"Baik Dok... Saya tunggu disini." jawab Alex dan kembali kekamar, melihat Sasa berbaring, pucat dan belum sadarkan diri.
beberapa menit kemudian dokter langganan Alexpun datang, dan memeriksa Sasa
"Dia hanya kelelahan... ini obat yang harus kalian beli dari apotik." ucap Dokter
"ia Dok... terima kasih." jawab Alex dan menerima resep Dokter
dokter itupun pergi.
"bukankah itu wanita yang Alex tabrak, dua bulan lalu?" ucap Dokter lalu masuk kemobil dan pergi
setelah beberapa jam kemudian. Sasapun Sadar dari pingsannya.
"Ayaaahhh..." panggil Sasa
"ya Nak... Ayah disini." ucap Ayah memegang tangan Sasa
"kepala Ku... kenapa Sakit?" ucap Sasa
"Kamu baru saja pingsan Nak... kata dokter Kamu kecapean. Ricky dan Katrin yang membawa Mu kesini." ucap Ayah
tiba tiba Sasa melihat Alex disebelah kakanannya
"kenapa Kamu disini?" tanya Sasa
"Ricky yang mengabari Ku." ucap Alex
"Aku haus." ucap Sasa
"Aku akan mengambilnya." ucap Alex dan pergi mengambil Air hangat satu gelas.
sementara ada Ibu Sasa. yang hendak mengambil. tapi tidak jadi, karna Alex sudah berlari mengambilnya.
Ricky, Katrin, Ayah, Ibu dan Sasa Saling melihat satu sama lain.
dan merekapun tersenyum bersamaan.
"ini... minum yang banyak... supaya cepat sembuh." ucap Alex... memberikan Air putih untuknya
"mmm. terima kasih." ucap Sasa
"Aku akan pergi menebus obat Mu. istrahatlah... jangan banyak gerak gerak dulu." ucap Alex
"hati hati Nak..." ucap Ayah Sasa kepada Alex
saat Alex hendak membeli obat Sasa diapotik.
kringgg... kring... suara ponsel Alex
"Ada apa Mah... Alex sedang sibuk." ucap Alex
"Sedang sibuk? dimana Kamu sekarang?" tanya Mamah Alex
"Alex lagi diluar... ada kerjaan mendadak." jawab Alex.
"kerumah sekarang." ucap Mamah Alex yang marah besar
"Aiiizzz... apa lagi sih?" ucap Alex memukul setirnya
Alexpun tancap gas... untuk membelikan Sasa obat dari apotik. dan mengantarnya kepasa Ayah Sasa. Alex membisikkaan kepada Ricky. Bahwa Mamah Alex sedang marah besar dan memanggil mereka. Alex dan Rickypun pergi. dan pamit kepada Ayah Sasa
saat Alex membukakan pintu rumah. Mamah Alex sudah menunggu, didepan pintu berdiri. lalu menampar Alex...
"Mah... ada apa? kenapa menampar Ku." tanya Alex
"Dan Kamu Ricky... mulai besok Kamu tidak usah bekerja lagi untuk Alex." ucap Mamah Alex dan membentak Ricky
"Mah..." ucap Alex
"Diam... Jangan bicara Lagi." ucap Mamah
"Tapi kenapa Mah?" tanya Alex... merasa tidak ada yang salah
"sudah satu minggu Kamu tidak keperusahaan... kemana Kamu? kata Asisten Kamu dikantor, Kamu sudah tidak pernah masuk sejak satu minggu yang lalu. apa yang Kau lakukan selama, satu minggu." ucap Mamah Alex
"Mah... ini kebiasaan Mamah dri dulu, tidak pernah tanya Alex dan selalu main hakim sendiri." ucap Alex marah kepada Mamanya
"ia... karna semua yang Kamu putuskan, tak Satupun Mamah bisa terima. termasuk jalan hidup Kamu." ucap Mamah
"Mah... kapan Alex mandiri kalau Mamah memperlakukan Alex seperti anak anak terus." ucap Alex
"Kamu tidak akan pernah bisa lepas dari dari genggaman Mama. dan sampai saat ini, Kamu bisa seperti ini itu karna kendali Mamah." ucap Mamah
"Ohhhhh.... Samapi kapan Mah? Sampai kapan Alex, Mamah kendalikan seperti boneka." tanya Alex
"Sampai Kau bisa seperti yang Mamah inginkan." ucap Mamah Alex menatap Alex dengan tajam
"haaa.... stop Mah... stop... maaf Alex tidak bisa." ucap Alex dan pergi naik keatas dan masuk kemaranya.
