Sore hari yang cerah, sambil menonton TV di ruang keluarga, Resi bersenda gurau dengan kedua kakak dan juga papa mamanya.
"Ma, kita undang keluarga kak Rey makan malam, yuk," rengek Resi ke mamanya.
"Memang kenapa, Res?" tanya Laura.
"Ya ... Resi pengen dekat terus sama Kak Rey,
"Ma, ayo dong Ma, kan pas Papa lagi ada di rumah,"
rengek Resi
"Rey anak Pak Andi yang dokter itu?" Tanya Wahyu.
"Iya Pa, Pak Andi yang pemilik Rumah Sakit terkenal itu," jawab Laura.
"Ya sudah, Ma. Undang saja mereka makan malam, pesan catering saja," jawab Wahyu memanjakan Resi.
"Hm, ya sudah kalau itu mau papa," jawab Laura malas.
Sebenarnya Laura tidak menyukai Retno, mamanya Rey, karena Retno pernah menegurnya waktu dia memarahi Nia di halaman rumahnya. Laura juga iri terhadap Retno karena menikah dengan laki-laki yang lebih kaya.
"Yes! Kalau gitu Resi ke rumah kak Rey sekarang ya, Pa, Ma! Resi pamit dulu," teriak Resi yang sudah berlari keluar rumah.
*Ting tong, ting tong, ting tong*
Resi menekan bel rumah Rey dengan cepat.
Pagar rumah itu dibukakan oleh satpam, Retno yang sedang duduk bersantai di taman berdiri menatap heran akan kedatangan Resi, dan mempersilakannya masuk.
"Masuk Resi, ada perlu apa Resi kesini?"tanya Retno.
"Itu tante ... Mama dan Papa mau mengundang Tante sekeluarga untuk makan malam di rumah Resi," jawab Resi dengan matanya yang berkeliaran mencari-cari, ya nyari Rey lah.
"Oh gitu. Emang ada acara apa Res?"
"Itu Tante ... Papa baru pulang dari luar kota, mau silaturahmi aja, Tante," jawab Resi cepat.
"Ya sudah, nanti malam Tante sekeluarga datang ke sama ya. Sampaikan kepada papa mama terima kasih undangannya," jawab Retno mencoba untuk tersenyum ramah.
Entah kenapa, Retno tidak terlalu suka dengan Resi dan mamanya, Retno merasa kedua orang tersebut hanya berpura-pura baik saja.
###
Retno sudah berteman lama dengan Fira sejak mereka tinggal komplek perumahan ini. Dia juga tahu bagaimana sikap Laura kepada Nia, itulah yang membuat Retno tambah tidak suka terhadap mereka. Karena dia tau semua kekayaan tersebut adalah milik keluarga Fira, bukan milik suaminya.
"Kak Rey mana, Tan?" tanya Resi masih belum beranjak dari tempatnya.
"Rey sedang tidur siang Resi."
"Ya sudah deh kalau gitu. Resi pamit dulu, Tante," jawab Resi lemah karna tidak ketemu pujaan hatinya.
Retno menatap keluar melihat Resi meninggalkan kediamannya, sambil membatin, 'jangan sampai Rey jadian sama si Resi ini ... Aku nggak suka.'
"Ma, ngapain berdiri di pintu," tiba-tiba Rey muncul.
"Tadi Resi datang, ngundang kita sekeluarga makan malam di rumahnya, Nak," jawab Retno.
"Ada acara apa, Ma?" tanya Rey.
"Katanya karena papanya baru pulang dari luar kota, Rey," jawab Retno sambil menatap Rey tajam.
"Duduk sini Rey!
"Rey, Mama mau tanya," kata Retno lembut.
"Tanya apa emang, Ma?" Rey bingung dengan tatapan mamanya yang berubah-ubah.
"Rey suka sama Resi ya?" tanya Retno sambil menatap tajam wajah tampan putra kesayangannya.
"Apaan sih, Ma. Rey masih kecil, Ma. Belum mikirin pacaran. Rey mau sekolah dulu yang pintar sampai jadi sukses seperti papa, dan sebenarnya Rey nggak terlalu suka dengan Resi, Ma," jawab Rey jujur.
"Syukurlah kalau gitu, Mama takut Rey suka ma Resi " jawab Retno bahagia.
"Ma, Rey boleh nanya?"
"Kenapa Rey?"
"Itu ma, Rey heran si Nia kecil kenapa kayak dikucilin ya. Rina, Rangga, Resi berangkat sekolah naik mobil, Nia jalan kaki diantar Simbok. Juga kalau Rey main ke rumah mereka, Nia nggak pernah muncul?" tanya Rey.
"Mama juga nggak tau Rey, tapi mama juga kasian sama Nia, semenjak kehadiran Tante Laura dan anak-anaknya, Nia jadi terlihat tak terurus begitu," jawab Retno termenung.
"Kasian Nia ...," lirih Retno.
"Iya, ma, kasian ... mana Nia badannya kurus kecil, juga kok sekarang kulitnya jadi hitam ya, Ma" kata Rey lagi.
Karena dalam ingatan Rey, Nia dulu adalah bocah cilik yang putih gembul dan periang di kompleknya. Tapi sekarang terlihat tidak terurus.
"Iya, Nak ... nanti kalau kamu ketemu Nia, tolong sering dibantu ya, Nak," pinta Retno tersenyum, namun terlihat sedih.
"Iya, Ma," saut Rey sambil meninggalkan sofa menuju kamar nya kembali.
###
Di kediaman keluarga Wahyu, Resi dengan riangnya berlompat-lompat masuk ke dalam rumah, lalu memanggil mamanya untuk memberitahukan kabar gembira baginya.
"Maaa, Ma! Nanti malam keluarga Kak Rey datang, jadi siapin yang enak-enak ya, Ma!" teriak Resi dengan gembira
"Iya Resi, jangan teriak-teriak ya, kuping mama sakit!" jawab Laura, lalu menelpon catering untuk makan malam nanti.
Setelah selesai telepon, Resi menghampiri mamanya, "Ma, beliin Resi baju baru dong untuk acara nanti malam."
"Ya sudah, sana minta uang sama Papa."
"Asik. Papa dimana, Ma?"
"Papa lagi di atas, di ruang kerja," jawab Laura.
"Horeeee, baju baru!" teriak Resi girang sambil berlari menuju ruang kerja papanya.
Sesampainya di lantai dua. Resi tak menemukan papanya di ruang kerja. Resi kemudian mencari papanya di kamar.
"Paa, paa, bangun!" teriak Resi sambil menggoyang-goyangkan tubuh papanya yang sedang terlelap.
"Astaga Resi ... kenapa ganggu papa lagi tidur?" ujar Tuan Wahyu masih dalam keadaan merem.
"Resi mau beli baju sama Mama, minta uangnya dong, Pa!" kata Resi manja.
Dengan gerakan malas, Tuan Wahyu mengambil dompet dari bawah bantalnya, lalu ditariknya kartu kredit miliknya, dan diberikan kepada Resi.
"Makasih, Pa!" kata Resi senang tak lupa mengecup pipi sang Papa tercinta.
Dengan berlarian kecil, Resi turun ke lantai bawah rumahnya. "Ma, ayo pergi sekarang! Keburu malam."
"Iya, ini Mama juga sudah hampir siap, sabar kenapa," sahut Laura.
"Ini Ma," ucap Resi sambil memberikan kartu kredit yang didapatnya dari Wahyu.
"Mbok! Mbok Nah!" panggil Laura.
Dengan tergopoh-gopoh, Mbok Nah berlari ke sang majikan.
"Iya Nyonya, ada apa?" jawab Mbok Nah sambil sedikit membungkukkan badannya.
"Saya sekarang mau ke mall dengan Resi, kamu sama Nia rapikan rumah ya, dibersihkan semua karena nanti malam kami akan kedatangan tamu penting! Saat saya pulang, rumah harus sudah bersih! Mengerti kan!" kata Laura angkuh.
"Baik Nyonya," jawab Mbok Nah.
###
Senja sudah mulai turun, di dalam rumah megah itu, Mbok Nah dan Nia sudah hampir selesai membersihkan seluruh rumah sesuai perintah Laura.
"Non, kalau capek sana istirahat di kamar, biar Mbok yang teruskan,"ucap mbok Nah kepada Nia.
"Nggak papa, Mbok. Kan sudah mau selesai, Nia nggak capek kok!" jawab Nia sambil tersenyum.
Setelah dua jam berbenah, akhirnya seluruh rumah sudah bersih dan rapi. Mbok Nah menuntun nona kecilnya untuk mandi dan beristirahat.
*Ting tong, Ting Tong*
Andi, Retno, dan anak-anaknya menepati janjinya memenuhi undangan makan malam dari keluarga Wahyu. Sesampainya di depan rumah, terlihat Resi berlari kecil mendatangi mereka. Resi terlihat cantik dengan dress terbaru keluaran brand fashion ternama.
"Malam Om, malam Tante, malam Kak Rey," sapa Resi dengan senyum lebarnya.
"Malam juga Resi," jawab mereka serempak.
"Ayo masuk Om, Tante, Kak Rey," ajak Resi berbunga-bunga sambil segera menggandeng tangan Rey, yang pastinya ditepis oleh Rey. Sedangkam Lisa cemberut karena tidak disapa oleh Resi.
"Malam Pak Andi," sapa Wahyu kepada tamunya, sambil berjabat tangan.
"Malam juga Pak Wahyu" balas Pak Andi dengan senyumnya yang berkharisma.
"Ayo, silakan masuk." Para tamu langsung diajak ke ruang makan.
"Silakan duduk, mumpung masih hangat kita makan dulu baru bersantai," ujar Wahyu.
Di meja makan sudah duduk Laura, Rina, dan Rangga. Ketika para tamu masuk ke ruang makan, mereka pun berdiri untuk memberikan salam.
Resi yang nggak mau jauh-jauh dari Rey, dmemilih duduk disamping Rey. Akhirnya Lisa mengalah dan duduk disamping Rangga.
"Ayo silahkan disantap hidangannya Pak Andi, Bu Retno, Rey, Lisa," kata Laura kepada para tamu.
"Nia kemana ya? Kok nggak kelihatan?" tanya Retno.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Hasrie Bakrie
Lanjut
2023-05-03
0
Ina
mm Retno jgn disetujui tuh Resi ma Rey... jodohin aja ma Fania yg anak dr sahabat sndiri
2023-03-07
0
Suleman Mx
p l
2022-05-11
0