Saat mereka menikmati makanan mereka, seorang wanita cantik datang menghampiri meja mereka.
"Mbok Nah" sapa wanita yang ternyata Hani sambil memeluk mbok Nah.
"Non Hani, ayo duduk" ajak mbok Nah.
"Ini Indra, Non. Masih ingat kan? dan ini Non Nia putri Non Fira." terang mbok Nah.
"Hallo Nia, apa kabar sayang" sapa Hani sambil mengelus pipi Nia.
Nia cuma diam karena asyik memakan ice cream nya dengan lahap. Nia sangat senang bisa makan banyak ice cream kesukaannya saat ini.
"Hai Ndra, Apa kabar?" ucap Hani sambil menjulurkan tangan dan disambut Indra dengan senyum manisnya.
"Baik Han. Ayo duduk." ajak Indra.
"Non Hani, apa urusan rumah Mbok di desa sudah selesai? Kapan ya Mbok dan Nia bisa menempati rumah itu?" tanya Mbok langsung.
"Sudah mbok, rumahnya juga sudah Hani bersihkan dan rapikan agar mbok dan Nia bisa nyaman tinggal disana, Hani juga sudah siapkan perabotan dan kebutuhan untuk Mbok dan Nia nantinya" jawab Hani sambil tersenyum bangga.
"Loh kok non Hani repot-repotbegitu.. Nggak perlu sampai begitu Non. Mbok Nah sudah dibantu uruskan surat-surat keperluan pindah saja sudah terima kasih banyak" ujar mbok sungkan.
"Ih si mbok kok gitu sih, emang Hani ini siapa? Hani ini melakukan ini semua untuk Nia loh, Mbok! Jadi Mbok nggak perlu sungkan." ucap Hani sedih melihat Nia yang begitu tak terawat.
"Iya Han, sebenarnya kamu gak perlu repot2,seharusnya itu tugasku"ucap Indra sungkan.
"Nggak papa Ndra, kita semua tahu, kalau keluarga Fira juga sudah banyak membantu kita, kalau tanpa bantuan Fira, mungkin aku bukan Hani yg sekarang" ujar Hani sedih mengingat sahabat terbaiknya sudah tidak ada lagi dan saat kejadian itu dia tidak bisa kembali ke Indonesia. Ada sesal di dalam hatinya kala itu.
"Lagian bantuan yang aku berikan ini nggak ada artinya kalau dibanding kebaikan keluarga almarhum Fira." kembali Hani mengingat semua kebaikan sahabat dan papa sahabatnya tersebut
###
Hani, anak dari keluarga kurang mampu, bisa bersekolah di sekolah yang sama dengan Fira dengan bantuan beasiswa. Di sekolah itu, Hani dan Fira mulai berteman. Fira yang mengetahui kondisi keluarga Hani, mengetahui bahwa Ibu Hani masuk rumah sakit dan harus dioperasi. Ayah Fira-lah yang menanggung semua biaya rumah sakit hingga Ibu Fira kembali sehat kembali, dan juga memberi modal kepada Ibu Fira untuk membuka warung kecil-kecilan di depan rumah.
Saat adik Fira diterima di Akademi Kepolisian, Ayah Fira juga yang membantu biaya masuknnya.
Saat Hani mendapat beasiswa ke Luar Negeri, Ayah Fira juga membantu memberikankan tambahan uang untuk keperluan sehari-hari Hani. Walau Hani sudah menolak, Fira masih tetap mengirimkan uang untuk Hani.
"Han kamu harus fokus jangan karena kerja sampingan, pendidikanmu terlalaikan begitu" selalu begitu jawaban Fira saat Hani meminta Fira untuk tidak lagi membantunya.
###
"Hmm.. malah melamun kamu Han." suara Indra mengagetkan Hani yang sedang mengingat masa lalu.
"Haha, nggak Ndra, hanya saja, melihat Nia aku jadi teringat Fira." kata Hani sedih.
"Oh ya Han, soal bubuk yang Mbok Nah kasih ke kamu, gimana hasilnya?" tanya Indra.
"Hasil tesnya belum keluar Ndra. Nanti kalau sudah keluar, langsung aku beritahu kamu ya." jawab Hani.
"Oke,aku tunggu ya." jawab Indra.
"Mbok, kapan Mbok pergi ke desa"tanya Hani.
"Besok rencananya Non. Dan ini cuma Mas Indra dan Non Hani yang tau"ujar mbok Nah.
"Iyaa mbok tenang saja, nanti Hani sering2 menengok kesana ya, mbok harus kuat ya." ucap Hani.
"Terus kalau si Wahyu nyariin, gimana Ndra?" tanya Hani ke Indra.
"Kalian tenang saja, soal Wahyu dan Laura biar aku yang urus." jawab Indra.
"Mbok, yang bertanggung jawab sebagai wali di sekolah Nia, sudah diganti jadi saya kan?" Tanya Indra.
"Iya Mas, walinya Non Nia sekarang Mas Indra" jawab mbok Nah.
"Baiklah kalau begitu, nanti kamu Han, pura-pura saja tidak tahu soal menghilangnya Mbok Nah dan Nia,karena aku juga akan melakukan hal yang sama" jelas Indra.
"Nanti akan aku buat mereka tahu apa itu penderitaan" kata Indra lagi sambil mengepalkan tangannya.
"Mbok, Nia sudah kenyang "tiba2 Nia menyela pembicaraan mereka.
"Oo.. Nia sudah kenyang gak mau nambah lagi?"tanya Hani lembut
"Nggak Tante, Nia sudah kenyang, terima kasih Om Indra" ucap Nia malu-malu.
Rasa takutnya kepada Indra sudah berkurang, karena Indra memperlakykan Nia dengan baik.
"Hehe ya sudah kalau gitu, gimana kalau kita ke mall" saut Hani gembira.
"Hmm,jangan ke mall dulu Han, takutnya disana berjumpa orang yang mengenali kalian. Lebih baik sekarang Nia dan Mbok Nah tidur di rumahmu saja, boleh Han? besok pagi-pagi aku yang jemput dan mengantar mereka sendiri ke desa" usul Indra
"Bener juga. Ya sudah kalau gitu kita pergi sekarang saja. Ayo Mbok, Nia."
"Nia, ikut mama Hani ya sekarang" ucap Hani kepada Nia.
"Mama Hani?" Tanya Indra bingung, Nia juga ikut bingung.
"Hahaha. Nia mau kan jadi anak tante Hani?" tanya Hani tersenyum.
"Nia mulai sekarang boleh panggil mama Hani yaaa" ucap Hani sambil mengedipkan matanya.
Nia menoleh ke Mbok Nah. Mbok Nah memberikan anggukan kepala tanda mengijinkan.
"Mama Hani" ucap Nia malu-malu.
"Sip! ayo kita let's go!"
"Kami jalan dulu ya Ndra. Nanti aku chat alamat rumahku" ujar Hani sambil berjalan menggandeng tangan mungil Nia, diikuti Mbok Nah.
Indra cuma tersenyum menatap kepergian mereka, lalu berjalan kembali ke kantor untuk membuat rencana balasan ke Wahyu sekeluarga.
Hani, Nia, dan mbok Nah, menaiki mobil milik Hani. Sambil menyetir, Hani mengajak Nia berbicara.
"Nia nanti di desa harus rajin belajar ya, juga ikut latihan karate atau taekwondo di desa nanti."
"Iya ma" jawab Nia pelan.
"Nia juga harus makan yang banyak supaya cepat besar"
"Iya ma" jawab Nia lagi.
Tidak terasa mereka sudah sampai di halaman rumah Hani yang sederhana.
"Ayo turun mbok, Ayo anak mama"ajak Hani sambil menggendong Nia masuk ke dalam rumah.
Terlihat seorang ibu tergopoh gopoh keluar dari warung samping rumah.
"Han siapa mereka?" tanya ibu tersebut.
"Oh Bu, kenalin ini mbok Nah yang Hani pernah ceritain, dan ini Nia putri almarhum Fira" jawab Hani sambil menurunkan Nia.
"Mbok Nah apa kabar? "sapa ibu Hani sambil memeluk mbok Nah.
"Nia cucu ku" kata ibu Hani sambil berjongkok supaya sama tinggi dengan Nia.
Nia diam saja sambil sembunyi dibelakang Hani.
"Nia jangan takut sayang, ini nenek Nia. Ayo beri salam" perintah Hani.
Akhirnya dengan takut-takut Nia mencium punggng tangan Ibunda Hani. yang disambut dengan pelukan dari Ibunda Hani.
"Nia jangan takut ya sama nenek, karena nenek sayang sekali dengan Nia." ucap IbundavHani.
Ibunda Hani menuntun Nia ke arah warung. Karena disana banyak jajanan untuk anak2, Nia pasti akan senang, pikirnya.
Bener saja, mata Nia berbinar melihat banyaknya jajanan yang dipajang di sana. Dari dulu Nia ingin sekali beli jajan disekolahnya. tapi Nia tidak diberi uang jajan. Jadi Nia hanya bisa menatap jajanan itu setiap hari.
"Nia sayang, Nia mau yang mana, ayo ambil, ini semua punya nenek, jadi artinya semua juga punya Nia." kata Ibunda Hani lembut.
"Beneran nek? Ini semua punya Nia?" pekik Nia gembira.
"Iyaa beneran, nenek nggak bohong." tawanya renyah.
"Tapi nia nggak punya uang nek, gimana Nia bayar nya." tanya Nia sedih.
"Loh cucu nenek kok sedih.. Ini semua punya nenek,jadi Nia nggak perlu bayar. Nia ambil saja yang Nia mau" kata ibunda Hani.
"Beneran, Nek? Terima kasih Nek!"
Akhirnya Nia mengambil 3 snack dari warung itu. Dibawanya kedalam rumah sambil mengikuti sang nenek.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Hasrie Bakrie
Next
2023-05-03
0
Ina
😭😭😭😭
2023-03-07
0
Ayu anjani
bukan cengeng tapi cerita nya trlalu bnyk bawang bikin mata sembab😭😭
2022-03-28
1