Anton menggendong Nia yang bahagia karena di ijinkan untuk makan es krim lagi. Mereka pun langsung menuju kedai di ujung jalan.
Sesampainya di kedai es krim, Anton memesan satu ice cream rasa vanilla dan satu rasa strawberry kesukaan Nia, kemudian mereka duduk dan menunggu pesanan mereka datang.
"Nia, nia senang makan es krim?" tanya Anton.
"Senang Om. Kalau di rumah Mama Laura, Nia nggak boleh makan es krim.. Kalau Mama dan kakak-kakak Nia makan es krim, Nia tidak boleh minta," ucapnya sedih.
"Sudah, sekarang jangan sedih lagi ya Nia. Kan sekarang nggak ada yang melarang Nia makan es krim." jawab Anton sambil tersenyum.
"Iya, Om. Makasih ya! Om Anton baik deh," ucap Nia sambil tertawa.
Pesanan mereka akhirnya datang dan mereka melahapnya sampai habis.
"Wah es krimnya enak, Om," kata Nia senang.
"Nanti kalau Nia mau makan apapun, bilang sama Om Anton ya! Om pasti akan ajak Nia makan apapun yang Nia mau," kata Anton.
"Bener Om? janji ya Om?" ujar Nia sambil menjulurkan Jari kelingking kecilnya, meminta Anton untuk berjanji.
Anton pun mengaitkan jari kelingking nya membuat perjanjian dengan Nia sambil tertawa, "Janji! Hahaha."
"Sekarang Nia mau makan apa lagi?" tanya Anton.
"Nggak Om, Nia sudah kenyan,." jawab Nia sambil tertawa.
"Ya sudah ayo kita let's go!" ajak Anton setelah membayar ice yang mereka makan.
###
Sesampainya di rumah, Ibunda Hani, Mbok Nah, dan Hani masih setia duduk di depan TV.
"Nenek, Mbok, Mama Hani, Nia pulang!" sapa Nia tersenyum.
"Wah cucu Nenek habis makan es krim ya. Enak nggak Sayang?" tanya Ibunda Hani.
"Enak Nek! Es krimnya enak sekali!" jawab Nia sambil tertawa.
Mbok Nah tersenyum melihat hal itu. Dalam hati dia berkata, 'Nona kecilku sudah kembali ceria seperti dulu.'
Hani lalu memeluk Nia. "Sekarang Nia bobo dulu ya sama Mbok Nah, karena besok kan mau ke desa pagi-pagi," perintah Hani lembut.
"Iyaa Mama Hani," jawab Nia patuh.
Tak lupa, Nia juga mengucapkan terima kasih dan selamat malam kepada semuanya sambil tersenyum. Mbok Nah pun menggandeng tangan mungil Nia menuju kamar. Tinggal Ibunda Hani, Hani, dan Anton di ruangan tersebut.
"Kak Hani, coba ceritakan semua masalah tentang Nia, supaya Anton tahu apa yang harus Anton lakukan" ucap Anton.
Sebelum menjawab, Hani menghela nafas sambil menatap wajah ibunya dan Anton, adiknya.
"Ton, Kakak sebenarnya juga baru tahu semuanya belum lama ini. Saat mengetahui cerita tentang Nia, Kakak juga sempat kaget. Ternyata masalah Nia memang agak rumit Ton."
"Setelah kepergian Fira, Nia tinggal dengan papanya, Wahyu. Tetapi Pak Alex tetap mengawasi Wahyu. Karena sebelum almarhumah Fira meninggal, Fira pernah mengatakan kepada papanya bahwa dia curiga terhadap Wahyu. Fira juga telah mengganti semua surat wasiatnya. Fira juga tidak tahu apa yang Wahyu lakukan, hanya firasat saja. Akhirnya Pak Alex juga membuat surat warisan baru untuk Nia tanpa sepengetahuan Wahyu.
"Sejak Fira mengatakan kecurigaan terhadap Wahyu, Pak Alex mulai mengamati dan mengawasi kinerja dan tingkah laku Wahyu. Pada akhirnya, Pak Alex memberikan seluruh harta warisan milik Pak Alex dan Fira kepada Nia. Apabila terjadi sesuatu sebelum Nia berusia 18 tahun, seluruh harta warisan akan diserahkan ke panti asuhan dan yayasan sosial." terang Hani.
"Awalnya semua harta warisan Pak Alex atas nama Fira, kemudian dialihkan ke Nia, dengan kuasa Indra dan para pengacara yang handal, juga dibantu oleh Om Ismail."
"Lalu masalahnya apa kak?" tanya Anton.
"Kamu dengarkan cerita kakak dulu Ton," sahut Hani.
Sedangkan sang ibu diam sambil mendengarkan semua penuturan Hani.
"Pak Alex rupanya curiga dengan kematian Fira karena Fira sebelumnya sehat-sehat saja, tetapi tiba-tiba organ-organ di dalam tubuhnya rusak. Sebelum Tuan Alex mendapat jawaban, dia mengalami kecelakaan karena kabel rem mobil yang putus. Indra dan Om Ismail sudah melakukan penyelidikan, tapi sampai saat ini semuanya bersih, tak ada kejanggalan pada kecelakaan itu.