Alexpun marah marah... melempar semua barang barang yang ada dikamarnya.
"Alexxx..... Aleeeeexxxxx.... sudah sehebat apa Kamu, sudah mau melawan Mamah sampai begini. Kamu tidak jadi apa apa tanpa Mama." ucap Mamah Alex, berteriak dari bawah kearah kamar Alex
clep... taappp
"apah Mah... Alex tidak bisa begini tanpa Mama? Mamah juga tidak bisa begini tanpa Papah Raka Buming." ucap Alex keluar dari kamar dengan suara hempasan pintu yang kuat.
"Haaaa.... Alex.... Aleeeexxxx aaarrrgggggg.... Aleeexxxx." jerit Mamah Alex.
"Buk... Maafkan Saya. Ibu hanya Salah Paham." Ucap Ricky kepada Mamah Alex
"Ha... salah paham? salah paham dimana." ucap Mamah Alex mendekatkan wajahnya kepada Ricky
"sebenarnya selama ini Alex, Bukan main main Buk. Alex melakukan pekerjaannya. Alex menyuruh Ku untuk sebementara waktu. Aku yang menjalan perusahaan. Karna Perusahaan lain mengingikan Hotel Grand Suaka. untuk dirobohkan. dan dijadikan Tempat hiburan" ucap Ricky sedikit membela Alex.
"Maksud Kamu?" tanya Mamah Alex mendengar penjelasan Ricky
"ya Buk... Alex sudah, satu minggu lebih. bekerja keras di hotel grand suaka. untuk mempertahankan Kwalitas tamu dan Pendapatan yang semakin hari harus semakin membaik." ucap Ricky
"Jadi... Alex?" tanya Ibu Alex
"Ya Buk... Alex sedang memperjuangkan Hotel yang dimana hotel itu adalah saham terlama di perusahaan kita. Bahkan Pak Raka sempat mengolahnya menjadi hotel terbaik" ucap Ricky
saat Ricky menjelaskan satu persatu kepada Mamah Alex. Mamah Alex tidak menyangka Anaknya adalah pekerja keras. dan Saat Ricky menjelaskan semua. Mamah Alex berjalan menuju sofa dan duduk memegang dadanya dan mulai berfikir. Apa yang telah dilakukannya tadi, sangat salah dan fatal total. sampai Akhirnya Mamah Alex menyesal dan Menangis.
"Aku harus minta Maaf." ucap Mamah Alex
"Buk... tunggu. jangan memperburuk keadaan Alex. Ibuk sedang menarik ulur hatinya... Biar Alex tenang dulu, baru Ibuk jelaskan kepada Alex. atas kesalah pahaman ini." ucap Ricky menahan Mamah Alex untuk tidak memperkeruh Hati Alex yang sedang kacau.
"Maafkan, Mamah Nak. Mamah sudah ceroboh. tidak bertanya dulu pada Mu. Maafin Mamah. Mamah cuma enggak mau Kamu jadi berandalan diluar sana. bahkan Aku takut Kau akan memilih dunia Mu dibandingkan Aku Mama Mu..."ucap Mamah Alex dan menangis tersedu sedu didepan Ricky
"Saya permisi dulu Buk." ucap Ricky. Pamit dan menunduk memberi hormat kepada Mamah Alex
sementara Mamah Alex masih menangis menyesal telah menampar Alex.
