PART 12

Pagi hari sebelum subuh. Nia dan Mbok Nah sudah bangun dan melakukan sholat subuh. Setelah selesai subuhan, Mbok Nah menggandeng tangan Nia dan mengajaknya keluar. Sesampai diluar. ternyata pintu sudah terbuka lebar dan hawa sejuk pun terasa di kulit mereka. 

"Nenek!"  sapa Nia saat melihat sang nenek sedang menyapu halaman. 

"Wah cucu nenek kok sudah bangun pagi-pagi?"  jawab Ibunda Hani.

"Pagi Bu!"  sapa mbok nah juga.

"Pagi juga Nah!" jawab IbundaHani.

"Sini biar saya yang  melanjutkan,Bu. Ibu duduk saja dengan Nia" kata Mbok Nah sambil mengambil sapu di tangan Ibunda Hani. 

"Ayo Nia duduk disini. Udaranya sejuk kan, sayang?"  tanya Ibunda Hani.

"Iyaa Nek, Nia senang"  jawab Nia sambil senyum.

"Nia duduk manis disini ya. nenek mau buat sarapan dulu untuk Nia, kalian pagi ini mau ke pergi kan?"

"Baik nek, Nia boleh minta telor mata sapi nek untuk sarapan?" tanya Nia malu-malu.

"Hihihi nia suka ya telur mata sapi?"  tanya ibu hani.

"Iya nek! Nia suka! Kalau dirumah Mama Laura, Mbok sama Nia cuma boleh makan telur sapi seminggu sekali, telurnya bagi dua dengan Mbok Nah. Kadang Mbok Nah nggak makan telurnya supaya Nia bisa makan telur, jadi Mbok cuma makan nasi aja nek" ucap Nia sedih mengingat masa lalu itu. 

"Sudah tenang,disana Nia bisa makan sepuasnya telur mata sapi, Nia mau berapa nanti nenek buatkan?" tanya bu Hani menatap pilu.

"Nia mau dua boleh, Nek? Untuk mbok Nah juga boleh dua ya, nek?" tanya Nia masih malu-malu.

"Hahaha. Boleh, boleh! Nia mau lima juga boleh."  jawab Ibunda Hani sambil tertawa melihat tingkah Nia.

"Dua sudah cukup kok Nek. Dua Nia, dua mbok Nah. Terimakasih ya nenek! " sambil memeluk sang nenek. 

"Ya sudah nia disini dulu ya, nenek mau ke dapur. Jangan kemana-mana ya sayang" pesan ibu Hani sambil menuju ke arah dapur.

'Kasian kamu nak, cuma sebutir telur sampai seperti itu.'

###

Mbok nah yang sudah selesai menyapu dan membersihkan halaman, mengajak Nia untuk segera mandi. Mereka pun masuk ke dalam. 

Setelah selesai mandi dan membereskan semuanya,mbok nah dan nia menuju ruang makan. Disana sudah duduk Ibunda Hani, Hani, dan juga Anton.

"Ayo sini Nia duduk disamping Om" ajak Anton sambil menggendong Nia dan mengecup pipi mungil Nia.

"Wah nia sudah wangi ya ,sudah cantik lagi" puji Anton tersenyum.

"Iyaa nia tadi mandi, disabuni Mbok Nah biar wangi " celoteh Nia senang.

"Hahaha "

"Iya benar. Sekarang ayo kita sarapan, kan Nia mau ke desa."  kata Anton sambil mendudukkan nia disisinya.

Mereka makan sambil diselingi sedikit candaan.

Saat selesai makan, terdengar suara ketukan pintu dari luar.

"Oo pasti itu Indra yang datang!" seru Hani.

Anton segera beranjak membukakan pintu rumah, dan di depannya berdiri seorang pria yang cukup tampan sambil memberi salam dan dibalas Anton dengan ramah.

"Ayo silahkan masuk mas"  ajak Anton.

Indra pun mengikuti Anton masuk dan duduk diruang tamu.

Ibu hani keluar sambil membawa minuman dan pisang goreng untuk sang tamu.

Indra yang melihat ibu hani keluar langsung  berdiri dan mengulurkan tangan.

"Perkenalkan saya Indra, omnya Nia "ucap Indra .

"Saya Fatimah, ibunya Hani dan Anton" sambut ibunda Hani

"Mari duduk nak Indra, diminum dulu kopinya. Maaf ibu gak tau nak indra suka rasa kopi pahit atau gimana, kalau nggak cocok biar ibu ganti" kata ibu Hani ramah.

"nggak papa, Bu. Saya nggak pilih-pilih kok, terimakasih" jawab Indra sambil tersenyum.

"Mbok dan nia dimana ya bu?" tanya Indra.

"Mereka lagi beberes dikamar, tunggu dulu ya nak Indra. Ayo disambi minum dan makan pisang gorengnya" ajak bu Hani ramah.

Tak lama Hani, mbok nah juga Nia keluar dari kamar menuju ruang duduk.

"Maaf lama nunggunya, Ndra"  sapa Hani.

"Santai Han, baru juga sampai"  balas Indra.

"Pagi nia sayang, sini dekat Om!"  Indra memeluk Nia 

"Sudah siap mbok nah?"  tanya Indra .

"Sudah Mas, tinggal berangkat saja"  ucap mbok nah

"Oya Ndra, kenalin ini adikku Anton"   Hani sambil memperkenalkan Anton.

Mereka pun saling menganggukan kepala, karena tadi sudah saling sapa sebelumnya.

"Kopinya dihabiskan dulu ya sebelum kalian berangkat"  saran ibu Hani.

Indra pun segera menyeruput kopinya sampai habis. "Yuk berangkat sekarang supaya nggak kena macet" kata Indra kemudian.

Akhirnya Hani, Mbok Nah, dan juga Nia berpamitan kepada Ibunda Hani dan Anton.

"Hati-hati dijalan, jangan ngebut ya" pesan Ibunda Hani sambil mengantar mereka keluar.

####

Pagi hari di kediaman Wahyu, Laura sedang menggerutu karna anak-anaknya menanyakan dimana dasi dan topi mereka karena biasanya Mbok Nah lah yang menyiapkan semuanya.

"Sialan! Kemana mereka sampai pagi ini belum juga pulang!"  gerutu Laura sambil memukul meja.

Akhirnya, anak-anak Laura hanya sarapan roti karna Laura tidak memasak apapun.

Setelah anak-anaknya berangkat ke sekolah, Laura masih bingung kemana harus  mencari Mbok Nah dan Nia.

"Kemana ya mereka" pikir Laura.

Apa aku telpon Wahyu saja, pikir Laura. Tapi besok Wahyu juga pulang. Tunggu sajalah sampai besok,lagian mereka juga nggak penting.

###

Hani yang duduk di kursi penumpang depan, membuka pembicaraan dengan Indra.

"Ndra, gimana rencana kamu selanjutnya?" tanya Hani.

"Kemarin aku sudah menemui Kepala Sekolahnya Nia. Aku sudah minta surat kepindahan Nia. Aku sudah minta agar yang mengetahui kepindahan sekolah Nia cuma kepala sekolah dan wali kelas Nia saja." jelas Indra.

"Bagus kalau begitu. Gercep juga kamu, Ndra," kata Hani tersenyum.

"Aku juga sudah membuat skenario dengan kepala sekolah dan wali kelas. Nanti wali kelas akan menghubungi ku dan mengabarkan bahwa Nia sudah 3 hari tidak masuk sekolah. Nah rencananya besok sore aku akan mendatangi rumah Fira. Untuk selanjutnya, kita harus liat gimana sikap mereka." 

"Aku juga sudah minta bantuan adikku untuk menyelidiki mereka" kata Hani.

"Anton, adikmu yang tadi Han?" tanya Indra.

"Benar Ndra, Adikku itu polisi, jadi dia sudah biasa menyelidiki kasus." ucap Hani.

"Bagus kalau begitu, Anton nanti akan banyak membantu kita."  jawab Indra .

"Oh ya, soal bubuk yang diberikan Mbok Nah, aku minta tolong Anton yang periksa. Katanya bubuk itu tidak berbahaya. Tetapi apabila dikonsumsi secara berkala, akan menjadi racun bagi tubuh" ujar Hani.

"Racun?"  pekik Mbok Nah yang dari tadi mendengarkan obrolan Indra dan Hani.

"Iya mbok " jawab Hani.

"Kalau begitu selama ini non Fira sudah diracuni, sedikit demi sedikit" Mbok Nah kaget sekali dengan penjelasan Hani.

"Apa setiap hari Wahyu memasukan bubuk itu Mbok?" tanya Indra geram.

"Mbok nggak tau Mas, Mbok hanya melihat Tuan Wahyu memasukkan bubuk tersebut beberapa kali, tapi Mbok sudah lihat sejak Nia masih 1 tahun" jawab Mbok nah.

"Kalau aku tahu itu racun pasti dari dulu aku larang non Fira minum itu." kata mbok nah sambil menangis.

"Mbok jangan menangis. Siapa yang jahat? Siapa yang meracuni Mama Fira?" tanya Nia kaget melihat mbok nah menangis.

Mbok Nah cuma bisa memeluk Nia erat-erat. Aku harus membawa Nia pergi jauh dari rumah itu, pikir mbok Nah. 

"Sudah mbok, semua sudah terjadi.. Sekarang lebih baik kita lebih waspada, Mbok harus siap dan kuat menjaga Nia" ujar Indra sambil memikirkan rencana menghadapi  Wahyu nanti.

"Benar, mbok tenang saja. Nanti Hani akan balas perbuatan mereka. Yang penting mbok jaga Nia baik baik ya!"

"Nia harus ingat, harus patuh sama mbok Nah ya" pesan Hani lagi.

"Iya Mama Hani" jawab Nia.

"Han, kamu jadi hakim sudah berapa lama ?" tanya Indra.

"Baru dua bulan, Ndra" ujar Hani.

"Aku kembali ke Indonesia sebenarnya untuk menjaga dan mengurus Nia. Saat aku tau Fira sudah tiada, aku sengaja mempercepat semua urusan ku di Amerika. Kalau tahu seperti ini seharusnya waktu Fira sakit aku segera balik ke Indonesia" sesal Hani .

"Sudahlah Han, garis takdir tidak ada yang tahu. Sekarang yang penting kita sudah mulai menguak niat jahat Wahyu dan Laura, dan kita bisa merencanakan pembalasan untuk mereka"  ucap Indra.

Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing, sedangkan Nia tertidur di pangkuan Mbok Nah.

Terpopuler

Comments

Hasrie Bakrie

Hasrie Bakrie

Siap" Wahyu dan Laura jdi gembel, karna bu hakim Dan pak polisi akan bertindak

2023-05-03

0

susi 2020

susi 2020

😎😎😎😎

2022-12-19

0

susi 2020

susi 2020

🤩🤩🤩🤩

2022-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 Part 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 Part 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108 PART 107
109 PART 108
110 PART 109
111 PART 110
112 PART 111
113 PART 112
114 PART 113
115 PART 114
116 PART 115
117 PART 116
118 PART 117
119 PART 118
120 PART 119
121 PART 120
122 PART 121
123 PART 122
124 PART 123
125 PART 124
126 PART 125
127 PART 126
128 PART 127
129 PART 128
130 PART 129
131 PART 130
132 PART 131
133 PART 132
134 PART 133
135 PART 134
136 PART 135
137 PART 136
138 PART 137 + visual Nia
139 PART 138
140 PART 139
141 PART 140
142 PART 141
143 PART 142
144 PART 143
145 PART 144
146 PART 145
147 PART 146
148 PART 147
149 PART 148
150 PART 149
151 PART 150
152 PART 151
153 PART 152
154 PART 153
155 PART 154
156 PART 155
157 PART 156
158 PART 157
159 PART 158
160 PART 159
161 PART 160
162 PART 161
163 PART 162
164 PART 163
165 PART 164
166 PART 165
167 PART 166
168 PART 167
169 PART 168
170 PART 169
171 PART 170
172 PART 171
173 PART 172
174 PART 173
175 PART 174
176 PART 175
177 PART 176
178 PART 177
179 PART 178
180 PART 179
181 PART 180
182 PART 181
183 PART 182
184 PART 183
185 PART 184
186 PART 185
187 PART 186
188 PART 187
189 PART 188
190 PART 189
191 PART 190
192 PART 191
193 PART 192
194 PART 193
195 PART 194
196 PART 195
197 PART 196
198 PART 197
199 PART 198
200 PART 199
201 PART 200 + visual Wawan
202 PART 201
203 PART 202
204 PART 203 + visual Fernandez
205 PART 204 + visual Rey
206 PART 205
207 PART 206
208 PART 207
209 PART 208
210 PART 209
211 PART 210
212 PART 211
213 PART 212
214 PART 213
215 PART 214
216 PART 215
217 PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218 PART 217
219 PART 218
220 PART 219
221 PART 220
222 PART 221
223 PART 222
224 PART 223
225 PART 224
226 PART 225
227 PART 226
228 PART 227
229 PART 228
230 PART 229
231 PART 230
232 PART 231
233 PART 232
234 PART 233
235 PART 234
236 PART 235
237 PART 236
238 PART 237
239 PART 238
240 PART 239
241 PART 240
242 PART 241
243 PART 242
244 PART 243
245 PART 244
246 PART 245
247 PART 246
248 PART 247
249 PART 248
250 PART 249
251 PART 250
252 PART 251
253 PART 252
254 PART 253
255 PART 254
256 PART 255
257 PART 256
258 PART 257
259 PART 258
260 PART 259
261 PART 260
262 PART 261
263 PART 262
264 PART 263
265 PART 264
266 PART 265
267 PART 266
268 PART 267
269 PART 268
270 PART 269
271 PART 270
272 PART 271
273 PART 272
274 PART 273
275 PART 274
276 PART 275
277 PART 276
278 PART 277
279 PART 278
280 PART 279
281 PART 280
282 PART 281
283 PART 282 + Visual Rina
284 PART 283
285 PART 284
286 PART 285
287 PART 286
288 PART 287
289 PART 288
290 PART 289
291 PART 290
292 PART 291
293 PART 292
294 PART 293
295 SPECIAL PART 1
296 SPECIAL PART 2
297 *iklan* MAHKOTA BUNGA
298 SPECIAL PART 3
Episodes

Updated 298 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
Part 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
Part 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108
PART 107
109
PART 108
110
PART 109
111
PART 110
112
PART 111
113
PART 112
114
PART 113
115
PART 114
116
PART 115
117
PART 116
118
PART 117
119
PART 118
120
PART 119
121
PART 120
122
PART 121
123
PART 122
124
PART 123
125
PART 124
126
PART 125
127
PART 126
128
PART 127
129
PART 128
130
PART 129
131
PART 130
132
PART 131
133
PART 132
134
PART 133
135
PART 134
136
PART 135
137
PART 136
138
PART 137 + visual Nia
139
PART 138
140
PART 139
141
PART 140
142
PART 141
143
PART 142
144
PART 143
145
PART 144
146
PART 145
147
PART 146
148
PART 147
149
PART 148
150
PART 149
151
PART 150
152
PART 151
153
PART 152
154
PART 153
155
PART 154
156
PART 155
157
PART 156
158
PART 157
159
PART 158
160
PART 159
161
PART 160
162
PART 161
163
PART 162
164
PART 163
165
PART 164
166
PART 165
167
PART 166
168
PART 167
169
PART 168
170
PART 169
171
PART 170
172
PART 171
173
PART 172
174
PART 173
175
PART 174
176
PART 175
177
PART 176
178
PART 177
179
PART 178
180
PART 179
181
PART 180
182
PART 181
183
PART 182
184
PART 183
185
PART 184
186
PART 185
187
PART 186
188
PART 187
189
PART 188
190
PART 189
191
PART 190
192
PART 191
193
PART 192
194
PART 193
195
PART 194
196
PART 195
197
PART 196
198
PART 197
199
PART 198
200
PART 199
201
PART 200 + visual Wawan
202
PART 201
203
PART 202
204
PART 203 + visual Fernandez
205
PART 204 + visual Rey
206
PART 205
207
PART 206
208
PART 207
209
PART 208
210
PART 209
211
PART 210
212
PART 211
213
PART 212
214
PART 213
215
PART 214
216
PART 215
217
PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218
PART 217
219
PART 218
220
PART 219
221
PART 220
222
PART 221
223
PART 222
224
PART 223
225
PART 224
226
PART 225
227
PART 226
228
PART 227
229
PART 228
230
PART 229
231
PART 230
232
PART 231
233
PART 232
234
PART 233
235
PART 234
236
PART 235
237
PART 236
238
PART 237
239
PART 238
240
PART 239
241
PART 240
242
PART 241
243
PART 242
244
PART 243
245
PART 244
246
PART 245
247
PART 246
248
PART 247
249
PART 248
250
PART 249
251
PART 250
252
PART 251
253
PART 252
254
PART 253
255
PART 254
256
PART 255
257
PART 256
258
PART 257
259
PART 258
260
PART 259
261
PART 260
262
PART 261
263
PART 262
264
PART 263
265
PART 264
266
PART 265
267
PART 266
268
PART 267
269
PART 268
270
PART 269
271
PART 270
272
PART 271
273
PART 272
274
PART 273
275
PART 274
276
PART 275
277
PART 276
278
PART 277
279
PART 278
280
PART 279
281
PART 280
282
PART 281
283
PART 282 + Visual Rina
284
PART 283
285
PART 284
286
PART 285
287
PART 286
288
PART 287
289
PART 288
290
PART 289
291
PART 290
292
PART 291
293
PART 292
294
PART 293
295
SPECIAL PART 1
296
SPECIAL PART 2
297
*iklan* MAHKOTA BUNGA
298
SPECIAL PART 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!