Elsa memaksa

Alex berjalan bersama Asistennya, Menuju perusahaannya. Dengan wajah tampan dia berjalan sambil memegang dasinya dan melepasnya dengan sangat mempesona, membuat para gadis meleleh setiap melihat Alex.

"Selamat pagi pak!" Ucap setiap staff dikantornya.

Alex terus berjalan keruangannya.

Sesampai diruangannya Alex duduk dikursi mewahnya. Dan tiba tiba melihat berkas hotel yang hampir bangkrut.

"Bagaimana kemajuan hotel grand suaka?" Tanya Alex sambil membaca berkas tentang grand suaka.

"Masih begitu begitu saja.tidak ada peningkatan sedikitpun. Apa lagi tamunya semakin merosot. Entah bagaimana cara meningkatkannya lagi…" Jawab Ricky asisten yang paling pintar dalam segala hal.

"Sudahlah… Aku berniat ingin merobohkannya… Besok kita kesana, memberikan mereka penjelasan terlebih dahulu. Dan urus semua berkas untuk besok." ucap Alex

"Baik Bos... Oia bagaimana pertunangan mu dengan Elsa? Apa kamu yakin dengan keputusan ibumu?" Tanya Ricky sambil mengambil berkas grand suaka, dari meja Alex.

"Aku juga belom tau, Kenapa sampai saat ini belom ada sedikitpun perasaan untuknya." Jawab Alex

"Bukankah sudah satu rumah, satu kamar, dan satu tempat tidur... Kenapa belom tumbuh juga rasa itu yah? Apa mungkin kalian tidak jodoh?" Saut Ricky

"Entahlah... Saat Elsa ingin berusaha membuat ku menerimanya, Tapi… kenapa aku tidak bisa melakukan itu semua?"Ucap Alex bingung

Alex menghelai nafas panjang, berfikir kenapa dia tidak bisa membuka hati untuk tunangannya. Elsa.

"Seandainya itu aakkuuuu… Aku akan melakukan segalanya untuk Elsa. hooo, indahnyaaaaaaaa." Ucap Ricky, berhayal.

"Hah… Begini kerjaanmu. Berhayal dengan otak kotor mu itu? Ayo temani aku makan siang. aku lapar!" Ucap Alex, dan keluar dari ruangannya.

"Tapi aku belom siap bercerita... Hah, Sudahlah aku berhayal terlalu jauh… Tunggu Lex..." Ucap Ricky.

Sesampai dimobil Alex menanyakan satu persatu tentang hotel yang dikelolanya…

"Bagaimana hotel grand laska?" Tanya Alex

"Bagus. Setidaknya, Tidak menurun omsetnya untuk bulan ini. Begitu juga hotel grand hill dan Hotel sempurna…. Masih stabil." Ucap Ricky

"Terus. Bagaimana dengan kemajuan hotel new land?" tanya Alex

"Masih terus meningkat pesat… Dan pendapatannya untuk bulan ini, Sangat luar biasa. Dan keuntungan kita juga lumayan untuk bulan ini. Tapi semenjak direktur utamanya dialihkan ke anak tunggalnya yang bernama Roy Sanjaya." Ucap Ricky. dan tepuk tangan untuk pencapaian hotel new land dan untuk Roy.

Alexpun menganggukkan kepala untuk pencapayan hotel tersebut. Sambil menyetir mobil mewahnya.

Sesampai di restauran kesukaannya. Ricky pun memesan makanan kesukaan Alex. Saat itu Alex duduk melihat ke luar dari jendela kaca restauran itu. Tiba tiba Alex melihat Sasa. berjalan sendirian dengan kepala menunduk. Melewati restouran itu. Alex melihatnya sampai Sasa tidak terlihat lagi.

"Kenapa setiap aku melihat wanita ini jantungku berdegup kencang. ini bukan yang pertama kali. Ya. Ini bukan pertama kali." Ucap Alex dalam hati.

Saat itu juga Alex langsung berlari keluar dan mengejar sasa.

Ricky terkejud melihat Alex yang tiba tiba berdiri.

"Ada apa Lex?"  tanya Ricky

Alex tidak menjawab. Dan malah pergi mengejar Sasa. Rickypun ikut mengejar Alex dari belakang.

"Huhhhh. huhhhh…. Ada apa Alex? Kamu mencari siapa?" tanya Ricky yang lelah berlari, mengejar Alex.

