"Kamu dari mana Lex." ucap Mamah yang menunggu Alex pulang
"Tempat Kawan." ucap Alex ketus dan berjalan menuju tangga
"Lex... Mama minta maaf." ucap Mama
tiba tiba Alex berhenti dari langkahnya
"Mah... buat apa? bukankah kita sering begini." ucap Alex
"Tapi semalam Mamah. menyesal telah menampar Mu tanpa bertanya dulu." ucap Mama mendekati Alex.
"Mah... bagaiman caranya memaafkan Mamah. kalau besok Alex masih berjalan dijalur Mamah." ucap Alex masih membelakangi Mamanya
"Lex.. Mamah ngelakuin itu buat kebaikan kamu..." ucap Mamah memegang tangan Alex.
Alex tidak menjawab malah menarik tangannya dari genggaman Mama Alex. dan pergi masuk kekamarnya.
"Lex... dengar Mamah dulu Lex?" ucap Mamah
Melihat Alex sangat kecewa dengan dirinya. Mamah Alex menangis dan masuk kekamarnya. duduk dikasurnya. melihat Fotonya bersama Suaminya, Raka. Mamah Alex berfikir. kenapa Alex sama persis dengan Papanya.
'kenapa Kau mewariskan keras kepala Mu kepada Anak Mu. bahkan Aku sampai tidak bisa mengarahkannya. Dia sama seperti Mu, tidak pernah mau mendengar Ku. memang Semua yang Kau lakukan yang terbaik buat Kami. meski sampai saat ini. Kami tidak pernah kekurangan. hanya, dengan Dia semakin dewasa Aku semakin tidak mampu berdebat dengannya. apa yang harus Aku lakukan sayang... untuk anak Kita Alex. bagaimana kalau Dia salah jalan? dan semua titipan Mu hilang karna ulahnya. Kau sangat bersusah payah dulu memperjuangkan semua ini. Sayang...
katakan pada Ku apa yang harus Aku lakukan untuk Alex.' ucap Mamah Alex kepada Suaminya yang telah lama meninggal. lewat fotonya dipajang dimeja Rias. lalu memeluknya
saat Mamah Alex. meletak fotonya bersama suaminya. Mamah Alex melihat. undangan pernikahan Alex dan Elsa.
'apa karna ini Dia membantah Ku? sementara undangan akan berjalan. dan semua orang sudah tau tentang pernikahan ini. Apa yang akan mereka katakan pada Ku dan Alex. Saham perusahaan juga akan Anjlok. Aku akan bicara padanya. apa yang Dia inginkan. Aku akan coba kabulkan meski itu harus mengorbankan harga diri keluarga ini.' ucap Mamah Alex di dalam kamarnya. dan memasukkan undangan pernikahan Alex dan Elsa kedalam laci meja Riasnya
sementara Alex. duduk dibalkon depan kamarnya. ditemani minuman mahal. dan melihat selembar kertas foto. dan itu adalah Papahnya.
'Pah... bukankah Papah pernah bilang. Papah akan mewariskan kepandaian Papah, dan semua yang ada didiri Papah untuk Alex? tapi kenapa Mamah tidak bisa memahami Alex Pah? hahhh... seolah, Alex bukan anak yang baik Pah... seolah Alex bukan anak penurut Pah... tapi, kapan Alex bisa menata diri Alex... sampai kapan Alex bergantung keMamah. Alex bisa pah... Alex harus bisa lebih dari Papah....'ucap Alex yang sudah minum banyak, dan tertidur dibalkon.
sementara Sasa sedang mentap dari jendela. memikirkan apa yang dikatakan Alex kemarin, padanya. sambil minum air hangat.
"Saa... Kamu sudah baikan Nak?" tanya Ayah Sasa
"sudah yah... mungkin besok Sasa sudah bisa kerja." ucap Sasa
"tapi Kamu masih terlihat lemah Nak." ucap Ayah memberikan obat kepada Sasa
"Yaaah... Sasa udah tiga hari enggak kerja. enggak enak sama katrin. yang terus ambil alih kerjaan Sasa." ucap Sasa
"Ya sudah... malam ini Kamu harus cepat tidur. okeh?" ucap Ayah
"ia Yah...." jawab Sasa lalu bersandar dibahu Ayahnya
"ada apa ini peluk pelukan... enggak ajak ajak Ibu..." ucap Ibu datang kekamar Sasa
"loh Ibu sudah pulang?" tanya Sasa
"hemmm... ini Ibu bawa sesuatu buat Sasa...." ucap Ibu
"haaa... Apa.." tanya Sasa
"taraaaaaa. jam tangan untuk putri tercinta Ibuuu." ucap Ibu dan memberikan Jam tangan kepada Sasa
"waahhh... Sasa coba ya, Buk." ucap Sasa dan memasangkan ketangan Kanannya
"Sasa tau enggak. kenapa Ibu sama Ayah belikkan jam tangan?" tanya Ibu
"Kenapa Buk"? jawab Sasa
"Supaya Kamu bisa liat jam untuk Istrahat. dan Kamu enggak kaya gini lagi. Ibu. sama Ayah. enggak mau Kamu kenapa kenapa Nak." ucap Ayah
"Hemmm... makasih Ayah... Buk..." ucap Sasa dan memeluk Ayah dan Ibunya
"Pokonya Sasa enggak boleh kaya gini lagi yah...Ayah Sakit kalau ngeliat Putri Ayah kaya gini." ucap Ayah
tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah. dengan kuat sampai Ibu Sasa ketakutan.
"Siapa yang mengetuk pintu begitu keras?" tanya Sasa
"biar Ayah lihat... kalian disini ajah." ucap Ayah dan melihat dengan pelan pelan.
ternyata ada Alex yang sudah terjatuh dipintu rumah Sasa.
"Alex... Kamu kenapa Nak?" ucap Ayah Sasa langsung memegang Alex yang sudah mabuk berat.
"Pak... hahhhh." ucap Alex
"Ayo... ayo..." Ajak Ayah Sasa
"Pak... kenapaaa begiiini... Aku sangat mencintai Sasaaa Paaakk..." ucap Alex menangis tergeletak disofa
Ayah Sasa terdiam mendengar apa yang diucapka Alex. Ibu Sasa penasaran, melihat siapa yang mengetuk pintu. dan Melihat keruang tamu.
"Kenapa Alex, Yah?" tanya Ibu kepada Suaminya
"Dia mabuk Buk... sepertinya Dia banyak pikiran Buk." ucap Ayah Sasa
"Saaa.. apa yang akan Aku lakukan... Aku tidak mau menikahinya..." ucap Alex masih menangis. dan sesekali memukul dadanya.
Ayah dan Ibu Sasa saling melihat satu sama lain. merasakan betapa Alex mencintai Sasa.
"Saaaa.... Alex nak." ucap Ibu kepada Sasa yang berdiri dipintu kamarnya. dan melihat Alex yang menderita
"Buk... Alex, sudah bertunangan dan akan menikah dua minggu lagi." ucap Sasa melihat Alex yang terkapar.
"Nak... jangan buat Alex dilema. jika Dia sudah akan menikah, relakan Saja. Dia akan lebih sakit jika harus memilih Mu dan tunangannya. dan jangan nanti, Kamu jadi penganggu diantara mereka." ucap Ayah Sasa berdiri disamping Ibu Sasa
"Ia Nak..." saut Ibu
"Karna itu Sasa tidak mau menjawab perasaannya, Ayah. Sasa takut membuka hati. yang ada Sasa yang akan lebih terluka." ucap Sasa
"Ia Nak... kasihan Dia." ucap Ayah Sasa dan melihat kembali Alex
tapp... suara pintu kamar Sasa
"kenapa sakit sekali... hah... sementara Aku belom menerimanya. tapi Kok... kenapa Aku menangis?" ucap Sasa dibalik pintu dan mengusap air matanya yang tiba tiba terjatuh dipipinya
menyeret kakinya, Sasa berjalan. menuju tempat tidurnya. merasa Dialah yang paling sakit. lalu berbaring. mengingat... Alex telah mengambil ciuman pertamanya... bahkan hatinya juga. Sambil menangis Sasa menyentuh dadanya...
'kenapa jantung Ku sakit sekali... kenapa separah ini..." ucap Sasa masih memegang dadanya menahan seperti sakit parah.
"Ayah... ternyata Alex bukan jodoh anak Kita." ucap Ibu kepada Ayah Sasa
"Ia Buk... lagian... Kita serahkan saja sama mereka. karna mereka sudah dewasa. tidak perlu kita ikut campur. Ini masalah anak Muda."ucap Ayah Sasa
"Lihat mata Alex Yah... meski sudah tertidur. Air matanya masih menetes. kasihan Dia..." ucap Ibu
"Sudahlah Buk... besok Dia akan baik baik saja. Aku percaya pada anak Kita. bahwa Dia akan merelakan Alex untuk menikah." ucap Ayah
"Mmmmm, ia Yah...Ibuk ambilkan selimut dulu untuk Alex." ucap Ibu
"Ia Buk." ucap Ayah
Mengingat semua yang Alex pernah lakukan kepada Sasa. Sasapun akhirnya tertidur lelap setelah menangis sangat lama.
keesokan harinya...
"Buk... Yah... Sasa pergi dulu yah..." ucap Sasa dan melihat sofa sudah kosong. tak ada Alex lagi. berdiri membayangkan posisi Alex mabuk terkapar disofa.
"Ya Nak... ada apa?" tanya Ayah
"Alex sudah pulang jam lima tadi pagi. Dia minta maaf. karna semalam Dia datang dengan keadaan mabuk." ucap Ibu sambil membereskan meja makan.
"Mm... baiklah... Sasa pergi ya Buk, Yah?" ucap Sasa lalu pergi
sesampainya dikantor Sasa berjalan menunduk dan perlahan. Sampai Dia tidak melihat Alex berdiri didepannya. dan akhirnya Sasa menabrak Alex.
"haaaa. Maaf Pak... maafkan Saya." ucap Sasa menunduk hormat kepada Alex.
"Pak? siapa Bapak Mu?" tanya Alex
"Bapak Atasan Saya disini. jadi Saya harus panggil Anda Bapak." ucap Sasa berlagak biasa
"bukankah aku menyuruh Mu memanggil Ku Alex saja?" ucap Alex
"Maaf Pak. Saya harus bekerja..." ucap Sasa lalu pergi keruang ganti
"Haaaa... ada apa dengan Dia." ucap Alex melihat Sasa tidak bersemangat
Katrin melihat Sasa dan Alex dari jauh. melihat sikap Sasa yang dingin kepada Alex. Katrinpun menemui Sasa.
"Saa... Kamu yakin, udah bisa kerja? Kamu masih kelihatan lemas Saaa." ucap Katrin sesekali melirik Alex kebelakang
"Haa... Sudahlah. sudah tiga hari, Aku udah merasa baikan Kok." ucap Sasa
"ohhh... Lihat kebelakang Mu...Dia melihat Mu terus." ucap Katrin
"Alex?" saut Sasa sambil berjalan
"Ya... kayanya Dia berharap Kamu menoleh sekarang." ucap Katrin
"sudahlah... ayo kita bekerja. kerjaan Ku pasti sudah menumpuk." ucap Sasa
"Sudah Ku bereskan... Lihatlah... Kasihan Dia berdiri terus disana." ucap katrin
"Lebih kasihan lagi Aku, jika masih membuka hati untuknya." ucap Sasa dan matanya mulai berkaca kaca.
"Ada apa ini? Bukankah kemarin baik baik saja? kenapa Sasa terlihat begitu kecewa kepada Alex?" ucap Katri berdiri melihat Sasa jalan terus.
"Aku harus tanya Sasa... kenapa Dia bersikap dingin pada Ku? apa yang Aku lakukan sehingga Dia begitu." ucap Alex
Satu jam kemudian. Alex menunggu Sasa masuk kedalam Ruangannya. seperti biasa Sasa dan Katrin membersihkan ruangannya jam delapan pagi. setelah semua kamar hotel dibersihkan.
tok tok tok... suara ketukan pintu ruangan Alex. Alex pura pura sibuk.
"Pak Saya mau bersih bersih dulu." ucap Katrin
"Oh baiklah." ucap Alex dan masih melihat pintu. ternyata hanya Katrin yang datang. ' kenapa katrin? dimana Sasa? apa Dia sakit lagi?" ucap Alex dalam hati
"Pak... Saya mau bersihkan meja Bapak dulu." ucap Katrin
"Ohh... ia... silahkan...." ucap Alex lalu pergi mencari Sasa
'hah pasti pak Alex mau menemui Sasa.' ucap Katrin dalam hati
tiba tiba Alex melihat Sasa berdebat dengan Pengunjung hotel.
"Lihat ini... apa Kamu bisa menggantikannya?" ucap Nick pengunjung hotel
"Maafkan Saya Pak..." ucap Sasa menunduk
"Satu tahun gaji Mu takkan bisa mengantikan jas Saya ini." ucap Nick
"Saya akan berikan Jas Bapak kepada loundry termahal dikota ini sebagai gantinya." ucap Sasa
"Tidak usah... kalau diliat liat. Kamu manis juga yah." ucap Nick pengunjung hotel
dan Alex terkejut mendengar pembicaraan Nick dan Sasa.
"Maaf Pak... maksud Bapak?" tanya Sasa mulai risih.
saat Nick ingin menyentuh Sasa. Alex langsung menggenggam tangan Nick dengan keras.
"jangan coba coba untuk menyentuhnya... atau Ku patahkan tangan Mu." ucap Alex
"Hah... siapa Kau." tanya Nick
"Siapa Aku, itu tidak penting. bersikap sopan kepada wanita." ucap Alex dan memelototi Nick.
Nickpun tidak memperdulikan Alex. malah menyentuh dagu Sasa.
Brakkkk.... Suara tangan Alex mendarat dipipi Nick...
"Sudah Ku beri Kau peringatan. untuk tidak menyentuhnya." ucap Alex
Nick yang terjatuh, mengusap bibirnya dan menatap Sasa. membuat Alex semakin ingin membunuhnya. saat Alex memegang kerah baju Nick dan ingin memukulnya.
"tunggu... jangan Lex, bagaimanapun dia pengunjung dihotel ini." ucap Sasa
menghalangi Alex memukul Nick...
"Tapi Dia sudah melecehkan Mu?" ucap Alex.
"Tidak... ayo pergi." ucap Sasa mengajak Alex keatas hotel. ditempat kemaren Alex dan Sasa terjebak
"Kenapa Kita kesini?" ucap Alex
"Aku ingin bicara pada Mu." ucap Sasa
"Ohhh... tidak Aku banyak kerjaan. Aku harus pergi." ucap Alex dan ingin pergi
Sasa langsung menarik tangan Alex.
"Alex. Maaf." ucap Sasa masih menahan tangan Alex
sementara Alex tidak mau mendengar dan menutup telinganya.
"Na nanananna nanana na na naaa aaaaaa." ucap Alex. Agar Alex tidak mendengar penjelasan Sasa.
saat Alex masih menutup telinganya. dan masih bernyanyi nyanyi. Sasa diam menunggu Alex serius. dan Saat Sasa terdiam dan Alex melihat dengan mata yang berkaca kaca. Sasa langsung mendekatkan wajahnya ketelinga Alex.
"Maaf... Aku tidak bisa mencintai Mu." ucap Sasa lalu pergi.
Alexpun terdiam. dan tangan yang menutup telinganya itupun terjatuh seolah lemah tak berdaya. mata Alex kosong dan hatinya bagai dihantam badai api. seketika itu juga Alex meneteskan Air mata.
saat menuruni tangga. Sasa menangis. Sasa juga merasakan badai api yang menerpanya.
'Kenapa Aku sesedih ini... sementara Dia bukan siapa siapa Ku... kenapa mengatakan itu saja, sepertinya hati Ku tersayat. sakit sekali." ucap Sasa menuruni tangga. satu persatu secara perlahan.
Dan Alex yang masih berdiri diatas. tidak beranjak sedikitpun dari tempat Ia pertama berdiri. sampai malam tiba... dan bahkan turun hujan. Alex masih berdiri disana. sampai security kantor datang untuk memeriksa.
"Pak Alex. haaaahhhhhhh." ucap Security yang menyentuh Alex dan terjatuh
security langsung menelepon temannya untuk meminta bantuan. dan membawa Alex kerumah sakit. pihak rumah sakitpun menelepon Mamah Alex.
"Alex... kenapa Kamu Nak." ucap Mamah Alex. melihat Alex dari luar ruangan. sudah lima jam belum sadar juga.
"Mah... ada apa? kenapa Alex" tanya Elsa baru datang setelah dapat kabar dari Mamah Alex
"Alex berdiri seharian diatas gedung hotel sampai malam, bahkan terkena guyuran hujan." ucap Mamah panik
"Sudah Mah... Alex ditangani Dokter handal. kita tunggu saja Alex siuman." ucap Elsa
sementara Sasa, menangis dikamarnya.
'Kenapa Aku menangis. Aku bahkan tidak mencintainya... Kok terasa sakit dan perih. harusnya, Aku tidak mengatakan itu. Aku lebih sakit darinya...'ucap Sasa kembali, tidak menyadari perasaannya.
"Bagaimana Dok... ada apa dengan anak Saya." ucap Mamah Alex
"Dia hanya banyak pikiran Buk... dan lagi Dia sepertinya Lelah, karna seharian berdiri diatas gedung. nanti, jika Dia sudah sadar. tolong jangan diungkit masalahnya. biarkan Dia istrahat dulu." ucap Dokter
"baik Dok... terimakasih Dok." ucap Mamah Alex.
"Sabar ya Mah." ucap Elsa mengusap punggung Mamah Alex
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments