Alex Jangan

pagipun berlalu

Sasa kembali bekerja seperti biasanya.

Saat Sasa melihat Alex datang, cepat cepat Sasa lari dan mengambil jas Alex yang sudah dicucinya. dan diletakkan dimeja Kerja Alex.

"huff... hampir Saja." ucap Sasa bersembunyi. menghindari dari Alex.

"hampir saja Apah." tanya Alex. mendekatkan wajahnya ke Alex.

"haaa...." Sasa terkejut melihat Alex tiba tiba sudah didepannya

"pasti Kamu mencari Ku kan???" ucap Alex mendekatkan wajahnya kepada Sasa.

"tidak Pak, Saya mencari Katrin..." ucap Sasa

"oh yah???" ucap Alex dan mendekatkan lagi wajahnya. sampai hidungnya nyaris menyentuh hidung Sasa

"Alex... jangan..." ucap Sasa menutup matanya.

"okeh.... Heh" ucap Alex dan tersenyum lebar melihat wajah Sasa yang takut. lalu pergi meninggalkan Sasa

sementara Sasa masih terdiam pucat. berfikir Alex semakin berani menciumnya.

"Sasa? sasa? sedang apa Kamu disini?" tanya Monik office girl

"haaa? ohh tadi Saya... baruuuu, bersihin lantai atas. kecapean, dan istrahat sebentar disini." ucap Sasa berbohong. lalu pergi.

sementara Alex duduk dikursi bos. dan membayangkan kembali. wajah polos Sasa.

"Sasaaaa..." panggil Katrin yang melihat Sasa kebetulan lewat

"ssstttt... ini hotel, bukan taman kanak kanak. orang bisa terganggu." ucap Sasa menutup mulutnya

"ia ia.. lepas tangan Mu.... oia semalam Aku sudah belanja sendiri. soalnya, kemren ada orang janji mau belanja, sama. tapi ngilang kaya tuyul." Ucap Katrin nyindir Sasa

"mmm... maaf, kemarin Aku tuh... eehhh mmmm ... itu, apah?" ucap Sasa

"ia ia... pacaran paling kan??? hahh udah paham lah." ucap Katrin

"ya udah. nanti malam Kamu kerumah Aku. kita pergi sama sama." ucap Sasa

"ya ialah... karna harus sama Kamu. kalau enggak, Aku mana bisa masuk." ucap Katrin

"ia ia... baaaweeelll. janji... jam enam sore kita berangkat yah.. klo enggak sampe, jugaaaaa. Aku tinggalin Kamu." ucap Sasa becanda

"okeh okeh... enggak mungkinlah Aku sampe terlambat. sementara Aku yang paling heboh ke ulang tahun Roy. haha." ucap Katrin

"mmm. ya udah... sudah cek kamar seratus empat?" tanya Sasa

"ini mau kesana..." jawab Katrin

"ihhh Dasar." ucap Sasa kepada katrin. yang selalu menunggu Sasa untuk bekerja sama sama

Saat Sasa berjalan bersama Katrin. tiba tiba Sasa melihat Elsa. berjalan nenuju ruangan Alex. Sasapun pergi tidak mempedulikan Elsa.

"Alex..." ucap Elsa. kepada Alex. Alex hanya diam, seolah tidak ada orang yang bicara

melihat Elsa yang hanya berdiri disana, dengan sepatu high heelsnya. Dia merasa kasihan.

"Ada apa Kau kesini?" tanya Alex. Sambil membaca file file yang akan ditanda tanganinya.

"ini ada undangan dari keluarga Sanjaya. Mamah bilang Kita harus pergi kesana, malam ini." ucap Elsa dan menunjukkan undangan. Dan itu adalah undangan Ulang Tahun dari Roy Sanjaya.

tanpa Pikir panjang Alex langsung mengiakan. undangan yang diberikan Elsa kepada Alex.

