PART 11

Anton menggendong Nia yang bahagia karena di ijinkan untuk makan es krim lagi. Mereka pun langsung menuju kedai di ujung jalan.

Sesampainya di kedai es krim, Anton memesan satu ice cream rasa vanilla dan satu rasa strawberry kesukaan Nia, kemudian mereka duduk dan menunggu pesanan mereka datang. 

"Nia, nia senang makan es krim?" tanya Anton.

"Senang Om. Kalau di rumah Mama Laura, Nia nggak boleh makan es krim.. Kalau Mama dan kakak-kakak Nia makan es krim, Nia tidak boleh minta," ucapnya sedih.

"Sudah, sekarang jangan sedih lagi ya Nia. Kan sekarang nggak ada yang melarang Nia makan es krim." jawab Anton sambil tersenyum. 

"Iya, Om. Makasih ya! Om Anton baik deh," ucap Nia sambil tertawa. 

Pesanan mereka akhirnya datang dan mereka melahapnya sampai habis.

"Wah es krimnya enak, Om," kata Nia senang.

"Nanti kalau Nia mau makan apapun, bilang sama Om Anton ya! Om pasti akan ajak Nia makan apapun yang Nia mau," kata Anton.

"Bener Om? janji ya Om?" ujar Nia sambil menjulurkan Jari kelingking kecilnya, meminta Anton untuk berjanji.

Anton pun mengaitkan jari kelingking nya membuat perjanjian dengan Nia sambil tertawa, "Janji! Hahaha."

"Sekarang Nia mau makan apa lagi?" tanya Anton.

"Nggak Om, Nia sudah kenyan,."  jawab Nia sambil tertawa.

"Ya sudah ayo kita let's go!"  ajak Anton setelah membayar ice yang mereka makan. 

###

Sesampainya di rumah, Ibunda Hani, Mbok Nah, dan Hani masih setia duduk di depan TV.

"Nenek, Mbok, Mama Hani, Nia pulang!" sapa Nia tersenyum.

"Wah cucu Nenek habis makan es krim ya. Enak nggak Sayang?" tanya Ibunda Hani.

"Enak Nek! Es krimnya enak sekali!" jawab Nia sambil tertawa. 

Mbok Nah tersenyum melihat hal itu. Dalam hati dia berkata, 'Nona kecilku sudah kembali ceria seperti dulu.'

Hani lalu memeluk Nia. "Sekarang Nia bobo dulu ya sama Mbok Nah, karena besok kan mau ke desa pagi-pagi," perintah Hani lembut.

"Iyaa Mama Hani," jawab Nia patuh. 

Tak lupa, Nia juga mengucapkan terima kasih dan selamat malam kepada semuanya sambil tersenyum. Mbok Nah pun menggandeng tangan mungil Nia menuju kamar. Tinggal Ibunda Hani, Hani, dan Anton di ruangan tersebut. 

"Kak Hani, coba ceritakan semua masalah tentang Nia, supaya Anton tahu apa yang harus Anton lakukan" ucap Anton.

Sebelum menjawab, Hani menghela nafas sambil menatap wajah ibunya dan Anton, adiknya.

"Ton, Kakak sebenarnya juga baru tahu semuanya belum lama ini. Saat mengetahui cerita tentang Nia, Kakak juga sempat kaget. Ternyata masalah Nia memang agak rumit Ton."

"Setelah kepergian Fira, Nia tinggal dengan papanya, Wahyu. Tetapi Pak Alex tetap mengawasi Wahyu. Karena sebelum almarhumah Fira meninggal, Fira pernah mengatakan kepada papanya bahwa dia curiga terhadap Wahyu. Fira juga telah mengganti semua surat wasiatnya. Fira juga tidak tahu apa yang Wahyu lakukan, hanya firasat saja. Akhirnya Pak Alex juga membuat surat warisan baru untuk Nia tanpa sepengetahuan Wahyu.

"Sejak Fira mengatakan kecurigaan terhadap Wahyu, Pak Alex mulai mengamati dan mengawasi kinerja dan tingkah laku Wahyu. Pada akhirnya, Pak Alex memberikan seluruh harta warisan milik Pak Alex dan Fira kepada Nia. Apabila terjadi sesuatu sebelum Nia berusia 18 tahun, seluruh harta warisan akan diserahkan ke panti asuhan dan yayasan sosial." terang Hani.

"Awalnya semua harta warisan Pak Alex atas nama Fira, kemudian dialihkan ke Nia, dengan kuasa Indra dan para pengacara yang handal, juga dibantu oleh Om Ismail."

"Lalu masalahnya apa kak?" tanya Anton.

"Kamu dengarkan cerita kakak dulu Ton,"  sahut Hani.

Sedangkan sang ibu diam sambil mendengarkan semua penuturan Hani.

"Pak Alex rupanya curiga dengan kematian Fira karena Fira sebelumnya sehat-sehat saja, tetapi tiba-tiba organ-organ di dalam tubuhnya rusak. Sebelum Tuan Alex mendapat jawaban, dia mengalami kecelakaan karena kabel rem mobil yang putus. Indra dan Om Ismail sudah melakukan penyelidikan, tapi sampai saat ini semuanya bersih, tak ada kejanggalan pada kecelakaan itu.

"Sebulan setelah Tuan Alex meninggal, Wahyu langsung menikah lagi dengan Laura dan membawa 3 orang anak, Rina itu anak dari pernikahan Laura sebelum mengenal Wahyu, Rangga, dan Resi ternyata darah daging Wahyu, ini semua hasil penyelidikan dari Indra.

"Pak Ismail yang mengetahui hal tersebut, segera memindahkan posisi Wahyu ke area aman, dan tetap mendapat gaji seperti karyawan umumnya. Untungnya sebelum beliau meninggal, Pak Alex sudah memberikan kuasa penuh perusahaan-perusahaannya kepada Om Ismail dan Indra sampai Nia berusia 18 tahun.

"Setelah Pak Alex Meninggal. Sempat terjadi penolakan dan keributan saat Indra dan tim pengacara membacakan surat wasiatnya. Wahyu menolak isi surat wasiat tersebut, tetapi tim pengacara Indra sudah menyiapkan data mengenai perselingkuhan antara Wahyu dan Laura. Disitu Wahyu disuruh memilih merawat Fania dengan baik, atau harus angkat kaki tanpa sesen pun yang didapat.

"Tentu saja mereka memilih merawat Fania. Karena sebelum meninggal, Pak Alex masih berpikir kalau Wahyu tetap ayah kandung Fania dan nggak mungkin berbuat jahat kepada darah dagingnya sendiri. Tapi ternyata perkiraan Pak Alex salah,Ton. Mereka semua iblis! Menjaga Fania bukan karena sayang tapi karena harta. Ini sih bukan dijaga, tetapi dikurung!" kata Hani geram.

"Mbok Nah prihatin tentang keadaan Nia. Mbok Nah takut kalau Nia beranjak dewasa akan memiliki banyak trauma dan ketakutan dalam dirinya kalau terus tinggal di rumah itu. Maka dari itu, Mbok Nah memikirkan cara agar Nia bisa keluar dari rumah tersebut. Akhirnya, Mbok Nah memutuskan untuk membawa kabur Nia. Tapi Mbok Nah tetap pamit dan minta saran dari Indra." tutur Hani.

"Mbok Nah ternyata sayang dan peduli sekali terhadap Nia ya kak, nggak nyangka aku mbok Nah berhati mulia. "ucap Indra.

"Pasti lah Ton. Mbok Nah sudah ikut Pak Alex sejak Fira masih SMA kelas 1. Mbok Nah sama seperti kita, Ton. Beliau juga memiliki hutang budi dengan Pak Alex.

"Yang merawat, menjaga Fira sampai Fira menikah dan melahirkan Nia, semua mbok Nah yang mengurusnya, gimana nggak sayang.. Karena sejak masih dalam kandungan, mbok Nah lah yang membantu menjaga Fira dan Nia." tutur Hani .

"Terus masalah kecelakaan itu selesai gitu aja Kak?"  tanya Anton penasaran. 

"Iya Ton, masalah itu sudah nggak di perpanjang lagi. "kata Hani.

"Oh iya, gimana tentang bubuk yang kakak suruh kamu cek, sudah keluar hasilnya?" tanya Hani .

"Baru diketahui bahwa bubuk itu merupakan obat biasa, tetapi bisa menjadi racun yang mematikan apabila salah mengonsumsi. Untuk pemeriksaan lebih lanjut sedang dikerjakan Kak. Apa obat itu yang diminumkan ke kak Fira?" tanya Anton kaget. 

"Benar Ton. Bubuk itu kakak dapat dari Mbok Nah, makanya kakak minta tolong kamu untuk diperiksa." ucap Hani.

"Baiklah kak. Mulai sekarang Anton akan menyelidiki Wahyu dan Laura. Anton tidak akan melepaskan mereka. Tidak akan Anton biarkan mereka melukai Nia lagi! " ucap Anton tegas.

"Makasih Ton karena kamu mau ikut membantu kakak." ucap Hani tersenyum.

"Kakak nggak perlu terima kasih. Sebagai polisi, itu adalah tugas Anton. Dan lagi, Anton juga harus membalas kebaikan Pak Alex kepada kita selama ini." ucap Anton.

"Ibu setuju Ton, kamu tolong bantu Nia ya!" sela Ibunda Hani yang daritadi mendengarkan masalah Nia.

"Sudah sekarang kita juga tidur. Besok kalian kan masih harus kerja." ucap ibu.

"Iya, Bu. Besok subuh Hani akan ikut mengantar Mbok Nah dan Nia ke desa. Tadi Hani sudah minta ijin cuti untuk besok."  ujar Hani. 

"Kalau gitu kamu buruan tidur Han, supaya besok bisa bangun pagi." kata sang ibu.

Terpopuler

Comments

Ema Sukarsih

Ema Sukarsih

didunia nyata jg bnyk orang sperti laura dan wahyu..tunggu aj pembalasan cantik🤬

2022-04-08

0

Nur Hafni

Nur Hafni

ha,,ha,,,a,, pasti yang dirumah kelabakkan!
Yang ditunggu tak kunjung jua datang!
Apa kabarnya mama Laura Ama Resi???!🤪🤪🤪

2022-02-27

0

Nanda Lelo

Nanda Lelo

byk yg jagain Nia,, semangat nia

2022-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 Part 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 Part 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108 PART 107
109 PART 108
110 PART 109
111 PART 110
112 PART 111
113 PART 112
114 PART 113
115 PART 114
116 PART 115
117 PART 116
118 PART 117
119 PART 118
120 PART 119
121 PART 120
122 PART 121
123 PART 122
124 PART 123
125 PART 124
126 PART 125
127 PART 126
128 PART 127
129 PART 128
130 PART 129
131 PART 130
132 PART 131
133 PART 132
134 PART 133
135 PART 134
136 PART 135
137 PART 136
138 PART 137 + visual Nia
139 PART 138
140 PART 139
141 PART 140
142 PART 141
143 PART 142
144 PART 143
145 PART 144
146 PART 145
147 PART 146
148 PART 147
149 PART 148
150 PART 149
151 PART 150
152 PART 151
153 PART 152
154 PART 153
155 PART 154
156 PART 155
157 PART 156
158 PART 157
159 PART 158
160 PART 159
161 PART 160
162 PART 161
163 PART 162
164 PART 163
165 PART 164
166 PART 165
167 PART 166
168 PART 167
169 PART 168
170 PART 169
171 PART 170
172 PART 171
173 PART 172
174 PART 173
175 PART 174
176 PART 175
177 PART 176
178 PART 177
179 PART 178
180 PART 179
181 PART 180
182 PART 181
183 PART 182
184 PART 183
185 PART 184
186 PART 185
187 PART 186
188 PART 187
189 PART 188
190 PART 189
191 PART 190
192 PART 191
193 PART 192
194 PART 193
195 PART 194
196 PART 195
197 PART 196
198 PART 197
199 PART 198
200 PART 199
201 PART 200 + visual Wawan
202 PART 201
203 PART 202
204 PART 203 + visual Fernandez
205 PART 204 + visual Rey
206 PART 205
207 PART 206
208 PART 207
209 PART 208
210 PART 209
211 PART 210
212 PART 211
213 PART 212
214 PART 213
215 PART 214
216 PART 215
217 PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218 PART 217
219 PART 218
220 PART 219
221 PART 220
222 PART 221
223 PART 222
224 PART 223
225 PART 224
226 PART 225
227 PART 226
228 PART 227
229 PART 228
230 PART 229
231 PART 230
232 PART 231
233 PART 232
234 PART 233
235 PART 234
236 PART 235
237 PART 236
238 PART 237
239 PART 238
240 PART 239
241 PART 240
242 PART 241
243 PART 242
244 PART 243
245 PART 244
246 PART 245
247 PART 246
248 PART 247
249 PART 248
250 PART 249
251 PART 250
252 PART 251
253 PART 252
254 PART 253
255 PART 254
256 PART 255
257 PART 256
258 PART 257
259 PART 258
260 PART 259
261 PART 260
262 PART 261
263 PART 262
264 PART 263
265 PART 264
266 PART 265
267 PART 266
268 PART 267
269 PART 268
270 PART 269
271 PART 270
272 PART 271
273 PART 272
274 PART 273
275 PART 274
276 PART 275
277 PART 276
278 PART 277
279 PART 278
280 PART 279
281 PART 280
282 PART 281
283 PART 282 + Visual Rina
284 PART 283
285 PART 284
286 PART 285
287 PART 286
288 PART 287
289 PART 288
290 PART 289
291 PART 290
292 PART 291
293 PART 292
294 PART 293
295 SPECIAL PART 1
296 SPECIAL PART 2
297 *iklan* MAHKOTA BUNGA
298 SPECIAL PART 3
Episodes