Alex masih tidak menjawab. Masih terus melihat dan berputar kesana kemari untuk menemukan Sasa. Berharap dia bisa bertemu Sasa.

"Lex? Ada apa? Kenapa kamu seperti orang kebingungan? Berikan padaku, apapun itu! Aku pasti bisa mendapatkannya, Untuk kamu. tapi stop, jangan seperti orang yang kehilangan harta paling berharga." ucap Ricky memegang siku Alex dengan keras, Meyakinkan Alex, agar Alex lebih tenang lagi.

Dan Alex pun mengingat bahwa Ricky adalah Asisten yang paling bisa diandalkan. dalam segala hal.

"ini lebih berharga dari harta Ricky... Cari perempuan yang pernah aku tabrak dua minggu lalu." ucap Alex.

"Siapa namanya?" tanya Ricky

"Aku lupa. Atau mungkin. Aku tidak menanyakan namanya kemarin yah?" ucap Alex kebingungan.

Ricky mengangkat  kedua tangannya dengan ekspresi kebingungan.

"Baiklah baiklah… kita makan dulu… habis itu kita cari tau sama sama. Bagaimana?" Ucap Ricky meyakinkan Alex lagi.

"Benar... Kamu bisa bantu?" Tanya Alex

"Yah. Selain jadi asitenmu, Akukan teman terbaikmu.dan harus terlihat pantas untuk diandalkan." Ucap Ricky

"Baiklah. Aku bisa tenang sekarang. aku percayakan padamu." ucap Alex.

Sementara Ricky masih bingung bagaimana cara mencarinya. Sedangkan foto dan namanya, Alex tidak tau.

Setelah selesai makan, Alexpun menugaskan Ricky kembali kekantor untuk bekerja. sedangkan Alex pulang kerumah mewah pemberian ibunya. Untuk nantinya ditempati Alex bersama Elsa setelah menikah.

Elsa adalah anak orang kaya. Pemilik perusahaan dan bahkan tidak kala kaya dengan Alex.

Dan Elsa ditunangkan dengan Alex karna sederajad. Sama sama anak pengusaha terbesar antar Provinsi bahkan luar negri.

Elsapun sudah berdandan cantik, dan berpakaian seksi untuk menyenangkan hati Alex. Sedangkan Alex masih penasaran dengan wanita yang mampu mendebarkan jantungnya.

Alex masuk kerumah.

"Sudah pulang?" Tanya Elsa, Dengan rayuan bibir merahnya

"Ya. Aku keatas dulu, Aku capek!" jawab Alex menghindar dari Elsa

"Aku sudah masakin kamu masakan spesial, Kita makan dulu yah?" Ajak Elsa

"Ohh… Tadi aku sudah makan bersama asistenku. Kamu makan saja dulu" Jawab Alex sambil membuka sepatunya. Dan pergi keatas. Tanpa meperdulikan Elsa.

Elsapun mulai bosan  dan jengkel dengan semua ini. Tidak ada sedikitpun respon baik, yang menandakan Alex membuka hati untuknya.

'apa aku terlihat seburuk itu? Sampai dia tidak melihatku sedikitpun. hah...Aku akan menemuinya." ucap Elsa dan naik menuju kamar Alex.

Elsapun masuk ke kamar Alex, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi. Dan langsung duduk dipangkuan Alex. Dimana Alex sedang istrahat bersandar ditempat tidurnya. Sambil mengingat kembali kejadiaan saat bersama Sasa dan menutup matanya.

Alex sangat terkejud.

"A..apa yang kau lakukan?" Tanya Alex yang terkecut melihat Elsa dudk dihadapannya

"Aku lelah terus begini. Aku capek. Kita akan menikahkan. Dan kita juga akan melakukan ini nantikan?" Sambil menangis Elsa memegang kedua tangan Alex.

"Aku bilang, turun!" bentak Alex, dengan nada menekan

"Ti..tidak Lex." saut Elsa. Sambil memegang kedua tangannya dan menolak ucapan Alex. Berharap Alex bisa membuka hati untuknya. 

Tiba tiba Elsa, ingin mencium bibir Alex. Tapi Alex berhasil menoleh kekanan. Elsa malah mencium wajah Alex.

Alex sangat marah kepada Elsa. Elsa memaksa Alex untuk menerima Elsa disisinya. tapi Alex memegang tangan Elsa, sangat keras. melihat Elsa yang menunduk lalu menghempaskan Elsa ke tempat tidur. Alexpun sangat Marah. menahan Amarahnya melihat Elsa. Alex lalu pergi membawa mobil mewahnya. Dia melewati kota melaju dengan kencang.

