Melihat Alex

Tin….tin…. Roy datang menjemput Sasa yang masih sangat pagi pagi sekali.

"Siapa pagi pagi menglakson keras keras?" Ucap Sasa sambil melihat dari jendela. 

ternyata Royp, dan melambaikan tangannya, mengajak Sasa untuk cepat cepat berangkat ke rumah sakit…

Sasa tersenyum kepada Roy dari jendela.

sementara Sasa sudah bagun pagi pagi sekali, memasakkan Ibunya sarapan yang enak, Sasa sudah menyipkan semua untuk dibawanya ke rumah sakit.

"Hy." Sapa Sasa keluar dari rumahnya

"Sampai kapan berdiri disana, ayo naik" saut Roy dengan gaya mempesonanya

Saat menaiki mobil, Sasa tersenyum melihat Roy. Karna begitu peduli padanya. Roypun tersenyum sambil menyetir mobilnya.

Sesampai dirumah sakit. Sasa mengambil barang barangnya dan tiba tiba Roy membukakan pintu mobil untuk Sasa. Sasa tersenyum melihat Roy. dan mereka saling bertatapan lama, dan akhirnya Sasa sadar dan Sasa langsung keluar dan berjalan menuju ruangan Ayahnya…Roypun mengejar Sasa dan mengambil semua barang yang Sasa pegang. mereka tersenyum bersama sambil berjalan.

sesampainya diruang IGD.

"Buk. Sasa datang." Sasa mencium Ibunya dan menyentuh tangan Ayahnya. 

"Sayang, kamu datang." Ucap Ibu Sasa yang terlihat lemas.

"ya buk... Buk. Jangan kawatir, kita berdoa. Semoga Ayah cepat sembuh… o yah, ini Sasa masakin buat Ibu. Dan ini baju ganti ibu sama Ayah yah!..." Ucap Sasa, memberikan bekkal dan baju ganti untuk Ibunya

Tiba tiba Ibu melihat jam sudah menuju jam delapan pagi. Ibu melihat Sasa masih membereskan ruangan Ayahnya dan sambil mengoceh untuk mengingatkan Ibunya.

"Sasa. Ini sudah jam delapan. Kenapa kamu belum berangkat?" Tanya Ibu menghentikan pembicaraan Sasa

"Hmmm… buk, kan interviewnya jam Sembilan. Dan ini masih jam Delapan kan?" Ucap Sasa pada Ibunya sambil memperbaiki vas bunga di meja rungan Ayahnya.

"Ia. Tapikan." Seketika Ibunya diam melihat Sasa tersenyum padanya

"Buuu… kantornya kan dekat. Sasa jalan juga enggak sampai dua puluh menit buk?!" Jawab Sasa menenangkan Ibunya

"Ya sudah. Biarkan Ibu yang mebereskan ini. Pergilah. Nanti bajumu bisa kotor." Suruh Ibu

"Okeh… okeh… Tapi Ibu janji jangan sedih sedih lagi yah… Aku yakin Ayah pasti sembuh." ucap Sasa

"Ia…" jawab Ibu sambil melihat kearah Suaminya

"Doain Sasa juga ya, Ibu." Ucap Sasa

"Ia nak.." jawab ibu sambil mengelus rambut panjang Sasa

"Oiah… Roy? bisa ikut aku sebentar?" ucap Sasa, kepada Roy yang menunggu

"Yah… ada apah?" Jawab Roy

"Bisa tidak Akuuuuu." Sasa tiba tiba terdiam dan melihat Ibu dan Ayahnya didalam ruangan

"Sa… katakan. Aku akan lakukan." Roy menyentuh bahu Sasa. Untuk meyakinkan Sasa

Sasapun melihat tangan Roy dibahunya. Dan melihat mata Roy yang penuh dengan ketulusan. Sasa hampir meneteskan air matanya. 

"Roy… bisa tidak aku minta tolong?" Tanya Sasa

"Ya." Jawab Roy dengan menganggukkan kepalanya, lalu menurunkan tangannya dari bahu Sasa

"Tolong temani Ibuku sampai Operasinya Selesai." ucap Sasa dan menunduk malu karna merasa telah merepotkan Roy.

"Ya... Baiklah." Ucap Roy, berdiri tegap.

"Terimakasih" ucap Sasa

Sasapun izin ke ibu dan ayahnya yang masih terbaring belum Sadar. Lalu pergi.

Sasa berlari mejuju hotel tempat dia akan diinterview.

