"Pa, apa kita tidak bisa melakukan yang seperti dulu kita lakukan ke Fira?"
"Sedikit-sedikit kita beri racun di makanannya Nia, gimana Pa?" tanya Laura.
"Ma, Nia masih 9 tahun, sedangkan isi surat wasiatnya, bila terjadi sesuatu terhadap Nia sebelum mencapai usia 18 tahun, maka semua harta benda peninggalan Alex dan Fira akan jatuh ke panti asuhan dan yayasan sosial seluruhnya tanpa terkecuali. Kalau kita racuni, terus Nia mati sebelum usia 18 tahun, malah nanti kita gak dapat apa-apa, Ma." jawab Wahyu kesal.
"Memang nggak bisa apa cari solusi lain, cari pengacara lain atau gimana gitu, Pa. Cari pengacara yang bisa ubag surat wasiatnya, Pa" saut Laura tak kalah kesal.
"Ma, Alex sudah menanam cakar yang dalam di ranah hukum."
"Banyak kantor pengacara terkenal berada di bawah kekuasaan si Indra sialan itu. Si Indra sialan itu setia sama Alex karena sudah banyak berhutang budi dan juga dianggap anak oleh Tuan Alex. Jadi mustahil untuk mencari pengacara yang mau memanipulasi surat wasiat tersebut, Ma"
"Jadi kita gimana dong pa, mama nggak suka dengan keberadaan si Nia" ketus Laura.
"Sudah ma, sabar saja, toh Nia juga takut dan tunduk kepadamu, jadi dia pasti menurut. Yang penting jangan sampai dia berontak, paham kamu Ma!" ucap Wahyu.
"Ya sudah papa mau mandi dulu. Papa ada tugas keluar kota, harus berangkat pagi-pagi supaya nggak kena macet" ajak Wahyu.
Wahyu memang tidak diijinkan mengendalikan Angkasa Company. perusahaan peninggalan Alex. Semua kendali ada di tangan Indra, dan Ismail tangan kanan Alex. Jadi. kuasa Wahyu masih dibawah kendali Indra dan Ismail, tidak jauh dari karyawan biasa yang memiliki jabatan tinggi.
Seperti biasa, jam 4 subuh mbok Nah sudah bangun dan menunaikan sholat subuh, bersama Nia.
"Mbok, mbok lagi ngapain, kok tas sekolah Nia diisi baju?" tanya Nia heran.
"Ssstt.. pelan-pelan non, nanti ada yang dengar" jawab mbok Nah.
"Pulang sekolah nanti kita pergi ke desa, ya Non. Tapi Non diem-diem aja ya, ikuti perkataan Mbok ya!" bisik mbok Nah pelan sambil menatap mata indah nona kecilnya, yang mengingatkan akan mata Fira majikannya, dewi penolong dan juga sahabatnya. Itulah yang ada dalam pikiran Nahrani atau biasa dipanggil Mbok Nah.
"Bener mbok? Kita hari ini ke desa?" tanya Nia juga berbisik dengan gembira.
"Iya Non, Non Nia yakin mau ke desa dengan Mbok kan? "Tanya mbok Nah lagi.
"Beneran! Nia yakin mbok! Nia mau ke desa asal jauh dari Mama Laura dan kak Resi "jawab Nia cepat karna takut mbok Nah membatalkan rencananya.
"Bener Non, kita juga nanti makan ayam kentaki dan ice cream seperti janji mbok kemarin. ya Non" jawab Mbok Nah yang tersenyum bahagia melihat senyum Nona kecilnya itu.
Nia langsung memeluk mbok Nah.
"Makasih Mbok, Nia sayang Mbok Nah" jawab Nia sambil mengecup pipi Mbok Nah.
Mbok nah ikut bahagia melihat senyum manis nona kecilnya, lalu digelitik nya Nia, dan tertawalah mereka bersama.
Usai sudah canda dalam kamar mungil tersebut,Mbok Nah segera melaksanakan tugas rutin tiap pagi, supaya majikannya tidak curiga.
Seperti biasa, Laura dan ketiga anaknya bersantap ria di meja makan tanpa peduli dengan Nia. Bagi mereka, Nia adalah benalu. Padahal rumah dan semua isi nya milik Nia seorang. Sayang Nia masih kecil dan tak paham dengan semua itu.
Seperti biasanya juga, Mbok Nah pergi mengantar Nia ke sekolah. Saat tiba di pintu mau keluar, tiba- tiba Laura berkata "Heh Mbok! Ingat ya, jangan nebeng mobil tetangga lagi! Malu saya! Antar Nia jalan kaki, ingat itu!"
"Ya Nyonya." jawab mbok nah pelan sambil menggandeng tangan mungil Nia.
"Ayo Non, kita berangkat" ajak mbok Nah.
Nia cuma diam mengikuti si mbok.
Mereka berjalan bergandengan tangan. Sesampainya di jalan raya, Nia dan Mbok Nah menaiki sebuah metromini. Setelah mencapai tujuannya, Mbok Nah memegangi tangan mungil Nia dan menuntunnya untuk turun.
"Mbok kita kok gk ke sekolah Nia?" tanya Nia bingung karna metromininya berhenti bukan di depan sekolah seperti biasanya.
"Non Nia tenang saja, ingatkan janji kita, Non Nia nurut sama Mbok ya" ucap mbok sambil tersenyum.
"Eh iya! Iya! Kita mau ke desa kan mbok!" jawab Nia sambil tertawa sangat senang.
"Horeee!! Kita ke desa" teriak Nia senang.
Sedangkan si mbok cuma menatap bahagia melihat nona kecilnya yang bahagia.
Tak lama, Mbok Nah memberhentikan taxi dan memberikan alamat kantor pengacara Alex.
Setelah membayar taxi, mereka turun di depan sebuah gedung mewah yang menjulang tinggi. Mbok Nah menggandeng tangan mungil Nia, mengajaknya masuk ke dalam gedung mewah tersebut.
Nia yang bingung bertanya kepada Mbok Nah
" Mbok ini desa ya?" Tanya Nia polos.
"Hahaha, bukan Non, ini kantor Mas Indra bekerja, kita kesini dulu ya, katanya non mau makan kentaki dan ice cream" ucap mbok Nah sambil tersenyum dan menggandeng Nia masuk kedalam gedung tersebut.
melihat kedatangan Mbok Nah dan Nia, seorang Satpam menghampiri dan menanyakan keperluan mereka.
"Maaf Ibu, ada keperluan apa disini?" Tanya satpam tersebut dengan sopan.
"Anu pak, saya mau ketemu Pak Indra Subroto" jawab mbok Nah sedikit kaget.
"Apa Ibu sudah buat janji?" tanyanya lagi.
"Belum pak, tapi tolong sampaikan ke Tuan Indra, mbok Nah dan Fania Subroto mau ketemu, pasti Pak Indranya paham Pak. Tolong, ini penting sekali" jawab mbok Nah memohon.
"Baiklah, Bu silahkan menunggu dulu disana ya, saya coba sampaikan ke Pak Indra." ujar Si Satpam sambil menunjuk sofa ruang tunggu yang terlihat nyaman.
"Terimakasih, ya Pak" jawab mbok Nah tersenyum.
Satpam tersebut langsung menuju meja resepsionis dan menyampaikan pesan mbok Nah. Terlihat resepsionis tersebut menekan tombol telepon dan menelpon seseorang.
"Siang Pak Indra. Maaf pak di lantai satu ada tamu yang mengaku bernama Mbok Nah dan Fania Subroto minta bertemu, katanya penting" ucap sang resepsionis.
Mendengar nama Fania Subroto, Indra kaget. "antarkan mereka naik, antar langsung ke kantor saya" perintah Indra cepat
Indra diam memikirkan ada apa dengan Fania sampai si mbok mengajak ke kantornya,, pasti ada yang gak beres ini pikir Indra.
###
*Tok tok tok*
Terdengar suara ketukan dari pintu.
"Masuk" jawab Indra dari dalam ruangan.
Melihat Mbok Nah dan Fania muncul dari balik pintu, Indra langsung bangun menghampiri mereka, dan memeluk Nia, dan tentu saja Nia terkejut hingga menangis karena takut.
"Mbok mbok.." rengek Nia.
"Jangan takut sayang, ini Om Indra, Omnya Nia" kata Mbok Nah menenangkan Nia
Sambil melepas pelukannya, Indra menatap pilu keadaan Nia yang menjadi kurus dan kusam, tidak secerah dan seceria lima tahun yang lalu.
"Mbok Nah, Nia kenapa jadi kurus seperti ini?" tanya Indra kepada mbok Nah, sedikit marah.
"Maaf Mas,mbok nggak bisa jaga Non Nia dengan baik." ucap mbok Nah lirih.
"Ada apa sebenarnya mbok, ceritakan semua ke saya mbok"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Suleman Mx
n
2022-05-11
0
BROKEN HEART
dr awal sampai sini aku mewek trs....thor....sampai di ledekin kakak
2022-04-30
0
Ernadina 86
asik nih mulai seru
2022-03-01
0