dia masih punya sedikit saja tenaga untuk bisa melempar pria itu dengan sesuatu, dia akan melakukannya, pria paling dingin dan tak punya perasaan sama sekali, pikir Bianca.

"Srtt!!!" Rain mengeluarkan gestur untuk diam secara keras, Bianca yang melihat itu langsung memasang wajah ngambeknya, kenapa malah menyuruhnya diam.

Hening kembali, hanya suara tetesan air yang terdengar, Bianca sedikit penasaran apa yang ingin di dengarkan oleh Rain, tak lama terdengar suara riak air namun cukup jauh, dan seketika membuat Bianca menutup mulutnya dan matanya membesar melihat ke arah Rain, Rain langsung waspada, dia tak mau ambil resiko, walaupun tak tahu riak air itu dari mana asalnya, Bianca menyerahkan tangannya, tahu pria ini akan menariknya kembali seperti biasanya.

Dan benar, Rain segera menarik tangan Bianca, dan dengan cepat dan tanpa menunggu lagi, mereka pergi dari sana, Bianca lagi-lagi meringis kesakitan, nyatanya istirahatnya tadi bukannya membuat dia nyaman, malah menambah sakit kakinya yang sekarang harus dia abaikan nyerinya, lebih baik mati rasa seperti tadi, dari pada harus menahan seperti jarum kecil yang menusuk-nusuk kakinya.

Rain mendengar langkah itu makin jelas terdengar, dia lalu memelankan langkahnya, mengamati sekitarnya, lorong itu bercabang, dan Rain melihat sebuah terowongan lain di ujung sisi yang lain, dia lalu menarik Bianca ke sana, dia melihat lorong itu sedikit lebih tinggi dari pada tempat mereka berpijak namun bisa dijadikan tempat bersembunyi sementara untuk Bianca, Rain lalu memberikan isyarat untuk Bianca naik ke tempat sembunyi itu, namun tenaganya sama sekali tidak ada, untunglah saat itu Rain peka dengan keadaan Bianca, dengan perlahan dia membantu Bianca untuk naik, Bianca akhirnya berhasil naik ke atas ruangan yang cukup sempit itu.

Dia melihat Rain yang tak naik ke atas, pria itu hanya memberikan gestur untuk diam, lalu secepatnya pergi ke arah lorong utama mereka tadi.

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

menegangkan 😯

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

😂
pelit bicaranya ya Rain
tapi aku suka laki" pelit bicara 😉

2023-12-06

0

🦋grace 🌿🍃rinny 🐝🥀

🦋grace 🌿🍃rinny 🐝🥀

nah tuh, bianca..masih blm aman kamu dah macam² 🤦

2022-05-14

1

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!