"Mbok Nah, Nia kenapa jadi kurus seperti ini?" tanya Indra kepada mbok Nah, sedikit marah.
"Maaf Mas,mbok nggak bisa jaga Non Nia dengan baik." ucap mbok Nah lirih.
"Ada apa sebenarnya mbok, ceritakan semua ke saya mbok"
"Begini, Mas..." Mbok Nah ragu-ragu sambil menatap Nia.
Indra yang tanggap, langsung menelepon sekretarisnya dan menugaskannya mengajak Nia berkeliling gedung, agar Indra bisa leluasa berbicara dengan Mbok Nah.
###
Setelah Mbok Nah menceritakan semua yang dialami Nia selama ini, Indra yang telah mendengarkan cerita Mbok Nah hingga akhir tak sanggup menahan amarahnya.
"Jadi selama ini mereka berbuat seenaknya terhadap Nia, benar begitu mbok?"tanya Indra berang.
"Iya Mas, mbok kasian sama Non Nia, badannya jadi banyak bekas cubitan dan pukulan." Jawab mbok Nah sedih.
"Kurang ajar sekali mereka!"
Sambil menahan amarahnya, Indra berkata lagi kepada Mbok Nah, "Sudah mbok Nah tenang saja, biar saya yang urus mereka"
"Tapi Mas, misal kamu mengancam, menegur mereka, mungkin mereka akan diam sebentar, tapi setelahnya Mbok takut kalau mereka malah jadi semakin jahat terhadap Non Nia, Mas." ucap mbok Nah sambil menatap Indra ragu.
"Jadi, apa mbok ada rencana lain?" tanya Indra kemudian.
"Mas Indra, Mas ingat dulu almarhum Pak Alex membelikan Mbok sebuah rumah di desa?"
"Rumah itu Mbok kontrakkan, tetapi bulan lalu masa kontraknya sudah habis, Mas. Sekarang rumahnya kosong. Minggu lalu Mbok minta tolong Non Hani untuk membereskan surat-surat keperluan rumah tersebut"
"Mbok juga ada titip kasih bubuk ke Non Hani untuk dites di laborat, Mas" cerita si mbok.
"Bubuk? Bubuk apa mbok?" Tanya Indra heran.
"Mbok juga gak tau Mas. Dulu Tuan Wahyu sering memasukkan bubuk tersebut kedalam minuman Non Fira. Waktu Mbok tanya, Tuan Wahyu bilang itu vitamin untuk Non Fira, jadi mbok diam saja."
"Tapi beberapa minggu yang lalu, Mbok nggak sengaja dengar obrolan Tuan Wahyu dan Nyonya Laura tentang bubuk itu. Maka mbok buru-buru mencari bubuk tersebut, dan minta Non Hani untuk cari tau bubuk apa itu Mas!" lanjut Mbok Nah.
"Terus apa hasil dari tes bubuk itu mbok?" tanya Indra penasaran.
"Mbok belum tau hasilnya Mas, karena mbok dan Non Hani selalu janjian 2 minggu sekali di warung depan sekolah Non Nia" sambil membuka tasnya, Mbok Nah mengeluarkan secarik kertas diberikan ke Indra.
" Ini nomor telepon Non Hani" kata mbok lagi.
"Hani... Teman Fira yang tinggal di Amerika itu, Mbok?
"Iya Mas, tapi Non Hani sudah pulang dan sekarang tinggal di Indonesia"
Indra menerima kertas tersebut dan mengambil hp nya.
*Tutt, tutt, tutt, tutt*
"Selamat siang, benar ini nomor telepon Hani?"tanya Indra saat telepon sudah diterima.
"Siang, benar ini Hani, maaf dari siapa ya?" tanya si penerima.
"Aku Indra, Han, masih ingat gak? Kita dulu pernah beberapa kali ketemu di rumah Fira" saut Indra .
"Oh iya iya. Ingat, Indra kakaknya Fira kan?" Kata Hani senang.
"Benar, gimana kabarmu Han, kapan kembali ke Indonesia? "tanya Indra.
"Belum lama, kamu dapat nomorku dari mana Ndra?" tanya Hani .
"Aku dapat nomor kamu dari Mbok Nah. Kamu bisa datang ke kantorku sekarang, Han? Biar lebih enak kita ngobrol langsung, disini juga ada Mbok Nah dan Nia"ujar Indra .
