Bertemu lagi

Keesokan harinya.

Sasa membantu temannya mengepel lantai dasar hotel. tiba tiba rombongan Alex GM datang berkunjung.

Saat Alex GM dan rombongannya berjalan. Tiba tiba Sasa menabrak Alex GM. sontak Alex GM, Ricky dan rombongannya terkejut... Sasapun langsung berdiri dan menunduk, meminta maaf kepada seseorang yang ada dihadapannya. Sasa sangat takut karna melihat kaki para tamu yang dibraknya. terlihat dari sepatu mahal mereka. yang Sasa yakini mereka adalah tamu penting Hotel.

"Maaf pak... maafkan Saya. Saya tidak sengaja" ucap Sasa yang masih menunduk.

"begini cara kamu meminta maaf tanpa melihat orangnya?" saut Alex kepada wanita yg menabraknya

Sasapun melihat dan langsung menghadap wajah Alex... Alex lansung terdiam dan jantungnya berdegup sangat kencang. menatap Sasa tanpa berkedip sedikitpun.

sementara Sasa yang sangat ketakutan. seketika wajahnya berubah menjadi murka. karna melihat Alex tepat dihadapannya.

"Kamu?" ucap Sasa dengan lantang.

Alex terdiam dan tidak menjawab. melihat Sasa tepat dihadapannya.

saat semua terdiam, Katrin kebetulan lewat dan sangat terkejut melihat sahabatnya menentang Alex GM. Dan Katrinpun berlari dengan sangat kencang berharap bisa meraih Sasa dan membawanya lari.

"Sasaaaaaaaaa." panggil Katrin yang berlari dan berharap bisa menarik Sasa ternyata malah mendorong Sasa. Sasapun terhempas kepelukan Alex. Sasa dan Alex terjatuh bersama. dan kepala Alex terbentur ke kepala Sasa sampai memar. dan Seketika itu seolah suasana menjadi senyi senyap.

"auuuu sakit." jerit Sasa. Suara yang kembali mengigatkan Alex kejadian saat Alex menabrak Sasa dilampu merah kemarin. sehingga mengakibatkan kaki kiri Sasa pincang.

Sasa langsung berdiri dan membersihkan pakaiannya.

“Sasa, maafin Aku” Ucap Katrin yang takut akan disembur balik oleh Sasa.

“Dengar… lain kali kalau berjalan, hati hati. ini bukan kali pertama kamu melakukan hal yang sama…” ucap Sasa. jari telunjuk mengarah kewajah Alex. 

Sementara Alex masih duduk dilantai dan senyum senyum sendiri. memikirkan bahwa Alex sudah menemukan kekasih hatinya yang bekerja dibawah naungan perusahannya.

“Ayo pergi” ucap Sasa menarik tangan Katrin.

“Alex, kamu tidak apa apa?” Ucap Ricky

“tidak” jawab Alex dan bediri. Dia tersenyum lebar lalu berjalan menuju ruangan direktur utama hotel.

“Sasa. kenapa kamu bicara begitu kepada pak Alex? bisa bahaya kita disini!!!” ucap katrin, Panik.

“lihat ini! Dia yang buat kaki ku jadi begini." ucap Sasa kesal.

"ya Ampun... jadi... kamu udah pernah jumpa sama pak Alex?" tanyak Katrin mendekatkan wajahnya kewajah Sasa

"satu bulan yang lalu... entah kenapa Aku bisa berjumpa lagi dengan dia... dia manusia yang arogan." ucap Sasa dengan kebenciannya.

"sudahlah... sekarangkan pak Alex jadi atasan kita... kita harus menurut apa perintahnya, supaya kita tetap bisa kerja disini. dan lagi ya, tadi malam pak Alex, nyelamatin aku dari penjahat, Loh!" ucap Katrin

"Hah... nyelamatin kamu? jelas jelas dia manusia arogan." ucap Sasa mengusap kepalanya yang terbentur kepala Alex.

"Ya sudah... kalau tidak percaya... Malam itu dia sangat tanpan. berputar kekiri dan mematahkan tangan preman itu... oooo tampan sekali... sangat tanpan." Ucap Katrin. memuji Alex

"hemmm.... baiklah. intinya kita harus tetap sama." ucap Sasa

"hah... ia.iah..." ucap Katrin mengangguk anggukkan kepalanya dan memeluk erat Sasa

Saat pemilik perusahaan duduk dengan santainya meminum kopi. tiba tiba Alex GM masuk bersama asisten dan rombongannya...

"selamat siang, Pak?" ucap pemilik hotel

"Saya mau melihat Daftar karyawan hotel ini." ucap Alex

"baik, akan saya ambilkan Pak." ucap Pemilik hotel

Alex duduk dengan santainya tanpa memperdulikan proyek yang akan diambil alih dari pak Dude pemilik hotel grand suaka.

“ini pak” Pak Dude memberikan semua berkas karyawan 

"gawat... Alex pasti mencari lamaran Sasa..." Ucap Ricky

“carikan yang bernama Sasa” ucap Alex duduk melipat tangannya. menyuruh pak Dude membuka satu persatu berkas karyawan.

“baik Pak” ucap pak Dude.

“Saya akan membatalkan semua proyek tentang hotel ini…” ucap Alex GM

“Sungguh, pak?” ucap pak Dude.

“jika dalam lima menit, profil Sasa tidak ada ditangan saya. maka akan saya lanjudkan proyek ini.” ucap Alex Mengancam.

“Tapi. Alex... ini sudah tidak bisa kita batalkan.” Ucap Ricky

Alex mengangkat tangannya. memberi kode kepada Ricky untuk diam.

“maaf pak… pak Rickylah yang kemarin menginterview Sasa, dan masuk ke hotel ini. kami menerimanya atas perintah pak Alex” ucap pak Dude.

Alex langsung berdiri dan perlahan memutar badan melihat ke arah Ricky.

“hem… baiklah besok saya akan kembali lagi kesini… “ ucap Alex GM ke pada pemilik hotel. dengan Wajah yang sangat murka

“baik Pak. terimakasih.” ucap pak Dude pemilik hotel grand suaka

“ikut Aku.” ucap Alex kepada Ricky… dan Ricky menyuruh rombongannya untuk pulang lebih dulu.

setelah sampai di parkiran mobil, Alex membuka Jas dan melepas dasinya. Lalu mengempaskan ke dalam mobilnya.  Dari belakang Ricky mendekati Alex.

“Lex… Maafkan aku” ucap Ricky yang berfikir tidak akan terjadi begini.

BRUACKKKK. Alex memukul keras wajah Ricky.

Rickypun terjatuh kelantai. dan Ricky tersenyum lebar…

“Kau tau, betapa gilanya aku selama ini? Betapa putus asanya aku mencarinya selama ini. Jawab?” Ucap Alex, Marah.

Ricky berdiri dan menghempas hempaskan kemejanya, yang kotor. Dan mencoba menjelaskan kepada Alex.

“Alex… Bukankah kau sudah berjanji kepada ibu predir, akan menikahi Elsa...” Ucap Ricky

Alex berbalik badan menarik krah baju Ricky. Lalu melepaskan tangannya dan pergi. Menginat janjinya pada mamanya.

“Alex. Tunggu!” Ucap Ricky mengejar Alex yang berjalan sangat cepat.

“Aku mau, Kau melakukan apa yang akan Ku perintahkan… jika tidak! jangan berfikir Aku akan memaafkan mu, setelah ini!” Ucap Alex, dan masih tetap berjalan.

“Alex… Apa kau tidak memikirkan perasaan mama, Elsa dan keluarganya? fikir lagi Lex… lihat berapa banyak orang yang akan terluka. Sasa? dia takkan bisa menerimamu. setelah kejadian hari itu. itu kenapa aku, selama tidak memberitahukanmu dimana keberadaannya, sampai kau menikah dengan Elsa nanti.” ucap Ricky menjelaskan kepada Alex. Berharap Alex menerima Alasan Ricky.

“kalau saja kau memberitahukan keberadaan Sasa selama ini… mungkin aku takkan mengiakan pernikahan tanpa cinta ini.” Ucap ALex

“Alex… Apa kau tidak takut, apa yang akan dilakukan mamah kepada Sasa dan keluarganya nanti? Apa lagi jika mamah tau, kalau Sasalah penyebab pernikahan kalian batal dan hancur.. Dengar, Lex… jangan buat kehidupan Sasa semakin rumit… tapi, kalau kau menginginkan ini. Baiklah, Aku juga tak ingin persahabatan kita sampai disini. Aku akan lakukan apa yang kau mau.” ucap Ricky 

Rickypun pergi dengan bekas pukulan diwajah tampannya.

saat Alex dan Ricky berjalan menuju tangga. Sasapun lewat. mereka berpapasan, namun tak saling menyapa… Sasa melihat Ricky dan tersenyum padanya. Saat Alex lewat dari hadapan Sasa. Sasa malah memalingkan wajahnya dan langsung merubah majahnya menjadi musam. Alexpun bingung melihat reaksi Sasa. kenapa bisa Sasa, sebenci itu padanya.

