13.

Rain terbangun, dia lalu melihat ke arah sekelilingnya, masih begitu gelap, dia melihat ke arah jam yang ada di tangannya, masih pukul 12 malam menuju pukul 1 dini hari, udara di sekitarnya terasa dingin, tapi kenapa Bianca tidak ada di dalam tempat itu.

Rain lalu segera keluar, melihat ke sekitarnya, dia lalu mendengar tawa kecil, dia mengerutkan dahinya, mendengar sayup-sayup tawa bahagia itu, Rain memutuskan untuk keluar dari tempat perlindungan mereka, malam sudah berganit begitu cerah, bahkan seperti tidak pernah ada jejak badai tadi.

Petrikor atau bau sehabis hujan tercium begitu menyegarkan, suara jangkrik membuat riuh suasana, sesekali suara burung hantu terdengar, rembulan sangat besar ada di angkasa, menyoroti semua sisi hutan itu, rimbunya pepohonan menutupi sinarnya, namun tetap saja begitu indah dan syahdu.

Rain lalu menangkap sosok wanita yang sedang melihat ke arah sekitarnya, dia tampak bahagia, Rain mengerutkan dahinya, berjalan mendekati Bianca yang seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sesuatu.

"Hei, kau bangun? apa karena suaraku?" tanya Bianca ceria seperti biasanya. Rain hanya menggelengkan kepalanya, lalu wajahnya seolah bertanya apa yang sedang Bianca lakukan, Bianca yang sudah cukup biasa membaca mimik wajah Rain langsung menjawab.

"Oh, aku tidak bisa tidur kembali, lalu hujan perlahan berhenti, aku mencoba keluar dan saat aku keluar ternyata bulan sangat besar, " kata Bianca senang.

"Itu saja, kau bisa senang hanya melihat bulan yang besar," tanya Rain yang akhirnya buka suara, aneh menurutnya jika hanya melihat bulan begitu senangnya.

"Bukan, itu yang membuatku senang, indah bukan?" kata Bianca menunjukk ke sebuah arah, di dekat semak-semak, tampak perlahan lampu yang redup dan menyala, bukan hanya satu, namun banyak, bergerak seolah menari, keberadaan mereka seperti lampu kecil yang indah.

"Kunang-kunang?" kata Rain.

"Iya, dulu waktu aku kecil, aku selalu menangkap kunang-kunang dan memasukkannya ke dalam botol, tapi mereka hanya bersinar sebentar dan esok paginya mereka sudah mati semua," kata Bianca yang sedikit berwajah manja lagi.

"Itu karena mereka membutuhkan oksigen untuk bisa bersinar, jika kau memasukkanya ke dalam tempat yang tertutup, maka oksigennya akan habis dan mereka tak bisa bersinar, selain itu bagaimana rasanya jika kau dimasukkan dalam ruangan tertutup, semua akan mati," kata Rain lagi, Bianca melirik dengan wajah tak percayanya, ada apa gerangan? pria ini tiba-tiba berbicara begitu banyak padanya.

"Kenapa?" tanya Rain menatap Bianca yang memandangnya aneh.

"Kau jadi banyak bicara sekarang," kata Bianca tersenyum manis, suka dengan Rain yang seperti ini.

"Baiklah aku akan diam," ujar Rain.

"Eh, bukan, aku suka kau bicara, jangan seperti pertama kali kita jumpa, aku seperti sedang berbicara dengan tembok," ujar Bianca lagi, Rain melirik wanita itu, dia lalu membuang mukanya yang dingin.

"Mau menankap mereka?" tanya Rain.

"Jangan, nanti mereka mati," kata Bianca yang kasihan.

"Tidak, kita lepaskan di dalam sana, jadi kau bisa tidur di bawah cahaya mereka," kata Rain.

Bianca membesarkan matanya, benar juga, dia lalu mengikuti Rain, perlahan mereka menangkap satu per satu kunang-kunang itu, melepasnya di dalam tempat peristirahatan mereka.

"Wah, cantik," kata Bianca yang melihat kunang-kunang iut hinggap di langit-langit tempat perlindungan mereka, berkedap kedip memberikan cahayanya bagaikan lampu kecil.

"Masuklah, aku akan menangkap beberapa lagi." kata Rain pada Bianca, Bianca menangguk senang, saat dia masuk kunang-kunang itu berterbangan di sekitarnya, beberapa ada yang menemukan jalannya keluar.

"Hei, jangan keluar, ah!" kesal Bianca karena bebrapa kunang-kunangnya pergi, tak lama Rain datang dan menambah kunang-kunang itu, Bianca tampak begitu senang.

"Sudah, tidur lah," kata Rain melihat Bianca yang sumringah, dia menangguk, menambil posisi di tempat tidur mereka yang cukup lembab.

"Rain, kau yakin besok kita akan sampai ke pantai," tanya Bianca yang tak mengalihkan pandannya pada Rain, dia hanya melihat kunang-kunang itu menari di atasnya.

"Akan aku usahakan, apa kau sudah sangat ingin pulang?" tanya Rain lagi, namun senyap tidak ada jawaban, Rain lalu melirik ke arah wanita yang berbaring di sebelahnya, matanya sudah menutup, Rain mengerutkan dahinya, cepat sekali tertidur pikirnya. Rain pun mulai menutup matanya.

Beberapa menit kemudian, Bianca kembali membuka matanya, melirik ke arah pria yang sudah mulai teratur napasnya, Bianca yang berwajah ceria itu, tampak menunjukkan wajah sedihnya, dia terus memandang Rain, dan tanpa terasa, air matanya mengalir begitu saja.

Dia lalu mengubah posisinya membelakangi Rain, saat Bianca sudah membelakangi Rain, Rain membuka matanya, walau tak bisa melihatnya, suara isakan dan suara napas yang berair itu membuat Rain tahu, wanita itu sedang menangis, apa yang dia tangiskan?

---***---

Bianca membuka matanya, merasakan dingin yang semakin menusuk pori-porinya, dia langsung terduduk, memakai baju jarahan dari penyerang mereka, dia sudah tidak perduli itu adalah baju orang mati atau tidak, yang penting dia tak kedinginan.

Bianca melihat ke arah sebelahnya, kali ini dia yang menemukan bahwa di sampingnya tidak ada orang sama sekali, dia lalu mencoba untuk mengeluarkan kepalanya untuk melihat dimana Rain berada, namun baru saja dia mengeluarkan kepalanya, Rain juga ingin masuk, membuat wajah mereka saling bertemu.

Sesaat mereka terpaku, Bianca hanya menatap mata hitam yang rasanya semisterius empunya, napas hangat dari Rain menerpa terasa di pipi Bianca, seketika membuat jantungnya memompa lebih cepat, napasnya pun tersekat, dan pipinya serasa begitu panas.

"Aku baru ingin membangunkanmu," ujar Rain yang datar saja.

"Oh, ya, aku sudah bangun," kata Bianca salah tingkah, dia bahkan mengatakan itu sambil tertunduk.

"Baiklah, bersiaplah, makan beberapa buah, tapi jangan habiskan untuk persediaan kita nanti siang, minum juga seadanya saja, kita harus sampai ke pantai sebelum sore," kata Rain.

"Baiklah," kata Bianca lagi.

Setelah makan dan sedikit mencuci muka juga membereskan semuanya, mereka segera berjalan menyusuri sungai, mereka berjalan dengan diam, sesekali Ran melihat Bianca yang ada di belakangnya, wajahnya malah semakin murung.

Menjelang sore hari mereka masih berjalan, mereka hanya sesekali beristirahat lalu kembali berjalan lagi, saat Bianca sedang melihat ke arah mana kakinya berpijak, tiba-tiba dia kaget ketika Rain merentangkan tangan kanannya, seolah menahan agar Bianca jangan bergerak.

"Ada apa?" tanya Bianca yang bingung.

"Dengarkan," kata Rain.

"Apa?"tanya Bianca yang tidak mendengar apapun atau memang pendengarannya tidak peka.

"Suara ombak," kata Rain lagi menaikan sudut bibirnya, Bianca mencoba mendengarkannya lagi, dan benar itu suara ombak, tak jauh lagi dari mereka.

"Ayo, kita harus ke sana secepatnya, kita akan segera keluar dari sini, mudah-mudahkan menemukan kapal agar bisa membawamu pulang," kata Rain semangat,dia bahkan tanpa sadar mengambil tangan Bianca lalu membawa wanita itu ke arah yang dia yakini arah menuju laut, entah kenapa merasa menyelamatkan Bianca adalah tujuannya sekarang.

Bianca malah tampak tak senang, seiring langkahnya dia tampak ragu dan sedikit 'ogah-ogahan'. Suara ombak makin membesar menandakan mereka sudah sangat dekat, Rain segera mempercepat langkah mereka.

Namun baru saja mereka ingin keluar dari hutan itu, tiba-tiba saja Bianca berhenti, membuat Rain pun ikut berhenti, Rain memandang Bianca dengan kerutan di wajahnya.

"Tidak, Rain kita jangan ke sana, kita di hutan saja ya, jangan ke pantai," kata Bianca yang langsung tampak panik, sepanik pertama kali Rain melihatnya.

"Ada apa? itu kesempatan satu-satunya kau akan diselamatkan," kata Rain lagi, merasa aneh kenapa Bianca malah tidak ingin ke pantai, padahal itulah tujuan mereka dari 2 hari yang lalu, bukannya dia juga ingin keluar dari hutan ini.

"Tidak, kita jangan ke sana, aku mohon, percayalah padaku," kata Bianca merengek, dia bahkan meggeleng-gelengkan kepalanya, Rain semakin merasa aneh bahkan sekarang berubah menjadi curiga.

"Ada apa? katakan padaku?" kata Rain.

"Aku tak bisa, tapi kita harus lari sekarang," kata Bianca yang sekarang malah menarik Rain, Rain hanya diam, namun baru saja Bianca membalikan tubuhnya dan hendak pergi masuk lagi ke dalam hutan, tiba-tiba entah dari mana, 4 orang dengan pakaian khusus untuk kamuflase dan juga senapan laras panjang membidik mereka. Rain segera sigap menarik Bianca ke belakangnya, lalu dengan cepat mengarahkan pistol yagn dia punya ke arah 4 orang itu.

Namun tiba-tiba Rain merasakan bagian leher belakangnya di pukul lalu dia segera lunglai, hal terakhir yang di lihatnya hanya Bianca yang sedang dibekap dan meronta.

-------

Hari ini nulis satu dulu ya kakak, maafkan, besok saya nulis 2 ya, selang seling gt, haha

Terpopuler

Comments

Mimilngemil

Mimilngemil

siapakah mereka?

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

Bisa aja othor...

2023-12-06

0

Mimilngemil

Mimilngemil

Sama-sama pinter acting 😅

2023-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2 2. Bianca
3 3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4 4. Penyelamatan yang tak terduga.
5 5. Penyelamatan -2
6 6. Penyelamatan-3
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20
21 21
22 22.
23 23
24 24
25 25
26 26.
27 27. Perasaan yang Nyeri
28 28. Pria yang sungguh menarik
29 29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30 30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31 31 - Tatapan penuh arti.
32 32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33 33 -
34 34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35 35 - Sentuhan yang membungkam.
36 36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37 37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38 38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39 39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40 40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41 41. Wanita yang begitu anggun.
42 42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43 43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44 44. Menangis dalam kegelapan.
45 45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46 46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47 47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48 48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49 49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50 50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51 51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52 52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53 53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54 54.
55 55.
56 56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57 57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58 58.
59 59. Apa yang ingin kau lakukan?
60 60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61 61. Melelehkan segalanya.
62 62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63 63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64 64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65 65. Aku juga tak main-main.
66 66.
67 67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68 68. Dia yang memilih untuk pergi.
69 69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70 70.
71 71. Kebahagian yang berpihak padanya
72 72. Selamat datang di perusahaan kami.
73 73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74 74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75 75.
76 76.
77 77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78 78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79 79.
80 80.
81 81.
82 82.
83 83.
84 84
85 85.
86 86.
87 87.
88 88. wanita dari masa lalu.
89 89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90 90.
91 91. Sampel DNA
92 92. Ayah, makan bersama?
93 93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94 94 -
95 95. Ma ...
96 96. Kau yang membuat dirinya.
97 97. Dan Ibunya adalah?
98 98. Dia harus sembuh.
99 99. Mereka akan menanganinya.
100 100. Rela melepaskan.
101 101. Pergi!
102 102.
103 103.
104 104. Antarkan aku pulang.
105 105. Kabar mengejutkan (1)
106 106. Kabar mengejutkan (2)
107 107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108 108. Dia tak sendiri.
109 109. Aku tak akan melakukannya.
110 110. Kapan kau datang?
111 111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112 112. Kita harus pergi sekarang.
113 113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114 114. Aku merindukan suaramu.
115 115.
116 116.
117 117.
118 118.
119 119.
120 120.
121 121.
122 122.
123 123.
124 124.
125 125.
126 126.
127 127.
128 128.
129 129.
130 130.
131 131.
132 132.
133 133
134 134.
135 135.
136 136.
137 137.
138 138.
139 139.
140 140.
141 141.
142 142.
143 143.
144 144.
145 145
146 146.
147 147.
148 148.
149 149.
150 150.
151 151.
152 152.
153 153.
154 154.
155 155.
156 156.
157 157.
158 158.
159 159.
160 160.
161 161.
162 162.
163 163
164 164.
165 165.
166 166.
167 167.
168 168.
169 169.
170 170
171 171.
172 172.
173 173.
174 174.
175 175.
176 176.
177 177.
178 178.
179 179.
180 180.
181 181.
182 182.
183 183.
184 184.
185 185.
186 186.
187 187.
188 188.
189 189
190 190
191 191
192 192
193 193
194 194.
195 195.
196 196
197 195
198 198
199 199
200 200
201 201
202 202
203 203
204 204
205 205
206 206.
207 207. Another Day with Another Rain.
208 208.
209 209
210 210.
211 211.
212 212.
213 213. Ending
214 214. Salam Perpisahan.
215 pengumuman Cerita Baru.
Episodes

Updated 215 Episodes

1
1 - Kehidupan Setelah Kau Pergi.
2
2. Bianca
3
3. Apa kau melihat Bianca di sana?
4
4. Penyelamatan yang tak terduga.
5
5. Penyelamatan -2
6
6. Penyelamatan-3
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
16
16.
17
17.
18
18.
19
19.
20
20
21
21
22
22.
23
23
24
24
25
25
26
26.
27
27. Perasaan yang Nyeri
28
28. Pria yang sungguh menarik
29
29 - Pandangan yang bersatu walau jarak begitu jauh
30
30 - Bahkan bersamanya dia tetap tersiksa.
31
31 - Tatapan penuh arti.
32
32 - Aku ingin tahu kenapa dia mencari masalah denganku?
33
33 -
34
34 - Mungkin kesamaan hidup yang membuat dia merasakan begitu
35
35 - Sentuhan yang membungkam.
36
36. Anda belum bisa membiarkan Nona keluar dari pulau.
37
37. Wanita yang tak pantas mencintai siapa pun di dunia ini.
38
38. Perlakuan hangat dari seseorang yang dingin.
39
39. Mungkin karena aku menyukaimu.
40
40 - Kau suka Helikopter atau Kapal?
41
41. Wanita yang begitu anggun.
42
42. Ada kapal yang mengikuti kita.
43
43. Bahkan dia tak rela menyerahkan dirinya pada Rain.
44
44. Menangis dalam kegelapan.
45
45. Aku tak akan membuatmu bisa tidur dengan nyenyak.
46
46. Ma, kita akan pergi bersama dan bahagia dia sana.
47
47. Aku doakan hidupmu berjalan dengan baik ke depannya.
48
48. Aku ingin denganmu, tapi tak begini caranya.
49
49. Kau punya ibuku, aku punya informasinya.
50
50. Perjalanan panjang untuk berpisah dengan hati.
51
51. Tak perlu repot-repot, kita akan mati bersama.
52
52. Saranku! kuatkan dirimu, kau tak tahu apa yang terjadi ke depannya.
53
53. Ibu Anda sudah lama meninggal.
54
54.
55
55.
56
56. Kau harus bisa membuat semua orang ada dipihak mu.
57
57. Beri dia hukuman yang sama yang dia lakukan pada Bianca.
58
58.
59
59. Apa yang ingin kau lakukan?
60
60. Kesenangan dan semangat yang telah lama hilang.
61
61. Melelehkan segalanya.
62
62. Dia hanya memanfaatkannya saja.
63
63. Kapan kau izinkan kau pulang?
64
64. Kemana wanita itu? dia sudah kehilangannya.
65
65. Aku juga tak main-main.
66
66.
67
67. Jika ingin bersama, jangan menyiksa diri untuk berpisah.
68
68. Dia yang memilih untuk pergi.
69
69. Bagaimana jika aku lupa bahwa aku sedang pura-pura mencintaimu?
70
70.
71
71. Kebahagian yang berpihak padanya
72
72. Selamat datang di perusahaan kami.
73
73. Sekarang kau sudah jadi milikku, jangan coba-coba pergi dariku.
74
74. Menikah dulu saja, setelahnya kita hadapi berdua.
75
75.
76
76.
77
77. Biar dia tahu sendiri, aku siapa?
78
78. Akan aku serahkan semuanya pada istriku.
79
79.
80
80.
81
81.
82
82.
83
83.
84
84
85
85.
86
86.
87
87.
88
88. wanita dari masa lalu.
89
89. Bagaimana Bisa Kau melakukan hal ini.
90
90.
91
91. Sampel DNA
92
92. Ayah, makan bersama?
93
93. Aku tak ingin berbohong padamu Bianca.
94
94 -
95
95. Ma ...
96
96. Kau yang membuat dirinya.
97
97. Dan Ibunya adalah?
98
98. Dia harus sembuh.
99
99. Mereka akan menanganinya.
100
100. Rela melepaskan.
101
101. Pergi!
102
102.
103
103.
104
104. Antarkan aku pulang.
105
105. Kabar mengejutkan (1)
106
106. Kabar mengejutkan (2)
107
107. Rasa sakit yang terpatri nyata.
108
108. Dia tak sendiri.
109
109. Aku tak akan melakukannya.
110
110. Kapan kau datang?
111
111. Akhirnya bagaimana? dia tak tahu.
112
112. Kita harus pergi sekarang.
113
113. Wanita yang seumur hidup tak ingin dia lihat.
114
114. Aku merindukan suaramu.
115
115.
116
116.
117
117.
118
118.
119
119.
120
120.
121
121.
122
122.
123
123.
124
124.
125
125.
126
126.
127
127.
128
128.
129
129.
130
130.
131
131.
132
132.
133
133
134
134.
135
135.
136
136.
137
137.
138
138.
139
139.
140
140.
141
141.
142
142.
143
143.
144
144.
145
145
146
146.
147
147.
148
148.
149
149.
150
150.
151
151.
152
152.
153
153.
154
154.
155
155.
156
156.
157
157.
158
158.
159
159.
160
160.
161
161.
162
162.
163
163
164
164.
165
165.
166
166.
167
167.
168
168.
169
169.
170
170
171
171.
172
172.
173
173.
174
174.
175
175.
176
176.
177
177.
178
178.
179
179.
180
180.
181
181.
182
182.
183
183.
184
184.
185
185.
186
186.
187
187.
188
188.
189
189
190
190
191
191
192
192
193
193
194
194.
195
195.
196
196
197
195
198
198
199
199
200
200
201
201
202
202
203
203
204
204
205
205
206
206.
207
207. Another Day with Another Rain.
208
208.
209
209
210
210.
211
211.
212
212.
213
213. Ending
214
214. Salam Perpisahan.
215
pengumuman Cerita Baru.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!