“Apa Kamu mengenalnya?” tanya Roy
“Ya.. bulan lalu Dia menabrak kaki Ku…” ucap Sasa menunduk
“setelah itu? Apa ada urusan lain selain itu?” tanya Roy Curiga
“Dia… sudahlah Aku malas bahas Dia” ucap Sasa
“baiklah… jangan bahas Dia lagi. tapi kemarin Aku juga pernah jumpa dengan Dia” ucap Roy
“Dimana?” tanya Sasa kaget
“Di Rumah sakit… tempat Ayah Kamu dirawat?” ucap Roy
“oh iya. Aku ingat, kemarin itu? tapi tadi Kamu tau namanya dari mana?” tanya Sasa
“Kemarin Dia membatalkan proyek dengan perusahaan ditempatKu bekerja.” ucap Roy
“begitulah orang kaya… sesuka hatinya saja. bahkan bumi ini saja bisa mereka beli dengan uang dan kekuasaannya itu… huh, Aku semakin jengkel melihat orang kaya yang Sombong itu…” ucap Sasa
“Apakah semua orang kaya begitu?” tanya Roy. yang dimana Roy juga anak orang kaya
“yah… semua tanpa terkecuali.” ucap Sasa tegas
“tapi bagaimana jika teman dekatmu adalah orang kaya… yang hartanya tak kalah dengan Pak Alex GM itu?” tanya Roy
“ya, Aku akan meninggalkannya…” ucap Sasa
“ohhh begitu?” ucap Roy. tiba tiba Dia menjadi tak bersemangat
“kenapa? Apa kamu anak orang kaya?” tanya Sasa curiga
“Ya… Aku kaya,,, tapi kaya disini…” ucap Roy sambil menunjukkan ke arah dadanya. yang maksudnya adalah kaya hati
“Aku setuju…” ucap Sasa tersenyum melihat Roy… dan Roy juga membalas dengan senyumannya yang tampan itu
sementara Alex masih berdiri di pinggir pantai pasir putih danau toba
tersenyum mengingat wajah indah yang selalu menghantuinya
"andai saja... Aku bisa meraih mu? hah... tapi kenapa terasa seperti mustahil." ucap Alex berbicara sendiri lalu pergi dari sana
keesokan harinya
"Ayo kita beri Hormat..." ucap beberapa karyawan yang ada dihotel Grand Suaka
"Ada apa? kemana kita akan berlari?" tanya Sasa. dan menarik salah satu temannya yg berlari menuju pintu masuk Hotel...
"kamu tidak baca pesan dari pemilik hotel?" tanya teman Sasa
"tidak... Aku tidak menerima pesan dari Pemilik hotel!" ucap Sasa yang belum mengerti juga...
"Pemilik hotel bilang. kita semua pagi ini berkumpul di depan pintu masuk hotel memberi Hormat kepada Pak Alex GM. sebagai ucapan terima kasih atas pembatalan pengalihan saham hotel grand suaka... ayo Cepat nanti kita terlambat..."ucap Teman Sasa dan menarik Sasa. merekapun berlari menuju pintu Hotel untuk berbaris
Mobil mewah dengan tulisan TH singkatan dari Tower High datang dan berhenti didepan pintu Hotel Grand Suaka.
sepatu hitam yang mengkilat mendarat dikarpet merah yang terbentang, khusus menyambut Alex GM...
Alexpun turun dari mobil mewahnya. dengan pakaian stelan termahal khusus dipakaiannya untuk memukau hati Sasa. Dan berjalan dengan senyuman yang penuh Arti.
"Selamat Siang Pak Alex, silahkan masuk ..." ucap Pak Dude pemilik Hotel Grand Suaka,dengan ramahnya.
"Selamat siang Pak..." ucap karyawan hotel grand suaka yang sambil menunduk. kecuali Sasa yang hanya diam
Alexpun tersenyum melihat semua karyawan yang menunduk dan Alex melihat Sasa yang menatap tajam... sontak Alex terkejud dengan tatapan Sasa
"ya selamat siang..." ucap Alex yang tiba tiba jadi ramah
"Sudah sudah kembali bekerja..." ucap Pak Dude
"kecuali Dia..." ucap Alex menunjuk kearah Sasa
"baik Pak... Kamu tetap disana" ucap Pak Dude menunjuk ke arah Sasa
tatapan Sasapun semakin tajam melihat Alex.
sementara temannya yang lain sudah bubar. hanya Sasa yang berdiri kaku dengan gigi yang rapat dan tatapan seperti iblis yang ingin menerkam.