Updated 298 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
Part 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
Part 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108
PART 107
109
PART 108
110
PART 109
111
PART 110
112
PART 111
113
PART 112
114
PART 113
115
PART 114
116
PART 115
117
PART 116
118
PART 117
119
PART 118
120
PART 119
121
PART 120
122
PART 121
123
PART 122
124
PART 123
125
PART 124
126
PART 125
127
PART 126
128
PART 127
129
PART 128
130
PART 129
131
PART 130
132
PART 131
133
PART 132
134
PART 133
135
PART 134
136
PART 135
137
PART 136
138
PART 137 + visual Nia
139
PART 138
140
PART 139
141
PART 140
142
PART 141
143
PART 142
144
PART 143
145
PART 144
146
PART 145
147
PART 146
148
PART 147
149
PART 148
150
PART 149
151
PART 150
152
PART 151
153
PART 152
154
PART 153
155
PART 154
156
PART 155
157
PART 156
158
PART 157
159
PART 158
160
PART 159
161
PART 160
162
PART 161
163
PART 162
164
PART 163
165
PART 164
166
PART 165
167
PART 166
168
PART 167
169
PART 168
170
PART 169
171
PART 170
172
PART 171
173
PART 172
174
PART 173
175
PART 174
176
PART 175
177
PART 176
178
PART 177
179
PART 178
180
PART 179
181
PART 180
182
PART 181
183
PART 182
184
PART 183
185
PART 184
186
PART 185
187
PART 186
188
PART 187
189
PART 188
190
PART 189
191
PART 190
192
PART 191
193
PART 192
194
PART 193
195
PART 194
196
PART 195
197
PART 196
198
PART 197
199
PART 198
200
PART 199
201
PART 200 + visual Wawan
202
PART 201
203
PART 202
204
PART 203 + visual Fernandez
205
PART 204 + visual Rey
206
PART 205
207
PART 206
208
PART 207
209
PART 208
210
PART 209
211
PART 210
212
PART 211
213
PART 212
214
PART 213
215
PART 214
216
PART 215
217
PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218
PART 217
219
PART 218
220
PART 219
221
PART 220
222
PART 221
223
PART 222
224
PART 223
225
PART 224
226
PART 225
227
PART 226
228
PART 227
229
PART 228
230
PART 229
231
PART 230
232
PART 231
233
PART 232
234
PART 233
235
PART 234
236
PART 235
237
PART 236
238
PART 237
239
PART 238
240
PART 239
241
PART 240
242
PART 241
243
PART 242
244
PART 243
245
PART 244
246
PART 245
247
PART 246
248
PART 247
249
PART 248
250
PART 249
251
PART 250
252
PART 251
253
PART 252
254
PART 253
255
PART 254
256
PART 255
257
PART 256
258
PART 257
259
PART 258
260
PART 259
261
PART 260
262
PART 261
263
PART 262
264
PART 263
265
PART 264
266
PART 265
267
PART 266
268
PART 267
269
PART 268
270
PART 269
271
PART 270
272
PART 271
273
PART 272
274
PART 273
275
PART 274
276
PART 275
277
PART 276
278
PART 277
279
PART 278
280
PART 279
281
PART 280
282
PART 281
283
PART 282 + Visual Rina
284
PART 283
285
PART 284
286
PART 285
287
PART 286
288
PART 287
289
PART 288
290
PART 289
291
PART 290
292
PART 291
293
PART 292
294
PART 293
295
SPECIAL PART 1
296
SPECIAL PART 2
297
*iklan* MAHKOTA BUNGA
298
SPECIAL PART 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!