Pagi hari sebelum subuh. Nia dan Mbok Nah sudah bangun dan melakukan sholat subuh. Setelah selesai subuhan, Mbok Nah menggandeng tangan Nia dan mengajaknya keluar. Sesampai diluar. ternyata pintu sudah terbuka lebar dan hawa sejuk pun terasa di kulit mereka.
"Nenek!" sapa Nia saat melihat sang nenek sedang menyapu halaman.
"Wah cucu nenek kok sudah bangun pagi-pagi?" jawab Ibunda Hani.
"Pagi Bu!" sapa mbok nah juga.
"Pagi juga Nah!" jawab IbundaHani.
"Sini biar saya yang melanjutkan,Bu. Ibu duduk saja dengan Nia" kata Mbok Nah sambil mengambil sapu di tangan Ibunda Hani.
"Ayo Nia duduk disini. Udaranya sejuk kan, sayang?" tanya Ibunda Hani.
"Iyaa Nek, Nia senang" jawab Nia sambil senyum.
"Nia duduk manis disini ya. nenek mau buat sarapan dulu untuk Nia, kalian pagi ini mau ke pergi kan?"
"Baik nek, Nia boleh minta telor mata sapi nek untuk sarapan?" tanya Nia malu-malu.
"Hihihi nia suka ya telur mata sapi?" tanya ibu hani.
"Iya nek! Nia suka! Kalau dirumah Mama Laura, Mbok sama Nia cuma boleh makan telur sapi seminggu sekali, telurnya bagi dua dengan Mbok Nah. Kadang Mbok Nah nggak makan telurnya supaya Nia bisa makan telur, jadi Mbok cuma makan nasi aja nek" ucap Nia sedih mengingat masa lalu itu.
"Sudah tenang,disana Nia bisa makan sepuasnya telur mata sapi, Nia mau berapa nanti nenek buatkan?" tanya bu Hani menatap pilu.
"Nia mau dua boleh, Nek? Untuk mbok Nah juga boleh dua ya, nek?" tanya Nia masih malu-malu.
"Hahaha. Boleh, boleh! Nia mau lima juga boleh." jawab Ibunda Hani sambil tertawa melihat tingkah Nia.
"Dua sudah cukup kok Nek. Dua Nia, dua mbok Nah. Terimakasih ya nenek! " sambil memeluk sang nenek.
"Ya sudah nia disini dulu ya, nenek mau ke dapur. Jangan kemana-mana ya sayang" pesan ibu Hani sambil menuju ke arah dapur.
'Kasian kamu nak, cuma sebutir telur sampai seperti itu.'
###
Mbok nah yang sudah selesai menyapu dan membersihkan halaman, mengajak Nia untuk segera mandi. Mereka pun masuk ke dalam.
Setelah selesai mandi dan membereskan semuanya,mbok nah dan nia menuju ruang makan. Disana sudah duduk Ibunda Hani, Hani, dan juga Anton.
"Ayo sini Nia duduk disamping Om" ajak Anton sambil menggendong Nia dan mengecup pipi mungil Nia.
"Wah nia sudah wangi ya ,sudah cantik lagi" puji Anton tersenyum.
"Iyaa nia tadi mandi, disabuni Mbok Nah biar wangi " celoteh Nia senang.
"Hahaha "
"Iya benar. Sekarang ayo kita sarapan, kan Nia mau ke desa." kata Anton sambil mendudukkan nia disisinya.
Mereka makan sambil diselingi sedikit candaan.
Saat selesai makan, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Oo pasti itu Indra yang datang!" seru Hani.
Anton segera beranjak membukakan pintu rumah, dan di depannya berdiri seorang pria yang cukup tampan sambil memberi salam dan dibalas Anton dengan ramah.
"Ayo silahkan masuk mas" ajak Anton.
Indra pun mengikuti Anton masuk dan duduk diruang tamu.
Ibu hani keluar sambil membawa minuman dan pisang goreng untuk sang tamu.
Indra yang melihat ibu hani keluar langsung berdiri dan mengulurkan tangan.
"Perkenalkan saya Indra, omnya Nia "ucap Indra .
"Saya Fatimah, ibunya Hani dan Anton" sambut ibunda Hani
"Mari duduk nak Indra, diminum dulu kopinya. Maaf ibu gak tau nak indra suka rasa kopi pahit atau gimana, kalau nggak cocok biar ibu ganti" kata ibu Hani ramah.
"nggak papa, Bu. Saya nggak pilih-pilih kok, terimakasih" jawab Indra sambil tersenyum.
"Mbok dan nia dimana ya bu?" tanya Indra.
"Mereka lagi beberes dikamar, tunggu dulu ya nak Indra. Ayo disambi minum dan makan pisang gorengnya" ajak bu Hani ramah.
Tak lama Hani, mbok nah juga Nia keluar dari kamar menuju ruang duduk.
"Maaf lama nunggunya, Ndra" sapa Hani.
"Santai Han, baru juga sampai" balas Indra.
"Pagi nia sayang, sini dekat Om!" Indra memeluk Nia
"Sudah siap mbok nah?" tanya Indra .
"Sudah Mas, tinggal berangkat saja" ucap mbok nah
"Oya Ndra, kenalin ini adikku Anton" Hani sambil memperkenalkan Anton.
Mereka pun saling menganggukan kepala, karena tadi sudah saling sapa sebelumnya.