"Bisa Ndra, kirim alamatmu sekarang ya, aku pengen sekali jumpa keponakanku Nia!"kata Hani gembira.
"Oke, kita tunggu ya kalau gitu." Jawab Indra, sambil menutup teleponnya.
"Mbok, Hani katanya akan datang sebentar lagi. Kita bisa buat rencana bersama ya" kata Indra.
"Ya Mas" Mbok Nah mengangguk setuju.
###
"Nia sayang kok diem saja?" tanya Indra sambil menatap sendu.
Nia cuma diem menundukkan kepalanya.
"Non Nia jangan takut sama Om Indra, Om Indra ini Pamannya Nia, Om Indra sayang sekali dengan Nia." ucap simbok lembut kepada Nia.
Nia lalu mengangkat wajahnya menatap si mbok,"Benar begitu, Mbok?" tanya Nia lirih.
"Iya sayang, Om sayang sekali sama Nia. Mulai sekarang, Om yang akan jaga Nia ya." janji Indra sambil mengelus kepala Nia.
"Mas Indra, Nia pengen makan kentaki sama ice cream"kata si mbok.
"Nia mau kentucky sama ice cream?" tanya Indra.
Nia yang masih takut-takut untuk menjawab, menganggukkan kepalanya perlahan dengan mata yang mulai berbinar.
"Ayo kita pergi makan ice cream! Kebetulan di cafe kantor Om, ada ice creamnya. Ayo mbok"ajak Indra.
Mereka bertiga keluar dari ruangan kantor Indra menuju ke cafe di lantai satu. Tak lupa, Indra mengirim pesan ke Hani bahwa mereka menunggu di cafe kantornya.
###
Sesampai di cafe, Indra memilih duduk dekat pintu supaya bisa tahu kedatangan Hani.
Setelah duduk. seorang waitress datang mengantarkan menu ke meja mereka.
"silakan Pak Indra" sapa waitress dengan ramah karena sudah hafal dengan Pak Indra.
"Niaa, mau ice cream rasa apa sayang?" tanya Indra lembut.
Nia menoleh ke Mbok Nah, Mbok Nah yang paham tatapan Nia, tersenyum.
"Non bilang saja gak perlu takut sama Om Indra"
"Nia mau rasa strawberry Om" jawab Nia masih malu-malu.
Indra memesan satu bucket ayam kentucky, 4 piring nasi, satu ice cream strawberry cup besar untuk Nia dan dua ice cream vanilla cup sedang untuk Mbok Nah dan dirinya.
"Nia, mulai sekarang Nia nggak boleh takut sama siapapun, selama Nia berbuat baik ya" nasehat Indra.
"Baik Om" jawab Nia.
"Sekarang coba angkat kepala Nia!"perintah Indra.
Nia pun mengangkat kepalanya dan menatap Indra.
"Nah begitu, Nia harus jadi anak yang kuat ya" ucap Indra senang.
"Nia kuat kok! Nia bisa bantu angkat ember pakaian buat Mbok Nah jemur pakaian" kata Nia bangga.
"Hah, angkat ember?"kata Indra kaget.
"Apa sampai segitunya mereka ke Nia mbok?" tanya Indra ke mbok Nah.
"Iya Ndra, kalau dibantah dan dilawan, Nia yang jadi korban amarah mereka, jadi mbok biarkan Nia ikut bekerja membantu di rumah" ucap mbok Nah sedih.
"Nia harus jadi anak kuat. Kalau Nia mau ikut mbok ke desa, Nia harus janji ke Om, Nia harus belajar dan jadi anak yang pintar dan kuat." Indra menanamkan nasehat sama seperti dulu almarhum Tuan Alex menasehatinya.
"Iya Om, nia mau ikut mbok ke desa" ucap Nia polos.
"Om akan sering berkunjung ke desa nanti, jadi Nia harus jadi anak yang pinyar, oke?"ucap Indra sambil tersenyum.
Saat mereka menikmati makanan mereka, seorang wanita cantik menghampiri meja mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Enih Rustini
syukurlah sekarang Oom Indra sudah tahu semuanya
2022-01-11
0
Sri Nurlaelawati Srinurlaelawaty
mengandung bawang sekale thor
2021-12-05
0
Faridha Ariezonia Z
baca sampek sini kebanyakan bawang. bikin mewek 😢😢😢😭
2021-10-21
0