Alex sudah dipindahkan keruang VVIP.
"Buk... sekarang fisiknya sangat lemah. tolong jangan bahas apapun padanya. sekarang Dia sudah membaik. tinggal tunggu siumannya Saja Buk" ucap Dokter kepada Mamah Alex
"Baik Dok... terimakasih." ucap Mamah Alex.
Mamah Alex bersama Elsa masuk keruangan Alex.
'Lex... kenapa Kau menghukum Mamah seperti ini.' ucap mamah dalam hati. dan menangis duduk dikursi.
drreeet....drrreeeettt.... suara ponsel Sasa.
"Halo Mah..." jawab Elsa
"Dimana Kamu?" tanya Mamah Elsa
"Alex sakit Mah... jadi Aku sama Mamah Alex, nemanin Alex Mah." ucap Elsa.
"pulang sebentar ada yang ingin Kamu urus." ucap Mamah Elsa.
"Baik Mah." ucap Elsa. dan mematikan ponselnya
"Sudah Nak, pulanglah. biar Mamah yang nemani Alex disini." ucap Mamah Alex
"Baik Mah... tapi nanti malam Elsa yang akan jaga Alex ya Mah." ucap Elsa
"Baiklah." jawab Mamah Alex
"Elsa pergi dulu ya Mah." ucap Elsa lalu mencium Mamah Alex lalu pergi.
sementara dihotel grand suaka. sebagian karyawan hotel berkumpul didepan pintu hotel. Sasa penasaran lalu menemui mereka.
"Ada apa? kenapa pada ngumpul disini semua..." tanya Sasa kesalah satu teman kerjanya
"Pak Alex GM. pingsan diatas gedung. security yang membawanya tadi malam kerumah sakit." ucap Teman Sasa
"Hah.... semalam?" tanya Sasa
"Ia... semalam jam Sepuluh malam. Pak Alex pingsan setelah diguyur hujan. lucunya Pak Alex sudah berdiri disana seharian. saat Pak security memanggil Pak Alex GM. Pak Alex malah terjatuh." ucap teman Sasa
"Ohh... Aku kesana dulu yah." ucap Sasa dan pergi berlari menemui security hotel.
Sasa mencari security hotel. tapi tidak menemuinya. sampai Katrin memanggil Sasa. Sasa tidak menghiraukannya. dan tetap berlari. sampai akhirnya Sasa bertemu dengan security hotel.
"Pak... semalam Bapak yang menemukan Alex diatas gedung?" tanya Sasa yang Panik
"Ia Buk... Pak Alex GM. sudah seharian disana berdiri mematung. sampai diguyur hujan. Saya melihatnya, kebetulan ingin menutup pintu tangga diatas gedung dan Saya melihat Pak Alex disana." ucap security
"Lalu Bapak antar kemana Pak Alex?" tanya Sasa
"Kerumah sakit dekat hotel Buk." jawab Security
"Terimakasih Pak." ucap Sasa lalu pergi
saat Sasa berlari ingin menemui Alex kerumah sakit. Ricky melihat Sasa berlari. Rickypun mengejar dan memanggil Sasa
"Saaa.... Sasaaa... tunggu." panggil Ricky
Sasa menoleh kebelakang. melihat siapa yang memanggilnya.
"Ricky? ada apa?" tanya Sasa
"Hahhh... hahhhh..... Kamu larinya kenceng banget Ahhhh." ucap Ricky
"Ada apa? Aku sedang sibuk." ucap Sasa
"Kau ingin menemui Alex?" tanya Ricky
"Darimana Kamu tau?" tanya Sasa balik
"percuma Kamu kesana. Ada Mamah Alex disana" ucap Ricky
"Haa... Bagaimana Aku bisa menemuinya Kyy..." tanya Sasa. matanya sudah berkaca kaca.
Ricky kasihan kepada Sasa dan ingin sekali bertemu dengan Alex.
"Begini saja... Alex belum Sadarkan diri. dan disana masih ada Mamah Alex. kita tunggu Mamahnya pulang dulu bagaimana, baru kita bisa masuk?" ucap Ricky
"Ya sudah... Aku hanya ingin melihatnya sebentar saja Kyy." ucap sasa memohon kepada Ricky
"Baiklah... Ayooo naik mobil Ku saja." ucap Ricky
"Kyy... Bantu Aku bertemu dengannya. ini Salah Ku?" ucap Sasa
"Salah Mu? maksud Mu... Kamu yang membuat Alex begini?" tanya Ricky
Air mata Sasa langsung menetes...
"Sebenarnya... semalam Aku sudah menolaknya... Aku tidak mau jadi pengganggu antara Alex dan Elsa." ucap Sasa menangis
Ricky memberikan tissu kepadanya dan merasa kasihan kepada Sasa
"Kenapa Kamu menolaknya... sepertinya bukan itu Alasan Mu menolaknya?" tanya Ricky
"heeee.... Aku bahkan tidak tau, Aku mencintainya atau tidak. tapi jantung Ku terasa sakit, sampai saat ini." ucap Sasa, mengusap air matanya
"jangan bohongi perasaan Mu. bahkan sekarang ini Kau belum sadar tentangnya?" tanya Ricky membuat air mata Sasa semakin deras.
"pertemukan Aku dengannya Kyy... Aku ingin minta maaf." ucap Sasa
"Huufff.... Ya, Apapun caranya Akan Ku lakukan." ucap Ricky, dan tidak bicara lagi agar Sasa tenang sedikit.
merekapun sampai dirumah sakit... dan berjalan berjarak. Sasa berjalan dibelakang Ricky. Karna jika ada yang melihat mereka bisa bahaya.
"Tunggu disini... Aku masuk dulu." ucap Ricky
"Iahh..." jawab Sasa melihat Ricky berjalan menuju ruangan Alex
saat Sasa sedang duduk dibangku tunggu. tiba tiba elsa Datang dan membawa buket bunga dan buah buahan untuk Alex... Sasa langsung berbalik Arah. dan Elsapun lewat tidak melihat Sasa.
"Ricky ada apa Kamu kemari... bukankah Kamu harus mengurus Kantor?" tanya Mamah Alex
"Maaf Buk... Saya pikir Pak Alex sudah Sadar, Saya ingin menanyakan sesuatu padanya." ucap Ricky
"Untuk sekarang, jangan ganggu dia masalah Kantor. dan Aku akan mengabari Mu. jika Alex sudah siuman." ucap Mamah Alex memegangi tangan Kanan Alex.
clep suara Pintu
"Mahhh..." ucap Sasa
"Ya Sayang... Kau sudah datang?" tanya Mamah Alex
"ia Mamah... Mamah boleh istrahat, Elsa yang akan jaga Alex malam ini." ucap Elsa.
"Baiklah sayang... jangan sampai ada yang masuk selain Kamu kekamar ini." ucap Mamah Alex.
"ia Mah..." jawab Sasa
"ya sudah Mamah pergi dulu..." ucap Mamak
"permisi." ucap Ricky dan pergi mencari ide... suapaya, Sasalah yang akan menjaga Alex
"Ricky... Kamu ikut Aku." ucap Mamah Alex
"Aihhhh... kenapa harus Akuuu..." jawab Ricky
"Apah??? Kamu bilang apah?" tanya Mamah Alex
"Ohhh tidak Buk... saya ketoilet sebentar... Ibuk duluan Saja" ucap Ricky
"Baiklah... Aku tunggu dibawah." ucap Mamah Alex
"Ya Buk." jawab Ricky yang masih mencari ide agar Sasa bisa masuk keruangan Alex.
tiba tiba Roy melihat Dokter. dan menemuinya.