"A.auu... dasar orang kaya. bajukuuu... ya ampun." ucap Sasa terkena cipratan air dari mobil Alex.

Sasapun melap bajunya yang basah dan membelakangi mobil Alex.

Alex berhenti. memastikam wanita itu baik baik saja… setelah Sasa pergi. Alex melanjudkan perjalanannya dan masih tetap melaju kencang. Alex menempuh perjalan selama empat jam, dan sampai dipembatas danau toba.

Alexpun keluar dari mobil. Dan berteriak dengan keras.

"Kenapa? Kenapa aku mulai memikirkannya? Siapa dia? dan kenapa Aku memikirkannya terus? aaahhhhh..." Alex memukul mobilnya dengan keras.

Alex masuk lagi kemobil dan menutup matanya.

dan akhirnya dia tertidur sampai pagi.

Suara ponsel Alex berdering, Telepon dari Ricky.

"Halo..." Jawab Alex, yang masih mengantuk, melihat jam tangannya sudah jam tujuh pagi.

"Hallo, Selamat pagi pak Alex, Bapak dimana? Ibu presdir datang ingin berjumpa dengan pak Alex..." Ucap Ricky.

"Apa ada sesuatu? Batuk dua kali." Kode dari Alex untuk Ricky

Rickypun batuk dua kali.

"Uhuk..uhuk..." Saut Ricky dengan panik sambil melihat kearah ibu Alex

"Ya sudah... Aku kesana sekarang" Jawab Alex menutup teleponnya.

"Dia bilang apa?" Ucap Ibu, Dagu diangkat dan tubuh yang tegap.

"Pak Alex akan datang buk" Jawab Ricky

"Okey..." ucap ibu Alex yang sedang duduk dikursi mewah Alex, sambil memainkan jari dan kukunya....

sementara itu Alex sudah melaju kencang. Untuk menjelaskan pada ibunya tentang elsa... karna Alex yakin Elsa sudah bercerita pada ibunya, Kejadian semalam.

sesampai dilampu merah. Alex berhenti dan melihat kesebelah kirinya. Dan disana ada Sasa duduk melipat kaki dan membaca koran. Saat Alex ingin menemui Sasa. Tiba tiba suara klakson dari belakang mobil Alex, sehingga memaksa Alex harus berjalan. Dan meninggalkan Sasa di pinggir jalan kepanasan, Bahkan sesekali dia menoleh ke belakang melihat Sasa yang masih duduk dipinggir trotoar.

"Sial, kenapa harus begini bertemu dengannya. selalu dengan waktu yang tidak tepat. arrrgghhh." Ucap Alex, kesal dan sesekali memukul setirnya.

sesampai di perusahaannya, Alex berlari ke ruangannya, membuka pintu ruangannya dan langsung menarik tangan Ricky. dan membisikkannya.

"Aku akan mengirim alamatnya dan temui dia disana. Dan bawa padaku" ucap Alex pelan ketelinga Ricky.

"ya... aku pergi dlu." Ucap Ricky lalu pergi.

"Mah... Apa kabar?" Ucap Alex, Sambil menunduk hormat pada mamanya....

"Hem... Tidak usah bertele tele, Mama datang kesini untuk memberitahumu. Bahwa pernikahanmu dengan Elsa mama percepat bulan depan, paham!" tegas mamah Alex yang sudah menunggu lama.

"Tapi ma... Kami tidak saling mencintai, bahkan mama belum bertanya padaku... Aku yang sudah lama tinggal dengannya tidak sedikitpun rasa itu ada... malah Aku merasa Elsa itu cocok sebagai adikku mah!" Tegas Alex, Mendekati mamanya.

"Sudah yah... Mama tidak mau tau... Mama ingin bertemu dengan Elsa sekarang." ucap Mama lalu pergi meninggalkan Alex

"Ma... Mama... Maaaaaaa..... Alex tidak setuju ma" Ucap Alex, Berteriak dari ruangannya kepada mamanya yang sudah pergi jauh.

Tiba tiba suara ponsel Alex bedering.

"halo" Jawab Alex, Tiba tiba Alex kaget mendengar kabar dari Ricky... dan cepat cepat Alex berlari menemui Ricky yang sudah melihat Sasa.

Episodes
1 prolog
2 Bertemu Roy
3 Elsa memaksa
4 Alex berharap
5 Melihat Alex
6 Kecewa
7 Menyelidiki Roy
8 Bertemu lagi
9 Makan Banyak
10 Alex cemburu
11 keluarga Sasa
12 merasakan hal yang sama
13 Alex Mabuk berat
14 hampir bertemu dimall
15 Alex Jangan
16 masih ulang tahun Roy
17 mulai merasa kehilangan
18 Alex dan Roy menjenguk Sasa
19 melawan Mamah
20 dilema
21 Dilema 2
22 dilema 3
23 Susah melupakan
24 Kebetulan ada Sasa
25 menuju hari pernikahan
26 Menuju hari pernikahan 2
27 Hari pernikahan Alex dan Elsa
28 Rumah kenangan
29 Merindukan Sasa
30 Bayangannya, selalu hadir.
31 Bertamu.
32 cinta sejati.
33 Kepulau kecil.
34 Di pulau kecil
35 Seperti hilang.
36 Ini takdir
37 Ini takdir 2
38 Takdir 3
39 Takdir cinta
40 Takdir cinta 2
41 Alex marah.
42 Berbaikan.
43 Saling memikirkan.
44 Ponsel pemberian Alex.
45 Kau takdirku
46 Kecelakaan.
47 Chelsia.
48 Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49 Sangat cantik
50 Menahan tawa.
51 Hari pertama kerja.
52 Hari sebelum Alex hilang.
53 Hari sebelum Alex hilang 2.
54 Hari sebelum Alex hilang 3
55 Hari sebelum Alex hilang 4
56 Hari sebelum Alex hilang 5
57 Hari sebelum Alex hilang 6
58 Alex hilang.
59 Alex hilang 2
60 Alex hilang 3
61 Alex hilang 4
62 Sasa hamil.
63 Minum obat tidur.
64 Teringat Alex.
65 Cek kehamilan.
66 Dibantu dokter.
67 Hampir bertemu.
68 Pulang dari rumah sakit.
69 Kembalinya Alex.
70 Makan malam bersama Roy.
71 Tatapan
72 Bertemu
73 sakit sekali
74 kembali kerumah lama
75 kembali kerumah lama 2
Episodes

Updated 75 Episodes

1
prolog
2
Bertemu Roy
3
Elsa memaksa
4
Alex berharap
5
Melihat Alex
6
Kecewa
7
Menyelidiki Roy
8
Bertemu lagi
9
Makan Banyak
10
Alex cemburu
11
keluarga Sasa
12
merasakan hal yang sama
13
Alex Mabuk berat
14
hampir bertemu dimall
15
Alex Jangan
16
masih ulang tahun Roy
17
mulai merasa kehilangan
18
Alex dan Roy menjenguk Sasa
19
melawan Mamah
20
dilema
21
Dilema 2
22
dilema 3
23
Susah melupakan
24
Kebetulan ada Sasa
25
menuju hari pernikahan
26
Menuju hari pernikahan 2
27
Hari pernikahan Alex dan Elsa
28
Rumah kenangan
29
Merindukan Sasa
30
Bayangannya, selalu hadir.
31
Bertamu.
32
cinta sejati.
33
Kepulau kecil.
34
Di pulau kecil
35
Seperti hilang.
36
Ini takdir
37
Ini takdir 2
38
Takdir 3
39
Takdir cinta
40
Takdir cinta 2
41
Alex marah.
42
Berbaikan.
43
Saling memikirkan.
44
Ponsel pemberian Alex.
45
Kau takdirku
46
Kecelakaan.
47
Chelsia.
48
Pergi meninggalkan ayah dan ibunya.
49
Sangat cantik
50
Menahan tawa.
51
Hari pertama kerja.
52
Hari sebelum Alex hilang.
53
Hari sebelum Alex hilang 2.
54
Hari sebelum Alex hilang 3
55
Hari sebelum Alex hilang 4
56
Hari sebelum Alex hilang 5
57
Hari sebelum Alex hilang 6
58
Alex hilang.
59
Alex hilang 2
60
Alex hilang 3
61
Alex hilang 4
62
Sasa hamil.
63
Minum obat tidur.
64
Teringat Alex.
65
Cek kehamilan.
66
Dibantu dokter.
67
Hampir bertemu.
68
Pulang dari rumah sakit.
69
Kembalinya Alex.
70
Makan malam bersama Roy.
71
Tatapan
72
Bertemu
73
sakit sekali
74
kembali kerumah lama
75
kembali kerumah lama 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!