PART 20

...-----------------***------------------HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan like dan vote sebanyak-banyaknya ya!! Terima kasih.❤...

-----------------***------------------

Saat semuanya terdiam dalam pikiran masing-masing, terdengar salam dari ambang pintu. Serempak Hani, Ibu dan Indra menoleh.

"Ada Mas Indra, sudah lama mas?"  sapa Anton yang baru pulang dinas. 

"Iya Ton, dari tadi habis berembuk dengan Hani dan Ibu" ucap Indra.

Anton pun langsung ikut duduk bersama mereka. 

"Kak, aku baru dapat info dari anak buahku. Laura dulunya pernah berhubungan dengan sindikat narkoba. Cuma waktu itu bukti yang didapat tidak lengkap, jadi Laura dilepaskan." cerita Anton. 

"Kami tadi juga menebak-nebak kalau Laura ada hubungang dengan dunia hitam. Karena tidak mungkin Laura bisa melakukan kejahatan dengan sangat bersih." ucap Indra.

"Benar Ton, kamu tetap tolong lanjutkan penyelidikanmu ya. Gali semua info tentang Laura."

"Karena aku juga lagi mencari semua berkas tentang masa lalu Laura."

"Baik Kak, aku permisi mandi dulu ya."

"Kalau begitu aku pamit sekalian." ucap Indra 

"Loh, nggak makan malam disini sekalian, Nak?"

"Makasih Bu, lain waktu saja." jawab Indra sambil berpamitan pulang.

###

Ibunda Hani dan Hani sedang duduk di meja makan. Anton menghampiri meja makan untuk bergabung bersama ibu dan kakaknya. 

"Kakak mikir apa sih, kok sepertinya serius sekali?" tanya Anton sambil duduk. 

"Astaga.. Kamu ngagetin Kakak saja Ton. Aku lagi mikir langkah apa yang harus aku persiapan untuk masa depan Nia" jawab Hani.

"Sudah kita makan dulu aja" sela Ibunda Hani, sambil menyediakan nasi ke piring piring. 

Setelah selesai makan, Ibunda Hani membereskan meja dan piring kotor, sedangkan Hani berjalan ke teras depan rumah diikuti oleh Anton. 

"Santai aja kak mikirinnya." saran Anton sambil duduk di teras.

"Kakak santai Ton, tapi kalau ingat kebaikan Fira terhadap keluarga kita, kakak nggak rela terjadi apa-apa dengan Nia. Nia masih kecil, Ton." jawab Hani menerawang.

"Anton pasti bantu,kak. Ngomong-ngomong, besok Anton libur. Rencananya may mengunjungi Nia sambil mengamati Desa Anyelir, apa desa tersebut cukup aman untuk Nia dan Mbok Nah tinggal disana atau tidak."

"Lakukan saja, Ton. Besok kamu berangkat jam berapa?"

"Jam 7 an saja kak, Anton rencana menginap disana nanti".

"Ibu ikut dong, Ton!" tiba-tiba ibunda Hani sudah ikut duduk bergabung dengan anak-anaknya. 

"Bu, kalau Ibu ikut, mampir kepasar sekalian, ya? Soalnya di desa sana susah cari daging, Bu."

"Repot amat kak, bawa daging mentah segala," ucap Anton sambil tertawa. 

"Ibu pesan masakan di Bu Margono saja ya?"

"Gitu juga boleh, Bu"

"Ton,antar kakak ke supermarket yuk!"

"Mau ngapain kak? Nggak perlu kalau kakak mau belanja untuk dibawa ke desa, soalnya Anton rencananya mau ajak Nia dan Mbok Nah jalan-jalan nanti. Biar mereka belanja sendiri."

"Og yasudah kalau begitu. Hehehe emang kamu adik yang baik, Ton" peluk Hani bahagia. 

"Ih kakak apaan sih. Malu tahu, kayak anak kecil saja!" ucap Anton sambil mendorong tubuh Hani perlahan. 

Hani pun tertawa melihat tingkah Anton.

"Hahaha, sekarang kamu sudah besar ya, Ton. Padahal dulu kamu senang kalau digendong kakak." ucap Hani sambil mengedipkan matanya. 

"Itu kan dulu kak! sekarang Anton sudah besar. Malu kalau dilihat orang." ucap Anton nyengir. 

"Ada apa Han, kok suara ketawamu terdengar sampai belakang?" 

"Hahahaha"

"Itu loh Bu, katanya Anton sudah besar".

Ibunda Hani ikut tertawa melihat tingkah laku kedua anaknya. 

"Gimana Bu? Bisa pesan di Bu Margono?".

"Bisa Han. Ibu tadi pesan rendang sapi 10 potong, semur daging 2 porsi, ayam goreng 2 ekor, bakso goreng 10, empal 10, cukup ya?".

"Cukup, Bu"

"Masuk yuk, besok Anton kan harus nyetir, jadi butuh istirahat."

Hani dan Anton pun mengekor sang ibunda untuk masuk ke dalam rumah. Sebelum terlelap di kamar masing-masing, tak lupa Anton mengunci pintu dan jendela rumahnya.

###

Hawa pagi pedesaan yang asri nan sejuk di Desa Anyelir menerpa wajah kedua insan yang sedang berada di halaman. Salah satunya sedang berlompat ria dan menari-nari, dan satu orang lainnya sedang membersihkan halaman sambil memerhatikan anak kecil tersebut dengan tatapan puas.

Sejak tinggal di desa, Nia sudah kembali ceria deperti dahulu. Bagaimana tidak? Disini tidak ada yang memarahi atau melarang Nia untuk makan atau melakukan hal yang diinginkannya. Nia juga sudah memiliki banyak teman di sekolah dan sanggar pencak silatnya.

"Mbok, Nia ke rumah Pakde ya sekarang!"

Mbok Nah yang melihat Nia sudah berlari ke arah rumah Pak Rojak cuma menggeleng-geleng kepala sambil tersenyum.

Setiap subuh Nia rajin ke rumah Pak Rojak untuk latihan pencak silat. Nia sangat senang datang kesana karena bertemu Pak Rojak dan teman-teman yang menyayanginya.

Pak Rojak sendiri yang mengajari Nia secara langsung. Sekarang, Nia sudah tidak takut lagi dengan Pak Rojak, malah Nia semakin sering bermain ke rumah Pak Rojak meski tak ada latihan. Istri Pak Rojak pun senang dengan kunjungan Nia, ia sangat menyayangi Nia seperti anaknya sendiri.

Sesampai di depan rumah Pak Rojak, Nia mengucapkan salam dan langsung masuk ke dalam rumah yang sudah terbuka pintunya.

"Bude!" sapa Nia sambil berlari memeluk istri Pak Rojak yang sedang membuat minuman.

"Nia, Nia mau minum susu sekalian bareng Pakde?"

"Mau Bude, Pakde dimana?"  tanya Nia sambil celingukan mencari cari sosok Pak Rojak. 

"Pakdemu lagi di halaman belakang sayang,sana susul. Nanti bude bawakan minuman sekalian cemilan buat kalian!"

Nia pun berlari ke arah halaman belakang. Di sana sudah terlihat Pakde Rojak yang sedang melakukan latihan ringan untuk pemanasan.

"Pakde, Nia datang!" jerit Nia menghampiri Pak Rojak. 

"Eh, anak Pakde sudah datang.. Sudah melakukan pemanasan belum?"

"Sudah Pakde! "

"Pintar.. Kalau begitu mulai hari ini Nia belajar memasang kuda-kuda ya."

Pak Rojak mengarahkan kedua kaki Nia untuk membentuk kuda-kuda, "tahan seperti ini, sambil atur nafas seperti yang Pakde ajarkan kemarin. Latihan ini gunanya untuk memperkuat pijakan kaki saat menyerang atau bertahan nantinya!" ucap Pak Rojak.

"Siap Pakde!"

 Nia mulaimemasang kuda-kuda, sambil mulai mengatur pernafasannya.

"Dengkulnya ditekuk sedikit lagi kedepan Nia,"

"Seperti ini!" ujar Pak Rojak sambil memberikan contoh kepada Nia.

"Tahan terus ya, Nia! Pakde mau lihat kamu kuat seberapa lama." perintah pak Rojak sambil berjalan ke arah bale-bale, bude Asti datang sambil membawa kopi, susu, dan singkong goreng untuk suaminya dan Nia. Dia tersenyum melihat Nia yang selalu rajin berlatih pencak silat. 

"Diminum kopinya selagi hangat, Pak!"

"Iya, Bu. Nia sekarang lebih berisi dari pertama datang kemari ya." ujar Pak Rojak sambil mengamati Nia. 

"Benar Pak, dulu Nia kurus dan penakut.. Melihat Nia sekarang, Ibu jadi merasa gembira"

"Oh ya, si Nah gimana kerjanya bu?" tanya Pak Rojak sambil menatap istrinya lembut.

"Wah.. Nah rajin Pak. Kerjanya cepat. Pekerjaan ibu jadi terasa ringan sekarang."

"Baguslah kalo Nah bisa meringankan pekerjaan ibu."

Bu Asih membuka warung di pasar, biasanya buka jam 6.30 dan tutup jam 12 siang. Karena Mbok Nah bosen nggak ada kerjaan, Mbok Nah menerima dengan senang hati saat ditawarkan untuk membantu Bu Asih di pasar.

Dari pintu, terdengan suara seseorang memberi salam. Serempak pak dan bu rojak menjawab bersama.

"Pagi Pak, Bu!" sapa Mbok Nah sopan. 

"Wah Nah, panjang umur kamu. Baru dibicarakan sudah muncul." ucap Bu Asih tertawa. 

"Amin." jawab Mbok Nah ikut tertawa juga.

"Tunggu ya Nah. Aku ganti pakaian dulu baru kita berangkat ke pasar."

"Sini duduk Nah." lambai Pak Rojak.

"Iya pak" jawab mbok nah duduk sambil melihat Nia yang sedang berlatih. 

"Nia sekarang terlihat ceria sekali ya.. Gemukan sekarang, Nah".

"Benar pak, terimakasih sudah mau menerima dan membimbing Nia ya Pak" ucap Mbok Nah tulus.

"Tidak usah berterima kasih Nah. Aku melakukannya karena aku suka dan aku sayang terhadap Nia, begitu juga istriku" jawab Pak Rojak.

"Iya Pak. Saya bersyukur bisa tinggal di desa ini, bisa bertemu keluarga bapak dan warga desa yang baik dan ramah." ucap Mbok Nah.

"Kamu nggak usah khawatir Nah, aku akan terus membimbing dan menjadikan Nia pribadi yang kuat dan sehat!"

"Ayo Nah, kita berangkat sekarang. Saya sudah siap." Bu Asih yang sudah berpakaian rapi, siap untuk berangkat ke pasar untuk bekerja.

"Ibu berangkat dulu ya, Pak!" pamit Asih tak lupa mencium tangan suaminya.

"Hati-hati ya Bu!" jawab Pak Rojak.

Setelah mengucapkan salam, Bu Asih dan Mbok Nah pergi menuju pasar melakukan rutinitas seperti biasa. 

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

2022-12-19

1

susi 2020

susi 2020

🤩🤩🤩🤩🤩🤩

2022-12-19

0

L

L

rojak nama tetangga ku wkwkwk😭🤣

2021-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 Part 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 Part 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108 PART 107
109 PART 108
110 PART 109
111 PART 110
112 PART 111
113 PART 112
114 PART 113
115 PART 114
116 PART 115
117 PART 116
118 PART 117
119 PART 118
120 PART 119
121 PART 120
122 PART 121
123 PART 122
124 PART 123
125 PART 124
126 PART 125
127 PART 126
128 PART 127
129 PART 128
130 PART 129
131 PART 130
132 PART 131
133 PART 132
134 PART 133
135 PART 134
136 PART 135
137 PART 136
138 PART 137 + visual Nia
139 PART 138
140 PART 139
141 PART 140
142 PART 141
143 PART 142
144 PART 143
145 PART 144
146 PART 145
147 PART 146
148 PART 147
149 PART 148
150 PART 149
151 PART 150
152 PART 151
153 PART 152
154 PART 153
155 PART 154
156 PART 155
157 PART 156
158 PART 157
159 PART 158
160 PART 159
161 PART 160
162 PART 161
163 PART 162
164 PART 163
165 PART 164
166 PART 165
167 PART 166
168 PART 167
169 PART 168
170 PART 169
171 PART 170
172 PART 171
173 PART 172
174 PART 173
175 PART 174
176 PART 175
177 PART 176
178 PART 177
179 PART 178
180 PART 179
181 PART 180
182 PART 181
183 PART 182
184 PART 183
185 PART 184
186 PART 185
187 PART 186
188 PART 187
189 PART 188
190 PART 189
191 PART 190
192 PART 191
193 PART 192
194 PART 193
195 PART 194
196 PART 195
197 PART 196
198 PART 197
199 PART 198
200 PART 199
201 PART 200 + visual Wawan
202 PART 201
203 PART 202
204 PART 203 + visual Fernandez
205 PART 204 + visual Rey
206 PART 205
207 PART 206
208 PART 207
209 PART 208
210 PART 209
211 PART 210
212 PART 211
213 PART 212
214 PART 213
215 PART 214
216 PART 215
217 PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218 PART 217
219 PART 218
220 PART 219
221 PART 220
222 PART 221
223 PART 222
224 PART 223
225 PART 224
226 PART 225
227 PART 226
228 PART 227
229 PART 228
230 PART 229
231 PART 230
232 PART 231
233 PART 232
234 PART 233
235 PART 234
236 PART 235
237 PART 236
238 PART 237
239 PART 238
240 PART 239
241 PART 240
242 PART 241
243 PART 242
244 PART 243
245 PART 244
246 PART 245
247 PART 246
248 PART 247
249 PART 248
250 PART 249
251 PART 250
252 PART 251
253 PART 252
254 PART 253
255 PART 254
256 PART 255
257 PART 256
258 PART 257
259 PART 258
260 PART 259
261 PART 260
262 PART 261
263 PART 262
264 PART 263
265 PART 264
266 PART 265
267 PART 266
268 PART 267
269 PART 268
270 PART 269
271 PART 270
272 PART 271
273 PART 272
274 PART 273
275 PART 274
276 PART 275
277 PART 276
278 PART 277
279 PART 278
280 PART 279
281 PART 280
282 PART 281
283 PART 282 + Visual Rina
284 PART 283
285 PART 284
286 PART 285
287 PART 286
288 PART 287
289 PART 288
290 PART 289
291 PART 290
292 PART 291
293 PART 292
294 PART 293
295 SPECIAL PART 1
296 SPECIAL PART 2
297 *iklan* MAHKOTA BUNGA
298 SPECIAL PART 3
Episodes

Updated 298 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
Part 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
Part 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108
PART 107
109
PART 108
110
PART 109
111
PART 110
112
PART 111
113
PART 112
114
PART 113
115
PART 114
116
PART 115
117
PART 116
118
PART 117
119
PART 118
120
PART 119
121
PART 120
122
PART 121
123
PART 122
124
PART 123
125
PART 124
126
PART 125
127
PART 126
128
PART 127
129
PART 128
130
PART 129
131
PART 130
132
PART 131
133
PART 132
134
PART 133
135
PART 134
136
PART 135
137
PART 136
138
PART 137 + visual Nia
139
PART 138
140
PART 139
141
PART 140
142
PART 141
143
PART 142
144
PART 143
145
PART 144
146
PART 145
147
PART 146
148
PART 147
149
PART 148
150
PART 149
151
PART 150
152
PART 151
153
PART 152
154
PART 153
155
PART 154
156
PART 155
157
PART 156
158
PART 157
159
PART 158
160
PART 159
161
PART 160
162
PART 161
163
PART 162
164
PART 163
165
PART 164
166
PART 165
167
PART 166
168
PART 167
169
PART 168
170
PART 169
171
PART 170
172
PART 171
173
PART 172
174
PART 173
175
PART 174
176
PART 175
177
PART 176
178
PART 177
179
PART 178
180
PART 179
181
PART 180
182
PART 181
183
PART 182
184
PART 183
185
PART 184
186
PART 185
187
PART 186
188
PART 187
189
PART 188
190
PART 189
191
PART 190
192
PART 191
193
PART 192
194
PART 193
195
PART 194
196
PART 195
197
PART 196
198
PART 197
199
PART 198
200
PART 199
201
PART 200 + visual Wawan
202
PART 201
203
PART 202
204
PART 203 + visual Fernandez
205
PART 204 + visual Rey
206
PART 205
207
PART 206
208
PART 207
209
PART 208
210
PART 209
211
PART 210
212
PART 211
213
PART 212
214
PART 213
215
PART 214
216
PART 215
217
PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218
PART 217
219
PART 218
220
PART 219
221
PART 220
222
PART 221
223
PART 222
224
PART 223
225
PART 224
226
PART 225
227
PART 226
228
PART 227
229
PART 228
230
PART 229
231
PART 230
232
PART 231
233
PART 232
234
PART 233
235
PART 234
236
PART 235
237
PART 236
238
PART 237
239
PART 238
240
PART 239
241
PART 240
242
PART 241
243
PART 242
244
PART 243
245
PART 244
246
PART 245
247
PART 246
248
PART 247
249
PART 248
250
PART 249
251
PART 250
252
PART 251
253
PART 252
254
PART 253
255
PART 254
256
PART 255
257
PART 256
258
PART 257
259
PART 258
260
PART 259
261
PART 260
262
PART 261
263
PART 262
264
PART 263
265
PART 264
266
PART 265
267
PART 266
268
PART 267
269
PART 268
270
PART 269
271
PART 270
272
PART 271
273
PART 272
274
PART 273
275
PART 274
276
PART 275
277
PART 276
278
PART 277
279
PART 278
280
PART 279
281
PART 280
282
PART 281
283
PART 282 + Visual Rina
284
PART 283
285
PART 284
286
PART 285
287
PART 286
288
PART 287
289
PART 288
290
PART 289
291
PART 290
292
PART 291
293
PART 292
294
PART 293
295
SPECIAL PART 1
296
SPECIAL PART 2
297
*iklan* MAHKOTA BUNGA
298
SPECIAL PART 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!