"Dokter... pernahkah Kau mencintai Wanita." tanya Ricky seperti menodong dokter. hingga dokter tersebut mundur dan menabrak tembok
"Apa Maksud Mu?" tanya Dokter
"jawablah Dokter....cepat." bentak Ricky
"Ya, Saya mencintai Istri Saya." jawab Dokter
"Pernahkah dokter berjuang sampai setengah mati?" tanya Ricky
"Ya... sampai sekarang hubungan Kami tidak direstui orang Tuanya." ucap Dokter seperti ketakutan
"Yahhh... begitu jugalah Dia..." ucap Ricky dan menunjuk kearah Sasa yang masih menunggu agar bertemu dengan Alex
"Kenapa Dia?" tanya Dokter melihat Sasa
"Dokter... tolong bantu Dia.... agar bisa bertemu kekasihnya... Orang tua pacarnya, tidak menyukainya. tapi mereka saling mencintai Dokter... Haaaa.... tolong lah Dokter... jika tidak Aku juga akan menangis disini." ucap Ricky pura pura menangis dan membujuk Dokter
"Baiklah... Aku akan mengurusnya, dimana Ruangannya?" tanya Dokter
"tiga ratus tiga Dokter, ruangan VVIP. tapi didalam ada wanita yang akan ditunangkan dengannya Dokter." ucap Ricky
"Haa... ya Ampun kenapa kisah mereka mirip sekali dengan kisah Ku?" ucap Dokter yang merasakan hal yang sama.
"mengharukan sekali." ucap Ricky mengusap air matanya dengan Jas Dokter.
"Okeh... Aku banyak pengalaman soal percintaan yang seperti ini." ucap Dokter
"ohhh Aku lupa... Dokter... Aku akan mengantar Ibu Pasien itu... tolong urus ya Dokter... Ku Mohon." ucap Ricky dan langsung mencium Dokter tersebut. lalu pergi dan memohon sambil berjalan.
"Saaa... Semua sudah beres... Dokter itu yang akan mengurusnya." ucap Ricky lalu pergi berlari
"Terimakasih Roy." ucap Sasa dan melihat Ricky pergi berlari
"Kamu yang Pria itu ceritakan?" tanya Dokter dan mengapus bekas ciuman Ricky denga jasnya...
"haa? Ricky cerita apa Dokter?" tanya Sasa
"Sudahlah... jangan berlama lama... ayo ikuti Aku." ucap Dokter mengajak Sasa mengganti pakaiannya dengan seragam suster. lengkap dengan sarung tangan sepatu dan masker.
"Dokter... apa yang akan kita lakukan?" tanya Sasa tidak mengetahui rencana Dokter.
"Kau ingin menemuinyakan? Didalam ada wanita yang akan ditunangkan dengannya. jika Dia melihat Mu dengan wajah Asli Mu. Dia bisa saja mengusir Mu. " ucap Dokter
sasa menganggukan semua yang Dokter katakan agar dirinya bisa bertemu dengan Alex.
"Dokter... terimakasih." ucap Sasa terharu melihat kebaikan Dokter
"Iah sama sama." ucap Dokter
"Semoga Dokter diberikan cinta sejati yang tiada taranya." ucap Sasa kepada Dokter. sehingga membuat Dokter berhenti dari langkahnya
"Iah... Saya sudah menemukannya... sekarang, Kau yang harus berjuang untuknya." ucap Dokter menyemangati Sasa
"Eemmmm..." saut Sasa mengiakan semua perkataan Dokter
"Ingat... tidak perlu bicara." ucap Dokter didepan ruangan Alex
cleppp... suara pintu ruangan Alex. Sasa yang berjalan dibelakang Dokter, dengan membawa map dan kertas kosong. mendapingi Dokter.
"Maaf... Anda siapa?" tanya dokter sambil memeriksa Alex
"Ohhh... saya tunangannya Dokter. malam ini saya yang berjaga disini Dokter." ucap Elsa memperhatikan Dokter
"Begini... Saya tidak menyarankan ada yang berjaga diruangan ini. sebab jika pasien siuman... itu bisa mengganggunya dan membuatnya pingsan lagi. Karna kondisi pasien masih sangat lemah. dengan pengaruh obat. pasien tidak mungkin siuman malam ini." ucap Dokter
"Ohhh... Saya telepon Mamahnya dulu yah Dokter... Akan Saya jelaskan keMamanya dulu." Ucap Elsa
"baiklah... telpon Saja." ucap Dokter
tuuuuttt... tuuuut....
"Halo... Mah... kata Dokter, Alex tidak perlu ada penjagaan. takut bisa buat Alex terganggu." ucap Elsa.
"Berikan pada Dokternya, Saya ingin bicara." Ucap Mamah Alex
"Haloo Buk..." ucap Dokter
"Bagaimana maksud Dokter?" tanya Mamah Alex
"Begini Buk... Saya tidak menganjurkan ada penjagaan untuk pasien Saya, Alex. Karna itu bisa mengganggu kondisi pasien... dan lagi karna pengaruh obat yang sudah Kami suntikkan kepada Pasien... kemungkinan Pasien akan siuman besok. Ibu tenang saja... Kami akan terus memantaunya. sampai Anak Ibu benar benar sembuh total. dan Ibu besok bisa menjenguknya jam tujuh pagi," ucap dokter meyakinkan Mamah Alex
dan Ricky mendengarkan percakapan Dokter dan Mamah Alex.
'Yah... berhasil...' ucap Ricky dalam hati sambil menyetir.
"baik Dok..." ucap Mamah Alex. dan mematikan ponselnya
"kalau begitu... Saya pulang dulu ya Dokter... Saya titip tunangan Saya pada Dokter." ucap Elsa lalu pergi
Dokter itupun tersenyum kepada Sasa.
"ini kuncinya dan Ingat... jam enam pagi Kamu sudah harus pergi... jangan sia siakan keringat Saya." ucap Dokter memberikan kunci ruangan Alex
"Baik Dokter...." ucap Sasa menunduk hormat kepada Dokter
"Saya juga akan menyuruh orang menjaga dari luar. jadi Kamu bisa tenang menjaganya malam ini." ucap Dokter
"terimakasih Dokter." ucap Sasa dan tersenyum kepada Dokter.
"Baiklah Saya pergi... Jaga dia Baik baik." ucap Dokter lalu pergi
Sasapun mengunci ruangan Alex agar tidak ada yang mengganggu. Lalu duduk disamping sebelah kanan Alex
"Alex... Maafin Akuuuu... Aku tidak tau kalau jadi begini..."Ucap Sasa memegang tangan Alex lalu mencium tangan Alex
Sasa memegang tangan Alex sangat erat. sampai Alex tersadar.
"Saaaa.... Sasaaaa..." ucap Alex. tanpa Sadar air matanya terjatuh.
Sasa masih memegang tangan Alex dan tidak mau menjawab Alex...
"haaa..aaaaaaaaaaa...." Alex menangis
Sasa masih tetap diam dan ikut menangis... melihat Alex menangis.
Alexpun melihat kesebelah kanannya ada Sasa. dan masih memeperhatikan itu benar Sasa atau Tidak... Alex langsung berusaha duduk. dan Sasapun membantunya.
"Kamu disini?" tanya Alex
jawab Sasa hanya menganggukkan kepalanya kepada Alex. Alex langsung memeluk Sasa, dengan sangat erat.
