"sedang apa Roy Sanjaya kesini?" tanya Alex kepada Sasa
Sasa menunjukkan undangan Roy. dan pergi meninggalkan Alex.
"loh... tunggu Sa.." ucap katrin
"undangan apa itu? nanti aku akan tanya ke katrin." ucap Alex lalu pergi keruangan Pak Dude
"Sa... gimana kalau nanti kita belanja." ajak katrin
"Buat apah?" jawab Sasa
"ya, beli baju bagus buat pesta ulang tahun Roy lah. siapa tau disana. ada jodoh Ku." ucap Katrin bersandar didinding dan berhayal
"hemmm... jodoh lagi, jodoh lagi." ucap Sasa dan memberikan kain pel ke tangan Katrin
"ayolah... kayanya ulang tahun Roy itu pasti mewah, megah dan persis kaya difilm film." ucap Katrin
"mmm... tidak mungkin, Roy tidak sekaya itu. kita pakai baju yang ada saja." ucap Sasa yang ingin berpenampilan biasa
"enggak bisa... pokonya, nanti. pulang kerja kita pergi, titik." ucap katrin. berjalan cepat menabrak bahu Sasa
Sasapun tersenyum melihat sahabatnya, antusias ingin pergi keulang tahun Roy
"hemmm... kira kira. itu undang apa yah? apa mungkin, itu undangan pernikahan? dan Roy akan menikah? enggak mungkin... mmmm" ucap Alex diruangannya Pak Dude
"selamat siang Pak... Saya mau bersihkan ruangan ini dulu." ucap Katrin
"oia... katrin... Saya mau tanya. ituuuu." tiba tiba Alex terdiam, melihat Sasa masuk keruangan Pak Dude
"Apa Pak?" tanya Katrin
"hemm... nanti saja... bersihkan yang benar. jangan sampai ada sedikitpun debu diruangan ini." ucap Alex dan duduk membelakangi Katrin dan Sasa
"Pak... tolong keluar dari ruangan ini." ucap Sasa menyuruh Alex
Alex langsung memutar Kursi bosnya dan melihat Sasa dengan mata yang tajam
"Kamu mengusir Ku?" tanya Alex kepada Sasa
"Ya... Bapak, tolong keluar." ucap Sasa memperjelas
"A... sssstttt" desis Alex dan keluar
"Sasa... Kamu menyuruh Pak Alex?" tanya Katrin
"ya. Kenapa? kan biasanya Pak Dude juga keluar kalau kita bersih bersih..." ucap Sasa
"tapi, bukan karna disuruh keluarkan?" ucap Katri. kawatir Alex akan murka
"mmm... ayo bersihkan. supaya kita cepat cepat keluar dari ruangan ini." ucap Sasa
Katrin merasa Aneh dengan sikap Sasa kepada Alex
"sudah siap Pak. silahkan Masuk." ucap Katrin memanggil Alex
sementara Sasa langsung keluar dari ruangan, tanpa permisi kepada Alex
" Ayo, cepat katrin. Aku lapar." ucap Sasa
"Saya permisi Pak." ucap Katrin kepada Alex
"yah..." saut Alex
"kamu kenapa sih... jutek banget sama pak Alex." tanya Katrin mengejar Sasa, yang berjalan cepat.
"kenapa emang." ucap Sasa
"Aku curiga deh sama Kamu. jangan jangan Kamu suka sama Pak Alex yah...?" ucap katrin
"uuuuweekkk... mau muntah dengar namanya." saut Sasa
"Sa... jangan terlalu membenci Pak Alex. nanti Kamu jatuh cinta sama Dia." ucap Katrin sambil nyuci tangan
"hahh... cinta??? udah yah... Aku lapar, ayo kita makan." ajak Sasa
"huuu.. dibilangan enggak percaya. nanti jatuh cinta tau rasa Kamu." ucap Katrin. dan mereka pergi makan siang.
sementara Alex datang diam diam keruang ganti Sasa. dan mencari surat undangan. yang Roy Kasih keSasa. dan Alexpun melihat undangan Roy didalam Tas Sasa.
'Aku harus kesana. bagaimanapun caranya." ucap alex dalam hati dan mengembalikan undangan itu kedalam tas Sasa lagi
"biasanya ni yah... kalau orang kaya bikin acara ulang tahun anaknya. itu karna ada hal hal penting yang akan dilakukan perusahaannya dan keluarganya. dan juga bisa saja kaya pencitraan gitu." ucap Katrin seolah tau kalau Roy itu anak orang kaya
"mmm... Katrin. kamu itu cocok jadi istrinya Pak Alex. karna Kamu, tau semua urusan orang kaya." ucap Sasa sambil makan.
"hah... kita liat saja nanti. Aku yakin ada hal penting diacara ulang tahun Roy. " ucap Katrin
"katrin, dengar. Aku tidak ingin Kamu kecewa diulang tahun Roy... Roy itu bukan Seperti Pak Alex yang hartanya luas menjulang dan banyak, banyak, baaaanyak... Roy hanya Anak direktur diperusahaan kecil. paham!" ucap Sasa
"Aku yakin Roy anak orang kaya. sama seperti Pak Alex." ucap Katrin
"dari mana Kamu tau, kalau Roy Anak orang kaya?" tanya Sasa sambil ngelap mulutnya
"masa Kamu tidak bisa lihat... pakaiannya... mobilnya... fasilitas yang Dia pakai. itu semua barang barang mahal. Daaaaan" ucap Katrin. tiba tiba Sasa memyendokkan Nasi kemulut Katrin
"dah... Aku cek kamar yang kosong dulu. dan nanti Aku temani Kamu belanja." ucap Sasa dan pergi melanjudkan pekerjaannya
"iiisssss.. Aku belum siap bicara Dia main pergi saja... liat saja. Aku akan buktikan Roy anak orang kaya raya." ucap Katrin sendiri dan masih melanjud makan.
"Bagaimana, kalau Roy benar. Anak orang kaya? Aku pernah bilang padanya, kalau Aku benci orang kaya?" ucap Sasa bersungut sungut sambil cek satu persatu kamar kosong
Saat Alex sedang bekerja. tiba tiba Mamah Alex datang bersama Ricky asisten Alex. Ricky membukakan pintu untuk Mamah Alex
"Mahhh." ucap Alex Tiba tiba tidak bersemangat menyapa Mamanya
Mamah melemparkan surat undangan pernikahan Alex dengan Elsa
"Dua minggu lagi. dan Besok. luangkan waktu Mu untuk, foto Prewed Bersama Elsa." ucap Mama dan pergi meninggalkan Alex dan Ricky
"aarrggghhh... semua kacau... apa yang harus Aku lakukan dengan hati Ku ini. Aku harus menikah, dan hati Ku mencintai wanita lain... Apa ... Apa yang harus Aku lakukan Ricky?" ucap Alex kepada Ricky.
"Lex... terima saja." ucap Ricky berani menentang Alex
"Apah... Akuh??? hah... hahahahaha... hahahhaaaaaaaà aaaarggghhhh... persetan semua ini.ucap Alex dan menghempaskan semua yang ada dimeja dan yang ada didekatnya
"Alex... tangan mu berdarah..." ucap Ricky. menahan Alex yang masih kacau
Rickypun memanggil Office Girl Hotel
"tolong bawakan alat P3K... keruangan Pak alex." ucap Ricky lewat telepon kantor
"Baik Pak." ucap Sasa yang kebetulan mendengar suara telpon lalu mengangkatnya
'Ada apa yah? kenapa suara ditelpon itu seperti panik."ucap Sasa dan pergi berlari membawa Alat P3K
suara ketukan Pintu
"Ya Masuk..." ucap Ricky menahan tangan Alex yang bersarah
"Sasa? kenapa Kamu yang datang? bukankah saya menelepon Office girl?" tanya Ricky
Sasa melihat tangan Alex yang berdarah, langsung mendekat dan membersihkan darah ditangan Alex... sesekali Sasa meminta Maaf, karna akan sakit saat Sasa membalut luka Pak Alex.
sementara Alex tidak tau kalau Sasa yang membalut tangannya yang luka... Alex menutup matanya dengan tangan kanannya dan menangis.
"sudah Pak... lain kali hati hati." ucap Sasa kepada Alex
"Sasa?" ucap Alex dan langsung memeluk Sasa
"lepas... lepas Pak... ini Kantor Pak... lepas." ucap Sasa mendorong Alex. tidak terima dengan kelakuan Sasa. Alexpun memeluk Sasa dan menahan Sasa dipelukannya. Sasapun pasrah dan menangis. Sasa takut kalau Alex akan berbuat lebih dari itu.
melihat Sasa dan Alex berpelukan Rickypun pergi dari ruangan tersebut.
"Saaa... Aku mencintai Mu." ucap Alex memeluk Sasa dengan erat
Sasapun masih terdiam pasrah dipelukan Alex. dan merasakan jantung Alex dan Jantungnya berdegup kencang, bersamaan. Sasapun langsung melepaskan pelukan Alex.
"maaf Pak..." ucap Sasa dan menunduk hormat kepada Alex, lalu pergi.
Alexpun kecewa mendengar jawaban Sasa. melihat Sasa sampai tidak terlihat lagi.
Saat sudah keluar dari ruangan Alex. Sasa pergi ke atas gedung Hotel. dan duduk disudut tembok. Sasa tidak menyangka. Alex akan mengatakan itu padanya. dan akhirnya Sasa menangis.
Sasa mengingat perubahan Alex saat mengenal Sasa. langsung menciumnya dan mengejar ngejarnya. Sasa takut apa yang akan terjadi padanya.
Sasa melihat langit sudah gelap . dan Sasa masih belum beranjak dari sana...
sementara itu Alex membawa minuman keras dan membawa keatas gedung hotel. tepat dimana Sasa masih disana. Alex berencana mabuk mabukan malam ini.
"kenapaaaaaa... kenapaaaa Tuhaaaannn... Harusss Aku yang akan melakukannya?" ucap Alex berteriak sehingga membangunkan Sasa dari tidurnya.
"hahh.. udah jam berapa ini? ya ampun sudah jam sepuluh. bisa bisanya Aku tertidur disini." ucap Sasa begegas pergi
"aaaàrrrggghhhh..." Alex memecahkan botol minumannya yang sudah habis dan membuka botol minuman yang baru
"Suara apa itu?" tanya Sasa dan mencari suara tersebut
"haaahh... hahahha... Mah Alex tidak mencintainya Mah... kenapa Mamah terus memaksa Alex Mah... Maahhhhh... Maahhhh" ucap Alex menangis dan terus menghabiskan minuman sambil berjalan kedepan dan tak mau berhenti
"hhhhhaaaa... Dia bisa jatuh kebawah. bagaimana ini? Tapi aku enggak mau bantu Dia... enggak enggak... Aku harus pergi. ha...kenapa Ditutup, iii ya amapun bisa bisanya mereka menutup tanpa melihat ada atau tidak ada orang diatas... terus bagaimana ini? enggak bawa ponsel lagi..?" ucap Sasa dan ingin masuk kedalam hotel ternyata pintu sudah ditutup oleh security hotel.
Sasapun menoleh ke belakang, dan melihat, Alex berjalan terus sampai keujung. Sasapun spontan langsung berlari menahan badan Alex dengan memeluknya dari belakang. menarik dan menghempaskan badan Alex kebelakang. Alexpun terpental, terjatuh bersama Sasa.
"Aku rasa Kamu sudah gila. kalau kamu sampai jatuh kebawah. kamu bisa mati tau enggak" ucap Sasa yang panik menolong Alex dan mengapus apus badannya yang terkena debu
"hah... hahahahaha... Huemmm... Aku cuma mau duduk disana." ucap Alex yang sudah mabok berat
Sasa pun terdiam. dengan raut wajah yang marah
"dasar manusia picik" ucap Sasa dan pergi
"Sasa... temani Aku sebentar Saja." ucap Alex
"hah.. tidak." ucap Sasa berusaha membuka pintu
"percuuuma Kamuuu berusssaha buka pintu iiitu. atauuu bahkan berteriaak sekeras mungkin. tak Satupuuuun yang mendengar Mu u tuk membuka pintu ituh..hah." ucap Alex dengan suara yang mengayun dan pelan.
"katrin pasti cariin Aku. bagaimana ini" ucap Sasa
"siniii... duduk disini. Aku janjiii Tidak Akaaan menggangguuu Mu lagiii." ucap Alex dan terus meneguk menumannya
Sasapun mendekat dan duduk dua meter dari Alex.
"kenapa Kamu begini?"tanya Sasa kepada Alex
"hee.... Aku haruuus siap dijodohkaaan dengan waniiita yang tidak Akuuuu ciiintai... Dia suuudah Akuuu anggaaaappppp sebagaaaaiii Adikku. Kami tuuumbuh beeesar bersamaaa. maiiiin bersama. Aku hanyaaa menyayangiiiinyaaa sebagaai Adiik.
"kenapa Kamu tidak menolak?"
"bagaimanaaa caraaa Ku menolaaakk. Saat Mamah Ku yang memintaaàaku. Aku jugaaa suuudah jelaskaaan padanyaaa baaahwa Akuuu tidaaak menciiiintainyaaaa. Tapi Mamah Kuuuuu, tidak mauuuu mendengarkaaannnn Kuuuu."
"harusnya Kamu bersyukur... Kamu pasti dinikahkan dengan orang kaya juga kan? bukankah itu yang kalian inginkan. orang kaya menikah dengan orang kaya dan akhirnya Hartanya semakin banyak bertambah.. ia kan?"
"Saaa..."
"mmmm" sasa melihat Alex. Matanya masih berkaca kaca. menatap Sasa sangat Dalam. Sasapun kasihan melihat Alex yang tidak berdaya karna masalahnya.
"Izinkan Akuuu." Alex muntah
"kamu kenapa?" Sasapun menolong Alex. membuka jas Alex yang terkena muntah. dan menidurkan Alex dilantai. Sasa membuka sepatu dan kaos kaki Alex. Sasa melihat Alex seperti tercekik. Sasapun berlutut untuk melepaskan dasi Alex. tiba tiba Alex membuka matanya dan duduk tepat dekat wajah Sasa.
Alexpun tidak menyianyiakan waktu. dan langsung mencium Sasa dengan pelan. Alex mulai memegang leher kiri dan leher kanan Sasa.
entah kenapa Sasa tidak menolak. Saat Alex menciumnya. dan jantung Sasapun mulai berdegup kencang lagi.
tiba tiba Sasa melepaskan ciuman Alex.
melihat reaksi Sasa yang tersipu malu Alexpun perlahan mendekati wajah Sasa dan menciumnya kembali. dan Bahkan menciumnya sangat lama.
saat Alex melepas ciumannya. Sasapun malu dan pergi kesisi ujung pembatas tembok. Alex mendekatinya.
"jujur... Aku belum pernah mencintai wanita sampai sejauh ini. Dan jujur... Kamulah wanita yang pertama untuk ciuman pertama Ku." ucap Alex kepada Sasa yang membelakanginya
Sasapun duduk dan masih membelakangi Alex. dan Alex ikut duduk di samping Sasa. melihat jam sudah menuju jam satu malam. Alexpun tidur disamping Sasa.
Sasa melihat Alex tidur disampingnya dan Sasapun ikut berbaring. menatap langit yang indah dan melihat Disampingnya ada yang lebih indah dari bintang.
'semoga setelah ini. kamu tidak melupakan Aku.' ucap Alex dalam hati
keesokan harinya
Alex terbangun dan melihat Sasa tidak ada disampingnya lagi. ternyata Sasa tidur didekat pintu masuk kedalam hotel. berharap Sasa bisa cepat bangun dan cepat cepat keluar dari sana.
Alexpun mengambil Jasnya dan menaruh jasnya kepada Sasa. Lalu Alex pergi.
Sasa terbangun karna mencium ada bau busuk didekatnya. dan Dia melihat ada jas menyelimutinya. ternyata itu Jas Alex yang terkena muntahnya semalam.
"iiihhh pantessan saja bau... dimana Dia? apa Dia sudah pergi duluan? huhhh syukurlah... Aku bisa pingsan melihatnya." ucap Sasa dan masuk kedalam Hotel membawa Jas Alex yang kotor.
"Sasa??? kamu kemana Saja. Ibu dan Ayah Mu kawatir sama Kamu. enggak pulang tadi malam!" ucap katrin yang melihat Sasa sangat berantakan.
"mmm... oiah... hari ini Aku mau izin tidak masuk... sampaikan kepada Pak Boni menejer kita, yah!" ucap Sasa.
"Tapi pak boni bisa melihat Mu nanti." ucap Katrin
"Pak Boni belom datang jam segini. dah... sampai jumpa besok." ucap Sasa dengan lemas. lalu pergi."
"tunggu tunggu... itu jas siapa? kenapa Sasa membawa jas itu? apa tadi malam Sasa diiiiper... haaa tidak tidak.. tidak mungkin. Aku tanya besok Saja. dari pada fitnah... Ya ampun" ucap Katrin tiba tiba terkejud melihat Pak Boni ada disampingnya.
"Kamu bicara sama siapa?" tanya Pak Boni
"ohhh enggak Pak... hehe... oh yah Pak... Sasa izin hari ini. katanya Dia sedang sakit kepala." ucap Katrin menutupi Temannya yang terlihat Aneh hari ini.
"ya sudah... suruh berobat. agar cepat masuk. hanya Dia yang paling rajin dari semua karyawan hotel ini." ucap Pak Dude lalu pergi
"izzzz kan Saya juga rajin" ucap Katrin dan Pak Bonipun mendengarnya
"apa Kamu bilang?" tanya Pak Boni yang mendengar suara Katrin
"haa.. enggak Pak... Saya bilang, Saya akan sampaikan kepada Sasa." ucap Katrin tersenyum lebar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments