Rain segera mematikan TV yang sedang memutar wawancara itu, dia meremas remotnya, matanya tampak tajam walaupun TV itu sudah sepenuhnya mati total, dia benar-benar menyimpan marahnya yang terdalam. Amarah dan emosinya sudah menyentuh rasa benci dan juga dendam yang sekarang bergerilya di dirinya, kebaikannya dibalas air tuba.
"Tuan, ini data yang Anda minta saya bawakan," ujar Luke yang sedikit takut menyelanya, namun dia ingin memberikan hal yang diminta Rain padanya, Rain dengan tatapan bengis melihat ke arah Luke.
"Siapa dia?" tanya Rain.
"Namanya Bianca Roney, dari data yang saya dapatkan ibunya berasal dari negara ini, namun ayahnya berasal dari luar negeri, dia selama ini hanya tinggal bersama ibunya, dan baru-baru ini ayahnya tewas dibunuh oleh seseorang yang tidak di kenal," kata Luke menjelaskan.
"Seseorang, bukankah yang membunuh adalah kakeknya?" kata Rain yang mengerutkan dahinya, emosinya sedikit menurun karena mendengarkan penjelasan dari Luke.
"Dia tidak punya kakek Tuan, lagipula dia bukan lahir dari keluarga hasil pernikahan, dengan kata lain dia adalah seorang anak diluar nikah," kata Luke.
Rain mengerutkan dahinya, namun dia hanya mencoba untuk diam dulu, kembali mencoba mendengarkan penjelasan siapa sebernarnya Bianca ini.
"Beberapa bulan yang lalu, Bianca sepertinya baru berhubungan dengan Drake dan baru beberapa hari yang lalu Drake mengumumkan bahwa wanita itu sebagai Tunangannya, semua pemberitaan sekarang sangat menyudutkan Anda, Mereka mengatakan bahwa Anda patut dihukum lebih lama lagi karena dengan kejam menyandra seorang wanita," kata Luke.
"Itu adalah tujuan dari Drake, Ken, hubungi kepala militer, aku ingin pembebasanku dalam waktu dekat," kata Rain melirik Ken yang ada di sampingnya.
"Sudah saya hubungi, Beliau mengatakan itu bisa dilakukan, namun sepertinya tidak bisa secara terang-terangan, karena hal ini sudah menjadi berita nasional, untuk mengeluarkan anda begitu saja akan menajadi masalah, kita harus membuat taktik agar Drake tidak bisa menuntut atau kembali beraksi," kata Ken yang dengan profesional menyampaikannya.
Rain tampak mengerutkan dahinya, apa yang dikatakan oleh Ken benar, berita fitnah tentangnya sedang menjadi topik pembicaraan yang sangat hangat, dia tak bisa tiba-tiba saja keluar, pastinya masyarakat akan marah tentang hal itu, dan itu tak baik bahkan walaupun Rain meminta tolongn pada Presiden, Presiden pun tak akan mengambil langkah seperti itu untuk membebasaknya. Kekuatan masyarakat memang yang paling tidak bisa dikalahkan. Jikapun dia keluar, pasti Drake tak akan ambil dia, begitu dia tahu Rain sudah keluar, dia pasti mengumbarnya ke Pers, mereka harus membuat sebuah hal yang bisa membungkam langkah Drake sekarang.
"Penyerangan di penjara itu pasti dinisisi oleh Drake untuk menjebakku bukan? bagaimana cara untuk mendapatkan buktinya," kata Rain berpikir, satu-satu caranya agar bisa menutupi ini semua adalah membongkar dalam penyerangan itu.
"Ya, tapi tidak ada bukti yang bisa kita dapatkan," kata Luke melirik ke arah Ken lalu ke arah Rain lagi.
"Setiap polisi sekarang dilengkapi oleh camspy di baju mereka, untuk melihat dan mendengarkan apa yang mereka hadapi setiap harinya menurut sudut pandang mereka, apa tak ada satupun yang selamat dari sana," kata Ken menganalisan semuanya.
"Semua tubuh polisi yang mati dalam penyerangan itu dibakar, tidak ada yang bersisa dari mereka," kata Luke lagi.
"Ada, ada satu orang yang aku rasa tubuhnya masih ada, saat aku mencoba melarikan diri, aku melarikan diri bersama Davis, tubuh Davis masuk ke dalam ruangan bawah tanah, aku tak tahu apakah mereka juga menemukan tubuhnya atau tidak, namun itu satu-satunya hal yang bisa kita dapatkan, Ken, perintahkan beberapa anggotamu untuk menyisir semua lorong bawah tanah di bawah penjara itu, sebisa mungkin temukan tubuh Davis," kata Rain lagi melirik Ken dengan tajam.
"Baik Tuan, malam ini aku akan mengerahkan anggotaku untuk menyisir tempat itu," kata Ken.
"Selain itu aku juga membunuh 2 orang dari mereka, jika anggotamu menemukannya, cobalah untuk menggeledah tubuh mereka, mungkin ada suatu untuk membantu kita," kata Rain lagi.
"Baik Tuan," kata Ken kembali dengan tegas.
"Luke, sekarang dimana perusahaan Drake ingin berkembang?" tanya Rain yang langsung memindahkan pandangan tajamnya pada Luke.
"Mereka sedang merambah ke bagian selatan, tempat Tuan Sam berkuasa," kata Luke lagi melihat data yang ada di tabletnya.
"Potong semua perdangan mereka, katakan pada Sam, aku sudah kembali, jika dia berani memberikan proyek itu pada orang lain, maka katakan aku akan membongkar masa lalunya," kata Rain yang segera ingin menyusun rencana untuk membalaskan perbuatan Drake ini padanya.
"Baik Tuan," kata Luke dengan sigap mencatat semua keinginan Rain.
"Dan untuk wanita itu, awasi dia dengan seksama, aku ingin dia bisa tahu bagaimana rasanya karena sudah coba-coba membangunkan singa dari tidurnya," kata Rain dengan tatapan sangat sinis, "setelah aku benar-benar keluar dari sini, bagaimana pun caranya, aku ingin dia meminta maaf berlutut di hadapanku."
Mata Rain tampak tajam, tangannya kembali mengepal, mengingat segala lontaran fitnah yang keluar dari mulut wanita itu, dengan wajah memelas dan tampak begitu sedih, bisa-bisanya dia mempermainkan Rain, Rain memang menyadari, ternyata selama ini sifat simpatinya lah yang sudah membuat dirinya tak bisa sepenuhnya bebas, makanya dia bertekad untuk tidak lagi merasakan simpati pada siapa pun.
"Baik Tuan!" kata Ken dan Luke serempak.
Rain langsung berdiri, dia segera berjalan keluar dari ruang pembesukkan itu, Rain lalu digiring kembali ke kamarnya.
Dia masuk, melihat ke arah kamarnya yang sangat jauh dari ruangannya sebelumnya, ini bahkan lebih seperti hotel, dengan ranjang empuk, kamar mandi dalam bahkan TV, Rain memang sengaja mendapatkan kamar VVIP di sana. Di tempat ini siapa yang memiliki uang maka dia akan mendapatkan segalanya, mungkin hanya kebebasan keluar saja yang terbatas, namun bukan berarti tak bisa.
Rain merebahkan tubuhnya, menikmati empuknya ranjang itu yang sudah lama tak dirasakannya, namun Rain sama sekali tak bisa memejamkan matanya dengan nyaman, malah semakin gelisah dia menikmati segalanya.
Rain lalu duduk di tepi ranjangnya, dia lalu menyatukan kedua tangannya dan menyadarkan dahinya ke tangannya itu, menunjukkan postur sedang berpikir.
Dia tak habis pikir dengan apa yang dia lewati, bagaimana wanita lemah yang seperti Bianca itu menjebaknya hingga begini, memang sepertinya masalahnya hanya pada wanita, mulai sekarang, dia tak akan lagi terjebak tipu daya mahluk yang menggunakan kelembutan sebagai senjatanya, tak akan ada lagi rasanya untuk wanita mana pun, tak akan ada lagi simpati, atau belas kasihan, dia yakin tanpa itu, dia akan kembali berkuasa di negeri ini.
Hallo kak, maaf ya, bener2 seminggu ini rasanya badan remuk semua, maaf udah ga konsisten upnya, tapi pasti aku usahakan temukan ritme nulisnya,
terima kasih tetap setia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 215 Episodes
Comments
Mimilngemil
ah... Keren Thor... alurnya
aku suka... aku suka.... 😍
2023-12-06
0
Mimilngemil
Wah... dijebak si Rain
ternyata benar lebih baik diam n menyendiri, ini gegara pesona Bianca jadi Rain masuk perangkap.
2023-12-06
0
iim jamaliyah
rain kembali
2021-03-04
0