Alex berjalan kearah Sasa berdiri. Alex menatapnya penuh dengan cinta. sementara Sasa dengan jiwa yang kerasnya. tetap menatap Alex tanpa putus sedikitpun.
"kenalkan, Alex" ucap Alex mengulurkan tangannya ke hadapan Sasa. berharap Sasa mau membalas dengan menyalam tangan Alex
Sasa masih meninggikan egonya untuk tidak merespon Alex.
tiba tiba Sasa melihat kebelakang Alex... Bahwa pemilik hotel tersebut memohon mohan kepada Sasa, Agar Sasa bersikap baik kepada Alex.
Dengan berat hati Sasa menundukkan kepalanya ke Alex. tanpa mau berjabat tangan.
"Nama saya Sasa Pak" ucap Sasa. dengan badan yang kaku ia masih menunduk
"ohhh... yah... salam kenal. daaaannnnn emmmmm semoga hari mu Ceria" ucap Alex dengan bingung tidak tau mau bilang apa.
Sasapun mengangkat Kepalanya. seolah kepalanya sangat berat...
"selamat pagiiii Pak" ucap Sasa. Sasapun pergi
"Pak Dude... Saya mau bicara" ucap Alex sambil tersenyum memperhatikan tingakah Sasa bahkan saat Sasa berjalan.
"Baik Pak... mari kita bicara diruangan Saya Pak." ucap Pak Dude
sesampai diruangan Pak Dude Alex menjelaskan kepada pak Dude tentang hotel yang dimilikinya.
"begini Pak. kemarin... pada Saat Saya membatalkan Proyek tentang pengalihan Hotel ini. ada perusahaan besar yang menginginkan Hotel ini. tapi Bapak tenang saja. Saya akan memperjuangkan hotel ini..." ucap Alex memperjuangkan Hotel Grand Suaka. demi kekasih hatinya yang bekerja disana
"Terima kasih Pak. keluarga Saya bergantung disini... kasihani Saya Pak. ini peninggalan Ayah Saya satu satunya. Istri Saya juga dalam keadaan sakit Pak. tolong beri saya satu kesempatan lagi Pak" Ucap Pak Dude memohon kepada Alex
"baiklah... jangan pernah mengecewakan Saya. dan satu lagi" ucap Alex melirik Pak Dude dengan senyuman mematikan
"Apa Pak. Saya akan menyanggupinya." ucap Pak Dude
"jangan pernah memberikan Tugas yang berat kepada Sasa... dan jangan pernah membebaninya dengan tugas apapun. dan beri Dia gaji yang tinggi" ucap Alex tersenyum... seakan Sasa akan menerimanya dengan baik
"Baik Pak..." ucap Pak Dude
"Saya akan lebih sering berkunjung ke hotel ini. dan Saya juga akan membantu kemajuan hotel ini." ucap Alex, lalu berdiri didekat jendela. dan membuka tirai jendela dengan tiba tiba. dengan keyakinan bisa membuat Hotel Grand Suaka akan lebih meningkat pesat. dan membuktikannya kepada perusahaan yang sedang mengincar incar Hotel Grand Suaka.
Pak Dude memencet telpon kantor
"tolong antarkan dua kopi keruangan Saya. dan Suruh Sasa yang mengantarkannya." ucap Pak Dude. menutup teleponnya dan melihat bahwa Alex tertarik kepada Sasa. Pak Dudepun tersenyum merasakan apa yang Alex rasakan waktu muda dulu
tok...tok...tok.... suara ketukan pintu
"kopinya Pak!" ucap Sasa dari luar
"silahkan masuk" ucap Pak Dude
Sasapun masuk, membawa kopi buatannya. meletakkan dimeja Pak Dude...
tiba tiba Alex berbalik Arah. dan melihat ada Sasa disana... rambut panjang yang terurai indah. dan wajah yang polos membuat Alex lupa diri.
"Pak... Pak... Pak Alex" ucap Pak Dude memanggil Alex yang masih melihat Sasa
tiba tiba Suara telanan dari tangan Sasa menghantam meja. membuat Alex tersadar.
Alex dan Pak Dudepun terkejut melihat apa yang dilakukan Sasa.
Sasa tersenyum melihat reaksi Alex yang terkejud. sementara Alex teralih lagi ke senyuman Manis Sasa.
"Pak. silahkan minum Kopinya" ucap Sasa kepada Pak Alex dengan lantang lalu pergi
setelah lewat dari pintu ruangan Pak Alex. Sasa tertawa terbahak bahak... dan geli sendiri mengingat caranya memukul meja dengan keras.
