PART 2

Laura yang kaget mendengar teriakan Resi, buru-buru menuju kamar belakang. 

"Dimana pencurinya Res?" kata Laura dengan kagetnya.

"Itu Ma! Si anak babu mencuri ayam goreng, lihat tuh dia makan ayam goreng kita Ma," seru Resi sambil menunjuk piring makan Nia.

Mbok Nah terkejut dengan perkataan Resi. "Saya tidak mencuri, Nyonya. Ayam ini saya beli pakai uang saya sendiri untuk Non Nia ...."

"Kamu ya Mbok. Punya uang darimana coba?! Kamu pasti mencuri, kan?!"  kata Laura sambil mendelik. 

"Tidak nyonya, saya tidak mencuri ...." jawab mbok Nah kekeh. 

Tiba-tiba Laura dengan kasarnya menarik tangan mungil Nia yang dari tadi bersembunyi di belakang punggung Mbok Nah

"Ampun Ma, ampun Ma, Nia tidak mencuri ...," kata Nia dengan wajah ketakutan. 

Laura tidak peduli dengan rintihan Nia dan terus menariknya sampai ke ruang keluarga. Mbok Nah yang mengikuti mereka terus-terusan meminta ampun, "maafkan saya Nyonya. Ini semua salah saya bukan salah Non Nia, tolong lepaskan Non Nia."

Sesampainya di ruang keluarga, Laura langsung mengambil kemoceng dan mulai memukuli Nia. Nia hanya bisa menangis dan memohon ampun berulang kali.

Setelah puas memukuli Nia, Laura berkata, "ingat baik-baik, semua yang ada di dalam rumah ini adalah milikku dan anak-anakku! Jadi jangan pernah mengambil, menyentuh, atau memakan apapun tanpa seijinku! Mengerti?!" bentak Laura angkuh.

"Iya Ma, maafkan Nia ...," lirih Nia sambil terisak.

Sedangkan Resi, dia tertawa melihat kejadian tersebut dan berkata, "ingat babu, jangan sok jadi nona di rumah ini!" sambil menjulurkan lidahnya. 

Mbok Nah yang melihat hal tersebut hanya dapat memeluk nona kecilnya dan meminta maaf, "maafin Mbok ya, Non. Karena Mbok, Non Nia jadi begini ...."

Nia cuma bisa menangis dalam pelukan Mbok Nah.

"Mbok, saya ingatkan sekali lagi ya, saya ini Nyonya rumah di sini! Jadi kamu sebagai pembantu di sini jangan berani-beraninya melawan saya!" kata Laura sambil meninggalkan ruangan. 

"Sudah, Non ... ayo Mbok obati kakinya, kita ke kamar yuk, Non."

###

Hari masih gelap, tetapi Nia dan Mbok Nah sudah bangun.

"Mbok, kenapa papa sekarang tidak sayang Nia lagi ya?" kata Nia sedih.

"Sudah Non, jangan dipikirkan," jawab si Mbok.

"Mbok, Nia takut tinggal di sini, Mbok ... Nia takut sama Mama dan Kak Resi," kata Nia lagi.

Mbok Nah terdiam merenung mendengar perkataan nona kecilnya,

'apa aku ajak saja Non Nia pulang ke desa saja ya supaya bisa lebih aman ...'

### flashback ###

Setelah pemakaman Fira (Ibunda Nia), seorang pengacara datang ke rumah untuk membacakan surat wasiat dari almarhumah. Surat tersebut menyatakan bahwa:

Seluruh harta benda peninggalan almarhumah berupa rumah dan segala isinya, mobil, gedung, dan perusahaan akan diwariskan kepada anak tunggalnya, yaitu Fania Subroto, dengan ayahnya, Wahyu Subroto, sebagai walinya hingga Fania mencapai usia dewasa.

Sebelum Fania Subroto mencapai usia dewasa, warisan tersebut tidak dapat diganggu gugat, dijual, maupun dipindah tangankan.

Apabila terjadi sesuatu kepada Fania Subroto sebelum usianya mencapai 18 tahun, maka seluruh harta warisan akan diuangkan dan disumbangkan ke panti asuhan dan yayasan sosial.

Ya, sebenarnya semua kekayaan yang ada sekarang berasal dari keluarga Ibundanya. Ayah Nia bukanlah pemilik dari rumah dan perusahaan tempatnya bekerja. Itu semua adalah milik ibunda dan kakeknya Nia yang diwariskan kepada Nia.

Sedangkan Mbok Nah, dulunya pernah di tolong oleh keluarga Pak Alex. Sejak saat itu Mbok Nah mengabdi kepada keluarga tersebut karena merasa berhutang budi. Sampai Fira menikah dan memiliki anak pun, Mbok Nah masih setia ikut dengan Fira. Bahkan hingga ajal menjemput majikannya, Mbok Nah selalu merawat Nia seperti anak sendiri.

Fira yang sangat menyayangi anak satu-satunya itu selalu berpesan kepada Mbok Nah, "Mbok, tolong jaga Nia ya, Mbok ... kalau sampai aku tiada, tolong rawat Nia baik-baik ya, Mbok."

###

"Mbok, kok Nia ajak bicara Mbok Nah malah diam sih," kata Nia sambil manyun. 

"Eh ... maaf non cantik, Mbok lagi bingung," jawab Mbok Nah sambil mesem-mesem. 

"Non Nia, emang benar nggak betah tinggal di sini?" tanya Mbok Nah pelan. 

"Nia takut, Mbok ... takut dipukuli lagi sama Mama Laura dan Kak Resi ...," jawab Nia sambil menunduk ketakutan.

"Non Nia kalau Mbok ajak tinggal di desa, mau?" tanya Mbok Nah lagi dengan hati-hati.

"Desa itu di mana, Mbok? Apa tempatnya bagus?" tanya Nia heran. 

"Desa itu tempatnya sepi, nggak ada mall, nggak ada timezone Non," kata Mbok Nah sambil membelai rambut Nia.

"Di desa nanti ada Mama Laura dan Kak Resi juga, Mbok?" tanya Nia lagi. 

"Ya nggak ada Non. Di desa mah adanya sapi sama kambing!" kata Mbok Nah tertawa.

"Hahaha ... Memang Nia boleh tinggal di sana, Mbok? Kalau ke sana Mama Laura dan Kak Resi nggak akan memukuli Nia lagi?" tanya Nia lugu. 

"Enggak dong Non, di desa nggak akan ada Mama Laura dan Kak Resi."

"Nia mau, Mbok! Nia mau tinggal di desa, Mbok!" kata Nia dengan wajah cerah.

"Kapan kita pergi ke desa, Mbok?"

"Tapi Non Nia janji ya, jangan bilang siapa-siapa soal desa." Mbok Nah meletakkan telunjuk di bibirnya. mengisyaratkan untuk merahasiakan hal tersebut.

"Iya, iya! Nia janji, Mbok," jawab Nia sambil menjulurkan jari kelingkingnya. 

Mbok Nah pun tersenyum dan mengaitkan jari kelingkingnya ke jari mungil Nia. 

"Lagian Nia mau cerita ke siapa, Mbok. Kan Nia nggak punya teman," kata Nia lagi.

Mbok Nah melihat majikan tersayangnya itu dengan tatapan sedih dan miris. Sejak Laura masuk ke dalam kehidupannya, Nia tidak lagi merasakan kebahagiaan.

"Ya sudah, Mbok buat sarapan dulu ya," pamit Mbok Nah. 

"Nia bantu ya Mbok, abis itu Nia mandi ya!" jawab Nia senang. 

Di ruang makan, Laura, Rina, Rangga, dan Resi sudah duduk dan siap untuk sarapan. 

Rina, Rangga, dan Resi disekolahkan di sekolah swasta elite ternama, sedangkan Nia dipndahkan ke sekolah swasta murah seadanya.

Setelah selesai sarapan, Rina, Rangga, dan Resi pamit berangkat ke sekolah.

"Ma, kami pergi sekolah dulu ya!" Rina, Rangga dan Resi serempak mengucapkan salam ke mamanya lalu masuk ke dalam mobil.

Dari pintu samping, Nia menatap sedih kepergian mobil tersebut. 

"Mbok, ayo cepetan nanti Nia telat nih," kata Nia.

"Iya non, ayo," ajak Mbok Nah sambil menggandeng tangan mungil Nia.

Mereka berjalan kaki menuju ke sekolah Nia. 

Saat melewati rumah seorang tetangga Nia, tiba-tiba ada yang menyapa Nia, "Nia, Nia mau ke sekolah ya?"

Karena disapa Nia pun membalas sapaan tersebut, "iya Tante Retno," jawab Nia malu-malu.

"Nia bareng dengan Rey dan Lisa aja ya, nanti telat loh kalau jalan kaki!" kata Retno kembali. 

"Jangan Nyonya, nanti merepotkan ... terima kasih banyak," jawab Mbok Nah.

"Nggak papa, Mbok! Kan sekalian lewat." Retno tetap bersikeras.

Retno keluar dari pekarangan rumahnya lalu menarik Nia untuk diajak masuk ke dalam mobil yang sudah siap mengantar putra putrinya ke sekolah. Rey dan Lisa saat itu sedang keluar dari rumah, dan melihat apa yang mamanya lakukan. 

"Rey, Lisa, kalian antar Nia ke sekolahnya dulu nggak papa kan?" tanya Retno kepada kedua anaknya. 

"Nggak papa Ma, kan sekalian lewat," jawab Rey tak acuh.

"Ayo Nia!" kata Lisa sambil menggandeng tangan Nia masuk ke dalam mobil. 

Dengan takut-takut, Nia melirik ke arah Mbok Nah.

"Ya sudah nggak papa, Non. Non Nia ikut mereka saja ya," kata Mbok Nah sambil tersenyum. 

"Terima kasih ya, Nyonya," kata Mbok Nah lagi kepada Tante Retno.

"Mbok Nah, Tante Retno, Nia pergi dulu ya," pamit Nia pelan. 

Mobil pun berjalan santai membawa ketiga anak tersebut ke sekolahnya masing-masing. Di dalam mobil, Lisa yang memang nggak bisa diam bertanya, "Nia kok nggak ikut mobil Kak Rangga? Kan sekalian lewat."

Sedangkan Rey cuma mendengarkan obrolan bocah kecil tersebut. 

"Nggak, Nia sudah biasa diantar Mbok Nah kok," jawab Nia pelan seperti berbisik.

Nia takut ketahuan kakak-kakaknya. Kalau sampai mereka tau Nia ikut mobil Rey dan Lisa, ia bisa dipukuli lagi oleh Resi.

"Umm ... Lisa tolong nanti jangan kasih tau kak Rina dan kak Resi ya kalau Nia ikut mobil kalian ...," pinta Nia takut-takut. 

"Loh kenapa memangnya Nia?" tanya Lisa bingung.

"Nggak papa, nanti Nia dimarahi," jawab Nia pelan. 

Rey yang duduk di depan, dalam hati kaget. Setahunya Resi anak yang baik dan lembut. Marah bagaimana?

Lisa banyak berbicara di perjalanan, tapi Nia hanya berani menjawab dengan singkat.

Sampai di depan gerbang sekolah, Nia turun dari mobil, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Lisa, Rey, dan juga pak supir. 

"Sa!" panggil Rey.

"Si Nia, kalau kita main ke rumah Resi kok dia nggak pernah ikutan, kamu tau kenapa?" tanya Rey.

Terpopuler

Comments

🍡

🍡

Oalah, aku paham sekarang niat busuknya si bapak bngst 😒

2024-11-30

0

🍡

🍡

pake nanya, lha dia kan digaji

2024-11-30

0

Hasrie Bakrie

Hasrie Bakrie

Sadar donk Laura itu hartanya Nia, jdi jgn mimpi 😠😡

2023-05-03

0

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 Part 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 Part 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108 PART 107
109 PART 108
110 PART 109
111 PART 110
112 PART 111
113 PART 112
114 PART 113
115 PART 114
116 PART 115
117 PART 116
118 PART 117
119 PART 118
120 PART 119
121 PART 120
122 PART 121
123 PART 122
124 PART 123
125 PART 124
126 PART 125
127 PART 126
128 PART 127
129 PART 128
130 PART 129
131 PART 130
132 PART 131
133 PART 132
134 PART 133
135 PART 134
136 PART 135
137 PART 136
138 PART 137 + visual Nia
139 PART 138
140 PART 139
141 PART 140
142 PART 141
143 PART 142
144 PART 143
145 PART 144
146 PART 145
147 PART 146
148 PART 147
149 PART 148
150 PART 149
151 PART 150
152 PART 151
153 PART 152
154 PART 153
155 PART 154
156 PART 155
157 PART 156
158 PART 157
159 PART 158
160 PART 159
161 PART 160
162 PART 161
163 PART 162
164 PART 163
165 PART 164
166 PART 165
167 PART 166
168 PART 167
169 PART 168
170 PART 169
171 PART 170
172 PART 171
173 PART 172
174 PART 173
175 PART 174
176 PART 175
177 PART 176
178 PART 177
179 PART 178
180 PART 179
181 PART 180
182 PART 181
183 PART 182
184 PART 183
185 PART 184
186 PART 185
187 PART 186
188 PART 187
189 PART 188
190 PART 189
191 PART 190
192 PART 191
193 PART 192
194 PART 193
195 PART 194
196 PART 195
197 PART 196
198 PART 197
199 PART 198
200 PART 199
201 PART 200 + visual Wawan
202 PART 201
203 PART 202
204 PART 203 + visual Fernandez
205 PART 204 + visual Rey
206 PART 205
207 PART 206
208 PART 207
209 PART 208
210 PART 209
211 PART 210
212 PART 211
213 PART 212
214 PART 213
215 PART 214
216 PART 215
217 PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218 PART 217
219 PART 218
220 PART 219
221 PART 220
222 PART 221
223 PART 222
224 PART 223
225 PART 224
226 PART 225
227 PART 226
228 PART 227
229 PART 228
230 PART 229
231 PART 230
232 PART 231
233 PART 232
234 PART 233
235 PART 234
236 PART 235
237 PART 236
238 PART 237
239 PART 238
240 PART 239
241 PART 240
242 PART 241
243 PART 242
244 PART 243
245 PART 244
246 PART 245
247 PART 246
248 PART 247
249 PART 248
250 PART 249
251 PART 250
252 PART 251
253 PART 252
254 PART 253
255 PART 254
256 PART 255
257 PART 256
258 PART 257
259 PART 258
260 PART 259
261 PART 260
262 PART 261
263 PART 262
264 PART 263
265 PART 264
266 PART 265
267 PART 266
268 PART 267
269 PART 268
270 PART 269
271 PART 270
272 PART 271
273 PART 272
274 PART 273
275 PART 274
276 PART 275
277 PART 276
278 PART 277
279 PART 278
280 PART 279
281 PART 280
282 PART 281
283 PART 282 + Visual Rina
284 PART 283
285 PART 284
286 PART 285
287 PART 286
288 PART 287
289 PART 288
290 PART 289
291 PART 290
292 PART 291
293 PART 292
294 PART 293
295 SPECIAL PART 1
296 SPECIAL PART 2
297 *iklan* MAHKOTA BUNGA
298 SPECIAL PART 3
Episodes

Updated 298 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
Part 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
Part 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108
PART 107
109
PART 108
110
PART 109
111
PART 110
112
PART 111
113
PART 112
114
PART 113
115
PART 114
116
PART 115
117
PART 116
118
PART 117
119
PART 118
120
PART 119
121
PART 120
122
PART 121
123
PART 122
124
PART 123
125
PART 124
126
PART 125
127
PART 126
128
PART 127
129
PART 128
130
PART 129
131
PART 130
132
PART 131
133
PART 132
134
PART 133
135
PART 134
136
PART 135
137
PART 136
138
PART 137 + visual Nia
139
PART 138
140
PART 139
141
PART 140
142
PART 141
143
PART 142
144
PART 143
145
PART 144
146
PART 145
147
PART 146
148
PART 147
149
PART 148
150
PART 149
151
PART 150
152
PART 151
153
PART 152
154
PART 153
155
PART 154
156
PART 155
157
PART 156
158
PART 157
159
PART 158
160
PART 159
161
PART 160
162
PART 161
163
PART 162
164
PART 163
165
PART 164
166
PART 165
167
PART 166
168
PART 167
169
PART 168
170
PART 169
171
PART 170
172
PART 171
173
PART 172
174
PART 173
175
PART 174
176
PART 175
177
PART 176
178
PART 177
179
PART 178
180
PART 179
181
PART 180
182
PART 181
183
PART 182
184
PART 183
185
PART 184
186
PART 185
187
PART 186
188
PART 187
189
PART 188
190
PART 189
191
PART 190
192
PART 191
193
PART 192
194
PART 193
195
PART 194
196
PART 195
197
PART 196
198
PART 197
199
PART 198
200
PART 199
201
PART 200 + visual Wawan
202
PART 201
203
PART 202
204
PART 203 + visual Fernandez
205
PART 204 + visual Rey
206
PART 205
207
PART 206
208
PART 207
209
PART 208
210
PART 209
211
PART 210
212
PART 211
213
PART 212
214
PART 213
215
PART 214
216
PART 215
217
PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218
PART 217
219
PART 218
220
PART 219
221
PART 220
222
PART 221
223
PART 222
224
PART 223
225
PART 224
226
PART 225
227
PART 226
228
PART 227
229
PART 228
230
PART 229
231
PART 230
232
PART 231
233
PART 232
234
PART 233
235
PART 234
236
PART 235
237
PART 236
238
PART 237
239
PART 238
240
PART 239
241
PART 240
242
PART 241
243
PART 242
244
PART 243
245
PART 244
246
PART 245
247
PART 246
248
PART 247
249
PART 248
250
PART 249
251
PART 250
252
PART 251
253
PART 252
254
PART 253
255
PART 254
256
PART 255
257
PART 256
258
PART 257
259
PART 258
260
PART 259
261
PART 260
262
PART 261
263
PART 262
264
PART 263
265
PART 264
266
PART 265
267
PART 266
268
PART 267
269
PART 268
270
PART 269
271
PART 270
272
PART 271
273
PART 272
274
PART 273
275
PART 274
276
PART 275
277
PART 276
278
PART 277
279
PART 278
280
PART 279
281
PART 280
282
PART 281
283
PART 282 + Visual Rina
284
PART 283
285
PART 284
286
PART 285
287
PART 286
288
PART 287
289
PART 288
290
PART 289
291
PART 290
292
PART 291
293
PART 292
294
PART 293
295
SPECIAL PART 1
296
SPECIAL PART 2
297
*iklan* MAHKOTA BUNGA
298
SPECIAL PART 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!