"Sebulan setelah Tuan Alex meninggal, Wahyu langsung menikah lagi dengan Laura dan membawa 3 orang anak, Rina itu anak dari pernikahan Laura sebelum mengenal Wahyu, Rangga, dan Resi ternyata darah daging Wahyu, ini semua hasil penyelidikan dari Indra.
"Pak Ismail yang mengetahui hal tersebut, segera memindahkan posisi Wahyu ke area aman, dan tetap mendapat gaji seperti karyawan umumnya. Untungnya sebelum beliau meninggal, Pak Alex sudah memberikan kuasa penuh perusahaan-perusahaannya kepada Om Ismail dan Indra sampai Nia berusia 18 tahun.
"Setelah Pak Alex Meninggal. Sempat terjadi penolakan dan keributan saat Indra dan tim pengacara membacakan surat wasiatnya. Wahyu menolak isi surat wasiat tersebut, tetapi tim pengacara Indra sudah menyiapkan data mengenai perselingkuhan antara Wahyu dan Laura. Disitu Wahyu disuruh memilih merawat Fania dengan baik, atau harus angkat kaki tanpa sesen pun yang didapat.
"Tentu saja mereka memilih merawat Fania. Karena sebelum meninggal, Pak Alex masih berpikir kalau Wahyu tetap ayah kandung Fania dan nggak mungkin berbuat jahat kepada darah dagingnya sendiri. Tapi ternyata perkiraan Pak Alex salah,Ton. Mereka semua iblis! Menjaga Fania bukan karena sayang tapi karena harta. Ini sih bukan dijaga, tetapi dikurung!" kata Hani geram.
"Mbok Nah prihatin tentang keadaan Nia. Mbok Nah takut kalau Nia beranjak dewasa akan memiliki banyak trauma dan ketakutan dalam dirinya kalau terus tinggal di rumah itu. Maka dari itu, Mbok Nah memikirkan cara agar Nia bisa keluar dari rumah tersebut. Akhirnya, Mbok Nah memutuskan untuk membawa kabur Nia. Tapi Mbok Nah tetap pamit dan minta saran dari Indra." tutur Hani.
"Mbok Nah ternyata sayang dan peduli sekali terhadap Nia ya kak, nggak nyangka aku mbok Nah berhati mulia. "ucap Indra.
"Pasti lah Ton. Mbok Nah sudah ikut Pak Alex sejak Fira masih SMA kelas 1. Mbok Nah sama seperti kita, Ton. Beliau juga memiliki hutang budi dengan Pak Alex.
"Yang merawat, menjaga Fira sampai Fira menikah dan melahirkan Nia, semua mbok Nah yang mengurusnya, gimana nggak sayang.. Karena sejak masih dalam kandungan, mbok Nah lah yang membantu menjaga Fira dan Nia." tutur Hani .
"Terus masalah kecelakaan itu selesai gitu aja Kak?" tanya Anton penasaran.
"Iya Ton, masalah itu sudah nggak di perpanjang lagi. "kata Hani.
"Oh iya, gimana tentang bubuk yang kakak suruh kamu cek, sudah keluar hasilnya?" tanya Hani .
"Baru diketahui bahwa bubuk itu merupakan obat biasa, tetapi bisa menjadi racun yang mematikan apabila salah mengonsumsi. Untuk pemeriksaan lebih lanjut sedang dikerjakan Kak. Apa obat itu yang diminumkan ke kak Fira?" tanya Anton kaget.
"Benar Ton. Bubuk itu kakak dapat dari Mbok Nah, makanya kakak minta tolong kamu untuk diperiksa." ucap Hani.
"Baiklah kak. Mulai sekarang Anton akan menyelidiki Wahyu dan Laura. Anton tidak akan melepaskan mereka. Tidak akan Anton biarkan mereka melukai Nia lagi! " ucap Anton tegas.
"Makasih Ton karena kamu mau ikut membantu kakak." ucap Hani tersenyum.
"Kakak nggak perlu terima kasih. Sebagai polisi, itu adalah tugas Anton. Dan lagi, Anton juga harus membalas kebaikan Pak Alex kepada kita selama ini." ucap Anton.
"Ibu setuju Ton, kamu tolong bantu Nia ya!" sela Ibunda Hani yang daritadi mendengarkan masalah Nia.
"Sudah sekarang kita juga tidur. Besok kalian kan masih harus kerja." ucap ibu.
"Iya, Bu. Besok subuh Hani akan ikut mengantar Mbok Nah dan Nia ke desa. Tadi Hani sudah minta ijin cuti untuk besok." ujar Hani.
"Kalau gitu kamu buruan tidur Han, supaya besok bisa bangun pagi." kata sang ibu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Ema Sukarsih
didunia nyata jg bnyk orang sperti laura dan wahyu..tunggu aj pembalasan cantik🤬
2022-04-08
0
Nur Hafni
ha,,ha,,,a,, pasti yang dirumah kelabakkan!
Yang ditunggu tak kunjung jua datang!
Apa kabarnya mama Laura Ama Resi???!🤪🤪🤪
2022-02-27
0
Nanda Lelo
byk yg jagain Nia,, semangat nia
2022-02-22
0