"hah... berani sekali Dia?" ucap Pak Dude
"Sudah biarkan saja... aku menyukai caranya" Alex tersenyum lebar
"baik Pak... silahkan minum Kopinya. ini kopi buatan Sasa Pak!" ucap Pak Sasa
Alex minum kopi. dan merasa kopi buatan Sasa sangat spesial.
Pak Dude yang selama ini stres memikirkan Hotel yang akan dirampas oleh Alex GM. sudah merasa tenang, dengan melihat Alex yang jatuh cinta kepada salah satu karyawannya.
sudah jam enam sore. Sasa dan Katrin pulang. Katrin di jemput oleh Ayahnya sedangkan Sasa dijemput oleh Roy.
"Cieeeee, dijemput" ucap Katrin menyentuh dagu Sasa. melihat Roy bersandar dipintu mobil menunggu
"kita sama aja gimana?" tanya Sasa sambil tersenyum
tin...tin suara klakson motor Ayah Katrin
"besok Kamu harus cerita... okeh?" ucap katrin sambil berlari
"ia... hati hati yah!" ucap Sasa kepada Katrin yang berlari
"apa Kita akan melihat Katrin sampai hilang?" ucap Roy yang ikut melihat Katrin
"haaaa..." ucap Sasa laget tiba tiba Roy sudah disampingnya
"ayo... Aku antar pulang!" ajak Roy
Sasapun berjalan, dan Roy membukakan pintu mobil untuk Sasa.
Sasa tersenyum. lalu Roy masuk menatap Sasa dan mulai menjalankan mobilnya
"darimana Kamu tau kalau aku pulang jam tujuh?" tanyak Sasa
"mungkinnnn takdir?" saut Roy
"hah... takdir yah..." ucap Sasa merasa kalau Roy pasti sudah bertanya pada Ayahnya
"kamu tidak tau kalau Aku sudah menunggumu. sampai tiga jam lamanya" ucap Roy berbisik
"Apah? Kamu bilang apah?" tanya Sasa sedikit mendengar suara Roy
"mmm kita sudah sampai..." ucap Roy
"loh kita dimana?" tanya Sasa bingung
"kita makan malam dulu... Aku lapar!." ucap Roy
"tapi Aku." ucap Sasa menolak. Karna Sasa belom mandi dan berpakaian rapi
"kenapa? kamu malu?" tanyak Roy tersenyum lebar
"tidak tidak... tapi apa kamu tidak malu, Aku berpakaian begini?." ucap Sasa merasa minder
"berikan tangan Mu..." ucap Roy yang mengulurkan tangannya kepada Sasa
"tapi aku belum mandi Roy..." ucap Sasa minder melihat orang orang yang berpenampilan keren. masuk kedalam restoran mahal
"trus? tapi Aku tidak malu." ucap Roy
Saat Roy hendak berjalan menuju hotel. Sasa menahan tangan Roy.
"bagaimana kalau Kita makan dipinggir jalanan saja? Aku lebih yakin makanannya lebih enak dari Restoran ini!" ucap Sasa
"bagaimana kalau malam ini kita makan disini dan besok kita makan dipinggiran?" ucap Roy yang ingin menikmati makanan restoran yang dimana lebih enak dari makanan pinggir jalan.
Lalu Roy menarik tangan Sasa. dan membawa masuk kedalam restoran. Roy telah memesan meja untuk makan berdua bersama Sasa. dan Roy juga sudah memesan makanan makanan terlezat direstoran tersebut.
Orang orang melihat Roy dan Sasa... Sasapun minder dengan tatapan orang
"Roy. Ayo kita pulang..." ucap Sasa. berbicara sangat pelan.
"ssstttt... disini tidak boleh ribut." ucap Roy yang menunggu pesanannya
Sasapun langsung terdiam. menutup mulutnya dengan tangannya.
Roy tersenyum melihat tingkah Sasa yang sangat lucu...
"pesanannya..." ucap Pelayan restouran
"haaaaa.... banyak sekali." ucap Sasa mentap Roy heran
"Selamat menikmati. semoga hidangan spesial Kami, Bapak dan Ibu suka." ucap Pelayan restoran
"ayo makan! ini dihidangkan bukan untuk dilihatin saja." ucap Roy kepada Sasa.
