PART 5

"Ayo silakan disantap hidangannya Pak Andi, Bu Retno, Rey, Lisa," kata Laura kepada para tamu.

"Nia kemana ya? Kok nggak kelihatan?" tanya Retno.

"Nia lagi mengerjakan tugas sekolah, tadi sudah makan duluan" jawab Laura terkejut dengan pertanyaan tersebut, dalam hatinya Ia mengumpat. 

"Oh begitu..." Retno cuma mengangguk.

Mereka menikmati makan malam sambil diselingi obrolan ringan antara Andi dan Wahyu, sedangkan Retno dan Laura hanya diam memperhatikan.

Setelah perjamuan makan selesai, mereka duduk di ruang tamu dan anak-anak bermain di halaman belakang rumah.

"Mbook Nah!" panggil Laura.

"Iya Nyonya" jawab mbok Nah sambil memasuki ruang makan.

"Beresin semua ini, sisa makanan rapikan dan simpan dalam kulkas buat besok kami sarapan ya! Dan ini untuk kamu dan si Nia makan malam." sambil menyodorkan piring berisi nasi putih dan sayur kangkung.

"Jangan berani kamu nyolong daging lagi ya!" ancam Laura sambil mendelik.

"Baik, Nyonya" jawab Mbok Nah, 'dasar mak lampir' batinnya. 

"Oh iya! Kamu bilangin Nia ya, jangan keluar dari kamar sampai semua tamu pulang, mengerti!" lanjut Laura sengit.

"Baik, Nyonya.."

"Bawakan minuman ke ruang tamu!" perintah Laura,sambil berjalan lenggak-lenggok menuju ruang tamu untuk ikut bergabung dengan tamunya.

Mbok Nah membawa nampan berisi minuman untuk para tamu. Dengan menunduk, Mbok Nah meletakan gelas dan teko di meja tamu.

"Mbok, Nia kemana?" tanya Retno lagi. tetapi kali ini pertanyaannya tertuju kepada Mbok Nah.

"Eh, itu.." Mbok Nah bingung mau menjawab apa.

"Sudah tidur Nia nya, Jeng" jawab Laura.

"Oh.." Retno cuma mengangguk-angguk.

Mbok Nah sudah kembali masuk ke dalam untuk membereskan ruang makan. Tapi sebelumnya, Mbok Nah membawa piring berisi nasi dan sayur kangkung untuk Nona kecilnya. Mbok Nah yakin Nia pasti sudah lapar karena jam sudah menunjukkan pukul 20.30 malam.

"Non, ayo makan," panggil Mbok Nah.

"Ya, Mbok." Nia menerima piring yang diberikan si mbok sambil menatap sendu.

"Mbok, nggak ada ayamnya ya? Kan tadi Mama beli ayam banyak?" tanya Nia tak nafsu makan.

"Sudah Non, jangan sedih, besok Mbok ajak Non makan ayam kentaki ya" kata Mbok Nah sambil menatap sedih melihat Nona kecilnya cuma makan nasi sayur kangkung.

 'Kapan Non Nia tumbuh besar kalau gizinya saja tidak terpenuhi'

"Bener yaa Mbok? Janji ya?" wajah Nia kembali ceria.

"Iya janji, besok Mbok ajak Non makan apa aja yang Non mau ya" saut mbok lagi.

"Bener ya Mbok, Nia mau ice cream juga! Sudah lama Nia nggak makan ice cream" kata Nia, dengan mata penuh harap.

"Iya, sekarang Non makan ini dulu ya, habis itu langsung tidur, sudah malam.." kata Mbok Nah, sambil mengelus kepala mungil Nia. 

"Iya Mbok, Nia sayang Mbok!" jawab Nia tertawa senang memeluk Mbok Nah. satu-satunya orang yang menyayanginya.

Mbok Nah keluar meninggalkan kamar untuk melanjutkan tugas nya. 

Dengan pelan, Nia mulai memakan nasi yang dibawa Mbok Nah. Nia terkejut karena tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya.

"Maaf salah kamar," kata Rey yang tiba-tiba memunculkan wajah dari balik pintu kamar Nia.

"Kak Rey?" kata Nia takut.

"Kenapa Kakak masuk kamar Nia?" tanyanya lagi.

"Eh ini kamar tidur kamu Nia?"

"Kamu lagi makan ya?" kata Rey sambil melihat piring kaleng berisi nasi dan kangkung.

"Iya Nia lagi makan, kak Rey mau?" tanya Nia.

"Nggak. Kak Rey sudah makan, kok kamu makan cuma dengan kangkung sih, kan di meja sana banyak makanan. Ada ayam panggang, ikan bakar, udang, Nia nggak suka?" tanya Rey bingung melihat Nia makan seperti itu.

"Ini makanan Nia yang dikasih Mama. Nia harus makan apa yang dikasih, nggak boleh pilih-pilih." jawab Nia polos.

Rey terdiam sejenak, "Ya sudah kamu lanjut makan, Kak Rey keluar dulu kalo gitu."

"Iya Kak," saut Nia pelan.

Nia pun melanjutkan makannya, tapi terkaget lagi karena ada yang mengetuk pintunya. Nia kecil melangkah untuk membukakan pintu. Saat Nia membukakan pintu. terlihat wajah Rey di balik pintu sambil membawa beberapa kue dan camilan.

"Ini untuk kamu. Dimakan ya!" ujar Rey langsung keluar .

Nia senang juga bingung melihat kue dan berapa camilan di depannya. Akhirnya Nia melanjutkan makannya sampai habis, dia berpikir kue dan camilan ini akan dimakan nanti saja bareng Mbok Nah.

###

*Braaakkk*

Pintu kamar Nia ditendang dengan kuat dan muncul wajah bengis Resi yang menatap Nia.

"Berani kamu ya!" Resi datang langsung menjambak rambut Nia.

"Kamu berani meminta kue sama Kak Rey!!" ujar Resi sambil mencubit tangan Nia dengan kuat.

Nia yang kesakitan menjerit dan menangis. "Ampun ampun Kak, Nia nggak minta kue ini... Ampun Kak..." saut Nia sambil menangis menahan sakit dicubit Resi.

Mbok Nah yang mendengar tangisan dan teriakan Nia segera berlari menuju kamar.

"Non Resi, lepasin Non Nia, Non.. Jangan dicubit lagi" ujar Mbok Nah, sambil mendorong Resi hingga terjatuh.

Resi yang jatuh karena didorong Mbok Nah,langsung menjerit.

"Maaaaaaaaaaaaa!" teriak Resi sambil menangis.

Tergopoh-gopoh, Laura dan suaminya mendatangi kamar Nia.

"Ada apa ini Resi, kenapa kamu bisa duduk di lantai begitu, Sayang?" tanya Laura sambil memeluk Resi.

"Ma, anak babu itu nyolong kue-kue terus si Mbok sialan itu mukul Resi, Maaa!" jerit Resi sambil menangis.

Mendengar laporan Resi, Laura geram dan langsung menampar wajah Mbok Nah.

"Berani kamu ya! Kamu itu cuma pembantu! Berani sekali kamu memukul anak saya!" teriak Laura ke mbok Nah.

Mbok Nah yang ditampar Laura, masih terkejut sambil memegang pipinya karna kesakitan.

"Maaf Nyonya, maaf Tuan, tapi Non Resi mencubit Non Nia sampai kulit nya terkelupas, saya cuma mendorong supaya lepas saja, Nyonya..." jawab Mbok Nah.

"Karena anak sialan ini kamu sakiti anak saya?! Berani sekali kamu melawan majikanmu!" teriak Laura sambil menjambak rambut Mbok Nah.

Nia yang melihat itu semakin ketakutan.

"Mama jangan Ma, ampun Ma," ucap Nia sambil terisak isak, memohon kepada mama tirinya untuk melepaskan Mbok Nah.

Laura melepaskan tangannya dari rambut Mbok Nah, lalu menampar wajah mungil Nia.

Plakk..!!

Niaa semakin menangis kesakitan dan menjerit "ampun Ma.. ampun Ma...."

Sedangkan Wahyu yang melihat hal tersebut,akhirnya membuka mulutnya.

"Sudah Ma, sudah cukup, ingat jangan sampai kelewatan, ayo kita naik ke kamar saja obati Resi," ucap Wahyu ke sang istri yang masih mengamuk.

Resi diam-diam tersenyum senang melihat apa yang mamanya lakukan ke Nia. 

"Kalian ingat ya! Jangan berani-beraninya kalian menyentuh anak-anak saya! Kalau sampai perbuatan ini terulang lagi, kalian akan lihat akibatnya!" bentak Laura sambil keluar kamar diikuti sang suami dan anaknya.

###

"Non, Non Nia nggak papa kan?" tanya Mbok Nah sambil memeluk Nia.

"Mbok, Nia nggak mencuri, kue ini dikasih kak Rey tadi..." kata Nia masih menangis.

"Iya Non, iya. Mbok percaya kok sama Non.. Jangan nangis lagi ya" hibur Mbok Nah sambil mengusap air mata Nia.

Dipegangnya lengan Nia yang dicubit Resi tadi, kulit tangan kecil itu sedikit mengelupas, ditiup-tiup luka itu oleh Mbok Nah, "Sakit ya Non ...?"

"Tunggu sebentar ya, Mbok ambil obat dulu ya."

Sambil beranjak ke sebuah lemari tua, Mbok Nah mengambil obat merah, lalu dioleskannya ke luka Nia.

"Aw!" kata Nia sambil menangis.

"Sabar ya Non ... " peluk Mbok Nah.

"Mbook kapan kita ke desa, Nia sudah nggak mau di sini, Nia takut, Mbok..." ucap Nia sedih.

"Iya, iya, kita segera ke desa, ya... sabar ya Non" peluk Mbok Nah sambil meneteskan air mata.

"Non Nia tidur dulu ya" sambil merebahkan tubuh Nia, Mbok Nah mulai mengelus rambut Nia dengan penuh kasih sayang.

Nia pun tertidur karena kelelahan menangis, sedangkan Mbok Nah menatap sedih melihat nasib Nona kecilnya.

###

Teringat masa lalu, Mbok Nah mengenang saat dia berjumpa dengan Alex, kakek Nia. Jika saja Mbok Nah tidak bertemu beliau, mungkin Mbok Nah sekarang sudah tidak ada di dunia ini lagi. Ingatannya kembali kepada kebaikan Alex yang mengajaknya tinggal dirumah besar, memberi makanan dan pakaian yang layak. juga melanjutkan sekolah sampai SMA.

Mbok Nah dulu sebenarnya bisa saja kuliah, tapi Mbok Nah tau kalau dia sudah terlalu banyak menerima kebaikan dari keluarga Alex. Makanya, Mbok Nah memutuskan cukup sekolah sampai SMA saja, dan mengabdikan hidupnya untuk keluarga sang penyelamatnya. Walau sempat ditentang oleh Alex, tapi Mbok Nah tetap kekeh. Akhirnya sampai detik ini Mbok Nah masih terus mendampingi nona kecilnya yang sekarang hidup seperti sebatang kara. 

Saat ingatan Mbok Nah terbuka, Mbok Nah berpikir bahwa dia harus bertemu dengan pengacaranya Nia.

Harus. Kata Mbok Nah dalam hatinya.

Juga Non Hani sahabat Nyonya Fira.

Besok. Harus besok. Semakin cepat semakin baik, pikir Mbok Nah. 

Akhirnya Mbok Nah pun tertidur di samping Nia sambil memeluknya. 

###

Sedangkan di dalam kamar tidurnya, Wahyu dan Laura bertengkar soal Nia.

"Papa kenapa sih!" ucap Laura masih belum menerima hal yang terjadi kepada anak kesayangannya.

"Biar Mama kasih pelajaran mereka supaya tau tempat mereka di rumah ini, Pa!" saut Laura

"Sudah cukup Ma, ingat surat perjanjian, kalo Nia sampai celaka, semua harta kita akan hilang!" bisik Wahyu pelan.

"Semua ini demi harta yang ditinggalkan oleh Fira sialan itu, Ma. Papa nggak nyangka kalau semuanya diberikan kepada Nia" bujuk Wahyu.

"Hmmh!"

Terpopuler

Comments

Suleman Mx

Suleman Mx

xm l p

2022-05-11

0

Widya Tamrin Widya

Widya Tamrin Widya

nanti Laura kena karma menyiksa anak yatim

2022-03-03

0

Ernadina 86

Ernadina 86

kesel banget cepetan perginya..

2022-03-01

0

lihat semua
Episodes
1 PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 Part 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 Part 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108 PART 107
109 PART 108
110 PART 109
111 PART 110
112 PART 111
113 PART 112
114 PART 113
115 PART 114
116 PART 115
117 PART 116
118 PART 117
119 PART 118
120 PART 119
121 PART 120
122 PART 121
123 PART 122
124 PART 123
125 PART 124
126 PART 125
127 PART 126
128 PART 127
129 PART 128
130 PART 129
131 PART 130
132 PART 131
133 PART 132
134 PART 133
135 PART 134
136 PART 135
137 PART 136
138 PART 137 + visual Nia
139 PART 138
140 PART 139
141 PART 140
142 PART 141
143 PART 142
144 PART 143
145 PART 144
146 PART 145
147 PART 146
148 PART 147
149 PART 148
150 PART 149
151 PART 150
152 PART 151
153 PART 152
154 PART 153
155 PART 154
156 PART 155
157 PART 156
158 PART 157
159 PART 158
160 PART 159
161 PART 160
162 PART 161
163 PART 162
164 PART 163
165 PART 164
166 PART 165
167 PART 166
168 PART 167
169 PART 168
170 PART 169
171 PART 170
172 PART 171
173 PART 172
174 PART 173
175 PART 174
176 PART 175
177 PART 176
178 PART 177
179 PART 178
180 PART 179
181 PART 180
182 PART 181
183 PART 182
184 PART 183
185 PART 184
186 PART 185
187 PART 186
188 PART 187
189 PART 188
190 PART 189
191 PART 190
192 PART 191
193 PART 192
194 PART 193
195 PART 194
196 PART 195
197 PART 196
198 PART 197
199 PART 198
200 PART 199
201 PART 200 + visual Wawan
202 PART 201
203 PART 202
204 PART 203 + visual Fernandez
205 PART 204 + visual Rey
206 PART 205
207 PART 206
208 PART 207
209 PART 208
210 PART 209
211 PART 210
212 PART 211
213 PART 212
214 PART 213
215 PART 214
216 PART 215
217 PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218 PART 217
219 PART 218
220 PART 219
221 PART 220
222 PART 221
223 PART 222
224 PART 223
225 PART 224
226 PART 225
227 PART 226
228 PART 227
229 PART 228
230 PART 229
231 PART 230
232 PART 231
233 PART 232
234 PART 233
235 PART 234
236 PART 235
237 PART 236
238 PART 237
239 PART 238
240 PART 239
241 PART 240
242 PART 241
243 PART 242
244 PART 243
245 PART 244
246 PART 245
247 PART 246
248 PART 247
249 PART 248
250 PART 249
251 PART 250
252 PART 251
253 PART 252
254 PART 253
255 PART 254
256 PART 255
257 PART 256
258 PART 257
259 PART 258
260 PART 259
261 PART 260
262 PART 261
263 PART 262
264 PART 263
265 PART 264
266 PART 265
267 PART 266
268 PART 267
269 PART 268
270 PART 269
271 PART 270
272 PART 271
273 PART 272
274 PART 273
275 PART 274
276 PART 275
277 PART 276
278 PART 277
279 PART 278
280 PART 279
281 PART 280
282 PART 281
283 PART 282 + Visual Rina
284 PART 283
285 PART 284
286 PART 285
287 PART 286
288 PART 287
289 PART 288
290 PART 289
291 PART 290
292 PART 291
293 PART 292
294 PART 293
295 SPECIAL PART 1
296 SPECIAL PART 2
297 *iklan* MAHKOTA BUNGA
298 SPECIAL PART 3
Episodes

Updated 298 Episodes

1
PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
Part 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
Part 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
iklan karya kedua: ANGSA PUTIH
108
PART 107
109
PART 108
110
PART 109
111
PART 110
112
PART 111
113
PART 112
114
PART 113
115
PART 114
116
PART 115
117
PART 116
118
PART 117
119
PART 118
120
PART 119
121
PART 120
122
PART 121
123
PART 122
124
PART 123
125
PART 124
126
PART 125
127
PART 126
128
PART 127
129
PART 128
130
PART 129
131
PART 130
132
PART 131
133
PART 132
134
PART 133
135
PART 134
136
PART 135
137
PART 136
138
PART 137 + visual Nia
139
PART 138
140
PART 139
141
PART 140
142
PART 141
143
PART 142
144
PART 143
145
PART 144
146
PART 145
147
PART 146
148
PART 147
149
PART 148
150
PART 149
151
PART 150
152
PART 151
153
PART 152
154
PART 153
155
PART 154
156
PART 155
157
PART 156
158
PART 157
159
PART 158
160
PART 159
161
PART 160
162
PART 161
163
PART 162
164
PART 163
165
PART 164
166
PART 165
167
PART 166
168
PART 167
169
PART 168
170
PART 169
171
PART 170
172
PART 171
173
PART 172
174
PART 173
175
PART 174
176
PART 175
177
PART 176
178
PART 177
179
PART 178
180
PART 179
181
PART 180
182
PART 181
183
PART 182
184
PART 183
185
PART 184
186
PART 185
187
PART 186
188
PART 187
189
PART 188
190
PART 189
191
PART 190
192
PART 191
193
PART 192
194
PART 193
195
PART 194
196
PART 195
197
PART 196
198
PART 197
199
PART 198
200
PART 199
201
PART 200 + visual Wawan
202
PART 201
203
PART 202
204
PART 203 + visual Fernandez
205
PART 204 + visual Rey
206
PART 205
207
PART 206
208
PART 207
209
PART 208
210
PART 209
211
PART 210
212
PART 211
213
PART 212
214
PART 213
215
PART 214
216
PART 215
217
PART 216+ Visual Nia, Arum, dan Syam
218
PART 217
219
PART 218
220
PART 219
221
PART 220
222
PART 221
223
PART 222
224
PART 223
225
PART 224
226
PART 225
227
PART 226
228
PART 227
229
PART 228
230
PART 229
231
PART 230
232
PART 231
233
PART 232
234
PART 233
235
PART 234
236
PART 235
237
PART 236
238
PART 237
239
PART 238
240
PART 239
241
PART 240
242
PART 241
243
PART 242
244
PART 243
245
PART 244
246
PART 245
247
PART 246
248
PART 247
249
PART 248
250
PART 249
251
PART 250
252
PART 251
253
PART 252
254
PART 253
255
PART 254
256
PART 255
257
PART 256
258
PART 257
259
PART 258
260
PART 259
261
PART 260
262
PART 261
263
PART 262
264
PART 263
265
PART 264
266
PART 265
267
PART 266
268
PART 267
269
PART 268
270
PART 269
271
PART 270
272
PART 271
273
PART 272
274
PART 273
275
PART 274
276
PART 275
277
PART 276
278
PART 277
279
PART 278
280
PART 279
281
PART 280
282
PART 281
283
PART 282 + Visual Rina
284
PART 283
285
PART 284
286
PART 285
287
PART 286
288
PART 287
289
PART 288
290
PART 289
291
PART 290
292
PART 291
293
PART 292
294
PART 293
295
SPECIAL PART 1
296
SPECIAL PART 2
297
*iklan* MAHKOTA BUNGA
298
SPECIAL PART 3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!