"ya Ampun begini saja masalahnya. Mamah Alex sudah murka. bagaimana kalau Mamah Alex tau, kalau Alex mencintai Sasa? hah... sudahlah... tidak bisa Ku bayangkan itu terjadi... " ucap Ricky didalam Mobil
"Saa... Aku pulang dulu yah..." ucap Katrin
"Makasih ya Katrin Kuuuu." ucap Sasa
"ya. Sama sama sahabat terbaik Kuuu." ucap katrin lalu pergi.
"Hati hati dijalan yah." ucap Sasa
"Buk... Om... Katrin pulang dulu yah." ucap Katrin pamit kepada ayah dan Ibu Sasa
"ya Nak... terimakasih yah." ucap Ayah Sasa dan Ibu Sasa.
Katrinpun pergi pulang.
"Nak... Kamu lapar?" tanya Ibu
"belum Buk." jawab Sasa
"Nak... Kamu tau enggak Alex itu ternyata, baiiiiik banget. Sepertinya Dia lebih panik dari Ayah Mu saat Kamu pingsan tadi." ucap Ibu Sasa
"Oh yah..." Jawab Sasa malu dan minum
"Bahkan Alex memegang tangan Mu saat Kamu masih pingsan. Bahkan menciuu" ucap Ayah tiba tiba terdiam
"eemmm Ayah... Sasa mau istrahat dulu." ucap Sasa memotong pembicaraan Ayahnya
"Ohhh.. ya sudah. Kamu istrahat ya Nak... Ayah sama Ibu mau belanja dulu yah." ucap Ayah dan pergi
Saat Ayah dan Ibu Sasa pergi belanja. tiba tiba Roy datang.
"Sasaaa.... Saaa." panggil Roy dari depan pintu
"siapa?" jawab Sasa dari Kamar
"Roy, Kamu dimana?" tanya Roy
"Masuklah Aku dikamar Roy." jawab Sasa sambil duduk minum obat
Roypun masuk dan melihat Sasa didalam kamar. Roy meletakkan bingkisan dan memberikan buket bunga mawar merah untuk Sasa.
"ini untuk Mu, Lekas sembuh Yah?" ucap Roy dan memberikan bunga kepada Roy
"Kamu tau dari mana Aku sedang kurang sehat?" tanya Sasa
"Dari Katrin... Katrin Chat Aku lewat Whatsaap." ucap Roy
saat Sasa mencium bunga pemberian Roy. Sasapun meletakkan Buket bunga di meja sebelah kanan Sasa. tiba tiba Roy memegang tangan kiri Sasa. Sasa melihat tangan Roy. dan merasakan tangan Roy yang hangat. Roy juga mengelus rambut Sasa.
"makasih ya Roy." ucap Sasa
"Kamu harus jaga kesehatan. jangan terlalu diporsir. semua pekerjaan ada porsinya. lakukan dengan santai saja." ucap Roy
"iaahh.." jawab Sasa singkat.
"Kamu udah makan malam belom?" tanya Roy.
"Mamah masih belanja... buat masak nanti makan malam." ucap Saaa,
"Oh begitu. ya udah Kamu istrahat saja dulu. biar Aku yang jaga." ucap Roy
dan Sasapun berbaring sebelah kiri, dan tidur. sementara Roy menjaga Sasa sampai Ayah dan Ibu Sasa kembali.
sementara Alex. Masih duduk diam. memikirkan Nasipnya. yang terus menerus dikekang oleh Ibunya.
tiba tiba Alex mengingat Sasa yang masih kurang sehat. Alexpun keluar dari kamar dan ingin menemui Sasa.
Saat Alex ingin keluar dari rumah...
"Alex... Kamu mau kemana?" tanya Mamah Alex yang bicara pelan kepada Alex
"Ada apa lagi Mah? apa Alex harus minta izin ke Mama buat beli sesuatu?" tanya Alex.
"Maafin Mamah Lex... Mamah enggak tau. kalau Kamu sebenarnya sudah bekerja keras buat keluarga ini." ucap Mamah menunduk
"sudahlah... toh juga Alex enggak akan bisa mandiri. jika Mamah masih tidak percaya kepada keputusan Alex." ucap Alex Lalu pergi.
saat Alex sedang menuju rumah Sasa. Alex melihat Restouran yang menyajikan ayam kecap spesial dengan resep handal Koki ternama.
Alexpun memesan tiga ekor ayam. untuk makan bersama keluarga Sasa.
Alex membawa makanan tersebut dan menaruhnya disamping sebelah kirinya. sesekali Alex melihat kotak bungkusan tersebut dan tersenyum. membayangkan, betawa bahagianya Sasa akan makan ayam kecap Kesukaannya itu.
Alexpun sampai bersamaan dengan Ayah dan Ibu Sasa yang baru saja pulang belanja.
"Loh... Alex. Kenapa datang lagi." tanya Ayah Sasa
"Apa Alex, tidak boleh datang lagi Pak?" tanya Alex sambil tersenyum dan membuka pintu mobilnya. dan mengambil makanan yang ia bawakan khusus buat Sasa.
"Apa itu?" tanya Ibu Sasa
"Ini Ayam kecap kesukaan Sasa Buk. Alex beli dari restouran termahal. dan ini dimasak oleh Cheff handal." ucap Alex
"wah pasti Sasa suka tuh. sini Ibu pegang..." ucap Ibu
"haha... Ayo Kita masuk..." ucap Ayah Sasa
"Loh... Yah? ini sepatu siapa?" tanya Ibu melihat sipatu hitam mengkilat.
Alex langsung masuk, ciruga itu adalah Roy.
Alexpun terdiam dipintu kamar Sasa melihat Roy sedang bermain ponsel. sementara Sasa tidur lelap.
"Apa yang Kau lakukan disini?" ucap Alex dan menyentuh bahu Roy
Roy melihat kesebelah kirinya
"Apa hanya Kamu yang boleh main kesini?" tanya Roy dan melepaskan tangan Roy dari bahunya.
"siapa Lex?" tanya Ayah dan melihat Roy ada dikamar Sasa
"salam Pak..." ucap Roy dan menunduk hormat kepada Ayah Sasa
"Sejak kapan Kamu disini." tanya Ayah Sasa
"Satu jam yang lalu Pak." ucap Roy
Ayah Sasapun tidak enak hati melihat kedatangan Roy. Apa lagi melihat Raut wajah Alex yang langsung berubah.
"Emmmm... Ada apa ini kenapa ribut sekali." ucap Sasa terbangun dari tidurnya. dan melihat Ada Alex dan Roy sedang menjenguknya.
"Saa... apa Kamu lapar?" tanya Alex dan memegang tangan Sasa.
"mmmmm" jawab Sasa melihat Roy dan Ayahnya
"Ayo kita Makan... Aku udah bawakan makanan kesukaan Kamu ayam kecap spesial." ucap Alex. mengajak Sasa dan menuntunnya sebelah kanan
Roypun tidak mau kalah... ikut menuntun Sasa, sebelah kirinya.
"Awas... satu orang saja." ucap Alex menjauhkan tangan Roy dari bahu Sasa
"Kamu yang Awas..." ucap Roy dan melepaskan tangan Alex dari pinggang Sasa
"Sudah sudah... sini, biar Aku yang menuntunnya." ucap Ayah Sasa dan membawa Sasa kemeja makan.
Alex dan Roypun mengikuti dari belakang.
