"Hey, bangun," sayup-sayup terdengar suara yang mengusik Rain, pandangannya masih kabur, namun samar melihat begitu banyak orang di sekitarnya, sebagian berbaju polisi.
"Hey, bangun!" suara itu kembali, suara teriakan seorang pria yang cukup membuat Rain akhirnya sadar seratus persen, dia bisa melihat dirinya ada di dermaga yang menghubungkan tempat itu dengan jalan ke ibukota.
Rain mengerutkan dahinya, dia ingin menggerakkan tangannya tapi tangannya telah terborgol kembali ke arah belakang, dia menatap ke arah sekitarnya penuh dengan polisi, beberapa orang medis dan juga orang-orang yang Rain tidak tahu siapa mereka semuanya.
"Dia sudah sadar," Teriak polisi yang menahan Rain dengan tangannya, beberapa orang mendengar hal itu segera mendatangi Rain.
Rain memandang semua wajah-wajah polisi yang ada di depannya itu, salah satu dari mereka dia kenali.
"Ada apa ini?" tanya Rain.
Tapi pria yang dia kenal itu bergeming dan seolah tak mendengarnya, dia lalu melirik sekilas ke arah Rain, membuat Rain tahu apa yang dia maksud.
"Biar aku saja yang membawanya ke mobil tahanan," kata polisi yang Rain kenali itu pada teman-temannya.
"Baiklah," kata polisi yang tadi berteriak, dia menyerahkan Rain pada pria itu, polisi yang Rain kenal segera mendorong Rain, Rain mau tak mau mengikutinya, namun baru saja beberapa langkah, dia langsung teringat dengan wanita yang tadi bersamanya.
"Jangan bertanya dulu, posisimu sekarang sulit," kata polisi itu berbisik di belakang Rain.
"Apa maksudmu?" tanya Rain, Polisi itu diam karena dia harus berpapasan dengan polisi lain.
"Kau di tuduh melakukan penculikan terhadap seorang wanita," kata Polisi itu.
Rain mendengar itu langsung berhenti dan terdiam, dia lalu melirik tajam ke arah polisi yang berwajah cukup prihatin karena Rain mengalami hal itu, dia lalu mengangguk seperti menjawab bahwa semua itu benar.
"Nona Bianca, bagaimana Anda bisa diculik? bagaimana penjahat itu memperlakukan Anda?" tanya orang-orang yang berkerumun dekat dengan posisi Rain berada, Rain yang mendengarkan hal itu langsung melihat ke arah kerumunan itu.
Di tengahnya dia melihat Bianca dengan mata sembab, wajah murungnya dia hanya diam saja, seorang pria di sampingnya tampak merangkulnya.
"Tunanganku sepertinya sedang syok, maaf jika dia tidak bisa berkata apapun, tapi percayalah itu semua benar, dia diculik dan disandra karena narapidana yang menyekapnya tidak ingin kembali ke penjara setelah melarikan diri, 2 hari dia harus hidup di hutan, jadi pasti dia sangat ketakutan," suara pria itu membuat Rain memicingkan matanya, tangannya yang diborgol di belakang mengepal kuat.
Dari cela diantara kerumunan itu Rain akhirnya bisa melihat pria itu, dia sedikit mengerutkan wajahnya, namun langsung berubah menjadi emosi yang nyata.
Drake melihat ke arah Rain dengan senyuman sedikit sinis yang membuat Rain bahkan ingin membunuhnya sekarang, Drake lalu membisikkan sesuatu pada Bianca dan Bianca segera menaikkan wajahnya, matanya menangkap tatapan tajam Rain itu, namun Bianca langsung kembali tertunduk.
"Sayang, benarkah pria itu yang menculikmu dan menyandra mu selama ini?" tanya Drake pada Bianca, dia menunjuk ke arah Rain, dan semua wartawan yang ada di sana langsung menyorot ke arah Rain, polisi yang membawa Rain langsung mengambil alih, dia segera menutupi Rain.
Bianca hanya mengangguk dengan lemah, Rain yang melihat anggukkan itu hanya menajamkan sorot matanya, dia juga mengeratkan genggamannya. Melihat wajah Rain yang sangat sinis namun tak bisa apa-apa itu, Drake menaikkan sudut bibirnya, senyum sinisnya terlihat jelas.
Semua orang mencoba untuk memfoto Rain, namun polisi itu segera membawanya dan memasukkannya ke dalam mobil tahanan, dia segera memukul bagian depan mobil tahanan itu, mereka pergi dengan segera.
"Apa penyerangan itu ada?" tanya Rain yang melihat polisi itu tampak pusing di depannya.
"Ada, namun semua tahanan ada di dalam selain dirimu dan dalam CCTV kau tampak menahan wanita itu bahkan mendorong dia dari lantai 3, semua itu jadi heboh dimana Drake mengatakan bahwa kau menahan tunangannya," ujar polisi itu.
"Aku tidak melakukannya," kata Rain.
"Ya, aku tahu, aku tahu bagaimana kau sangat tidak ingin keluar dari penjara itu, untuk apa kau melarikan diri hingga menyandra wanita di minggu terakhir masa tahananmu, aku mungkin mengerti, tapi kebanyakan teman-temanku yang ada di penjara dulu sudah tidak ada, mereka tewas dalam penyerangan," kata Yoan, polisi yang sekarang ada di epan Rain.
"Ini pasti ulah Drake, dia tak ingin aku kembali ke perusahaan, dia takut aku akan menguasai negara ini lagi," kata Rain.
"Entahlah, namun semua orang percaya tentang hal itu," kata Yoan.
"Bukti CCTV di penjara bagaimana?"
"Tak ada, hanya ada sebagian yang mereka punya, yang lain sengaja mereka rusak," kata Yoan.
"Kemana aku akan dibawa?" tanya Rain dengan wajah dan nada bicara yang dingin, Yoan saja sampai takut melihat tatapan tajam itu.
"Kami akan memindahkanmu ke penjara yang ada di pusat, untuk sementara semua tahanan disebar ke beberapa penjara di negara ini, kami usahakan kau mendapatkan penjara di bagian pusat agar lebih gampang bagi kami menjagamu di sana," kata Yoan.
"Hubungi Luke, aku ingin bertemu dengannya besok," kata Rain.
"Akan aku usahakan kau bisa mendapatkan kunjungan besok, bagaimana kau bisa bertemu dengan wanita itu?" tanya Yoan.
"Saat aku turun, dia berlari ke arahku, ada beberapa orang yang mengejarnya, lalu aku dan Davis menyelamatkannya, aku baru saja ingin sampai di pantai saat aku dibuat tak sadar," kata Rain lagi.
"Rain, tapi aku rasa wanita itu juga bersekongkol dengannya, sebelum kau sadar, dia memberikan keterangan bahwa dia memang dijadikan sandra olehmu, dia bahkan mengatakan bahwa mendapatkan kekerasan moral dan seksual darimu, " kata Yoan yang memandang Rain dengan serius.
Rain hanya diam, dia hanya ingat bagaimana wajah Bianca tadi, wanita itu bahkan tidak ingin melihat ke arah Rain, Rain lalu ingat bagaimana Bianca begitu tak ingin mereka sampai ke pantai, apakah benar kata Yoan bahwa Bianca juga terlibat dalam persekongkolan ini, apakah dia tahu kalau di pantai itu sudah menunggu orang-orang Drake untuk menjebak Rain, Rain hanya bisa diam memikirkannya.
"Minta Luke untuk mencari tahu siapa Bianca itu, aku ingin tahu semuanya dan serahkan padaku besok, dan katakan pada Luke untuk membawa Ken untuk menemuiku," kata Rain bagaikan sebuah perintah bagi Yoan.
"Baik, aku akan melakukan apa yang Anda perintahkan," kata Yoan segera.
Rain hanya diam saja selama perjalanan itu, cukup lama hingga mereka sampai ke sebuah penjara yang jauh lebih baik dari pada penjaranya dulu.
Maaf sekali lagi ya kak, Aku lagi kena serangan PMS, jadi kepala cenat cenut, huah... ntar malam coba aku tulis lagi ya, aku kasih visual Drake ya
Drake
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 215 Episodes
Comments
moey
ga gitu suka ama visualnya..kurang sangar..tp suka banget sm ceritanya😍😍😍
2021-12-20
0
Ika Nasution
menurutku,aktor korea kurang cocok jd visual cerita ini,kesan seramnya ga dpat😅maaf ya thor,aku bayangkn sesuai imajinasi sendiri,tp utk jalan cerita dan penulisan muaaatapp👍👍
2021-09-17
1
Ayu Mubarok
oi.. earth pirapat..
2021-06-23
0