hampir bertemu dimall

sesampai dirumah Sasa langsung. masuk kekamar. tanpa mempedulikan Ayah dan Ibunya yang sedang sarapan Dimeja makan.

"Sasa... Kamu darimana ajah Nak?" tanya Ayah Sasa

Sasa langsung masuk kekamar.

"mungkin dia capek, Yah.. yang penting, Dia sudah balik. dan baik baik saja. Ayo, kita makan lagi." ucap Ibu Sasa

sementara Sasa didalam kamar, duduk diam dan memikirkan kejadian semalam bersama Alex. Berdiri lalu berkaca sangat lama.

'bagaimana ini. Kenapa jantung Ku, bedegup kenjang padanya. kenapa Aku jadi memikirkannya terus' ucap Sasa menyentuh bibirnya, lalu tersenyum. dan mengambil handuknya untuk mandi.

dikamar mandi Sasa bernyanyi lagu lagu cinta. membuat Ayah dan Ibu yang mendengar lagu yang dinyanyikan Sasa jadi tertawa.

"Buk. apa mungkin Sasa, sedang jatuh cinta?" tanya Ayah kepada Ibu

"mmm... tapi sama siapa Yah? Sasakan tidak punya pacar." ucap Ibu

"apa, mungkin sama Alex." tebak Ayah

"ihhh... Ayah, jangan asal nebak deh. Bagus kita tanyak saja nanti?" ucap Ibu yang juga ikut bahagia mendengar Sasa bernyanyi

setelah mandi Sasa berkaca lagi dan mulai senyum senyum sendiri. memakai baju biasa dan kembali senyum senyum sendiri. melompat lompat di tempat tidurnya. bahkan berguling guling mengingat ciuman Alex masih tampak jelas dibenaknya.

tiba tiba Sasa mengingat jas Alex yang terkena muntahnya semalam.

Sasa langsung membersihkannya dan menjemurnya dengan sangat hati hati. karna itu jas mahal.

saat kembali kekamar Ayahnya langsung, memegang tangan Sasa.

"Oh Ayah... ada apa Yah?" tanya Sasa malu malu

"Nak... Kamu semalam darimana? Ayah dan Ibu kawatir sama Kamu." Tanya Ayah

"Ayah... maafin Sasa yah. udah buat Ayah Kawatir. semalam Sasaaa, ada urusan mendadak sama teman Sasa. ponsel Sasa juga ketinggalan diloker. makanya Sasa enggak bisa hunguin Ayah sama Ibu." ucap Sasa

"ya sudah... lain kali. Ponselnya dikantongin saja ya Nak. Biar kalau ada hal kaya gini. Ayah dan Ibu bisa tenang." ucap Ayah Sasa peduli kepada putri kesayangannya.

"Buk... Alex sudah pulang..." ucap Ricky Asisten Alex

"Alex, tunggu." ucap Mamah Alex

"ada apa lagi sih Mah?" tanya Alex

"Kamu ingat hari ini, Kamu ngapain?" tanya Mamak Alex

"yah... prewedkan? ini Alex mau siap siap." ucap Alex dengan santai

"ya sudah, jam Sembilan Elsa akan datang. cepat bereng beres." ucap Mamah Alex

"Okeh..." ucap Alex dan langsung pergi kekamarnya.

setelah menutup pintu kamar. Alex langsung berbaring ditempat tidur dan membayangkan kedian tadi malam bersama Sasa

'Ku pastikan, Kau bisa mencintai Ku... hah.. Sasa" ucap Alex dan pergi mandi

setelah berpakaian rapi dan tampan. bergaya dikaca dan membayangkan Sasa berdandan sangat cantik disampingnya.

Alexpun keluar dari kamar dan berjalan menuju lantai bawah... yang disana ada Elsa yang sudah berdandan cantik dan elegan.

Elsa terpukau oleh ketampanan Alex yang berjalan bagaikan pangeran dinegeri dongeng.

"Alex..."ucap Elsa yang semakin mendekat

"tidak usah bertele tele... Ayo kita pergi." ucap Alex, cuex tanpa melihat sedikitpun kearah Elsa.

Rickypun langsung menahan tawanya.

"sudah sudah... pergi. sebelum dia berubah pikiran." ucap Mamah Alex kepada Elsa

"Ricky. ikut dengan Ku." ajak Alex

"yah..." jawab Rikcy

"kami pergi dulu, Bu." ucap Ricky menunduk hormat kepada Ibu Alex

merekapun pergi dan melaksanakan Prewed didalam ruangan tertutup. dengan wajah yang selalu datar. dan tidak mau senyum sedikitpun.

sementara itu Roy mengajak Sasa keliling kota.

"selamat siang Pak" sapa Roy kepada Ayah Sasa

"Oh. ya... selamat siang." ucap Ayah Sasa

"Katrin bilang. Sasa tidak bekerja hari ini Pak... Apakah Sasa ada dirumah Pak?" tanya Roy

"ya... ada, saya panggil dulu. silahkan duduk." ucap Ayah

"ehhh, Roy... ada apa?" ucap Sasa kebetulan Sasa baru keluar kamar.

"Aku mau ajak Kamu keliling, ya kalau Kamu mau." Ajak Roy

"Aku mau... ya sudah tunggu disini. Aku ganti baju dulu yah." ucap Sasa. sengaja mengiakan ajakan Roy. agar Sasa tidak memikirkan Alex terus

"yah." jawab Roy yang merasa aneh melihat Sasa. langsung mau ikut dengannya

"Ayah... Sasa pergi dulu yah sama Roy." ucap Sasa

"kami pergi dulu ya, Pak?" ucap Roy

"ya, hati hati yah." ucap Ayah kepada Sasa dan Roy

merekapun pergi makan siang kecafe dekat lampu merah.

"mmm... abis ini kita kemana?" tanya Sasa kepada Roy sambil mengunyah

"Kamu mau kemana? Aku akan antar." ucap Roy

"kok tanya Aku sih, yang ajak jalan kan Kamu." ucap Sasa becanda

"ya sudah, habis ini. Aku mau bawa Kamu kesatu tempat." ucap Roy

"kemana?" tanya Sasa

"habisin makanan Mu dulu baru kita pergi." ucap Roy yang hanya minum kopi

"ayo kita pergi." ucap Sasa

"loh. Kamukan baru siap makan. enggak baik, siap makan langsung gerak." ucap Roy dan berjalan mengikuti Sasa

"Oia... Kamu tau Aku tidak bekerja dari Siapa?" tanya Sasa

"tadi pagi... Aku berkunjung kehotel tempat Kamu bekerja. kebetulan bertemu dengan Katrin." jawab Roy

"oh... emang Kamu tidak Kerja hari ini?" tanya Sasa

"lagi cuti... oia, kita sudah Sampai." ucap Roy

"hah... ini kan Salon? " ucap Sasa

"ia, Salon... disana lengkap semua...ayooo." ajak Roy

"tapi Aku. enggak pernah kesalon Roy..." ucap Sasa malu

"Ayooo." ucap Roy mengulurkan tangannya kepada Sasa

"ini pasti salon mahal, Roy... Aku tidak punya uang, untuk bayar itu nanti." ucap Sasa yang menahan langkahnya. karna Roy memegang tangan Sasa

"hemmm... Kamu tidak percaya pada Ku?" tanya Roy

"tapi Roy." ucap Sasa dan masuk kedalam Salon

"hay.... Mas Roy... mas bareng sama Mami yah?" tanya Menejer salon kecantikan itu.

sementara Sasa bersembunyi dibalik badan Roy.

"tidak. Aku tidak bersama Mami. tapi Aku bersama Dia. Kau tau apa yang akan Kau lakukan?" ucap Roy dan Duduk di kursi tunggu. Sasapun malah mengikuti Roy

"Wauuu... cantik sekali. biar Aku yang merubah Mu sayang" ucap Menejer salon dan menarik Sasa dan mendudukannya dikursi Pasien

"Royyyyy...." panggil Sasa.

sementara Roy langsung menunduk membaca majalah.

sementara itu. Alex dan Elsa sudah selesai foto Preweding...

"Lex... maukah Kamu, menemaniku Belanja?" tanya Elsa manja

"Aku tidak punya waktu untuk itu..." ucap Alex yang duduk bersikap dingin dihadapan Elsa

"Lex... kumohon. sekali ini saja... selebihnya, mungkin kita tidak akan bertemu lagi. selain dihari pernikahan kita." ucap Elsa

"okey... okey." ucap Alex terpaksa

"makasih Lex." ucap Elsa tersenyum lebar kepada Alex. tapi Alex masih bersikap Dingin

'sedang apa Dia sekarang? apakah Dia juga sedang memikirkan Ku?' ucap Alex dalam Hati. Lalu tersenyum memikirkan wajah Polos Sasa

sementara Sasa disalom merasa risih. Karna Sasa belum pernah sama sekali kesalon.

"Roy...." panggil Menejer salon

Roy melihat Sasa yang sudah dirubah menjadi wanita yang sangat cantik. make Up yang natural. membuat Sasa memakin cantik.

"Roy... Apakah dandanannya sangat jelek? kenapa Kamu menatap Ku begitu?" tanya Sasa merasa tidak nyaman karna Roy menatapnya tidak berkedip sedikitpun .

"Roy..." panggil menejer salon lagi dan menyadarkannya.

"haahh??? ohhhh... ya, Cantik... cantik sekali." ucap Roy berbicara kepada menejer salon dan sesekali melirik Sasa

"ayo..." ajak Sasa dan keluar dari salon tersebut. dan langsung masuk kemobil Roy

"makasih yah?" ucap Sasa

"buat apah? bukankah ini kewajiban seorang teman?" saut Roy

Sasapun tersenyum kepada Roy. dan Roy pura pura cuex.

"ayoo... Turun." Ajak Roy

"mall???" tanya Sasa

Roy membawa Sasa berbelanja pakaian. dimall yang sama dengan Alex dan Elsa.

"Sa?" panggil Roy

"ya." jawab Sasa yang hanya melihat lihat. karna semua harga pakaian yang ada disana. sangat mahal mahal.

"pegang ini. Aku mau kesana sebentar." ucap Roy.

Roy melihat baju yang sangat indah dan membayangkan Sasa mengenakan baju itu. Saat Roy hendak memegang baju tersebut.

Tangan Elsa bersamaan dengan Roy menyentuh baju tersebut.

"heyyy.... Aku yang pertama menyentuhnya." ucap Elsa

"Tidak... Akulah yang pertama melihatnya, dan menyentuhnya. lepaskan tangan Mu. atau Kau akan menodainya." ucap Roy

"apah? Aku tidak akan melepaskannya. Paham." ucap Elsa. membuat Alex merasa risih. karna mendengar suara Elsa. Alexpun menghampiri Elsa dan Roy

"lepas dan pergilah. Kau tidak akan sanggup membayarnya." ucap Roy

"Ambil, lima lagi. tapi yang lebih mahal dari ini. Aku akan membayarnya untuk Mu." ucap Alex kepada Sasa didepan Roy. dan Roy melihat Alex dengan tatapan yang sangat tajam.

"Wauuuuu.... hahahahha... pasangan yang serasi. tapi maaf. Saya yang pertama menyentuhnya." ucap Roy

"Ayo. kita pergi dan cari pakaian yang lebih mahal lagi." ucap Alex Kesal.

tiba tiba Sasa datang... sementara Alex dan Elsa sudah pergi.

"Roy... Ada apa? tadi Aku mendengar suara orang sedang berdebat." ucap Sasa

"tidak apa apa. Ayo coba semua pakaian yang Aku pilih ini." ucap Roy kepada Sasa

"Akuh??? sebanyak ini??" tanya Sasa

"yah.. Ayo sana..." suruh Roy

salah satu penjaga toko tersebut menemani Sasa.

Saat Sasa ingin memakai pakaian yang Roy pilih. Sasapun melihat harga baju yang akan dicobanya... Ada harga lima puluh juta sampai tujuh pulu juta.

"gila yah... bisa bisanya orang ini ngabisin uang sebanyak ini. cuma beli baju satu ajah? hah... ya sudah dehh... coba saja dulu." ucap Sasa bicara sendiri diruang ganti

Sasapun keluar dengan pakaian yang pertama.

"kurang bagus" ucap Roy

"kurang bagus? ini sudah bagus Roy." ucap Sasa

"ya kurang bagus... Ayo ganti!" ucap Roy

Sasapun pergi mengantinya dan Roy masih tetap dengan jawabannya 'Kurang bagus'.dan sampai empat kali tetap masih kurang bagus.

dan akhirnya. Sasapun mengenakan Baju yang Roy rebut dari Elsa.

"Pak Roy... " panggil penjaga toko

Roypun melihat Sasa, sangat cantik mengenakan gaun yang Roy pilih.

"Roy... ini gaun terahir. tolong jangan suruh Aku ganti lagi. Aku sudah lelah." ucap Sasa dan duduk disamping Roy. sementara Roy masih melihat Sasa sangat cantik luar biasa. lalu menepuk bahu Roy yang masih pangling melihat Sasa

"yah... ini, sangat bangus...Mbak... tolong bungkus semua." ucap Roy

"semua??? tapi itu sangat mahal Roy..." ucap Sasa

Roypun tidak peduli. dan langsung membayar semua pakaian yang sudah Sasa Coba.

"yok Kita pergi. biar Aku yang bawa" ajak Roy dan memegang tangan Sasa. Sasapun tersenyum melihat semua kebaikan Roy

Roypun mengantarkan Sasa pulang.

"besok... jangan terlambat yah." ucap Roy

"Okeh... nanti Aku dan Katrin adalah tamu paling cepat datang." ucap Sasa

"bagaimana kalau Aku menjemput Mu?" tanya Roy

"jangan... Kamu harus mengurus ulang tahun Kamu supaya sukses dan lancar sampai selesai." ucap Sasa

"ya sudah... pokonya Kamu harus datang. dang pakai gaun yang terahir Kamu coba tadi." ucap Roy

"okeh... Makasih ya buat hari ini." ucap Sasa dan senyum kepada Roy

"sama sama.. sudah mau menemani Ku juga hari ini." ucap Roy dan tersenyum lebar melihat Sasa tersenyum padanya

"okeh, sudah Sampai. Aku langsung pulang saja yah? Ada yang harus Aku urus untuk besok." ucap Roy

"Kamu hati hati yah." ucap Sasa dan melambaikan tangannya

"Dah..." ucap Roy dan pergi

"sampai sekarang. dari semua kebaikan Mu. Aku masih bingung buat ngebalas kebaikan Mu itu Roy. Hah." ucap Sasa dan masuk kerumah

"Sasa... Ayah mau Bicara." ucap Ayah, melihat Sasa hendak masuk kamar dengan membawa barang barang belanjaannya.

"Ada apa Yah?" jawab Sasa

"Kamu lihat perbedaan Alex dan Roy kalau datang kerumah ini?" ucap Ayah

"Maksudnya?" tanya Sasa bingung melihat Ayah tiba tiba membahas Roy dan Alex

"gini Nak. tiap kali Alex datang kerumah ini. Alex selalu bertutur sapa. dan ngobrol sama Ayah. sedangkan Roy datang lalu pergi dengan dirinya." ucap Ibu yang menjelaskan perbedaan Alex dan Roy dimata Ayahnya

"Buk... Ayah... Jangan pernah berfikir lebih dari sikap orang. belum tentu Dia begitu Buk, Yah... Oia... tadi Roy belanjain Sasa Yah..." ucap Sasa

"Sa... ini, harganya emang segini? kok... mahal banget Nak?" tanya Ayah Sasa melihat salah satu baju yang Sasa letak dimeja

"ia Yah... Aku juga bingung yah, kenapa Roy bisa belanjain Sasa sebanyak dan semahal ini...padahalkan Orang Tuanya cuma direktur diperusahaan bisa." ucap Sasa

"tidak mungkin nak. tidak mungkin, anak direktur kecil bisa beli baju mahal sampai segini banyaknya. harga baju ini hampir sama, sama pendapatan direktur di perusahaan kecil. selama sebulan. coba Kamu pikir deh." ucap Ayah, curiga Roy itu berbohong kepada Sasa

"ia juga sih Yah... kemarin juga Katrin bilang gitu yah. tapi kan Roy enggak mungkin bohongin Sasa" ucap Sasa yang juga bingung

"sudah sudah... kalau orang ngasihnya dengan iklas. Kamu positif tinking saja, Nak. Anggap saja, ini tabungan Roy selama satu tahun." ucap Ibu menyemangati Sasa

"sebenarnya. Roy beli baju mahal ini. buat Sasa pakai di hari ulang tahunnya besok Yah..." ucap Sasa kepada Ayahnya. yang kelihatannya tidak menyukai Roy.

"nah, berarti Roy sengaja membelinya, untuk Kamu pakai dihari spesialnya..." ucap Ibu Sasa. dan melirik Ayahnya yang tidak suka kepada Roy

"ya, sudah. Ayah cuma mau bilang hati hati sama laki laki. jangan nanti Kamu sakit hati tros ngadunya sama Ayah." ucap Ayah lalu pergi menuju kamar

"paling nanti Sasa langsung peluk Ayah. hehe." ucap Sasa becanda kepada Ayahnya... Ibu Sasapun ikut tertawa

"Buk... Ayah kayanya enggak suka deh sama Roy. padahalkan Roy udah baik sama kita, dan lagi, Sasa udah anggap Roy teman terbaik Sasa Buk." ucap Caca

"mmm... Ibu juga heran kenapa Ayah Mu begitu. tapi semenjak Alex datang kerumah ini kayanya, Ayah Mu jadi berubah sama Roy."

"iihhh Ayah... kesannya kan kalau gitu. Ayah kaya matre, Buk... sementang Roy cuma anak direktur biasa. dan Alex anak orang kaya raya. Ayah langsung suka sama Alex."

"kayanya, enggak gitu deh Sa... waktu pertama kali Alex datang kerumah ini dan makan bersama. Ayah melihat kalau Alex itu suka sama Kamu." ucap Ibu

"mmm... udah lah Buk... toh juga dari antara mereka, Sasa enggak ada yang suka." ucap Sasa

"ya sudah... Kamu istrahat sana, Ibu juga udah ngantuk." ucap Ibu

"ia Buk... Selamat malam." ucap Sasa dan masuk kekamar

'gimana ini? Ayah udah baper duluan sama mereka. tapi kalau dipikir pikir Alex memang... iiihhh Kok jadi mikirin Dia sih.. dah tidur ajah, ngantuk.' ucap Sasa bicara sendiri dikamar lalu tidur

Episodes
1 prolog
2 Bertemu Roy
3 Elsa memaksa
4 Alex berharap
5 Melihat Alex
6 Kecewa
7 Menyelidiki Roy
8 Bertemu lagi
9 Makan Banyak
10 Alex cemburu
11 keluarga Sasa
12 merasakan hal yang sama
13 Alex Mabuk berat
14 hampir bertemu dimall
15 Alex Jangan
16 masih ulang tahun Roy
17 mulai merasa kehilangan
18 Alex dan Roy menjenguk Sasa
19 melawan Mamah
20 dilema
21 Dilema 2
22 dilema 3
23 Susah melupakan
24 Kebetulan ada Sasa
25 menuju hari pernikahan
26 Menuju hari pernikahan 2
27 Hari pernikahan Alex dan Elsa
28 Rumah kenangan
29 Merindukan Sasa
30 Bayangannya, selalu hadir.
31 Bertamu.
32 cinta sejati.
33 Kepulau kecil.
34 Di pulau kecil
35 Seperti hilang.
36 Ini takdir
37 Ini takdir 2
38 Takdir 3
39 Takdir cinta
40 Takdir cinta 2
41 Alex marah.
42 Berbaikan.
43 Saling memikirkan.
44 Ponsel pemberian Alex.
45 Kau takdirku
46 Kecelakaan.
47 Chelsia.
48 Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49 Sangat cantik
50 Menahan tawa.
51 Hari pertama kerja.
52 Hari sebelum Alex hilang.
53 Hari sebelum Alex hilang 2.
54 Hari sebelum Alex hilang 3
55 Hari sebelum Alex hilang 4
56 Hari sebelum Alex hilang 5
57 Hari sebelum Alex hilang 6
58 Alex hilang.
59 Alex hilang 2
60 Alex hilang 3
61 Alex hilang 4
62 Sasa hamil.
63 Minum obat tidur.
64 Teringat Alex.
65 Cek kehamilan.
66 Dibantu dokter.
67 Hampir bertemu.
68 Pulang dari rumah sakit.
69 Kembalinya Alex.
70 Makan malam bersama Roy.
71 Tatapan
72 Bertemu
73 sakit sekali
74 kembali kerumah lama
75 kembali kerumah lama 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
prolog
2
Bertemu Roy
3
Elsa memaksa
4
Alex berharap
5
Melihat Alex
6
Kecewa
7
Menyelidiki Roy
8
Bertemu lagi
9
Makan Banyak
10
Alex cemburu
11
keluarga Sasa
12
merasakan hal yang sama
13
Alex Mabuk berat
14
hampir bertemu dimall
15
Alex Jangan
16
masih ulang tahun Roy
17
mulai merasa kehilangan
18
Alex dan Roy menjenguk Sasa
19
melawan Mamah
20
dilema
21
Dilema 2
22
dilema 3
23
Susah melupakan
24
Kebetulan ada Sasa
25
menuju hari pernikahan
26
Menuju hari pernikahan 2
27
Hari pernikahan Alex dan Elsa
28
Rumah kenangan
29
Merindukan Sasa
30
Bayangannya, selalu hadir.
31
Bertamu.
32
cinta sejati.
33
Kepulau kecil.
34
Di pulau kecil
35
Seperti hilang.
36
Ini takdir
37
Ini takdir 2
38
Takdir 3
39
Takdir cinta
40
Takdir cinta 2
41
Alex marah.
42
Berbaikan.
43
Saling memikirkan.
44
Ponsel pemberian Alex.
45
Kau takdirku
46
Kecelakaan.
47
Chelsia.
48
Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49
Sangat cantik
50
Menahan tawa.
51
Hari pertama kerja.
52
Hari sebelum Alex hilang.
53
Hari sebelum Alex hilang 2.
54
Hari sebelum Alex hilang 3
55
Hari sebelum Alex hilang 4
56
Hari sebelum Alex hilang 5
57
Hari sebelum Alex hilang 6
58
Alex hilang.
59
Alex hilang 2
60
Alex hilang 3
61
Alex hilang 4
62
Sasa hamil.
63
Minum obat tidur.
64
Teringat Alex.
65
Cek kehamilan.
66
Dibantu dokter.
67
Hampir bertemu.
68
Pulang dari rumah sakit.
69
Kembalinya Alex.
70
Makan malam bersama Roy.
71
Tatapan
72
Bertemu
73
sakit sekali
74
kembali kerumah lama
75
kembali kerumah lama 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!