"selamat sore." panggil Alex berdiri didepan pintu rumah Sasa
"ya... sebentar. Siapa sih ituh?" jawab Ibu Sasa dari kamar, dan melihat ada pria tampan didepan pintu.
"siapa Buk?" tanya Ayah Sasa
"enggak tau. apa Ayah kenal?" tanya Ayah Sasa pelan ke Ibu
Ibu Sasapun datang mendekati Alex...
"Ada apa Pak?" tanya Ibu Sasa kepada Alex
"saya Alex Buk. Pak..." jawab Alex menunduk hormat pada Ibu dan Ayah Sasa
"silahkan masuk dulu." ucap Ibu Sasa
"bikin air minum Buk." suruh Ayah
"ia Yah." ucap Ibu
"ada apa Bapak datang kesini." tanya Ayah Sasa
" jangan panggil Saya Bapak, Pak... panggil Saja Alex." ucap Alex
"ada apa Nak Alex, datang kerumah Kami." tanya Ayah Sasa. dan Ibu memberikan teh manis untuk Alex.
"Saya datang kesini untuk minta maaf Buk, Pak... Sayalah yang menyebabkan kaki Sasa luka bulan lalu." ucap Alex menunduk
"tapi kenapa Kamu melakukan itu? apa salah anak Kami?" tanya Ayah agak kesal mendengar pengakuan Alex
"Saya sudah mencarinya kesana kemari, daaannn. Saya tidak bertemu dengannya. sampai akhirnya, Sasa bekerja disalah satu anak perusahaan Saya... dan Saya melihat dan membaca prifil lamaran kerjanya. makanya saya tau alamatnya." terang Alex
"ia tapi kenapa Kamu tidak mengantarnya sampai kerumah... kenapa hanya sampai dirumah sakit saja?" tanya Ayah Sasa lagi
"ceritanya panjang Pak... Saya tidak boleh peduli kepada siapapun. karna ada wanita yang akan dijodohkan kepada saya. makanya pada saat itu saya harus meninggalkannya sendiri." ucap Alex
"tapi sekarang Sasa sudah baik baik saja..." ucap Ayah Sasa
"tidak Pak... Saya akan perbaiki semua sampai Dia bersikap baik pada Saya." ucap Alex menunduk
"maksudnya?" tanya Ibu Sasa
"mungkin setelah kejadian itu. Sasa jadi membenci Saya. sekalipun Saya Atasannya. Sasa tetap bersikap kasar pada Saya" ucap Alex
"tapi Sasa bukan anak yang kasar." ucap Ayah melihat Ibu mengiakan yang dibicarakan suaminya
"Saya juga merasa dia bukan wanita yang begitu... ya, Saya harus menyadari. kalau tabrakan itu membuat Sasa tidak bisa memaafkan Saya Buk, Pak?" ucap Alex
"Nak... Kami tidak tau apa maksud kedatangan Mu ini. tapi kami yakin... kalau Kamu berniat baik kepada anak Kami, Kamu juga akan mendapatkan berkat. sebab yang kami tau Sasa adalah anak yang luar biasa baiknya." ucap Ayah Sasa menceritakan kebaikan putrinya
"baik Pak.. terima kasih... Saya berharap banyak setelah ini." ucap Alex yang berharap bagian dari keluarga Sasa
" oh yah... ini sudah malam. Baiknya kita makan dulu." ajak Ibu Sasa
"tapi Buk Saya." ucap Alex
"sudah Ayo kita makan bersama." ucap Ayah menarik bahu Alex
Alex melihat, tangan Ayah Sasa menarik bahu Alex. yang sejarahnya Dia tak pernah diperlakukan paksa seperti itu.
"duduk disini... Ayah Sasa tidak bisa terlambat minum obat. karna Masih mengkonsumsi obat Dokter." ucap Ibu sambil menyendoki nasi ke piring Alex dan Ayah
"emang Bapak sakit apah Buk?" tanya Alex
"kemarin Bapak disenggol sama orang enggak dikenal. dan sekarang sudah membaik. cuma, harus minum obat. supaya sembuh total." ucap Ayah Sasa
"ohh...." saut Alex sesekali melihat raut wajah Ayah dan Ibu Sasa
"ayok, silahkan makan... ini makanan kesukaan Sasa." ucap Ibu
"kenapa tidak menunggu Sasa pulang?" tanya Alex
"biasanya juga begitu... tapi karna jam kerja Sasa sekarang lebih lama. makanya Bapak dan Ibu selalu duluan makan." ucap Ibu Sasa dan menyendokkan Paha ayam kecap buatannya kepiring Alex
"terimakasih Buk." ucap Alex melihat betapa bahagianya Sasa hidup bersama Ayah dan Ibunya
"ya silahkan makan." ucap Ibu Sasa
"mmmm enak sekali. siapa yang masak?" tanya Alex
tiba tiba Alex melihat kearah pintu masuk rumah.
