Sampai di dalam rumah, Nia langsung memanggil Mbok Nah.
"Mbok, Nia dapat chiki" ucap Nia bahagia.
"Ini untuk mbok Nah, satu lagi untuk mama Hani" kata Nia gembira.
"Nia gak mencuri mbok, nia dikasih nenek" tunjuk Nia ke ibu Hani yang daritadi berdiri memperhatikan tingkah Nia.
"Ya non, mbok percaya kalau Non nggak akan mencuri, sudah bilang terima kasih?"ucap mbok Nah.
"Sudah kok mbok" kata Nia bahagia.
Hani yang baru keluar dari kamar melihat Nia, lalu medekati sambil memeluknya.
"Nia mandi dulu sama mama ya" katanya.
"Iya Ma. ini buat mama satu. Nia dapat dari nenek." Jelas Nia tertawa sambil memberikan snack yang baru didapatnya.
"Ini buat Nia aja semuanya, mama Hani sudah kenyang." kata Hani sambil mengecup pipi Nia.
"Nia biar mbok yang mandikan saja, non Hani" ucap mbok Nah.
"Ya sudah mbok, habis mandi langsung diajak tidur saja mbok dikamar ini, Hani sudah siapkan tempat tidurnya. Mbok tidur di kasur dengan Nia ya" kata Hani.
"Baik Non, terima kasih" jawab mbok sambil mengajak Nia ke kamar mandi.
Di ruang tamu ibu Hani bertanya
"Han, Nia kenapa jadi seperti itu ya?"
"Itu semua ulah Wahyu dan Laura, Bu." ucap Hani sambil menahan emosi.
"Akan Hani balas semua yang mereka lakukan ke Nia, Bu"
"Fira begitu banyak membantu keluarga kita, dan Hani sedikit pun belum sempat membalas kebaikan keluarga Fira. Jadi sekarang Hani akan menjaga dan melindungi Nia, Bu" Ujar Hani meneteskan air mata.
"Benar nak, kita belum sempat membalas kebaikan keluarga Fira, tapi Pak Alex dan Fira sudah pergi lebih dulu" ujar ibu Hani sedih.
"Kamu jaga, lindungi, dan rawat Nia sebagai balas budi keluarga kita ya Han, Ibu cuma bisa mendoakan dan mendukung itu semua" ucap ibu Hani .
"Iya bu" jawab Hani.
"Hani kembali ke kantor ya Bu, tadi Hani ijin sebentar. Tolong titip Nia dan Mbok Nah, bu" ucap Hani sambil mencium punggung tangan Ibundanya dan berangkat kembali ke kantornya.
###
Sore hari Nia terbangun dari tidurnya, Nia melihat seisi kamar lalu turun dari ranjang dan berjalan keluar.
"Cucu nenek sudah bangun" sapa ibu Hani yang melihat Nia keluar dari kamar.
"Sini sayang kita duduk di teras" ajak ibu Hani
"Si mbok kemana nek?" tanya Nia takut Mboknya hilang.
"Mbok Nah lagi duduk di teras, ayo kita kesana."
"Mbok" panggil Nia ketika melihat si mbok sedang duduk-duduk di bawah pohon.
"Non sudah bangun, sini duduk, ini Non Nia minum dulu" sambil memberi gelas berisi teh manis ke Nia
"Non Nia senang sekarang?" tanya mbok Nah.
"Iya Nia seneng Mbok" jawab Nia sambil memeluk si mbok.
"Besok kita jadi ke desa kan mbok?" tanya Nia.
"Jadi dong Non. Besok pagi Om Indra akan jemput kita untuk pergi ke desa" jawab mbok Nah.
Nia melihat nenek berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan .
"Itu apa neek" tanya Nia.
"Ini untuk Nia sama mbok Nah"ucap nenek.
"Taa-daa"
Nenek membuka tutup nampan dan terlihat aneka donat cantik dan aneka camilan disana.
"Wah banyak sekali kue nya nek" ucap Nia dengan mata berbinar.
"Ini beneran untuk Nia sama Mbok, Nek?" tanya Nia tidak percaya.
"Iyaa beneran, ini semua nenek siapkan untuk Nia dan mbok Nah" jawab nenek tersenyum.
"Terimakasih ya nek" Kata Nia sambil memeluk sang nenek dan mencium pipinya.
Nenek juga membalas memeluk dan mencium pipi Nia
"Ayo mbok, Nia, kita habiskan semua makanan ini" kata nenek ketawa.
Mbok Nah melihat nona kecilnya bahagia hanya karena mendapat kue jadi tersenyum.
'Mulai sekarang kamu akan bahagia anakku,mbok akan buat Nia bahagia' batin mbok Nah.
###
Tak terasa gelap malam mulai datang. Nenek mengajak Mbok Nah dan Nia untuk masuk kedalam rumah.
"Ayo kita masuk"
Nia sekarang sudah tidak takut lagi di dekat nenek.
"Mbok, kita siapkan makan malam yuk"
"Nia nonton TV saja ya sayang" ucap ibunda Hani.
"Iya non Nia duduk disini ya nonton TV, Mbok mau bantu nenek menyiapkan makan malam dulu." Ucap mbok Nah.
Nia hanya mengangguk menuruti perkataan kedua orang dewasa tersebut.
Tiba-tiba terdengar suara salam dari ambang pintu. Nia menatap wajah seorang pria yang berdiri dengan gagah sambil menatap heran ke arah Nia.
"Hei kamu siapa?"sapa sang pria.
Nia masih terdiam sambil terus memandangi si tamu tersebut.
"Kok diam saja, kalau ditanya harus dijawab dong"ujar si pria gagah tersebut.
Pria tadi tiba-tiba mendekati Nia dan membuat Nia kaget dan ketakutan.
"Mbok... mbok..." teriak Nia ketakutan.
Tentu saja si pria yang tak lain adalah Anton, adik dari Hani, ikut kaget mendengar anak kecil tersebut berteriak seperti itu.
Mbok Nah dan nenek tergopoh gopoh keluar karena mendengar teriakan Nia.
"Nia kamu kenapa sayang?" tanya nenek khawatir.
"Nek itu ada orang datang, lalu langsung masuk rumah, Nia takut nek" isak Nia dalam pelukan sang nenek.
Nenek melihat Anton sambil tertawa.
"Nia sayang jangan takut, itu Om Anton anak nenek,juga adik dari mama Hani" ucap nenek.
Mbok yang dari tadi diam saja akhirnya tau masalahnya, lalu mendekati Nia,
"non jangan takut itu Om Anton, adik dari Mama Hani" jelas mbok Nah menenangkan Nia.
Nia terdiam lalu kembali menatap Anton kembali, Anton lalu tersenyum.
"Om bukan orang jahat lo, Om ini polisi, yang melindungi warga" jelas Anton dengan bangga kepada Nia.
"Beneran Om bukan orang jahat?"tanya Nia lugu.
"Hahaha tentu bukan nona kecil, masa ada penjahat seganteng Om kamu ini?" ucap Anton tertawa
"Maafin Nia ya Om, tadi Nia kaget"
"Gak papa sayang, kan Nia juga baru ketemu dengan Om Anton, jadi wajar Nia juga kaget" jawab nenek bijaksana.
"Bu, Nia siapa ya?" tanya Anton saat mereka berjalan ke arah dalam.
"Nia putri nya Nak Fira. Kamu masih ingat kan Fira teman kak Hani yang sudah banyak membantu keluarga kita itu?" jelas sang Ibu
"Tntu saja Anton masih ingat jelas, Bu. Tapi kenapa Nia bisa ada disini bu?" tanya Anton lagi.
"Ada masalah dalam keluarga mereka sejak Nak Fira meninggal, Ton" jawab ibu dengan sedih.
Anton mengajak ibunya duduk di meja makan, "coba ibu jelaskan lebih rinci ke Anton supaya Anton paham, Bu"
"Ibu juga belum lama taunya, Ton. Hani yang cerita. Waktu kakakmu pulang kemarin, dia sempat mampir ke rumah Fira, dan ternyata disana sudah ada wanita lain pengganti Fira. Kakakmu diusir dan dilarang datang kembali kesana, tapi mbok Nah mendatanginya diam-diam dan banyak cerita soal Fira dan Nia"
"Nia diperlakukan tidak baik didalam rumah itu, Ton" ucapnya sedih.
"Hmm, lalu bagaimana sikap ayah Nia, Bu?" tanya Anton.
"Sama saja Ton. Kata Hani, mereka cuma mengincar harta warisan almarhum Pak Alex" jelas ibu.
"Astaga, keterlaluan sekali" kata Anton marah.
"Sudah biar Nia tinggal dirumah kita, Bu! Anton akan menjaga dan melindungi Nia. Kalau perlu Nia biar jadi anak Anton saja" ucap Anton emosi
"Ibu juga berharap Nia bisa tinggal di rumah kita. Kita bisa menjaga danmembesarkan Nia sebagai bentuk balas budi keluarga Fira, Ton. Tapi Hani bilang tidak semudah itu."
"Mereka pasti tidak mau kehilangan Nia, karena kehilangan Nia berarti mereka kehilangan kekayaan yang ada saat ini"
"Sepertinya masalah ini rumit ya. Kasian Nia masih kecil begitu." Anton menjawab sambil merenung.
"Anton ingin membantu Nia. Bu. Apa yang bisa Anton lakukan untuk Nia ya, Bu?" tanya Anton.
"Cukup kamu lindungi Nia, jaga dia sampai dewasa Ton. Tanya saja kepada kakakmu agar lebih jelas. Ibu juga cuma tahu sekilas ceritanya" jawab ibu.
"Ya sudah, nanti malam Anton akan bicara dengan kak Hani. Sekarang Anton mandi dulu ya, Bu"pamit Anton sambil menuju ke kamar tidurnya.
Mbok Nah dan Nia masih asyik duduk di depan TV menonton kartun kesukaan Nia. Nia senang bisa nonton sepuasnya tanpa perlu takut dan sembunyi seperti saat tinggal di rumahnya sendiri.
Mbok ikut senang melihat Nia bahagia.
###
Sedangkan dirumah Wahyu, Laura mondar mandir sambil menggerutu. Sudah sore hari, tetapi Mbok Nah belum juga kembali.
"Sialan! Kemana sih pembantu itu! Sudah sore masih belum pulang" batin Laura sambi sekali-kali menengok ke halaman depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Aurelia Florenza Evelyn
udah prgi nggak akan kembali pembantu itu
2025-03-24
0
Hasrie Bakrie
Tunggu sj Laura
2023-05-03
0
Ernadina 86
sukurin pusing2 dah...tunggu sebentar lagi kamu akan lebih pusing fertigo
2022-03-01
0