"Roy... Kamu datang Nak.... Ayo kita makan bersama." ucap Ibu Sasa
"Ya Buk." ucap Roy dan duduk dikursi meja makan
"Ayo Lex... duduk." ucap Ibu Sasa.
dan Alex duduk disebelah Roy.
"wah... ini pasti enak..." ucap Sasa dan mulai mengambil sayap ayam kecap tersebut dan memakannya dengan lahap.
Alex sangat bahagia, melihat Sasa makan dengan lahap. Alexpun tersenyum melihat Sasa semakin membaik.
Tiba tiba Alex melihat sebelah kiri. Roy juga tersenyum melihat Sasa makan.
"eeheemmm... uhhhuuuk...uhhuk.." tiba tiba Alex batuk dan Ibu Sasa memberikan Alex minum. sengaja untuk mengalihkan pandangan Roy.
"Kamu tidak apa apa?" tanya Sasa
"mmm tidak... ayo mari makan." ajak Alex, dan tersenyum geli sendiri melihat Roy.
saat Roy hendak mengambil ayam kecap yang Alex beli. Alexpun ingin mengambil ayam tersebut. menggeser geser sendok Roy. sampai Akhirnya Roy menarik sendoknya. dan menunggu Alex mengambilnya terlebih dahulu.
tiba tiba Sasa mengambil satu potongan ayam dan memberikan kepada Alex. dan mengambil satu potongan lagi, dan memberikannya kepada Roy.
"Ayo makan?" ucap Sasa dan tersenyum lebar kepada Roy dan Alex.
Ibu dan Ayah Sasa menahan tawanya karna tingkah Alex dan Roy.
"huaaaahhhhh... kenyang bangettt." ucap Sasa tiba tiba Alex pergi kekamar dan mengambil obat Sasa
"jangan lupa makan obat..." ucap Alex tersenyum kepada Sasa
"makasih Lex." ucap Sasa mengambil obat dari tangan Alex. dan melirik Roy.
setelah mereka siap makan. Sasapun mau berdiri dan sontak Alex dan Roy tiba tiba berdiri. ingin membantu. tapi mereka kalah cepat dari Ayah Sasa yang langsung memegang pundak Sasa.
"Ayo... Ayah antar kekamar." ucap Ayah. Sasapun berjalan bersama Ayahnya menuju Kamar Sasa.
Alex dan Roypun mengikuti Ayah dan Sasa kekamar dan membaringkan Sasa.
"jangan lama lama... Kamu masih kurang pulih Nak..." ucap Ayah dan pergi meninggalkan Sasa, Alex dan Roy.
"Alex... Roy... Apa kalian besok tidak masuk kerja?" tanya Sasa
"Tidak." jawab Roy dan Alex bersamaan
"terus... kalau kalian disini, kapan Aku istirahatnya?" tanya Sasa
"Hemmm... Baiklah... Kamu istirahat yah...Aku pulang dulu. besok Aku akan Datang" ucap Roy, dan pergi
"Lex... Kamu belum pulang." tanya Sasa
"Mmmmm... okeh... Aku akan pulang. Tapiiiii." ucap Alex
"Tapi apah?" tanya Sasa
Alexpun ingin mencium Sasa. dan Sasa takut akan ketahuan oleh Ayahnya.
"Ayah...." panggil Sasa
"aiiiii... ssuuuutttttt... Awas Kamu kalau udah sembuh." ucap Alex
"apah?" ucap Sasa menantang
"Hah... ya udah... Aku pulang dulu. Kamu istrahat yah. Daaa." ucap Alex dan pergi.
"Pak, Buk... Alex pulang dulu." ucap Alex pamit kepada Ayah dan Ibu Sasa.
"Ia Nak... terimakasih yah." ucap Ayah Sasa
"Ya Pak.. sama sama." jawab Alex
"hati hati Nak." ucap Ayah
tttiiiinnnn suara klakson mobil Alex,pamit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Lusi Mariana
ayo mana upnya lagi
2021-07-11
1