"ya sudah. Ku tunggu diruman jam enam Sore nanti. jangan sampai terlambat atau Aku akan meninggalkan Mu nanti" ucap Alex. berfikir akan bertemu dengan Sasa disana

"yah.. Aku tidak akan terlambat." ucap Elsa tersenyum kepada Alex.

"ya sudah... Aku sedang sibuk. jangan berfikir Aku akan mengantarkan Mu pulang." ucap Alex ketus

Elsapun pergi dengan tetap tersenyum. setelah keluar dari ruangan Alex. Elsa merubah wajahnya menjadi musam.

"lihat saja nanti...apa yang akan Aku lakukam setelah jadi istri Mu." ucap Elsa didepan ruangan Alex

sementara Alex tidak memperdulikan Elsa. Dia hanya memikirkan Sasa

'meskipun tidak bisa menyentuhnya. setidaknya bisa melihatnya... Malam ini Aku harus berpenampilan Paling tampan dipesta itu. sampai Dia tidak melihat Buaya itu. dan hanya pangling melihat Ku... Hahahaha... Sasaa.Sasaaa... sampai bertemu nanti malam.' ucap Alex dan menghayalkan wajah polos Sasa

"Sasa... bagaimana kalau hari ini kita izin kepada Pak Menejer Kita." Ajak Katrin agar tidak terlambat ke acara ulang tahun Roy

"mmm boleh juga tuh... Aku juga sudah janji kepada Roy untuk tidak terlambat nanti." ucap Sasa

"ya sudah... kita sama sama yah, izinnya?" ucap Katrin

"enggak... izin masing masing." ucap Sasa

"iss... enggak setia kawan banget Kamu ahh..." ucap Katrin

"Saa... tuh Pak Menejer... yok... kita izin sekarang ajah... Kita kan masih kesalon... yokkk... Ayooolah." ajak Katrin

"eeee... Maaf Pak..." ucap Sasa kepada Menejer

"yah.. Ada Apa Saa?" tanya Pak Menejer

"Pak... hari ini Saya dan Katrin mau izin Pak. ada urusan keluarga yang sangat penting Pak." ucap Sasa, pelan ke pada Menejernya.

"untuk hari ini Saja. Saya perbolehkan kalian berdua. tapi lain waktu tidak bisa bersamaan begini...dengar?" ucap Pak Menejer

"baik Pak Terimakasih..." ucap Sasa dan Katrin. menunduk hormat kepada Pak Menejer

merekapun pulang... dan pergi ke salon setelah itu mereka pulang kerumah masing masing.

"Ayaaaaah..." panggil Sasa dari jauh mendekati Ayahnya...

"ada apa Nak... kok kayanya bahagia banget yah?" tanya Ayah Sasa

"hari iniiiii... Roy ulang tahun, daaaann Sasa akan kesana Ayaaaaah." ucap Sasa memeluk Ayahnya.

"oh... gitu." ucap Ayah cuek

"mm.mm... daaah... Sasa dandan dulu ya Ayah." ucap Sasa pergi siap siap

"Buuuuk." Panggil Sasa dan masuk ke kamar.

"ohhh ya ampun... kenapa Aku terlihat seperti anak anak didepan Ayah yah..." ucap Sasa

dua jam kemudian. Sasapun keluar dari kamar. Ayah dan Ibu kaget melihat Sasa yang begitu cantik. bagai bidadari.

"Ayah... lihat putri kita. cantik sekali Yah." ucap Ibu

"Ia Buk... semoga. jodoh anak kita laki laki yang benar benar mencintainya dengan baik, ya Buk?" ucap Ayah berharap Anaknya menemukan laki laki seperti Dirinya

"ia Yah..." ucap Ibu masih melotot melihat putrinya

"kenapa Katrin lama sekali yah?" tanya Sasa kepada Ibu dan Ayah

"itu kayanya ada mobil deh." jawab itu

"Sasaaa... Ayooo... kita langsung ajah. Buk, Pak. Kami pergi dulu yah." ucap Katrin membawa mobil taksi bersamanya.

"ia hati hati yah Nak... cepat pulang. kalau ada apa apa telepon Ayah yah." ucap Ayah Sasa

"ia Yah... Dadaaaaaaaaaaa." ucap Sasa dan katrin.

merekapun sampai dirumah Roy Sanjaya. Sasa tidak mengira kalau rumah Roy, begitu besar dan mewah. merekapun disambut oleh Papah Roy Dan Maminya.

"Selamat datang..." ucap Pak SANJAYA

"Yaa..." ucap Katrin menggandeng tangan Sasa. yang masih terdiam melihat segala yang ada didepan matanya.

sementara dibelakang mereka ada Elsa dan Alex berjalan. bagai Kakak Beradik. berjalan berdampingan tapi tidak bergandengan.

"wah... selamat datang Pak Alex... dimana Ibu Predir?" tanya Pak Sanjaya

"ya... Ibu Presdir ada urusan. beliau mengutus Ku bersama Elsa." ucap Alex.

"ohhh... silahkan masuk Pak Alex." ucap Pak Sanjaya

merekapun masuk melihat undangannya hanya orang orang terdekat dan kerabat kerja Pak Sanjaya dan teman teman Anaknya Roy Sanjaya.

"Sasa... lihat itu... Pak Alex bersama pacarnya... Cantik sekali Dia." ucap Katrin

"Elsa... namanya Elsa." ucap Sasa dan memakan manisan paling mahal, yang dihidangkan dimeja.

"Kamu kenal?" tanya Sasa

"mmm... ini enak sekali... " ucap Sasa tiba tiba melihat Roy Sanjaya turun dari tangga.

Roy berjalan dengan gagah. kulitnya, putih bersih dan membuatnya seperti bersinar. Pakaian termahal yang didesain oleh desainer terkenal dunia.

Alexpun melihat Sasa. yang sejak tadi Alex mencarinya. Alex melihat Sasa hanya wajahnya. sementara tubuhnya ditutupi vas bunga disamping meja yang penuh dengan hidangan makananan.

"Hah... polos sekali. kenapa mereka memperbolehkan Dia masuk tadi." ucap Alex

sementara Sasa masih melihat Roy tanpa terputus sedikitpun.

"Ya ampuuuunnnn.... gantengnyaaaa. Saaa.." ucap Katrin

"mm iaaaah." ucap Sasa melihat Roy dan Roy juga memandangnya dari tangga

"Hadirin sekalian, mari beri tepuk tangan untuk Pria tertampan sejagat rayaaaa." ucap Pembawa acara

"hah... terganteng... lalu Aku apah?" ucap Alex berbisik

para undanganpun bertepuk tangan kepada Roy dan berdiri disebelah Kue ulang tahunnya yang menjulang tinggi.

Saat Elsa fokus kepada Acara. Alex malah pergi mendekati Sasa. Alex melihat Baju yang dikenakan Sasa adalah gaun yang direbutnya dari Elsa.

'berarti. Gaun itu Dia beli dengan sangat mahal, untuk Sasa? itukah caranya merebut hatinya? hahhh... permainan anak anak.' ucap Alex dalam hati

pada Saat mereka sedang sibuk dengan acara Roy. dan membacakan penghargaan keluarga Sanjaya. Roy mampu merampasnya dengan sangat luar biasa.

sementara Alex langsung, menarik Sasa dan membawanya kesamping rumah Roy. dengan taman yang dipenuhi lampu berbentuk Love. tidak satu orangpun yang melihat mereka pergi.

"Alex... sakit..." ucap Sasa kesakitan karna genggaman Alex yang kuat. takut Sasa menghempaskan tangannya lagi.

"kenapa Kamu mau pake baju ini? biar apa? sementang Kamu dibeliin baju kaya gini terus Kamu mau ajah, jadi apapun yang Dia mau. Murahan tau enggak?" ucap Alex yang cemburu kepada Sasa

"Alex... kenapa Kamu marah... apa yang Aku harus jelaskan. sementara Kamu bukan siapa siapa Aku?" ucap Sasa kesal kepada Alex yang bicara sembarangan

"Kamu enggak tau? dengan cara ini Dia bisa beli Kamu. lihat Dia punya segalanya. siapa yang enggak kenal keluarga Sanjaya. yang punya segalanya. memang hartanya hampir menyeimbangi yang Ku punya. tapi Aku enggak terima Kamu diperlakukan begitu." ucap Alex

"dengar Lex... dengar... Aku enggak mengerti apa maksud Kamu. beli Aku. gaun ini dan hartanya aku enggak ngerti. Maksud Kamu apah?" tanya Sasa tidak paham akan amarah Alex

"Kamu tidak tau apa maksudnya??? dan Kamu tidak paham sampai sejauh ini?"ucap Alex memegang bahu Sasa

"tidak." jawab Sasa dan melepaskan tangan Alex dari bahunya

"Haaaa... Kamu pura pura polos atau munafik?" ucap Alex kessal kepada Sasa

plakkk... Sasa menampar Alex

"Dengar... apapun yang Kau lihat sekarang ini. Aku... bukan wanita yang seperti Kau fikirkan itu..." ucap Sasa marah. merasa dirinya direndahkan oleh Alex

Saat Sasa akan pergi masuk kedalam pesta. Alexpun langsung menarik Sasa kepelukannya. sehingga Sasa berputar dan terhempas kepelukan Alex.

Alexpun langsung mencium Sasa, sangat lama. Sasa menutup matanya dan tangan Sasa mendorong badan Alex. sementara tangan kiri Alex menahan tangan kanan Sasa. dan tangan Kanan Alex menahan Punggung Sasa Agar tetap menciumnya.

saat Sasa buka mata. Dia melihat Elsa sedang mencari Alex. dengan cepat Sasa langsung berputar badan karna Elsa sudah semakin dekat. sementara Alex ingin meraih tangan Sasa. tapi Alex tidak mendapatkannya.

"Alex... Sedang apa Kamu disini." ucap Elsa melihat sekilas bayangan seseorang berlari masuk kedalam Rumah Roy.

"aaarrrgghhhh..." sungut Alex. dan masuk kedalam. meninggalkan Elsa

"Daaaaan Roy akan memberikam potongan pertama untuk seseorang yang spesial... dan Roy bilang ini teman terhebatnya... Sasaaaaaa...." ucap Pembawa Acara

Roy mencari Sasa... dan Sasapun langsung mengangkat tangannya. Sasa tidak ingin Roy kecewa.

Sasapun menerima suapan pertama dari Roy.

dan dari jauh Alex melihat Roy dan Sasa saling membalas senyum.

"Makasih Roy." ucap Sasa.

Roy tersenyum kepada Sasa dan melap Bibir Sasa yang terkena Kue Ulang tahun Roy.

Alex semakin panas. dan mengepal tangannya.

"Terimakasih sudah datang. Kamu sangat cantik hari ini" ucap Roy kepada Sasa

Sasapun tersipu malu dan kembali membalas senyuman Roy.

Alexpun pergi ke satu meja, yang dipenuhi minuman keras yang mahal.

melihat Alex yang sedikit kacau. Elsapun takut malu dan pergi meninggalkan Alex.

"Katrin kita pulang ajah yooo." ajak Sasa. yang takut melihat Alex. akan berbuat lebih parah lagi.

"ihhh kan acaranya belum siap. lagian Aku sedang jatuh cinta." ucap Katrin melihat Daniel Asisten Roy yang begitu kalem. menjaga keamanan Acara.

"aiiihhh, ya ampun... dasar tukang jatuh cinta." ucap Sasa panik memperhatikan sekeliling. Sasa takut Alex menariknya lagi.

sementara Alex sudah mabuk berat. Elsapun menelepon Ricky, untuk menjemput Alex dari acara.

"Dimana Dia?" tanya Ricky yang sudah ngebut. takut Alex merusak acara orang terpandang tersebut

"Ayo masuk..." ucap Elsa

"memang menyusahkan saja kerjaannya." ucap Ricky yang semenjak mengenal Sasa, Alex hilang kendali.

setelah acara hampir selesai. Roy mengajak Sasa ketaman tempat Alex menciumnya tadi.

"Ayo... Aku mau menunjukkan sesuatu pada Mu." ucap Roy. mengulurkan tangannya kepada Sasa. dan Sasapun mengiakan ajakan Roy

Roy yang berjalan menuju taman tersebut. daniel Asistennya mengikuti Roy. begitu juga Katrin yang mengikuti Daniel.

"kita kemana Roy... acara Mu belum selesai." ucap Sasa berjalan mengikuti Roy

sesampai ditaman Roy bingung melihat Daniel dan Katrin yang mengikuti mereka.

"Sedang apa kalian disini?" tanya Roy kepada Daniel

Daniel bingung, kenapa Roy Bilang 'Kalian?'. Daniel merasa kalau Dia hanya sendiri. Danielpun melihat kesebelah kanannya.

"Hahh..... siapa Kamu.. kenapa Kamu kesini?" tanya Daniel terkejut melihat Katrin

"Hay... Aku nama Ku Katrin. Sahabat tercantik Sasa" ucap Katrin mengulurkan tangannya kepada Daniel.

"Daniel... Ayo pergi. biarkan mereka bersama." ajak Daniel menyalam dan menarik Katrin masuk kedalam rumah Roy.

"mmm... mmm..." mengangguk manja kepada Daniel

Sasapun tersenyum melihat sahabatnya yang bertingkah lucu didepan daniel Asisten Roy

"hemmm... oia siapa yang menyalakan lampu ini? padahal Aku ingin menunjukkan Ini pada Mu." ucap Roy

"haha... Aku sudah melihatnya tadi." ucap Sasa ceplos

"tadi? tadi Kamu kesini? bersama siapa?" tanya Roy curiga

"emmm tadi Akuuu... kaya ngeliat seseorang yang Aku kenal. Aku ikutin... eee ternyata bukan. dan Aku lihat lampu ini udah menyala gitu." ucap Sasa gugup

"ohh... gitu... Oia, apa kado Mu untuk Ku?" tanya Roy duduk dikursi taman

"Aku malu ngasihnya." ucap Sasa

"coba Aku liat." ucap Roy. penasaran

"tapi enggak Mahal. ini harganya murah dannnn" ucap Sasa lalu terdiam

"Sa... dengan Kamu datang hari ini. Aku sudah cukup senang. apa lagi Kamu ngasih Aku sesuatu. itu sangat berhaga untukku." ucap Roy

"Aku cuma ngasih ini... tapi jangan buka sekarang. plis..." ucap Sasa malu menunjukkan kadonya untuk Roy

"ya... okeh..." saut Roy lalu tersenyum melihat kado tersebut.

Episodes
1 prolog
2 Bertemu Roy
3 Elsa memaksa
4 Alex berharap
5 Melihat Alex
6 Kecewa
7 Menyelidiki Roy
8 Bertemu lagi
9 Makan Banyak
10 Alex cemburu
11 keluarga Sasa
12 merasakan hal yang sama
13 Alex Mabuk berat
14 hampir bertemu dimall
15 Alex Jangan
16 masih ulang tahun Roy
17 mulai merasa kehilangan
18 Alex dan Roy menjenguk Sasa
19 melawan Mamah
20 dilema
21 Dilema 2
22 dilema 3
23 Susah melupakan
24 Kebetulan ada Sasa
25 menuju hari pernikahan
26 Menuju hari pernikahan 2
27 Hari pernikahan Alex dan Elsa
28 Rumah kenangan
29 Merindukan Sasa
30 Bayangannya, selalu hadir.
31 Bertamu.
32 cinta sejati.
33 Kepulau kecil.
34 Di pulau kecil
35 Seperti hilang.
36 Ini takdir
37 Ini takdir 2
38 Takdir 3
39 Takdir cinta
40 Takdir cinta 2
41 Alex marah.
42 Berbaikan.
43 Saling memikirkan.
44 Ponsel pemberian Alex.
45 Kau takdirku
46 Kecelakaan.
47 Chelsia.
48 Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49 Sangat cantik
50 Menahan tawa.
51 Hari pertama kerja.
52 Hari sebelum Alex hilang.
53 Hari sebelum Alex hilang 2.
54 Hari sebelum Alex hilang 3
55 Hari sebelum Alex hilang 4
56 Hari sebelum Alex hilang 5
57 Hari sebelum Alex hilang 6
58 Alex hilang.
59 Alex hilang 2
60 Alex hilang 3
61 Alex hilang 4
62 Sasa hamil.
63 Minum obat tidur.
64 Teringat Alex.
65 Cek kehamilan.
66 Dibantu dokter.
67 Hampir bertemu.
68 Pulang dari rumah sakit.
69 Kembalinya Alex.
70 Makan malam bersama Roy.
71 Tatapan
72 Bertemu
73 sakit sekali
74 kembali kerumah lama
75 kembali kerumah lama 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
prolog
2
Bertemu Roy
3
Elsa memaksa
4
Alex berharap
5
Melihat Alex
6
Kecewa
7
Menyelidiki Roy
8
Bertemu lagi
9
Makan Banyak
10
Alex cemburu
11
keluarga Sasa
12
merasakan hal yang sama
13
Alex Mabuk berat
14
hampir bertemu dimall
15
Alex Jangan
16
masih ulang tahun Roy
17
mulai merasa kehilangan
18
Alex dan Roy menjenguk Sasa
19
melawan Mamah
20
dilema
21
Dilema 2
22
dilema 3
23
Susah melupakan
24
Kebetulan ada Sasa
25
menuju hari pernikahan
26
Menuju hari pernikahan 2
27
Hari pernikahan Alex dan Elsa
28
Rumah kenangan
29
Merindukan Sasa
30
Bayangannya, selalu hadir.
31
Bertamu.
32
cinta sejati.
33
Kepulau kecil.
34
Di pulau kecil
35
Seperti hilang.
36
Ini takdir
37
Ini takdir 2
38
Takdir 3
39
Takdir cinta
40
Takdir cinta 2
41
Alex marah.
42
Berbaikan.
43
Saling memikirkan.
44
Ponsel pemberian Alex.
45
Kau takdirku
46
Kecelakaan.
47
Chelsia.
48
Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49
Sangat cantik
50
Menahan tawa.
51
Hari pertama kerja.
52
Hari sebelum Alex hilang.
53
Hari sebelum Alex hilang 2.
54
Hari sebelum Alex hilang 3
55
Hari sebelum Alex hilang 4
56
Hari sebelum Alex hilang 5
57
Hari sebelum Alex hilang 6
58
Alex hilang.
59
Alex hilang 2
60
Alex hilang 3
61
Alex hilang 4
62
Sasa hamil.
63
Minum obat tidur.
64
Teringat Alex.
65
Cek kehamilan.
66
Dibantu dokter.
67
Hampir bertemu.
68
Pulang dari rumah sakit.
69
Kembalinya Alex.
70
Makan malam bersama Roy.
71
Tatapan
72
Bertemu
73
sakit sekali
74
kembali kerumah lama
75
kembali kerumah lama 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!