"i.iaaaaaa..." ucap Sasa yang bingung.
tangan Sasa masih dibawah. tetapi Sasa menelan ludahnya berkali kali. Roypun datang menghampiri kursi Sasa dan mengajari Sasa cara makan orang kaya
"pegang sendoknya disebalah kanan. dan garpu diselah kiri... Kamu juga bisa ganti sendoknya dengan Pisau... kalau ada yang ingin Kamu potong. ini, lihat Aku. Aku contohkan." ucap Roy kepada Sasa
sementara Sasa hanya memperhatikan Roy yang begitu baik kepadanya.
"mmm... sebenarnya Kamu kerja apasih??? ucap Sasa sambil memakan makanan yang dihidangkan dimeja
"kenapa? maksud Ku... kenapa bertanya begitu?" tanya Roy. sontak terkejud mendengar pertanyaan Sasa
"yah... Kamu udah banyak bantu Aku... dari Ayah Aku masuk rumah sakit... traktir Aku makan... dan bahkan semua yang Kamu pakai, barang barang mahal... Aku cuma enggak mau nanti kita." ucap Sasa tiba tiba batuk....
Roy mengambilkan Air putih untuk Sasa... dan menatap Sasa seakan hatinya tertekan.
"pelan pelan makannya..." ucap Roy sambil mengelus elus punggung Sasa
"udah kok." Ucap Sasa lalu kembali melanjudkan makanannya. dan terdiam membuat Roy tidak tenang.
"sebenarnya Ayah Ku bekerja disalah satu perusahaan properti dan Dia cuma seorang direktur Biasa. Ayah, mempekerjakan Aku disana, karna Ayah Ku sudah tidak sanggup lagi karna usianya, Dia menyuruh Ku, menjalankan perusahaan. makanya Aku dipanggil untuk penggantinya sebagai direktur diperusahaan orang." terang Roy.
Roy sengaja berbohong. karna Roy takut Sasa mengetahui bahwa Roy adalah Anak orang kaya... Sasa akan meninggalkan Roy jika Sasa Tau Roy Anak orang kaya raya.
"Ohhhhh.... sekarang Aku bisa tenang. selama ini Aku dan Ayah Ku tidak tau apa pekerjaan Mu." ucap Sasa sambil makan
"Apa Kamu takut Aku orang jahat?" tanya Roy
"mmm yaaa..." jawab Sasa jujur
"Apa wajah tampan Ku ini cocok seperti penjahat?" tanya Roy kepada Sasa
"hee... tidak... hanya Aku lebih tenang jika orang bertanya apa pelerjaanMu, Aku sudah bisa jawab. tidak kebingungan seperti kemaren." ucap Sasa meyakinkan Roy. krna memang Sasa penasaran kepada Roy
"oh. baiklah." ucap Roy. menatap Sasa yang masih merasa bersalah karna itu bukan dirinya yang sebenarnya
"taraaaaaa.... sudah habis." ucap Sasa menghabiskan semua makanan dimeja
"hahhh.... Kamu menghabiskannya?" Roy heran. Sasa menghabiskan semua makanan yang ada dimeja
"ia... kenapa? bukankah semua ini sudah Kamu bayar?" tanya Sasa
"ohh... iaa..." jawab Roy kebingungan Sasa bisa menghabiskan sebanyak itu
"lihat disana. mereka sudah membayar semua. tapi yang mereka makan hanya sedikit. sisanyakan pasti dibuang... kan sayang, bagus Aku makan semua?" ucap Sasa menaikkan Alisnya menjelaskan kepada Roy
"tapi kamu bisa sakit. kalau makan banyak begini..." ucap Roy kawatir
"bukankah Kamu yang memesan ini semua? berarti ini untuk kita makankan? hemmm sudah sudah Aku tidak apa apa. Ayo kita pulang." ucap Sasa bersikap Aneh.
Sasapun berjalan pergi meninggalkan Roy yang masih duduk. Roy menoleh melihat ada yang aneh dengan Sasa. Sasapun merasa geli sendiri sampai sampai menahan tawanya didepan Roy.
merekapun meninggalkan Restoran, dan masuk kedalam mobil.
Sasa masih menahan senyumnya sesekali menggigit bibirnya. melihat Roy yang heran melihatnya menghabiskan semua makanan pesanannya.
Sasa dan Roy masuk kedalam mobil. dan melaju lambat.
"Kamu tidak sakit perut?" tanya Roy yang masih kawatir akan Sasa yang makan banyak
"tidak..." jawab Sasa simpel . dan melirik Roy
"Yakin? Kamu makan banyak loh?" tanya Roy. memastikan bahwa Sasa baik baik saja
Sasa mengangkat tangannya dan membuat lambang oke kepada Roy. sambil tersenyum.
Roypun melanjudkan perjalanannya mengantar Sasa pulang kerumahnya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments