Malam ini, acara pesta pernikahan dua selebritis papan atas Jepang akan berlangsung di kapal pesiar. Ren datang ke acara itu bersama klien kesayangannya, Suzu Ikeda. Memakai setelan tuxedo gelap lengkap dengan dasi kupu-kupu, membuat orang-orang yang hadir terpesona pada pria yang berprofesi sebagai host itu. Beberapa gadis dari golongan atas bahkan tak segan mengajaknya untuk berdansa. Sayangnya, ia tak bisa meladeni gadis-gadis tersebut karena terikat oleh Suzu.
Di tempat yang sama, Maki dan Emi baru saja tiba. Sebagai seorang selebritis baru yang hanya memerankan tokoh pendukung, kehadiran Maki tidak terlalu mendapat sambutan para wartawan. Bahkan beberapa selebritis terlihat tak acuh padanya. Hal itulah yang membuatnya selalu berambisi untuk mendapatkan peran utama dalam film atau drama.
Penampilan Emi saat ini, luar biasa cantik dan seksi. Namun, dia merasa kurang nyaman dengan pakaiannya yang terlalu mengekspos paha dan buah dadanya. Ya, itu karena Maki yang memaksanya berdandan dewasa dan berani seperti itu. Wanita itu hendak memperkenalkan Emi pada sutradara film, sebagai hadiah karena telah memberinya peran utama di film tersebut.
Emi terus diam dan menunduk. Dia bahkan tak berani untuk mengangkat wajahnya. Sejenak, dia teringat ucapan Ren yang mengatakan akan menolongnya malam ini. Apakah Ren benar-benar datang ke tempat ini? Apakah Ren benar-benar akan menolongnya?
Emi merasa pikirannya berkecamuk menjadi seperti benang kusut. Matanya berkeliling mengamati setiap orang yang datang. Tubuhnya gemetar dan ketakutan. Bagaimana dia bisa memastikan bahwa Ren benar-benar datang?
"Ayo, cepat ikut aku!" pinta Maki ketika merasa Emi berat melangkah. "Jangan lupa untuk tersenyum pada Tuan Sakaguchi saat dia menyapamu!"
Maki dan Emi berjalan masuk ke kabin utama tempat diselenggarakan acara. Ketika hendak menuju ke sana, Maki bertemu dengan Tatsuya, yaitu seorang CEO muda perusahaan makanan ringan di Jepang. Dia lalu mendekat dan meminta pria itu untuk berbicara empat mata dengannya.
Maki dan Tatsuya berjalan menuju sebuah kamar. Sementara, Emi menunggu mereka di tempat sebelumnya karena Maki memberi perintah agar gadis itu tak ke mana-mana atau mencoba kabur. Seperti orang bodoh, dia hanya bisa berdiri diam di pojokan sambil menunggu nasib naasnya terulang lagi dan lagi.
Di sebuah ruangan, Maki tengah berbicara pada CEO muda yang akhir-akhir ini menjalin hubungan diam-diam dengannya. Wanita itu mengungkapkan bahwa dia tengah mengandung benih CEO itu dan meminta pertanggung jawabannya. Tentu saja pria itu menolak untuk bertanggung jawab.
"Bukankah kita selalu memakai pengaman jika melakukannya?" elak Tatsuya yang tak percaya bahwa janin di perut Maki adalah benihnya.
"Tapi, aku hanya berhubungan denganmu selama enam bulan terakhir!" bela Maki.
"Itu urusanmu. Dari awal menjalani hubungan, bukankah sudah kukatakan kalau hubungan kita hanya sebatas kesenangan saja? Sekarang, kau hamil itu karena kebodohanmu, bukan karena salahku!"
Sebuah tamparan dari lima jari Maki mendarat di pipi Tatsuya. Maki tampak tak bisa menahan amarahnya. Dia sadar, pria itu pasti tak ingin menikahinya. Namun, ucapan yang keluar dari mulut pria itu sungguh di luar ekspektasinya.
"Apa kau bilang? Aku bodoh? Mana kutahu kalau aku hamil! Sekarang, jika kau tidak ingin bertanggung jawab, paling tidak berikan aku sejumlah uang!" desak Maki sambil menarik kerah jas pria itu.
Tatsuya berusaha melepaskan tangan Maki dari setelan jasnya. Pria itu mengukir senyum jahat. "Aku tidak akan bertanggung jawab dalam bentuk apapun! Kau hamil, itu urusanmu! Jangan libatkan apapun padaku!"
"Dasar pria bedebahh!" pekik Maki geram.
Tanpa pedulikan amarah Maki, Tatsuya malah hendak meninggalkannya. Tidak tinggal diam, Maki langsung menarik jas bermaksud memaksanya tetap di sana. Namun, Tatsuya justru mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh tersungkur.
Selepas itu, Tatsuya langsung keluar dari ruangan tanpa memedulikan Maki yang meringis kesakitan.
Jeritan kapal terdengar, menandakan bahwa kapal pesiar itu akan segera meninggalkan pantai. Seluruh tamu telah masuk ke aula perjamuan karena sebentar lagi pengantin akan datang. Pintu masuk terbuka seiring padamnya lampu di aula, tetapi beberapa lampu sorot beralih ke pintu masuk pengantin. Tak lama kemudian, sepasang pengantin berjalan perlahan diiringi musik romantis.
Semua tamu terfokus pada pasangan selebritis paling fenomenal tahun ini. Wartawan pun sibuk menyorot pengantin ke dalam lensa mereka. Acara dimulai dengan beberapa rangkaian seperti pesta pada umumnya.
Tiba saatnya memasuki acara hiburan bagi para tamu. Sebagai pembuka, ratusan kembang api dilepas ke udara. Lampu dipadamkan seiring dengan bunga api itu memancarkan pesonanya di atas sana. Semua tamu bersuka cita menerima sajian spesial acara tersebut.
Tiba-tiba, salah seorang petugas datang tergesa-gesa sambil berteriak.
"Ada orang jatuh ke laut! Ada orang tenggelam!"
Detik itu juga, segala perhatian teralihkan. Seluruh petugas keamanan dan kru kapal bergerak cepat ke arah tempat saksi mata melihat seorang korban jatuh. Para wartawan mengikuti arah petugas yang berlarian ke tempat kejadian. Sementara, semua orang saling bertatapan sambil bertanya-tanya. Acara pun terpaksa harus dihentikan.
Satu jam kemudian, acara benar-benar tidak berlanjut. Semua orang berkumpul di aula untuk memastikan siapa tamu yang tidak ada di tempat itu. Kapal kembali ke tepi pantai setelah sebelumnya berbalik ke lokasi di mana korban diyakini jatuh. Polisi dan tim SAR pun berdatangan.
"Aku mendengar suara teriakan dan langsung berlari. Saat menuju koridor, dari jendela aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ada seorang wanita bergaun Hitam jatuh dari kapal ini," ucap salah seorang koki kapal ini saat dimintai keterangan oleh polisi.
Keadaan aula ricuh dan panik. Polisi masih bertanya-tanya pada sejumlah orang dan mengamankan CCTV kapal tersebut. Diduga korban terjun bebas dari lantai lima. Para kru kapal pesiar tengah disibukkan mendata penumpang yang ada untuk mencari tahu identitas penumpang yang hilang. Sementara, para tim SAR telah turun ke laut untuk menyelam dalam upaya menyelamatkan korban. Sebagian lagi memakai sekoci untuk melakukan pencarian. Orang-orang saling mencari kerabatnya untuk memastikan korban yang jatuh bukan bagian dari kerabat dekat mereka.
Ren berdiri di terali kapal sambil memegang gelas krystal berisi anggur hitam. Matanya memandang hamparan pantai yang begitu luas dari atas gelas krystalnya. Ia menarik sudut-sudut bibirnya, menciptakan senyum yang begitu elegan. Sorot matanya menampilkan kilauan yang begitu memikat. Wajahnya sangat tenang, setenang air laut malam ini. Namun, semakin dia tenang, maka semakin berbahaya.
Ren menoleh ke belakang, dan melihat Emi berdiri tersandar di tiang. Pria itu melempar sebuah senyuman tipis, kemudian berjalan mendekat dan memosisikan bibirnya tepat di telinga gadis itu.
"Aku menepati janjiku, 'kan?"
Emi mengangguk lemah. Tangan mungilnya terlihat gemetar, tetapi ada seutas senyum samar di bibir gadis malang itu.
Ren kembali ke aula tempat acara berlangsung. Di tengah kepanikan yang melanda orang-orang, dia justru berjalan santai dengan mengantongi kedua tangannya. Pria berkulit seputih salju itu bahkan berhenti tepat pada kue pernikahan yang berukuran raksasa. Ujung jari telunjuknya mencolek sedikit krim kue, lalu menjilatinya dengan gaya yang begitu seksi.
"Manis!" ucap Ren seraya mengangkat ujung alisnya. Sebelah matanya memicing, sementara sudut bibirnya naik ke atas.
Esok pagi, upaya pencarian korban berlangsung hingga saat ini. Seorang reporter televisi swasta berdiri di pinggiran pantai tepat di mana kapal pesiar itu bersandar. Di belakangnya ada sejumlah polisi dan wartawan. Dari jauh, beberapa tim SAR tiba sambil membawa mayat yang telah dibungkus. Mayat itu langsung dimasukkan ke dalam ambulans.
Reporter itu meliput berita secara live.
"Pemirsa, pagi ini tim SAR telah berhasil menemukan mayat wanita yang jatuh dari kapal pesiar di acara pernikahan pasangan selebritis Yuko Fukuyama dan Kyoko Ishihara yang dilaksanakan semalam. Dari laporan kru kapal pesiar semalam, diduga korban yang jatuh adalah seorang artis pendatang baru, Maki Okada."
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Hearty 💕
Ren apa yang kamu lakukan.... pesta orang jadi berantakan deh
2024-08-09
0
Ꮯhᥲᥣ᥎เᥒ
Gimna perasaanmu emi
2024-02-11
0
sakura🇵🇸
dan tersangkanya pasti orang yg menghamili,karena udah direkam sama si maki...clean dan cantik lah permainan Ren
2023-02-04
0