‘kenapa Aku bisa bertemu dengannya lagi… Aneh’ ucap Sasa dalam hati

saat Ricky dan Alex Menuju lantai dasar. Sasa melihat Alex dan Ricky Pergi… tiba tiba Alex berhenti dan melihat keatas bahwa hatinya seperti terpanggil untuk menoleh keatas. dan tepat ada Sasa disana juga melihatnya. Sasapun langsung berbalik badan.

“Iiii kenapa Aku melihatnya lagi? iiii.” ucap Sasa lalu pergi.

saat Sasa hendak berjalan, Sasa menabrak Katrin Sahabatnya.

“lagi liatin apaan sih” ucap katrin dan ingin melihat apa yang Sasa lihat tadi.

“tidak ada.” ucap Sasa dan menarik Sahabatnya itu, berharap Katrin tidak melihat Alex dan Ricky yang hendak keluar dari hotel.

“sekarang kamar 1001… Kau sudah membereskannya?” tanyak Sasa

“inikan, mau kesana. kebetulan ada Kamu, jadi kita sama sama bersihin deh…” jawab Katrin

“hah… bilang saja kamu takut..” ucap Sasa… yang kebetulan adalah kamar bekas pengantin dan memeliki cerita Angker. yaitu kamar wanita bunuh diri.

“tidak… Aku tidak akut.” ucap Katrin

“kalau tidak takut kenapa tadi kau menabrak ku?” tanya Sasa

“hahh… sudahlah. bukankah perkerjaan itu, terasa ringan bila dikerjakan bersama?” ucap katrin yang memang ketakutan.

“hahahaha…. Dasar penakut” Ucap Sasa meledek. dan mereka pergi.

Jam sepuluh malam. Sasa dan Katrin bersiap untuk pulang.

suara ponsel Sasa berdering.

“halo Ayah?” jawab Sasa

“kamu belum pulang nak?” tanyak Ayah

“ini sudah mau pulang Ayah. hemm... kenapa ayah masih pegang ponsel, bukankah Ayah sudah tidur setelah minum obat?” ucap Sasa kawatir ayahnya masih fase penyembuhan.

“Ayah, tidak bisa tidur. kalau putri Ayah belom pulang” ucap Ayah

“hah…. ada yang tidak bener ini. ayolah ayah, ada apa?” tanya Sasa dengan curiga

“Dia datang…” ucap Ayah tersenyum dan melihat Roy datang kerumahnya

“Roy?” ucap Sasa dan mematikan ponselnya. lalu memeluk Katrin dan menciuminya.

“ada apa  sih?” tanya Katrin yang merasa risih dipeluk dan dicium oleh Sasa

“Kamu ingat laki laki yang pernah aku ceritakan kemarin?” ucap Sasa

“Pak Alex?” jawab katrin tersenyum

“bukan… ooohhhh sudahlah. Aku ingin cepat cepat pulang… besok akan ku ceritakan” ucap Sasa yang tidak sabar ingin jumpa dengan Roy kekasih hatinya…

setelah menunggu sekian lama, Roypun menyuruh ayah Sasa tidur.

“Pak…” ucap Roy, yang mengagetkan ayah Sasa yang sudah ngantuk berat

“yah…” jawab ayah Sasa. Kaget.

“Bapak, istrahat saja. biar saya saja yang menunggu Sasa, Pak." Ucap Roy.

"Ya sudah. Bapak tinggal, yah?" Ucap ayah Sasa, yang memang sudah mengantuk berat.

saat Roy keluar dan berdiri didepan pintu. Sasa melihat Roy dari kejauhan. dan Roy juga melihat Sasa dari pintu rumah Sasa…mereka saling mendekat, dan tidak berkedip sama sekali. saat Roy semakin dekat. Roy memegang tangan Sasa dan membisikkan sesuatu.

“Aku lapar” Ucap Roy, dengan lembut membisikkan ketelinga Sasa.

Sekejap Sasa sadar setelah berharap akan lebih dari itu.

“lapar?” ucap Sasa mengulang perkataan Roy.

“ya aku lapar… dimana tempat makan terdekat disini?” ucap Roy, menarik tangan Sasa dan menyuruh Sasa masuk kemobil.

“Tapi… Aku.” saut Sasa dan terdiam melihat Roy masuk dan membawa Sasa kesuatu tempat

“kenapa melihat ku begitu?” ucap Roy 

“Hah? kata Siapa” Ucap Sasa,

“hemmm… saat aku tidak ada. apa kamu merindukan ku?" Tanya Roy dengan percaya diri.

“kalau, aku rindu bagaimana?” Sasa membalas ucapan Roy tadi. dan melihat keluar kaca mobil.

“sudah Ku duga itu… ini yang membuatku datang menemuimu…” Ucap Roy 

“oh yah… Kalau aku cuma bercanda?” tanya Sasa, membohongi Roy.

“tidak mungkin, karna jika kamu tidak rindu. Aku tidak akan tau jalan kesini’ ucap Roy merayu.

“haha… Gombal… ini bukan yang pertama kamu datang kerumahku kan?... Lucu yah? Apa kemaren kamu pergi buat belajar Gombal?” ucap Sasa, tersenyum mendengar rayuan Roy. 

“sudah… sudah sampai” ucap Roy.

“inikan danau toba” ucap Sasa bingun 

“ya memang ku, ingin bawa kamu kesini… Ayo Keluar...” ucap Roy dan keluar dari mobil.

“tapi tadi kamu bilang laparkan? kenapa kita kesini?” ucap Sasa bingung.

“mmm… kalau Aku bilang kita kesini. Aku yakin, kamu tidak akan mau kan?” ucap Roy

“hahh… ya ampun…kamu.” ucap Sasa. tiba tiba terdiam.

Roy memegang tangan kanan Sasa dengan lembut… mengajak Sasa keluar dari mobil Roy…

Sasa hanya terdiam dengan menatap Roy penuh cinta. berjalan menuju tepi pantai danau toba.

Ditempat yang sama Alex juga sedang minum minuman keras, duduk dengan tiga botol winsky. meratapi apa yang akan terjadi dengan cintanya. Tiba tiba Dia melihat dari kejauhan, sepasang kekasih yang bercumbu mesra dan melihat laki laki itu akan mencium wanitanya. 

Alexpun tersenyum. 

saat Alex melihat pasangan itu, sontak dia terkejut melihat kembali pasangan itu…

saat itu juga, Alex langsung berlari. menghentikan Roy yang hendak, mencium Sasa.

sementara Roy semakin dekat ingin mencium kening Sasa. Dan Alex melihat mobil Roy yang parkirnya dekat dengan mereka. Alex bersembunyi dibelakang mobil Roy, Alex mengambil batu kerikil, dan melemparkan kearah Roy.

"Auuuu… siapa itu?" teriak Roy. tangan kanannya terkena batu lemparan Alex.

"Hahhhh. Siapa suruh pacaran didepan Umum." ucap Alex, berbisik tertawa dibelakang mobil Roy.

Roy mencari yang melempar batu ketangannya. Dan Roypun melihat bayangan dari belakang mobilnya.

"Keluarlah… aku sudah melihat mu" ucap Roy yang melihat Alex bersembunyi dibelakang mobilnya.

"Hah??? Apa dia melihat ku?" Ucap Alex 

"Hanya pecundang yang suka bersembunyi dibalik layar…" ucap Roy

Alex langsung keluar dan melihat Roy. Betapa kagetnya Alex. Bahwa itu adalah Roy pengusaha kaya raya, yang tak kalah kaya darinya.

"Anda Alex, bukan?" Tanya Roy. Yang kebingungan.

"Hemmm yaaaa… ada apa memanggil Saya?" Jawab Alex yang langsung berlaga tidak bersalah.

"Saya tidak memanggil anda… tapi saya memanggil orang yang melempar Saya dan teman Saya…" ucap Roy

"Oh… dimana? Kenapa dilempar? Siapa yang melempar mari kita cari." Ucap Alex tiba tiba berbalik badan masih merasa tak bersalah.

"Kenapa harus mencari... Dia disini?" Ucap Roy menunjuk Alex dan masih dengan wajah jengkel.

"Izzzz…" ucap Alex. menggigit bibirnya dan melihat Sasa.

"Kenapa? Apa yang salah dari kami?" Tanya Roy yang sudah jengkel dari tadi.

"Okey… sebenarnya saya tidak suka melihat orang pacaran didepan umum. Tidakkah kamu menjaga kehormatan wanitamu? makanya setiap kali ada orang pacaran disini. Yaaaa. saya selalu ganggu.. seperti sekarang ini..." Ucap Alex membela diri.

"Hah… apa urusannya denganmu?" Ucap Roy yang tiba tiba mendekat dan menarik krah kemeja Alex.

"Roy jangan!" ucap Sasa… dan melihat Alex.

Semantara Alex pasrah dengan apa yang akan dilakukan Roy padanya… Alex melihat Sasa. Melepaskan tangan Roy dari kerah Alex. Dan menarik Roy untuk pergi dan meninggalkan Alex. Sesekali Sasa melihat Alex. Lalu pergi bersama Roy. Alex menarik nafas panjang… seakan jantungnya seketika terlepas dari tubuhnya.

Episodes
1 prolog
2 Bertemu Roy
3 Elsa memaksa
4 Alex berharap
5 Melihat Alex
6 Kecewa
7 Menyelidiki Roy
8 Bertemu lagi
9 Makan Banyak
10 Alex cemburu
11 keluarga Sasa
12 merasakan hal yang sama
13 Alex Mabuk berat
14 hampir bertemu dimall
15 Alex Jangan
16 masih ulang tahun Roy
17 mulai merasa kehilangan
18 Alex dan Roy menjenguk Sasa
19 melawan Mamah
20 dilema
21 Dilema 2
22 dilema 3
23 Susah melupakan
24 Kebetulan ada Sasa
25 menuju hari pernikahan
26 Menuju hari pernikahan 2
27 Hari pernikahan Alex dan Elsa
28 Rumah kenangan
29 Merindukan Sasa
30 Bayangannya, selalu hadir.
31 Bertamu.
32 cinta sejati.
33 Kepulau kecil.
34 Di pulau kecil
35 Seperti hilang.
36 Ini takdir
37 Ini takdir 2
38 Takdir 3
39 Takdir cinta
40 Takdir cinta 2
41 Alex marah.
42 Berbaikan.
43 Saling memikirkan.
44 Ponsel pemberian Alex.
45 Kau takdirku
46 Kecelakaan.
47 Chelsia.
48 Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49 Sangat cantik
50 Menahan tawa.
51 Hari pertama kerja.
52 Hari sebelum Alex hilang.
53 Hari sebelum Alex hilang 2.
54 Hari sebelum Alex hilang 3
55 Hari sebelum Alex hilang 4
56 Hari sebelum Alex hilang 5
57 Hari sebelum Alex hilang 6
58 Alex hilang.
59 Alex hilang 2
60 Alex hilang 3
61 Alex hilang 4
62 Sasa hamil.
63 Minum obat tidur.
64 Teringat Alex.
65 Cek kehamilan.
66 Dibantu dokter.
67 Hampir bertemu.
68 Pulang dari rumah sakit.
69 Kembalinya Alex.
70 Makan malam bersama Roy.
71 Tatapan
72 Bertemu
73 sakit sekali
74 kembali kerumah lama
75 kembali kerumah lama 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
prolog
2
Bertemu Roy
3
Elsa memaksa
4
Alex berharap
5
Melihat Alex
6
Kecewa
7
Menyelidiki Roy
8
Bertemu lagi
9
Makan Banyak
10
Alex cemburu
11
keluarga Sasa
12
merasakan hal yang sama
13
Alex Mabuk berat
14
hampir bertemu dimall
15
Alex Jangan
16
masih ulang tahun Roy
17
mulai merasa kehilangan
18
Alex dan Roy menjenguk Sasa
19
melawan Mamah
20
dilema
21
Dilema 2
22
dilema 3
23
Susah melupakan
24
Kebetulan ada Sasa
25
menuju hari pernikahan
26
Menuju hari pernikahan 2
27
Hari pernikahan Alex dan Elsa
28
Rumah kenangan
29
Merindukan Sasa
30
Bayangannya, selalu hadir.
31
Bertamu.
32
cinta sejati.
33
Kepulau kecil.
34
Di pulau kecil
35
Seperti hilang.
36
Ini takdir
37
Ini takdir 2
38
Takdir 3
39
Takdir cinta
40
Takdir cinta 2
41
Alex marah.
42
Berbaikan.
43
Saling memikirkan.
44
Ponsel pemberian Alex.
45
Kau takdirku
46
Kecelakaan.
47
Chelsia.
48
Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49
Sangat cantik
50
Menahan tawa.
51
Hari pertama kerja.
52
Hari sebelum Alex hilang.
53
Hari sebelum Alex hilang 2.
54
Hari sebelum Alex hilang 3
55
Hari sebelum Alex hilang 4
56
Hari sebelum Alex hilang 5
57
Hari sebelum Alex hilang 6
58
Alex hilang.
59
Alex hilang 2
60
Alex hilang 3
61
Alex hilang 4
62
Sasa hamil.
63
Minum obat tidur.
64
Teringat Alex.
65
Cek kehamilan.
66
Dibantu dokter.
67
Hampir bertemu.
68
Pulang dari rumah sakit.
69
Kembalinya Alex.
70
Makan malam bersama Roy.
71
Tatapan
72
Bertemu
73
sakit sekali
74
kembali kerumah lama
75
kembali kerumah lama 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!