Sesampainya dihotel. Sasa menanyakan ruangan interview kecustemer service di lantai bawah hotel.

"Maaf Bu. Saya mau tanya. Ruangan interview dimana yah?" Tanya Sasa

"Oh… Biar saya antar mbak, Mbak yang namanya Sasa?" Tanya karyawan hotel

"Oh Iaa, Bu tau saya?" Tanya Sasa kembali

"Ia… Karna hari ini cuma kamu saja yang Interview." Jawab karyawan Hotel

"Loh kok bisa? bukannya kemaren waktu saya telepon Ibu bilang banyak?" Tanya Sasa curiga.

"Nanti kamu juga akan tau." Jawab karyawan hotel dan terus berjalan menuju ruangan.

saat mereka berjalan bersama. Sasa melihat tubuh karyawan hotel tersebut sangat ideal.

Tok...tok… karyawan hotel mengetok pintu Ruangan Ricky.

"Ya. Masuk." Pak ini yang akan interview hari ini 

Sasapun tersenyum dan menunduk hormat kepada Ricky.

"Baik… silahkan duduk" Ricky mempersilahkan Sasa untuk duduk.

"Baik Pak terimakasih." Jawab Sasa duduk dikursi yang ditunjuk Ricky

Ternyata Alex bener, Dia wanita yang cantik, polos dan indah. Sangat menyejukkan hati…" ucap dalam hati Ricky

Tiba tiba Ricky tersadar dengan suara nada dering telepon genggamnya. Dan itu Alex.

"Dimana" tanya Alex

"Tunggu sebentar saya angkat telepon dulu" ucap Ricky kepada Sasa.

Sasapun menganggukkan kepalanya keRicky

"Ada apa Lex" tanya Ricky

"Ada apa kamu bilang? Bukankah hari ini rapat penting dengan CEO Mall Mega wall?" saut Alex dengan marah

"Tapikan ini masih jam sembilan kurang. Bukankah rapatnya akan mulai jam sepuluh nanti? Aku ada rapat penting. Dan Aku akan cepat kesana!" Jawab Ricky dengan lancang tanpa mempedulikan murka Alex.

"Ini juga aku lakukan untuk kamu Lex… semoga ini keputusan yang benar." Ucap Ricky dalam hati dan mematikan telpon dari Alex

"Ricky" bentak Alex, Tapi telpon sudah terputus.

"Baik, siapa nama kamu?" Tanya Ricky

"Nama Saya, Sasa Kalistha Pak." Jawab Sasa

"Umur" tanya Ricky sambil memainkan pulpennya 

"Dua puluh delapan tahun Pak" jawab Sasa, Dengan dada yang membusung kedepan dan tatapan tajam menghadap Ricky

"Mmm… riwayat pekerjaan kamu?" Tanya Ricky 

"Belom ada Pak." Jawab Sasa dan langsung menunduk

"Dengan usia segini kamu belom pernah bekerja dimanapun?" Tanya Ricky dengan heran

"Ia pak" Jawab Sasa

"Orang tua masih ada?" Tanya Ricky dengan penasaran

"Masih Pak" jawab Sasa seadanya.

"Jadi kamu belum pernah bekerja dan Orang tua kamu yang bekerja? Terus kamu selama ini makan tidur, begitu?" Tanya Ricky dengan jengkel mendengar Sasa belom punya pengalaman

"Saya membantu kedua orang tua saya berjualan, goreng keliling Pak." Jawab Sasa dengan lembut.

"Ow… sudah berapa tahun kamu jualan goreng keliling?" Tanya Ricky dengan tidak yakin melihat Sasa yang cantik dan putih mulus.

"Dari saya sekolah dasar Pak" jawab Sasa.

"Apah? Oh baiklah. Kamu sudah tau pekerjaanmu apa dikantor ini?" Tanya Ricky, Sambil memperbaiki dasinya.

"Ia pak… Sebagai cleaning service pak." Jawab Sasa yang sudah membaca dikoran hari itu.

"Yah… tapi bukan itu pekerjaanmu disini. Kamu disini sebagai pengawas kebersihan. Kamu harus bisa buat Hotel ini bersih, nyaman, harus rapi dan semua peralatan yang ada disetiap ruangan harus tersusun bagus. Dan dalam tiga bulan ini kamu masih dalam uji coba. Mengerti?" Ucap Ricky 

"Sa.Saya diterima pak? Baik pak Saya akan lakukan yang terbaik buat Hotel ini. Terimakasih Pak?" Ucap Sasa bersemangat

"Ya… Mulai besok kamu bisa masuk. Dan besok saya yang akan memperkenalkan kamu dengan karyawan lain dan akan memberitahu tugas dan tanggung jawab kamu sebagai pengawas kebersihan di hotel ini." Ucap Ricky yang sambil membereskan tas kerjanya yang akan pergi.

"Baik pak… Terimakasih." Ucap Sasa ke Ricky, dan memberikan hormat menundukkan kepalanya kepada Ricky

"Baik. Besok kamu datang jam delapan pagi. Jangan sampai terlambat. Sampai jumpa besok!" ucap Ricky

"Baik pak terimakasih" ucap Sasa 

Rickypun keluar dari ruangan interview. Sementara Sasa masih diruang interview, melompat lompat saking bahagianya. Lalu keluar meninggalkan ruangan dan Hotel itu.

Sementara itu Ricky yang sudah panik dalam mobil, cepat cepat Ricky melaju kencang berharap tidak terlambat ke pertemuan penting antara Perusahaan Alex GM dengan CEO Mega Wall.

Sesampai dikantor, Ricky berlari menuju ruangan Alex. Yang dimana Ricky sudah siap akan disembur Alex.

Saat Ricky membuka pintu ruangan Alex. Alex langsung berjalan menemui Ricky...

"Apa Kau fikir ini main main?" Tanya Alex yang begitu marah ke Ricky

Ricky hanya menunduk dan tidak menjawab pertanyaan Alex sedikitpun. 

"Sudahlah. Aku tidak ingin membuat pertemuan nanti menjadi hancur karna ulah Mu. Siapkan semua berkas untuk rapat nanti." Ucap Alex

"Ini Pak" Ucap Ricky menyerahkan Map kuning yang dimana semua berkas yang Alex perlukan ada disana.

Alexpun mengambil Map dari tangan Ricky. Dan melihat semua berkas yang dibutuhkan Alex sudah siap. Alexpun melihat Ricky yang masih menunduk. Lalu meminta maaf kepada Ricky.

"Maaf. Aku hanya tidak ingin pekerjaan kita sia sia selama ini." Ucap Alex meminta maaf kepada Ricky.

"Sudahlah. Ini bukan sikap pertama yang ku dapati darimu. Aku juga hampir Bosan melihat sikap mu itu." Ucap Ricky yang pergi menuju ruang rapat.

"A..apah? Kau bilang bosan dengan Ku?" Tanya Alex Kepada Ricky yang sudah pergi berjalan ke ruang rapat. Sampai akhirnya Alex tersenyum melihat kinerja Ricky yang tak pernah mengecewakan Alex.

Saat Sasa berjalan menuju ruang Operasi ayahnya. Dia tidak melihat siapapun diruangan itu… Sasa pergi mencari perawat yang ada disana…

"Sus… Ayah saya, yang operasi diruangan itu dimana. Kenapa tidak ada orang?" Tanya Sasa, Panik.

"Oh bapak itu, sudah kami pindahkan ke ruang rawat mbak." Jawab perawat yang kebetulan lewat.

"Diruangan mana mbak?" Tanya Sasa

"Ruangan VVIP. Mbak naik Lift lantai 3" jawab perawat 

"Trimakasih Sus" ucap Sasa

Saat Sasa menuju lift Sasa melihat Alex berjalan menuju lift. Sasa pun pergi sembunyi dibalik pot bunga yang besar. Alex melihat ke arah pot bunga, karna merasa ada yang bersembunyi disana. Tapi dia malah berfikir kalau itu hanya orang gila yang sembunyi. Alex pergi dan melanjudkan perjalanannya. 

Kenapa melihatnya seperti melihat monster yah? Dan kenapa aku malah bersembunyi. Ahhh sudahlah… aku cari ruangan ayah dulu. Ucap Sasa dalam hati

Sasapun berlari lewat tangga darurat. Dan mencari ruangan Ayahnya… 

Tiba tiba Roy keluar dari salah satu ruangan VVIP.

"Roy…. Ayah dan Ibu dimana" tanya Sasa kepada Roy.

"Disini, masuklah. Aku pergi dulu. Ada urusan penting." Roypun pergi dan mengangkat telponya yang sudah berdering saat Roy keluar dari ruangan Ayah Sasa

"Ya tapiiii... sudahlah mungkin dia sedang sibuk." Ucap Sasa. Melihat Roy pergi dengan tergesa gesa. Dan Sasa pergi menemui Ayah dan Ibunya diruangan VVIP.

"Buk… Sasa pulang, bagaimana operasi ayah buk?" Sasa mencium ibunya dan melihat ayahnya masih belum siuman dari Operasinya.

"Masih belom sadar Nak. Tapi berkat Roy semua berjalan dengan lancar." Jawab Ibu.

"Apa yang sudah Roy lakukan untuk kita buk?" Tanya Sasa.

"Tadinya Ayahmu ditunda Operasinya, tapi karna ada Roy yang mungkin dirumah sakit ini, Keluarganya sangat berpengaruh. Operasinya dipercepat dan bahkan ditangani oleh dokter terbaik dirumah sakit ini… dan semua berjalan dengan cepat. Dan Roy juga memastikan bahwa ayahmu akan cepat siuman dan juga sembuh tanpa ada yang sakit lagi…" ucap ibu.Dan menjelaskan semua kebaikan Roy.

"Oh yah? Syukurlah ayah akan Baik saja. Tapi Buk," ucap Sasa sambil memegang tangan ibu.

"Tapi kenapa? Soal Roy? Tadisih Roy bilang ini semua demi pertemanan kalian nak. Tidak lebih.. Ibu juga bisa melihat, bahwa tatapan Roy ke kamu itu adalah rasa suka." Ucap Ibu yang melihat Roy jatuh cinta Pada Sasa.

"Aku harap Roy tidak bermaksud lain buk. Karna yang aku lihat Roy benar benar Tulus bantu kita Buk." Ucap Sasa.

"Oh yah? bagaimana interviewnya, Lancar?" Tanya Ibu

Merekapun bercerita sampai mereka lupa tangan, kalau ayah Sasa sudah menggerakkan tangannya dan tiba tiba Sasa melihatnya.

"Ayah… Ayah… Buk tadi ayah menggerakkan tangannya. Aku melihatnya Buk" Ucap Sasa yang melihat ayahnya sudah siuman. 

"Ia… ia nak… Ibu lihat" jawab ibu yang juga melihat suaminya mulai membuka Matanya…

"Sasa anakku…" ucap Ayah yang pertama kali memanggil putrinya

"Ia ayah. Sasa disini. Ibu juga ada Yah…" jawab Sasa

"Ayah ada dimana? Dimana kita Nak?" Tanya ayah pelan

"Ayah jangan banyak gerak dulu… kemaren ayah kecelakaan ditabrak sama orang yang tidak bertanggung jawab…" ucap Sasa

"Oh ya? ayah cuma ingat kita berjalan bersama. Sisanya ayah tidak ingat lagi." Ucap ayah.

"Ia ayah. Semua baik baik saja. Apa lagi semenjak ada Roy." Ucap ibu

"ssuutt... Ibu apaan sih." ucap Sasa

Ibupun tersenyum melihat Sasa takut memperkenalkan Roy. 

"Ayah tidur saja dulu, istrahat yang banyak. biar nanti kita cepat pulang." ucap Sasa keayahnya

"Ia nak... trimakasih Buk... sudah menemani ayah terus..." ucap ayah ke ibu yang terus memegang tangan ayah dan yang setia menunggu Ayah sampai siuman.

tiba tiba Sasa kepikiran akan Roy. yang sudah sampai malam Roy belom menemuinya. Sasa lupa meminta nomor ponsel Roy hari itu... dan membuat Sasa sekarang merasa ada yang Aneh.

"Ada apa nak?" tanya Ibu, melihat Sasa.

"Tidak apa apa buk." jawab Sasa. tapi masih melihat ke kiri dan kekanan

"Roy yah?" tanyak Ibu

"heh... apaan sih Buk. sekarang ibu bisa pulang... biar Sasa yang jaga ayah malam ini" ucap Sasa

"Sudah... Ibu baik baik saja kok... besokkan Kamu sudah kerja... masuknya juga harus cepat dan tidak boleh terlambat loh..." saut Ibu

"tapikan Buk..." ucap Sasa

"sudah sudah... ayo Ibu antar ke depan." ajak ibu

"tidak usah buk. ya sudah, Sasa pulang dulu ya Buk." Sasapun pergi mengambil tasnya dari meja.

Sasa pergi berjalan perlahan berharap bertemu dengan Roy. tapi ternyata tidak juga. dan sampai didepan rumah sakit. Sasa juga tidak melihat Roy diparkiran. Sampai akhirnya Sasapun pulang naik Becak. menyusuri malam. dan mengingat semua kebaikan Roy.

"Dimana dia sekarang?" Ucap Sasa dalam hati

Episodes
1 prolog
2 Bertemu Roy
3 Elsa memaksa
4 Alex berharap
5 Melihat Alex
6 Kecewa
7 Menyelidiki Roy
8 Bertemu lagi
9 Makan Banyak
10 Alex cemburu
11 keluarga Sasa
12 merasakan hal yang sama
13 Alex Mabuk berat
14 hampir bertemu dimall
15 Alex Jangan
16 masih ulang tahun Roy
17 mulai merasa kehilangan
18 Alex dan Roy menjenguk Sasa
19 melawan Mamah
20 dilema
21 Dilema 2
22 dilema 3
23 Susah melupakan
24 Kebetulan ada Sasa
25 menuju hari pernikahan
26 Menuju hari pernikahan 2
27 Hari pernikahan Alex dan Elsa
28 Rumah kenangan
29 Merindukan Sasa
30 Bayangannya, selalu hadir.
31 Bertamu.
32 cinta sejati.
33 Kepulau kecil.
34 Di pulau kecil
35 Seperti hilang.
36 Ini takdir
37 Ini takdir 2
38 Takdir 3
39 Takdir cinta
40 Takdir cinta 2
41 Alex marah.
42 Berbaikan.
43 Saling memikirkan.
44 Ponsel pemberian Alex.
45 Kau takdirku
46 Kecelakaan.
47 Chelsia.
48 Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49 Sangat cantik
50 Menahan tawa.
51 Hari pertama kerja.
52 Hari sebelum Alex hilang.
53 Hari sebelum Alex hilang 2.
54 Hari sebelum Alex hilang 3
55 Hari sebelum Alex hilang 4
56 Hari sebelum Alex hilang 5
57 Hari sebelum Alex hilang 6
58 Alex hilang.
59 Alex hilang 2
60 Alex hilang 3
61 Alex hilang 4
62 Sasa hamil.
63 Minum obat tidur.
64 Teringat Alex.
65 Cek kehamilan.
66 Dibantu dokter.
67 Hampir bertemu.
68 Pulang dari rumah sakit.
69 Kembalinya Alex.
70 Makan malam bersama Roy.
71 Tatapan
72 Bertemu
73 sakit sekali
74 kembali kerumah lama
75 kembali kerumah lama 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
prolog
2
Bertemu Roy
3
Elsa memaksa
4
Alex berharap
5
Melihat Alex
6
Kecewa
7
Menyelidiki Roy
8
Bertemu lagi
9
Makan Banyak
10
Alex cemburu
11
keluarga Sasa
12
merasakan hal yang sama
13
Alex Mabuk berat
14
hampir bertemu dimall
15
Alex Jangan
16
masih ulang tahun Roy
17
mulai merasa kehilangan
18
Alex dan Roy menjenguk Sasa
19
melawan Mamah
20
dilema
21
Dilema 2
22
dilema 3
23
Susah melupakan
24
Kebetulan ada Sasa
25
menuju hari pernikahan
26
Menuju hari pernikahan 2
27
Hari pernikahan Alex dan Elsa
28
Rumah kenangan
29
Merindukan Sasa
30
Bayangannya, selalu hadir.
31
Bertamu.
32
cinta sejati.
33
Kepulau kecil.
34
Di pulau kecil
35
Seperti hilang.
36
Ini takdir
37
Ini takdir 2
38
Takdir 3
39
Takdir cinta
40
Takdir cinta 2
41
Alex marah.
42
Berbaikan.
43
Saling memikirkan.
44
Ponsel pemberian Alex.
45
Kau takdirku
46
Kecelakaan.
47
Chelsia.
48
Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49
Sangat cantik
50
Menahan tawa.
51
Hari pertama kerja.
52
Hari sebelum Alex hilang.
53
Hari sebelum Alex hilang 2.
54
Hari sebelum Alex hilang 3
55
Hari sebelum Alex hilang 4
56
Hari sebelum Alex hilang 5
57
Hari sebelum Alex hilang 6
58
Alex hilang.
59
Alex hilang 2
60
Alex hilang 3
61
Alex hilang 4
62
Sasa hamil.
63
Minum obat tidur.
64
Teringat Alex.
65
Cek kehamilan.
66
Dibantu dokter.
67
Hampir bertemu.
68
Pulang dari rumah sakit.
69
Kembalinya Alex.
70
Makan malam bersama Roy.
71
Tatapan
72
Bertemu
73
sakit sekali
74
kembali kerumah lama
75
kembali kerumah lama 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!