"Kopinya dihabiskan dulu ya sebelum kalian berangkat" saran ibu Hani.
Indra pun segera menyeruput kopinya sampai habis. "Yuk berangkat sekarang supaya nggak kena macet" kata Indra kemudian.
Akhirnya Hani, Mbok Nah, dan juga Nia berpamitan kepada Ibunda Hani dan Anton.
"Hati-hati dijalan, jangan ngebut ya" pesan Ibunda Hani sambil mengantar mereka keluar.
####
Pagi hari di kediaman Wahyu, Laura sedang menggerutu karna anak-anaknya menanyakan dimana dasi dan topi mereka karena biasanya Mbok Nah lah yang menyiapkan semuanya.
"Sialan! Kemana mereka sampai pagi ini belum juga pulang!" gerutu Laura sambil memukul meja.
Akhirnya, anak-anak Laura hanya sarapan roti karna Laura tidak memasak apapun.
Setelah anak-anaknya berangkat ke sekolah, Laura masih bingung kemana harus mencari Mbok Nah dan Nia.
"Kemana ya mereka" pikir Laura.
Apa aku telpon Wahyu saja, pikir Laura. Tapi besok Wahyu juga pulang. Tunggu sajalah sampai besok,lagian mereka juga nggak penting.
###
Hani yang duduk di kursi penumpang depan, membuka pembicaraan dengan Indra.
"Ndra, gimana rencana kamu selanjutnya?" tanya Hani.
"Kemarin aku sudah menemui Kepala Sekolahnya Nia. Aku sudah minta surat kepindahan Nia. Aku sudah minta agar yang mengetahui kepindahan sekolah Nia cuma kepala sekolah dan wali kelas Nia saja." jelas Indra.
"Bagus kalau begitu. Gercep juga kamu, Ndra," kata Hani tersenyum.
"Aku juga sudah membuat skenario dengan kepala sekolah dan wali kelas. Nanti wali kelas akan menghubungi ku dan mengabarkan bahwa Nia sudah 3 hari tidak masuk sekolah. Nah rencananya besok sore aku akan mendatangi rumah Fira. Untuk selanjutnya, kita harus liat gimana sikap mereka."
"Aku juga sudah minta bantuan adikku untuk menyelidiki mereka" kata Hani.
"Anton, adikmu yang tadi Han?" tanya Indra.
"Benar Ndra, Adikku itu polisi, jadi dia sudah biasa menyelidiki kasus." ucap Hani.
"Bagus kalau begitu, Anton nanti akan banyak membantu kita." jawab Indra .
"Oh ya, soal bubuk yang diberikan Mbok Nah, aku minta tolong Anton yang periksa. Katanya bubuk itu tidak berbahaya. Tetapi apabila dikonsumsi secara berkala, akan menjadi racun bagi tubuh" ujar Hani.
"Racun?" pekik Mbok Nah yang dari tadi mendengarkan obrolan Indra dan Hani.
"Iya mbok " jawab Hani.
"Kalau begitu selama ini non Fira sudah diracuni, sedikit demi sedikit" Mbok Nah kaget sekali dengan penjelasan Hani.
"Apa setiap hari Wahyu memasukan bubuk itu Mbok?" tanya Indra geram.
"Mbok nggak tau Mas, Mbok hanya melihat Tuan Wahyu memasukkan bubuk tersebut beberapa kali, tapi Mbok sudah lihat sejak Nia masih 1 tahun" jawab Mbok nah.
"Kalau aku tahu itu racun pasti dari dulu aku larang non Fira minum itu." kata mbok nah sambil menangis.
"Mbok jangan menangis. Siapa yang jahat? Siapa yang meracuni Mama Fira?" tanya Nia kaget melihat mbok nah menangis.
Mbok Nah cuma bisa memeluk Nia erat-erat. Aku harus membawa Nia pergi jauh dari rumah itu, pikir mbok Nah.
"Sudah mbok, semua sudah terjadi.. Sekarang lebih baik kita lebih waspada, Mbok harus siap dan kuat menjaga Nia" ujar Indra sambil memikirkan rencana menghadapi Wahyu nanti.
"Benar, mbok tenang saja. Nanti Hani akan balas perbuatan mereka. Yang penting mbok jaga Nia baik baik ya!"
"Nia harus ingat, harus patuh sama mbok Nah ya" pesan Hani lagi.
"Iya Mama Hani" jawab Nia.
"Han, kamu jadi hakim sudah berapa lama ?" tanya Indra.
"Baru dua bulan, Ndra" ujar Hani.
"Aku kembali ke Indonesia sebenarnya untuk menjaga dan mengurus Nia. Saat aku tau Fira sudah tiada, aku sengaja mempercepat semua urusan ku di Amerika. Kalau tahu seperti ini seharusnya waktu Fira sakit aku segera balik ke Indonesia" sesal Hani .
"Sudahlah Han, garis takdir tidak ada yang tahu. Sekarang yang penting kita sudah mulai menguak niat jahat Wahyu dan Laura, dan kita bisa merencanakan pembalasan untuk mereka" ucap Indra.
Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing, sedangkan Nia tertidur di pangkuan Mbok Nah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Hasrie Bakrie
Siap" Wahyu dan Laura jdi gembel, karna bu hakim Dan pak polisi akan bertindak
2023-05-03
0
susi 2020
😎😎😎😎
2022-12-19
0
susi 2020
🤩🤩🤩🤩
2022-12-19
0