"Kenapa Kau melukai hati Ku... bahkan Aku sudah mengatakan Aku tidak ingin mendengarnya... Kau masih saja melakukan itu" ucap Alex
"Maafkan Aku." ucap Sasa dan melepaskan pelukan Alex
"Kau tau... Aku tidak berdaya. bahkan untuk berjalan selangkahpun Aku tidak sanggup... rasanya kaki Ku berat untuk Ku langkahkan..." ucap Alex
"Lex..." ucap Sasa
"Ssssstttttttttt..." Alex langsung mencium bibir Sasa... menahan tubuh Sasa agar tidak melawan. Sasapun akhirnya menikmati ciuman hangat Alex. sampai begitu lamanya.
tiba tiba Sasa melepaskan ciuman Alex.
"Jangan Lex... Kamu masih belum pulih." ucap Sasa
Alex tidak mendengar malah mencium bibir Sasa kembali. tangan Alex bermain dileher Sasa. mengelus elus leher Sasa sampai Akhirnya tangan Alex masuk kedalam bahu Sasa. Sasa merasa risih. tapi Alex bisa membuat Sasa lupa akan hal itu.
Baju sasa sudah mulai miring ke kiri... Sasa tidak merasakannya lagi, karna kecupan mesra dibibirnya. sementara itu Alex mulai membuka kancing baju Sasa satu persatu. Alexpun memainkan jarinya didada Sasa. Sasa sangat menikmati Ciuman mesra Alex. Sampai sedetikpun Alex tidak melepaskan ciumananya dari Sasa malah terhanyut dalam cintanya Alex.
Alex mulai mencium leher Sasa, tapi Sasa malah bergeser menarik Alex lalu mencium bibir Alex bahkan tidak ingin melepaskannya. Alexpun mengajak Sasa berbaring bersama dan masih tetap berciuman.
tiba tiba Alex melepaskannya. dan mereka saling bertatapan. Alex tersenyum lebar, melihat Sasa ada didepannya. Alex mendekatkan hidungnya kepada Sasa dan Sasapun langsung mencium bibir Alex lagi. Sasa melepaskan ciumananya. dan memeluk Alex. seakan tidak ingin dipisahkan lagi. Merekapun tidur bersama. dan Saling berpelukan.
jam sudah menuju jam Dua belas malam. Sasapun tertidur pulas. Alex masih belum tidur. melihat Sasa tertidur dipelukannya. mengusap pipinya yang manja. dan bibirnya yang manis.
"Kammmuuuuuu... harus jadi milik Ku... Apapun yang terjadi. sekalipun nyawaKu taruhannya. Aku ingin Kita begini terus. Aku siap menaruh resiko itu dipundak Ku. berjalan bersamamu. sekalipun aku akan kehilangan segalanya." ucap Alex lalu mencium kening Sasa dan memeluknya dengan erat. berharap tidak lepas. lalu Alexpun tertidur.
jam enampun tiba... Sasa sudah terbiasa bangun jam enam pagi. mengingat perkataan Dokter. Bahwa Sasa tidak boleh mengecewakan Dokter. Sasapun bergerak dari pelukan Alex, dan memperbaiki pakaiannya yang berantakan sambil tersenyum melihat Alex yang masih tidur pulas. dan berusaha tidak membangunkan Alex...
Sasa pergi dengan meninggalkan Alex masih tidur. membuka kunci kamar ruangan Alex dengan sangat pelan. Agar tidak membangunkannya. lalu pergi.
Saat Sasa keluar dari ruangan Sasa melihat ada Elsa bersama wanita.
"Elsa? itu pasti Mamah Alex." ucap Sasa dan pergi keruangan Dokter. untuk menyerahkan Pakaian yang Sasa pinjam semalam.
"Ehhh Kamu? bagaimana? apa Dia sudah siuman?" tanya Dokter
"Sudah Dokter... Saya harus pergi Dok karna Saya harus bekerja... dan sepertinya Ibu dan tunangan Alex sudah datang. tadi Saya melihat mereka." ucap Sasa
"Baiklah... nanti akan Saya periksa Alex lagi." ucap Dokter.
"Sekali lagi... terimakasih Dokter." ucap Sasa dan menunduk hormat kepada dokter
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments