Keesokan harinya.
Alex yang tadi malam ditelepon oleh Elsa. Bahwa mama Alex tensinya tidak stabil sehingga setelah rapat penting Alex selesai. Alexpun pergi menemui mamanya. Dirumah sakit tempat ayah Sasa dirawat.
Alex tertidur sepanjang malam menemani mamanya.
Sampai pagi mama Alex masih belum sadarkan diri. Alex menelepon Ricky asistennya. Untuk mengendalikan perusahaannya untuk sementara, sampai mamanya sudah sadarkan diri.
Suara ponsel Ricky berdering.
"Halo Lex. Bagaimana keadaan ibu presdir?" Tanya Ricky
"Masih belum sadarkan diri. Gantikan aku untuk rapat mingguan nanti. Dan pastikan laporanmu tetap ada untukku. Paham!" Suruh Alex
"Siap bos." Jawab Ricky
Alexpun menutup teleponnya.
"Aku memang pantas jadi budaknya. Buktinya dengan sekejap. aku langsung mengiakan semua suruhannya. Sudahlah diakan memang bosku…" Ucap Ricky dalam hati.
"Alex…" Ucap mamah Alex.
"Ya mah… Alex disini." Jawab Alex, sambil memegang tangan mamanya.
"Mama... Dimana? Kenapa Leher Mama sakit sekali?" Tanya Mama
"Kita di rumah sakit mah… semalam Elsa menelponku. dia yang mengantar mama kerumah sakit." Jawab Alex
"Oh yah… baik sekali dia. Terus dimana dia sekarang?" Tanya mamah
"Alex suruh pulang Mah… Alex bilang… kalau Alex saja yang jaga mama disini." Jawab Alex
"Ooo begitu. Alex…Kamu sudah lihat mamakan? Sudah tua. Tidak berguna lagi…" ucap Mama
"Mah… Alex akan melakukan apapun yang mama mau… tapi jangan begini lagi… Alex tidak sanggup melihat mama terkujur lemah begini." Ucap Alex
"Iah… Mama janji. Asal kamu mau beri mama cucu yang lucu. Mama janji akan selalu sehat." Ucap mama Alex.
"Mah... Alex keluar dulu sebentar. Alex belikan mama buah dulu." Ucap Alex
"Yah pergilah." Jawab mama Alex
"Tunggu sebentar ya mah?" Ucap Alex
Alexpun keluar dari ruangan Mamanya. Tiba tiba ponsel Alex berdering. Saat Alex hendak mengangkat telponya. seseorang menabraknya, sampai mereka terjatuh bersama.
Alex langsung berdiri dan memperhatikan wanita yang menunduk. Alex seperti mengenalnya. Alex memperhatikan rambutnya dan luka kaki sebelah kiri. Dan ternyata adalah Sasa.
Sasa masih menunduk memegangi kakinya yang masih sakit akibat kecelakaan waktu itu. Sasa pun berdiri perlahan, karna kaki kirinya terbentur kaki Alex. Sementara Alex tidak merasakan apa apa. karna melihat Sasa ada dihadapannya.
Saat Sasa berdiri dan sambil memegang kakinya.
Sasapun minta Maaf.
"Maaf Pak… ma.af?" Ucap Sasa dari suara lantang menjadi pelan. terkejut melihat Alex tepat dihadapannya.
Alex pun melihat Sasa dan hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. melihat Sasa dihadapannya.
Sasa langsung menunduk melihat tatapan Alex yang begitu tajam.
Tiba tiba Roy datang.
"Sa… kamu kenapa?" Tanya Roy yang langsung memegang pundak Sasa dan melihat Kearah Alex yang masih menatap tajam Sasa.
Alex mengerutkan dahinya. Mengepal tangannya, ingin memukul Roy. tapi Alex menahannya, karna tidak ada alasan untuk amarah Alex.
Saat Sasa melihat expresi Alex yang ingin marah.
"Roy… Aku tidak apa apa kok" ucap Sasa memegang siku Roy
Roy merasa aneh dengan tatapan Alex kepada Sasa.
"Ayo kita pergi" ajak Roy
Sasapun pergi bersama Roy.
Sementara Alex masih melihat Sasa. sampai akhirnya Roy dan Sasa pergi dan masuk kesalah satu ruangan VVIP.
"Siapa laki laki itu. Kenapa laki laki itu bersamanya? Kenapa dia memegangnya begitu erat. Apa mereka sudah… ahhh tidak mungkin… tapi kenapa aku tidak menahannya… kenapa aku malah membiarkan dia pergi… kenapa aku begitu lemah dihadapannya… apa ini... kenapa aku kecewa… kenapa melihatnya bersama yang lain hatiku sangat sakit… kenapa??? Ahhhh." ucap Alex dalam hati. Sambil berjalan, Alex merasa kacau bahkan melupakan apa yang akan Alex Lakukan. Dan Alexpun kembali keruangan mamanya dengan tangan Kosong.
"Bukankah kamu ingin membeli sesuatu untuk mama?" Tanya mama melihat Alex yang terlihat lemas.
"Mmm, maaf ma. Alex sepertinya kelelahan… tiba tiba Alex pusing. Makanya Alex balik lagi dan ingin istrahat sebentar." Ucap Alex yang lansung duduk di sofa ruangan mamanya.
Mamah Alex merasa ada yang aneh dengan anaknya. Karna melihat wajah Alex yang langsung berubah. Dan membiarkan Alex tenang dulu.
Roy masih menuntun Sasa.
"masih sakit yah?" Tanya Roy
"Ia nih… kayanya terkena kaki laki laki tadi…" jawab Sasa
Merekapun sampai diruangan Ayahnya.
"Kenapa Sasa, Roy?" Tanya Ibuk Sasa melihat putrinya sedikit pincang.
"Ssssttt… nanti ayah dengar .. Sasa tidak apa apa buk… cuma kesandung sama kursi diluar tadi. Kebetulan Roy datang. Dan menuntun Sasa kesini Buk." Jawab Sasa. Sasa berbohong agar ibunya tidak panik
"Ya sudah… istrahat dulu. Biar kakinya baikan sedikit." Ucap Ibu
"Kamu duduk disini dulu yah…" Ucap Roy
"Ia. Terimakasih" ucap Sasa
"Oia buk… Bagaimana keadaan bapak sekarang, Buk? maaf semalam Roy ketiduran dirumah." Ucap Roy
"Yah… Sudah banyak peningkatan… Suami saya juga tidak merasa ada yang sakit lagi… sepertinya sudah bisa pulang." Jawab ibu Sasa
"Mmm… Baiklah. Besok saya akan suruh dokter spesialis untuk memastikan bapak sudah bisa pulang." Ucap Roy
Sementara itu Sasa melihat Roy sambil mengelus elus kakinya. melihat Roy seperti malaikat buat keluarganya.
"Roy" panggil Ibu Sasa
"Yah?" Jawab Roy. Melihat ibu Sasa… Dan ibu Sasa memberikan kode kepada Roy, Bahwa Sasa memandanginya dari tadi…. Roypun tersenyum lebar, melihat Sasa yang memandanginya tanpa berkedip.
Tiba tiba Sasa sadar bahwa Roy dan Ibunya melihat dirinya… Sasapun tersipu malu melihat Roy dan ibunya tersenyum padanya.
Semetara Alex masih duduk disofa. Dan membayangkan kecelakaan waktu itu. Melihat Sasa lewat dari hadapannya, melihatnya dilampu merah dan bahkan bersenggolan di rumah sakit. Itu membuat Alex sangat Aneh. Kenapa selalu dipertemukan diwaktu yang tidak tepat.
Alex tiba tiba berdiri dan mulai berfikir akan mencari Sasa lebih serius lagi.
"Mah Alex pergi dulu, sebentar yah?" Ucap Alex pada Mamanya yang sedang menonton.
"Kamu mau kemana, Lex?"tanya Mama. Tapi Alex langsung pergi
"Aku harus mencarinya. Tapi bagaimana jika kami sudah bertemu, apa yang akan aku katakan padanya… apa yang akan aku lakukan. Tapi kenapa aku ingin sekali melihatinya? Bahkan Ingin disampingnya. Hufff." Ucap dalam hati Alex, sambil mencari Sasa dirumah sakit tempat mereka bertemu.
Saat Alex ingin mengintip ruangan tersebut.
Tiba tiba perawat datang dan mengagetkan Alex.
"Pak… kenapa tidak masuk?" Tanya perawat
"Oh tidak apa apa. Saya pikir diruangan ini keluarga saya" jawab Alex lalu pergi, bersembunyi dibalik tembok.
Tiba tiba Roy keluar dari ruangan Ayah Sasa.
"Siapa dia sebenarnya... kenapa dia bersama wanita itu..." Ucap Alex bersembunyi dibalik tembok. Melihat Roy keluar dari ruangan tersebut.
"Oh… Sus. Besok Saya ingin berjumpa dengan Dokter spesialis terbaik dirumah sakit ini. Tolong sampaikan…" Ucap Roy kepada perawat yang memeriksa diruangan ayah Sasa.
"Baik Pak" jawab Perawat
Roy lalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Alexpun menunggu perawat itu keluar dari ruangan Ayah Sasa.
Saat perawat itu keluar dari ruangan ayah Sasa. Alex langsung menanyakan tentang Roy keperawat tersebut.
"Hemmm… Suster. Tadi laki laki yang ingin bertemu dengan dokter spesialis itu siapa yah?" Tanya Alex
"Ohhh Pak Roy? Dia anak pemilik rumah sakit ini Pak…" jawab Perawat
"Terus yang dirawat diruangan itu siapa?" Tanya Alex
"Maaf Pak. Saya kurang tau. yang pasti itu bukan keluarga Pak Roy" Jawab Perawat
"Oh…" saut Alex penasaran
"Saya permisi Pak." Ucap Perawat itu pergi sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Tanpa berfikir panjang Alex langsung menelepon Ricky.
"Halo" jawab Ricky
"Cari tau siapa pemilik Rumah sakit tempat mamah dirawat?" Suruh Alex
"Untuk apa? Kenapa tiba tiba menyelidiki yang tidak berurusan dengan perusahaan kita?" Tanya Ricky
"Ini penting! Jangan sampai ada yang kurang sedikitpun tentang pemilik rumah sakit ini! Paham!" Perintah Alex
"Baik… nanti aku kirimkan profilnya lewat emailmu." Jawab Ricky
"Okeh." Jawab Alex dan mematikan ponselnya.
Alex mendapat pesan email dari Ricky. Alex langsung terdiam membaca profil keluarga Roy, yang dimana salah satu saham yang dimiliki Roy adalah perusahaan yang selama ini diincarnya… dan yang paling menghebohkan lagi bahwa hotel new land adalah milik Roy Sanjaya. Dimana hotel itu adalah asetnya yang paling kecil. bahkan tujuh turunanpun takkan kandas. Alex menggeleng gelengkan kepalanya.
"oia... Aku lupa, Waktu itu Ricky pernah bilang. kalau Roy Sanjaya, adalah pengganti direktur utama. Pemilik hotel new land... hah... Sepertinya dia saingan berat. Apa lagi dia sudah lebih dulu mengenalnya." ucap Alex, menghela nafas panjang.
Alex tersenyum kearah ruangan ayah Sasa. Dan berfikir bahwa Roy bukan siangan sepele.
Alex berjalan sambil memikirkan. Kekayaan Roy hampir menyamai kekayaan Alex… Alex bahkan senyum senyum sendirii memikirkan cintanya akan rumit bersama gadis idamannya. Yang sampai sekarang dia belum mengetahui namanya. Dan lagi, Alex menghela nafas panjang.
"Halo… ya saya kesana sekarang?" Jawab Roy kepada pengawal yang diutus Papah Roy untuk memantau kegiatan Roy setiap harinya.
sesampainya dirumah… Diruang tamu sudah ada papah dan mami.
"Apa ini?" Papah Roy melemparkan amplop yang berisi keterangan keuangan Roy selama seminggu sekitar lima puluh juta rupiah… Tagihan rumah sakit Ayah Sasa.
"teman Roy pah. Dia sekarat. Dia orang yang tidak mampu Pah" Roy menjawab dengan tegas meskipun berbohong.
"Sejak kapan kau pernah peduli pada orang lain?" Tanya papah Roy. Yang dimana Papanya tau kalau Roy bukan orang yang gampang membuka hati meski terjatuh sekalipun didepan matanya.
Papah Roy melihat Daniel pengawal khusus Roy. sekaligus Asisten pribadi Roy.
"Dia Wanita Pak" bisik Daniel kepapah Roy
"Ohhh… Baiklah tidak apa apa… sepertinya papah lelah mau istrahat dulu." Papa Roy berdiri langsung menepuk pundak Roy dengan perlahan. Dan pergi kekamarnya.
Roy bingung melihat Papanya tiba tiba tersenyum.
"Apa yang kau bisikkan ke Papah?" Tanya Roy
"Tidak ada… Aku hanya menawarkan obatnya supaya jangan lupa untuk meminumnya." Jawab Daniel
"Heh... Aneh." Jawab Roy melihat papahnya yang dari marah langsung berubah menjadi lembut.
"Dari mana Saja kamu seharian nak?" Tanya Mami
"Mih… Roy udah Dewasa. Jangan kwatir… lagian ada Daniel yang selalu tau Roy dimana." Jawab Roy
"Ya sudah… Jangan lupa istrahat yah? Mami kekamar dulu… buatin obat buat papahmu." Ucap Mami
"Ya Mih." Roy mencium kening maminya dan merekapun masuk kekamar mereka masing masing.
"Pah... Bukannya papah mau menanyakan tentang pengeluaran dari Rumah sakit kita? kenapa papah malah tidak menegurnya?" tanya Mami Roy
"Papah sekarang merasakan, bahwa anak kita sekarang sedang jatuh cinta. mendengar dia berbohong Padaku, Aku yakin dua menyukai wanita itu." jawab Papah Roy
"oh yah? bagaimana bisa papah tau Roy sedang jatuh cinta?" tanya Mami
"Daniel memberitahu Papah tadi. bahwa yang dia tolong dirumah sakit itu adalah wanita. Papah akan cari tau wanita seperti apa yang anak papa sukai." Saut papah yang terlihat bahagia.
"semoga ya, Pah... Yang cantik dan sederajad dengan kita. Dan kita bisa cepat punya cucu. Mami juga ikot senang pah?" ucap Mami memeluk Papah Roy
"Amin... yah" Papah memeluk erat Mami. kali ini Papa akan mendukung Roy dengan idaman hatinya. dan menyesali perbuatannya dulu kepada mantan kekasih Roy .Chelsia...
"*kenpa tadi Papah langsung lain yah?" apa dia sudah tau tentang Sasa... gawat , B*agaimana kalau Papa memperlakukan Sasa sama seperti chelsia. ini enggak bisa dibiarin. kali ini aku harus memperjuangkan Sasa. yah... harus." ucap Roy dalam hati. Roy kembali mengingat perpisahannya dengan Chelsia.
flashback
"Papa jangan ikut campur urusan pribadi Roy. Roy sudah ikuti semua apa yang papa mau. tolong pah, pahami Roy. Roy sangat mencintai Chelsia pah.."Roy menangis dan menunduk memohon kepada papanya
"Kamu akan liat nanti siapa yang akan dipilihnya...uang atau cintamu." Ucap papah Roy, lalu pergi.
"Pah... ku mohon jangan lakukan itu... Pah?" ucap Roy menahan kaki papanya. Tapi pengawal, malah melepaskan tangan Roy dari kaki papanya.
Keesokan hari.
"setelah kau tanda tangani ini kau bisa bawa pulang uang dan Aku akan beri ayahmu perusahaan juga fasilitas yang pernah kau miliki dulu. dengan syarat, tinggalkan Roy..." Ucap Papah Roy. memberikan Chelsia, melilih Roy atau keluarganya.
Dan akhirnya chelsia memilih menandatangani syarat yang papa Roy berikan padanya.
"Pak... sampaikan pada Roy. Aku sangat mencintainya tapi Aku juga sangat mencintai keluargaku" ucap Chelsia sambil menangis.
"baik" Jawab papa Roy. berdiri dengan dagu meninggi. Bersama Mami Roy, yang ikut membantu untuk memisahkan Roy dan Chelsia
Chelsia memberikan surat yang ditanda tanganinya. dan mengambil uang dan berkas yang ada dikoper tersebut
sementara Roy menyaksikan semua itu, dari belakang pintu ruangan Chelsia bersaman Papanya. dan air mata Roy bertambah deras, bahkan tubuh Roy tiba tiba menjadi lemas tidak berdaya... mendengar keputusan Chelsia. Chelsiapun pergi, diantar pengawal Roy kebandara untuk pergi jauh dari kehidupan Roy.
Roy sangat hancur. selama tiga hari Roy tinggal dirumah Peninggalan Chelsia. Dan Roy diangkat paksa oleh pengawal pengawal papanya. dengan tubuh yang lemah Roy masih sanggup melawan pengawal papanya. Bahkan tidak sadar tangan Roy tergores kepintu kaca rumah Chelsia dan Roy tetap dibawa pulang kerumahnya.
empat tahun sudah.Roy baru bisa membuka hati. Dan Roy tersadar dan melihat bekas luka ditangannya menjadi cacat.
Tiba tiba roy melihat jam tangannya sudah jam tujuh malam. Roy befikir Sasa dan ibunya belum makan malam... Roypun pergi membelikan Sasa dan ibunya makanan.
Roypun pergi membelikan makanan untuk Sasa dan ibunya. Roy cepat cepat memilih dan bahkan Roy melaju dengan kencang. Agar cepat sampai di rumah sakit.
"Haiiiiii" Ucap Roy datang membawa makanan untuk Sasa dan Ibunya.
"Roy... Kamu datang?" tanya mama Sasa.
Roy menjawab dengan mengangkukkan kepala, langsung masuk dan meletakkan makanan yang dibelinya dimeja.
"Ibuk dan Sasa pasti belum makan malamkan? nih saya bawakan makanan yang sangat lezat sekali. Dan ibuk pasti suka... coba deh..." Ucap Roy yang sambil membuka makanan dan memberikan pada ibu sasa. Juga membukakannya untuk Sasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
🌷 ‘only_@g’🌷
Hadir dengan like nih thorrr 👍 salken 👋 dari Simple That Perfects 😊 di feedback ya thorrr 🙏😊
2021-04-22
1