"Ayo silakan disantap hidangannya Pak Andi, Bu Retno, Rey, Lisa," kata Laura kepada para tamu.
"Nia kemana ya? Kok nggak kelihatan?" tanya Retno.
"Nia lagi mengerjakan tugas sekolah, tadi sudah makan duluan" jawab Laura terkejut dengan pertanyaan tersebut, dalam hatinya Ia mengumpat.
"Oh begitu..." Retno cuma mengangguk.
Mereka menikmati makan malam sambil diselingi obrolan ringan antara Andi dan Wahyu, sedangkan Retno dan Laura hanya diam memperhatikan.
Setelah perjamuan makan selesai, mereka duduk di ruang tamu dan anak-anak bermain di halaman belakang rumah.
"Mbook Nah!" panggil Laura.
"Iya Nyonya" jawab mbok Nah sambil memasuki ruang makan.
"Beresin semua ini, sisa makanan rapikan dan simpan dalam kulkas buat besok kami sarapan ya! Dan ini untuk kamu dan si Nia makan malam." sambil menyodorkan piring berisi nasi putih dan sayur kangkung.
"Jangan berani kamu nyolong daging lagi ya!" ancam Laura sambil mendelik.
"Baik, Nyonya" jawab Mbok Nah, 'dasar mak lampir' batinnya.
"Oh iya! Kamu bilangin Nia ya, jangan keluar dari kamar sampai semua tamu pulang, mengerti!" lanjut Laura sengit.
"Baik, Nyonya.."
"Bawakan minuman ke ruang tamu!" perintah Laura,sambil berjalan lenggak-lenggok menuju ruang tamu untuk ikut bergabung dengan tamunya.
Mbok Nah membawa nampan berisi minuman untuk para tamu. Dengan menunduk, Mbok Nah meletakan gelas dan teko di meja tamu.
"Mbok, Nia kemana?" tanya Retno lagi. tetapi kali ini pertanyaannya tertuju kepada Mbok Nah.
"Eh, itu.." Mbok Nah bingung mau menjawab apa.
"Sudah tidur Nia nya, Jeng" jawab Laura.
"Oh.." Retno cuma mengangguk-angguk.
Mbok Nah sudah kembali masuk ke dalam untuk membereskan ruang makan. Tapi sebelumnya, Mbok Nah membawa piring berisi nasi dan sayur kangkung untuk Nona kecilnya. Mbok Nah yakin Nia pasti sudah lapar karena jam sudah menunjukkan pukul 20.30 malam.
"Non, ayo makan," panggil Mbok Nah.
"Ya, Mbok." Nia menerima piring yang diberikan si mbok sambil menatap sendu.
"Mbok, nggak ada ayamnya ya? Kan tadi Mama beli ayam banyak?" tanya Nia tak nafsu makan.
"Sudah Non, jangan sedih, besok Mbok ajak Non makan ayam kentaki ya" kata Mbok Nah sambil menatap sedih melihat Nona kecilnya cuma makan nasi sayur kangkung.
'Kapan Non Nia tumbuh besar kalau gizinya saja tidak terpenuhi'
"Bener yaa Mbok? Janji ya?" wajah Nia kembali ceria.
"Iya janji, besok Mbok ajak Non makan apa aja yang Non mau ya" saut mbok lagi.
"Bener ya Mbok, Nia mau ice cream juga! Sudah lama Nia nggak makan ice cream" kata Nia, dengan mata penuh harap.
"Iya, sekarang Non makan ini dulu ya, habis itu langsung tidur, sudah malam.." kata Mbok Nah, sambil mengelus kepala mungil Nia.
"Iya Mbok, Nia sayang Mbok!" jawab Nia tertawa senang memeluk Mbok Nah. satu-satunya orang yang menyayanginya.
Mbok Nah keluar meninggalkan kamar untuk melanjutkan tugas nya.
Dengan pelan, Nia mulai memakan nasi yang dibawa Mbok Nah. Nia terkejut karena tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarnya.
"Maaf salah kamar," kata Rey yang tiba-tiba memunculkan wajah dari balik pintu kamar Nia.
"Kak Rey?" kata Nia takut.
"Kenapa Kakak masuk kamar Nia?" tanyanya lagi.
"Eh ini kamar tidur kamu Nia?"
"Kamu lagi makan ya?" kata Rey sambil melihat piring kaleng berisi nasi dan kangkung.
"Iya Nia lagi makan, kak Rey mau?" tanya Nia.
"Nggak. Kak Rey sudah makan, kok kamu makan cuma dengan kangkung sih, kan di meja sana banyak makanan. Ada ayam panggang, ikan bakar, udang, Nia nggak suka?" tanya Rey bingung melihat Nia makan seperti itu.
"Ini makanan Nia yang dikasih Mama. Nia harus makan apa yang dikasih, nggak boleh pilih-pilih." jawab Nia polos.
Rey terdiam sejenak, "Ya sudah kamu lanjut makan, Kak Rey keluar dulu kalo gitu."
"Iya Kak," saut Nia pelan.
Nia pun melanjutkan makannya, tapi terkaget lagi karena ada yang mengetuk pintunya. Nia kecil melangkah untuk membukakan pintu. Saat Nia membukakan pintu. terlihat wajah Rey di balik pintu sambil membawa beberapa kue dan camilan.
"Ini untuk kamu. Dimakan ya!" ujar Rey langsung keluar .
Nia senang juga bingung melihat kue dan berapa camilan di depannya. Akhirnya Nia melanjutkan makannya sampai habis, dia berpikir kue dan camilan ini akan dimakan nanti saja bareng Mbok Nah.
###
*Braaakkk*
Pintu kamar Nia ditendang dengan kuat dan muncul wajah bengis Resi yang menatap Nia.
"Berani kamu ya!" Resi datang langsung menjambak rambut Nia.
"Kamu berani meminta kue sama Kak Rey!!" ujar Resi sambil mencubit tangan Nia dengan kuat.
Nia yang kesakitan menjerit dan menangis. "Ampun ampun Kak, Nia nggak minta kue ini... Ampun Kak..." saut Nia sambil menangis menahan sakit dicubit Resi.
Mbok Nah yang mendengar tangisan dan teriakan Nia segera berlari menuju kamar.
"Non Resi, lepasin Non Nia, Non.. Jangan dicubit lagi" ujar Mbok Nah, sambil mendorong Resi hingga terjatuh.
Resi yang jatuh karena didorong Mbok Nah,langsung menjerit.
"Maaaaaaaaaaaaa!" teriak Resi sambil menangis.
Tergopoh-gopoh, Laura dan suaminya mendatangi kamar Nia.
"Ada apa ini Resi, kenapa kamu bisa duduk di lantai begitu, Sayang?" tanya Laura sambil memeluk Resi.
"Ma, anak babu itu nyolong kue-kue terus si Mbok sialan itu mukul Resi, Maaa!" jerit Resi sambil menangis.
Mendengar laporan Resi, Laura geram dan langsung menampar wajah Mbok Nah.
"Berani kamu ya! Kamu itu cuma pembantu! Berani sekali kamu memukul anak saya!" teriak Laura ke mbok Nah.
Mbok Nah yang ditampar Laura, masih terkejut sambil memegang pipinya karna kesakitan.
"Maaf Nyonya, maaf Tuan, tapi Non Resi mencubit Non Nia sampai kulit nya terkelupas, saya cuma mendorong supaya lepas saja, Nyonya..." jawab Mbok Nah.
"Karena anak sialan ini kamu sakiti anak saya?! Berani sekali kamu melawan majikanmu!" teriak Laura sambil menjambak rambut Mbok Nah.
Nia yang melihat itu semakin ketakutan.
"Mama jangan Ma, ampun Ma," ucap Nia sambil terisak isak, memohon kepada mama tirinya untuk melepaskan Mbok Nah.
Laura melepaskan tangannya dari rambut Mbok Nah, lalu menampar wajah mungil Nia.
Plakk..!!
Niaa semakin menangis kesakitan dan menjerit "ampun Ma.. ampun Ma...."
Sedangkan Wahyu yang melihat hal tersebut,akhirnya membuka mulutnya.
"Sudah Ma, sudah cukup, ingat jangan sampai kelewatan, ayo kita naik ke kamar saja obati Resi," ucap Wahyu ke sang istri yang masih mengamuk.
Resi diam-diam tersenyum senang melihat apa yang mamanya lakukan ke Nia.
"Kalian ingat ya! Jangan berani-beraninya kalian menyentuh anak-anak saya! Kalau sampai perbuatan ini terulang lagi, kalian akan lihat akibatnya!" bentak Laura sambil keluar kamar diikuti sang suami dan anaknya.
###
"Non, Non Nia nggak papa kan?" tanya Mbok Nah sambil memeluk Nia.
"Mbok, Nia nggak mencuri, kue ini dikasih kak Rey tadi..." kata Nia masih menangis.
"Iya Non, iya. Mbok percaya kok sama Non.. Jangan nangis lagi ya" hibur Mbok Nah sambil mengusap air mata Nia.
Dipegangnya lengan Nia yang dicubit Resi tadi, kulit tangan kecil itu sedikit mengelupas, ditiup-tiup luka itu oleh Mbok Nah, "Sakit ya Non ...?"
"Tunggu sebentar ya, Mbok ambil obat dulu ya."
Sambil beranjak ke sebuah lemari tua, Mbok Nah mengambil obat merah, lalu dioleskannya ke luka Nia.
"Aw!" kata Nia sambil menangis.
"Sabar ya Non ... " peluk Mbok Nah.
"Mbook kapan kita ke desa, Nia sudah nggak mau di sini, Nia takut, Mbok..." ucap Nia sedih.
"Iya, iya, kita segera ke desa, ya... sabar ya Non" peluk Mbok Nah sambil meneteskan air mata.
"Non Nia tidur dulu ya" sambil merebahkan tubuh Nia, Mbok Nah mulai mengelus rambut Nia dengan penuh kasih sayang.
Nia pun tertidur karena kelelahan menangis, sedangkan Mbok Nah menatap sedih melihat nasib Nona kecilnya.
###
Teringat masa lalu, Mbok Nah mengenang saat dia berjumpa dengan Alex, kakek Nia. Jika saja Mbok Nah tidak bertemu beliau, mungkin Mbok Nah sekarang sudah tidak ada di dunia ini lagi. Ingatannya kembali kepada kebaikan Alex yang mengajaknya tinggal dirumah besar, memberi makanan dan pakaian yang layak. juga melanjutkan sekolah sampai SMA.
Mbok Nah dulu sebenarnya bisa saja kuliah, tapi Mbok Nah tau kalau dia sudah terlalu banyak menerima kebaikan dari keluarga Alex. Makanya, Mbok Nah memutuskan cukup sekolah sampai SMA saja, dan mengabdikan hidupnya untuk keluarga sang penyelamatnya. Walau sempat ditentang oleh Alex, tapi Mbok Nah tetap kekeh. Akhirnya sampai detik ini Mbok Nah masih terus mendampingi nona kecilnya yang sekarang hidup seperti sebatang kara.
Saat ingatan Mbok Nah terbuka, Mbok Nah berpikir bahwa dia harus bertemu dengan pengacaranya Nia.
Harus. Kata Mbok Nah dalam hatinya.
Juga Non Hani sahabat Nyonya Fira.
Besok. Harus besok. Semakin cepat semakin baik, pikir Mbok Nah.
Akhirnya Mbok Nah pun tertidur di samping Nia sambil memeluknya.
###
Sedangkan di dalam kamar tidurnya, Wahyu dan Laura bertengkar soal Nia.
"Papa kenapa sih!" ucap Laura masih belum menerima hal yang terjadi kepada anak kesayangannya.
"Biar Mama kasih pelajaran mereka supaya tau tempat mereka di rumah ini, Pa!" saut Laura
"Sudah cukup Ma, ingat surat perjanjian, kalo Nia sampai celaka, semua harta kita akan hilang!" bisik Wahyu pelan.
"Semua ini demi harta yang ditinggalkan oleh Fira sialan itu, Ma. Papa nggak nyangka kalau semuanya diberikan kepada Nia" bujuk Wahyu.
"Hmmh!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 298 Episodes
Comments
Suleman Mx
xm l p
2022-05-11
0
Widya Tamrin Widya
nanti Laura kena karma menyiksa anak yatim
2022-03-03
0
Ernadina 86
kesel banget cepetan perginya..
2022-03-01
0