"uhukkk... uhukkk...uhukkk...." Alex batuk berkali kali melihat Sasa berdiri disana bagai melihat monster
"pelan pelan Nak... Minum dulu inih?" ucap Ibu berdiri memberikan air putih untuk Alex
sementara Sasa masih terdiam berdiri dipintu rumah. melihat Alex diperlakukan bagai Raja. oleh Ayah dan Ibunya
"Buk." ucap Sasa dari depan pintu
"Nak Kamu sudah pulang?" ucap Ayah dan langsung berdiri menyambut putri kesayangannya dari pintu rumah
Alex melihat Ayah dan Ibu Sasa berjalan kearah Sasa. Ibu memeluk dan Mencium Sasa. begitu juga dengan Ayah.
dan membawanya duduk ke meja makan...
sementara Sasa melihat Alex dengan tajam. Alexpun langsung makan. tidak peduli apa yang akan terjadi padanya.
"nih... Ibu masakin makanan kesukaan Kamu." ucap Ibu Sasa dan menyendok nasi dan ayam untuk Sasa.
Sasa masih terdiam
"Nak... Kamu baik baik sajakan?" tanya Ayah Sasa
"tidak...ehhh tidak apa apa Ayah." ucap Sasa tiba tiba suaranya keras lalu pelan. karna Dia tau Ayahnya yang bertanya
Alexpun langsung tersenyum... dan tetap memakan makanan yang tinggal sedikit lagi dipiringnya
"mmm apa bisa orang kaya duduk bersama orang miskin?" ucap Sasa menyindir Alex
"maksudnya?" saut Ayah Sasa
"Yah? Buk? kenapa Ibu dan Ayah menerima tamu tanpa tanya dulu siapa Dia." ucap Sasa
"Nak... Kamu makan dulu sampai kenyang... baru kita bercerita." ucap Ayah yang paling tidak suka bicara saat makan
"Buk... apa boleh Saya nambah?" tanya Alex pada Ibu.
" tidak bisa..." ucap Sasa menahan tangan Ibunya yang baik kepada Alex
"Sasaaa...." ucap Ibu
"isss...Buk, Aku mau nambah lagi." melirik Alex tidak mau kalah
"hah... tapi kan masih banyak...?" tanya ibu melihat piring Sasa belom habis
"sudah Buk... tambahkan saja!" ucap Ayah... melihat reaksi Sasa dan Alex yang ingin saling cari perhatian
Sasapun menghabiskan semua makanan yang ada dimeja. sampai Alex heran melihat Sasa yang bersikap aneh didepan orang tuanya
"pelan pelan Nak... nanti Kamu bisa sakit perut." ucap Ibu
"mmmm " saut Sasa dan lanjud makan menghabiskan ayam kecap bikinan ibunya. agar Alex tidak memintanya lagi
Alexpun berhenti makan. dan melihat Ayah Sasa dan Ibu Sasa yang terheran heran melihat tingkah Aneh anaknya. Alex tersenyum melihat Sasa.
setelah Sasa siap makan. Sasa langsung berdiri dan membereskan meja makan. Ayah dan Ibupun mengajak Alex duduk diruang tamu.
"beginilah keluarga Kami Nak... Kami bahagia begini. meski hidup paspasan. setidaknya tidak ada tuntutan dan paksaan" ucap Ayah
"oh ya Nak? tadi kamu bilang. Sasa kerja dimana???" tanya Ibu penasaran
"Disalah satu anak perusahaan yang saya pimpin Buk." jawab Alex
"oh..." ucap Ibu Sasa
"Sa... sini Nak." ajak Ayah Sasa. saat Sasa hendak masuk kamar tidur
"ada apa Yah? Sasa capek, ngantuk." ucap Sasa mendekati Ayahnya dan pura pura menguap
"duduk dulu, Ayah mau bicara." ucap Ayah mengajak putrinya duduk. Sasapun duduk disamping Ayahnya
"Pak... Buk... Saaa.... Saya datang kesini untuk meminta maaf. saat ketidak sengajaan Saya menabrak Sasa waktu itu. Saya bersama Asisten Saya sudah lama mencari Sasa. tapi tidak bertemu juga. tapi takdir mempertemukan Kita. dimana Saya harus meminta maaf kepada Bapak, Ibu dan Sasa. Saya siap menerima apapun itu untuk menebus kesalahan Saya " ucap Alex
"semudah itu? liat kaki Ku... sampai kapanpun bekasnya tidak akan hilang. dan maaf Mu tidak bisa memperbaiki semua." ucap Sasa kesal. menunjukkan bekas luka dikaki kirinya
"Sasa... Dia sudah datang untuk mengakui kesalahannya. dan Dia juga sudah menjelaskan kepada kita, kalau Dia sudah mencari mu kesana kemari." ucap Ayah Sasa
"Ayah... Dia itu orang kaya sombong. egois. dan tidak peduli kepada siapapun. Dia tidak pantas untuk dimaafkan Ayah!" ucap Sasa
"Sasa... andai Ricky tau bahwa yang diinterviewnya itu Kamu. mungkin masalahnya tidak akan seperti ini. Ricky tidak tau kalau wanita yang Aku cari selama ini adalah Kamu." ucap Alex
"hah... cari? kenapa? kenapa Kamu mencari Aku? Saat tunangan kamu itu bilang jangan ada yang tau soal ini. dan nagasih uang satu juta buat berobat lagi. haaaaa... pasangan yang cocok." ucap Sasa
"Aku cuma enggak mau Kamu berurusan dengan kluarga Saya. akan lebih parah lagi. jadi kumohon Kamu mengerti. dan jangan perlakukan Aku seperti musuh Mu." ucap Alex, matanya berkaca kaca
"hah sudahlah... lagian tidak ada yang ingin dipermasalahkan lagi. Aku sudah lupa semua." ucap Sasa memalingkan wajahnya
"lupaa? secepat itu?" tanya Alex tidak sadar ada orang tua Sasa. bahwa kemarin Alex mencium bibir Sasa
"maksudnya? dengar yah... okeh Aku sudah memaafkan Mu. tapi jangan ganggu Aku lagi. dan jangan pernah datang kerumah Ku lagi" ucap Sasa tegas
"Baik... jika itu bisa membuat Mu, untuk memaafkan Aku... okeh. sekarang Aku bisa tenang." ucap Alex
"ya sudah. pulang sana." ucap Sasa mengusir Alex
"sssttt... Sasa. tidak boleh bersikap tidak sopan kepada tamu." ucap Ayah
"Pak... Buk... terimakasih sudah Baik kepada Saya. bahkan mau mengajak Saya untuk makan bersama. Saya sangat terharu." ucap Alex
"Ya Sama sama." ucap Ayah
"Baiklah... kalau begitu Saya pulang dulu ya Buk. Pak?" ucap Alex
"ya Nak, hati hati yah." ucap Ayah Sasa menepuk pundak Alex dan mengantarnya kedepan rumah.
"Buk... darimana Dia tau alamat rumah kita?" tanya Sasa
"mmm katanya sih sama Ibuk... Dia baca dari profil lamaran kerja Kamu." jawab Ibu
"issss... aneh."ucap Sasa kesal
"Buk kenapa yah... Bapak lebih suka sama Alex ini dibanding Roy ya Buk?" tanya Ayah Sasa
"Ayah apaan sih... sampe ngebeda bedain Roy keorang asing itu." ucap Sasa dan duduk lagi dikursi rotan
"Alex dan Roy sama, sama Ayah... mereka sama sama orang asing buat Ayah. tapi Alex lebih berkharisma..." ucap Ayah dan masuk kekamarnya
"Sudah sudah... Sasa Bobo gih... Besok udah harus kerja lagi." suruh Ibu Sasa
"ia Buk..." ucap Sasa dan masuk kekamarnya
sesampai dikamar Sasa masih merenung duduk dimeja belajarnya
"aneh... kenapa Dia datang kerumah? tidak mungkin hanya meminta maaf. bagaimana kalau nanti, Dia ganggu Ayah dan Ibu. okei. mulai besok Aku harus lembut padanya. karna dia sudah minta maaf. supaya Dia tidak datang dan ganggu keluarga ku lagi. tapi bagaimana kalau Dia masih datang lagi? Aku harus cari tau dibalik ini semua... kenapa Ayah dan Ibu bisa suka sama Dia. sementara Roy yang sudah banyak membantu. apa jangan jangan, Alex sudah menceritakan kepada Ayah dan Ibu kalau Dia mencium Ku kemarin? ooohhh tidak tidak... Aku harus tanya ke Ayah dan Ibu.. tapi??? gimana cara nanyaknya?... ahhh. sudah lah besok Aku harus tanya Ayah dan Ibu" ucap Sasa sendiri dikamarnya
setelah itu, sasapun menyetel Alarm. agar cepat cepat bangun dan bertanya kepada Ayah dan Ibunya. lalu Sasapun tidur
"Sasa Aku ingin mencium Mu... Sasaaaaa.... ohhhh Sasa... Aku ingin menciuuum Mu lagi... Aku sudah tidak Sabar ingin berciuman dengan Mu lagi Sasaaa... Sasaaaaa i Love you Sasaaaa...." ucap Alex
"ke.kenapa Kau disini? Aku dimana. kenapa tangan Ku diikat?" ucap Sasa
"Kau sedang Aku sekap diruangan rahasia." ucap Alex
"apah??? jangan macam macam Kamu. atau Aku akan beritahu Ayah Ku!" ucap Sasa
"beritahu Ayah Mu?. Ayah Mu sudah menjual Mu pada Ku. mereka sekarang. sudah hidup mewah dan berfoya foya. menghabiskan uang yang kuberikan." ucap Alex memegang dagu Sasa
"tidak. tidak mungkin." ucap sasa menghindari tangan Alex
"liat sebalah Kanan Mu. itu kedua orang tua Mu yang sudah pergi keluar negri. dan tidak mempedulikan Mu lagi. hahahahaha." ucap Alex, menyuruh Sasa melihat foto foto orang tuanya dari laptop Alex
" enggak mungkin... Ayaaaaaahhh.... Ibuuuuuuuu... tolong Sasa." ucap Sasa menjerit sekeras kerasnya
"Sasa... Aku akan menciuuuummm Muuuuu...liat Aku sayang... Sasa... lihat Aku... Uuuuuuuuuuuummmmmmm" Ucap Alex ingin menciumnya
"aaaaaa tidak tidak... aaaa tidaaaaakkk"
Tiba tiba Sasa terbangun dari tidur.
"ohhh Ya Ampun... ternyata cuma mimpi.. hufff." ucap Sasa melihat Kanan kiri. memastikan bahwa itu cuma mimpi
tok tok tok
"Sasaaaa bangun Sayang..." panggil Ibu dari luar
"Ia Buk.. Sasa dah bangun Kok." ucap Sasa
mendengar suara Ibunya. Sasapun pergi berlari keluar. memeluk Ayah dan Ibunya...
"hah... ada apa ini?" tanya Ayah Sasa
"Ayah... Ibuuukkk." ucap Sasa Manja
"Ada apa sayang? tiba tiba meluk Ayah dan Ibu. erat banget lagi." tanya Ibu
"Buk... Ibu sama Ayah sayangkan sama Sasa???" tanya Sasa yang langsung melepas pelukannya
"Lohhh... kok nanyak gitu sih?" tanya Ayah
"soalnya Sasa mimpi Ayah dan Ibu jual Sasa sama orang jahat. dan Ibu sama Ayah pergi keluar negri buat senang senang. hasil jual Sasa keorang" ucap Sasa dengan mata berkaca kaca
"hahaha... mimpi Kamu ada ada aja deh." saut Ibu
"dengar ya sayang... apapun yang terjadi. Ayah tidak akan pernah ninggalin Sasa. atau bahkan jual Sasa. karnaaa... Putri ayah tercinta takkan ada banding dan takkan bisa dibeli orang. sebab Kamulah harta Ayah dan Ibu yang paling berharga. jadi jangan fikir macam macam Okeh?" ucap Ayah mengelus rambut putri kesayangannya
"hemm... ia Sayang.. bisa mati Ibu kalau sampai anak Ibu menderita." ucap Ibu
"bener???" tanya Sasa lagi
"iaaaaa sayaaaaaaaaang." ucap Ayah
"udah sekarang Sasaaaa. mandi dulu terus sarapan..." ucap Ibu
Dari kejauhan Alex melihat. betapa bahagianya keluarga Sasa. Alexpun turun dari mobil. dan ingin bertemu dengan Ayah dan Ibu Sasa
saat Sasa hendak masuk kerumah. Sasapun balik Arah ingin bertanya apa saja yang dibicarakan Alex saat bekunjung kerumahnya tadi malam.
tapi saat Sasa berbalik. sudah ada Alex bersama Ayah dan Ibunya
"selamat pagi Pak. Buk" sapa Alex
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments