...Aku tak pernah bisa berjanji....
...Aku takut tak sanggup menepati....
...Namun percayalah, aku akan melakukannya semuanya untukmu dengan hati....
...Karna aku sadar betul, kau begitu berarti....
_______________________________________
"Tuan, minggu depan Anda akan segera dibebaskan," kata Luke yang tampak begitu sumringah, hari ini adalah hari terakhir dia akan mengunjugi Rain, Rain hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya, akhirnya dia menyelesaikan masa hukumannya.
"Saya akan menyiapkan segala keperluan untuk kepulangan Anda, kemana Anda pertama kali akan datang?" tanya Luke lagi, Rain menyandarkan tubuhnya ke kursi yang sekarang dia gunakan.
"Aku ingin langsung ke perusahaan, siapkan rapat internal seluruh pemegang saham dan setelah itu aku ingin bertemu dengan kolega kita baik dalam urusan pemerintahan maupun urusan bisnis," kata Rain langsung, Luke yang mendengar itu menarik napasnya dalam.
"Ini semua ingin Anda lakukan begitu Anda keluar dari penjara, atau setelahnya?" tanya Luke.
"Begitu aku keluar penjara, aku ingin kau mengatur semuanya," kata Rain memandang begitu serius, tajam dan membuat Luke tak bisa membantahnya.
"Baiklah Tuan, aku akan melakukannya untuk Anda," kata Luke lagi mencatat semua hal, akan menjadi hal yang cukup berat baginya, namun mau tak mau dia harus menyanggupinya.
"Ada informasi apa yang bisa kau sampaikan padaku?" tanya Rain lagi.
"Oh, ada sebuah kabar yang berkembang bahwa akan ada yang akan menghalangi langkah Anda untuk kembali ke perusahaan, tapi aku akan mengurus semuanya agar hal itu tidak akan terjadi," kata Luke.
"Bagaimana dengan Drake?" tanya Rain lagi.
"Masih melakukan hal-hal biasanya, Anda tak perlu takut, dia sepertinya mengerti dimana tempatnya harus berada," ujar Luke.
"Dia orang yang sangat terorganisir dan licik, jika dia diam, kau harus lebih berhati-hati, artinya dia sedang merencanakan sesuatu, bagaimana dengan Ken? apa dia sudah dibebaskan?" kata Rain lagi.
"Sudah, aku mengurusnya, mengikuti apa keinginan Tuan, sekarang Ken segera kembali bergabung dan menjadi asisten Tuan," kata Luke lagi menjelaskan.
"Aku butuh kalian berdua, aku ingin kalian semua bersiap ketika aku datang," kata Rain lagi seolah sedang ada di dalam rapat.
"Baik Tuan," kata Luke dengan begitu tegas.
Rain menggantungkan kembali gagang telepon itu, tanpa menunggu lama dia segera berdiri, matanya mengedar ke seluruh bilik yang ada di ruang pembesukan itu, entah apa yang dia cari, namun tidak ada yang terlihat sama sekali.
Rain segera menyerahkan dirinya, tangannya sekali lagi di borgol dan segera dia diantar ke kantin karena saat ini adalah waktu mereka harus ada di luar sel mereka, Rain masuk ke dalam kantin yang tak pernah berubah suasananya, hiruk dan pikuk, namun baru saja dia melangkah ingin mengambil air untuk minum, pria tua itu langsung mendatanginya.
"Tuan Rain, apakah kau melihat Bianca di sana?" tanya pria tua itu berharap.
Rain mengambil air minumnya, segera minum seperti tak mendengar apapun, namun dia tak bisa mengalihkan wajahnya dari wajah berharap pria tua itu, apa yang dia harapkan, apakah dia benar-benar berharap Rain akan menjawabnya, semenjak dia menolong pria tua itu, semua orang tidak ada yang juga mengganggunya, namun pria tua ini malah merasa ingin selalu berbicara dengan Rain.
Rain menggelengkan kepalanya pelan, lalu tanpa mengatakan apapun dia segera pergi dari sana, pria tua itu tidak merasa terganggu akan sikap Rain yang tak menganggapnya sama sekali, dia malah mengikuti Rain yang mengambil tempat duduk di tempat dia makan.
"Ini adalah ulang tahunku, dia berjanji akan datang, tapi kenapa hingga sekarang dia tidak datang ya?" tanya pria itu segera meletakkan foto Bianca lagi, sudah mulai terlihat garis lipatannya yang membuat usang foto itu karena terlalu sering di lipat dan di buka lagi.
Rain hanya diam, memandang cukup tak peduli dengan pria tua itu namun masih punya sedikit simpati untuk tidak mengusirnya dari hadapannya, pria tua ini sedikit mengingatkannya pada penjaganya sewaktu dia kecil.
"Rain, aku rasa kau pria yang baik, jika nantinya aku mati di sini, karena aku yakin hukumanku pasti lebih lama dari batas umurku, maukah kau menjaga Bianca, dia tak punya siapapun yang menjaganya, bolehkah?" tanya pria tua itu pada Rain.
Rain menatap pria itu lagi, dia memandangnya datar, apa yang dilihat pria ini dari dirinya yang bisa dia simpulkan dia adalah orang baik, bahkan mereka bertemu di tempat para penjahat di hukum, Rain sedikit bingung namun tak menunjukkan ekspresi apapun, seperti yang biasa dia lakukan, tak ingin menunjukkan ekspresi agar semua orang tak bisa menebak apa yang dia rasakan sekarang.
"Maukah kau? tolong berjanjilah agar aku bisa mati dengan tenang di sini," kata Pria tua itu lagi berharap, kali ini dia berhasil membuat Rain mengerutkan dahinya, dia lalu berdiri membuat pria tua itu sedikit terkejut, Rain lalu memandang pria itu dengan sangat serius, setelah itu dia membalikkan tubuhnya, pria tua itu tetap saja seperti berharap pada Rain.
"Aku bukan orang yang suka berjanji, tapi jika diperlukan, aku akan melakukannnya," kata Rain dengan nada dinginnya, namun berhasil membuat pria tua itu tersenyum senang, dia menatap foto cucunya itu, merasa mendapatkan sedikit pengharapan untuk cucunya satu-satunya itu.
Rain berjalan ke arah pintu yang mengantarkannya ke dalam selnya, namun pintu itu masih tertutup dan di jaga oleh dua orang penjaga yang segera mengerutkan dahinya melihat Rain mendekati mereka.
"Aku ingin kembali ke sel ku," kata Rain datar saja.
"Tidak bisa, ini waktu bebas, kau tidak boleh masuk ke dalam selmu" ujar penjaga itu.
"Hanya tinggal 15 menit," Rain berusaha bernegosiasi, dia ingin kembali merasa sendiri, dari dulu sebenarnya hal ini yang paling menyiksanya di penjara, harus bersama dengan orang-orang ramai yang tak dikenalnya.
"Ya, karena itu nikmatilah, tinggal 15 menit, lagi pula kau akan bebas seminggu lagi, nikmatilah masa-masa akhirmu di sini Rain," kata penjaga itu yang memang mengenal Rain.
"Aku tidak enak badan," kata Rain lagi berusaha bersikeras.
"Ayolah Rain, itu selalu jadi alasanmu, kami sedang melakukan pengecekan berkala pada bilik penjara milik kalian agar bersih dari narkoba, ini, hari ini aku izinkan kau menyendiri di menara lagi, gunakan kartuku," kata penjaga itu, sudah biasa dan tahu bahwa Rain tak mungkin melarikan diri, selama ini pria ini sudah menolak segala usaha untuk keluar dari penjara ini, untuk apa dia melarikan diri pada minggu terakhir dia ada di sini. Rain mengambil kartu itu, dia lalu melihatnya sesaat, "Kau tidak akan melarikan diri bukan?" tanya penjaga itu.
Rain hanya mengerutkan dahinya, sambil melirik ke arah penjaga itu, dia seolah mengatakan untuk apa dia kabur dari penjara itu.
"Dia tak mungkin kabur, dia bahkan begitu cinta di penjara kita," canda penjaga yang lain.
"Ya, mana tahu dia berusaha kabur untuk kembali di tangkap dan masuk lagi ke sini," kata penjaga yang menyerahkan kartu itu.
"Benarkah? bisa?" kata Rain akhirnya mengeluarkan suara, membuat para penjaga itu menghilangkan tawanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 215 Episodes
Comments
🦋grace 🌿🍃rinny 🐝🥀
sampai disini, karakter dan kepribadian rain nggak bisa ketebak. pendiam dan dingin tanpa emosi ...uh gimana dekat dg org seperti dengannya ya..
2022-05-14
0
Erlin Pramudyas
Rain sifatnya dingin² sedep gitu 😂
2022-02-22
0
Strange Women
tim 2022 baru buka... telat banget baca baru nemu cerita baguss 😍
2022-02-11
0