Dokter telah memeriksa ayah Sasa dan sudah boleh pulang.
"Terima kasih Dokter, selama ini dokter sudah berikan yang terbaik buat ayah Saya…" ucap Sasa
"Yah. Jaga baik baik ayahmu… Dia, ayah yang kuat" ucap Dokter
"Baik Dokter." Jawab Sasa
"Roy, bisa bicara sebentar?" Ajak Dokter
"Ya… baik" Ucap Roy
"Kenapa kami harus merahasiakan bapak ini? Bagaimana kalau Papamu tahu…" Tanya Dokter
"Dokter… jika nanti, Papah Saya tau… Saya yang akan bertanggung jawab. Saya juga akan jaga reputasi dokter dirumah sakit ini." Ucap Roy, kepada dokter yang takut memalsukan data ayah Sasa selama di rumah sakit.
"Baiklah… Akan saya lakukan." Ucap Dokter. masih agak ragu.
"Dokter… ini bukan tentang menipu orang… tapi ini tentang keselamatan keluarga bapak Ini. Saya tidak mau terjadi lagi, seperti kemarin pak" Ucap Roy. meyakinkan Dokter untuk tetap tenang.
Tiba tiba Alex melihat Roy menepuk pundak Dokter…
"Sedang apa mereka? Kenapa mencurigakan sekali…" ucap Alex dalam hati.
Dokterpun melihat Alex seperti menguping pembicaraan mereka. Alex langsung pergi berjalan ke arah yang Salah… dan kembali lagi melewati Dokter dan Roy.
Roy merasa Aneh melihat Alex. Mengerutkan dahinya seperti curiga dengan tingkah Alex
"Baiklah, Saya pergi dulu yah Pak." Ucap Roy
"Yah…" jawab Dokter yang mengusap wajahnya yang terlihat lelah sekali.
"Hampir saja…" ucap Alex berjalan Cepat seolah Roy tidak memperhatikannya.
Roy masuk keruangan Ayah Sasa dan langsung membantu Sasa mengangkat barang barang yang Sasa bawa.
"Kamu datang?" Tanya Sasa
"Yah… kita pulang kan? Saya sudah siapkan mobil untuk mengantar kalian pulang…" ucap Roy bercanda dan tersenyum lebar.
"Makasih yah?" Ucap Sasa.
"hemmm." jawab Roy tersenyum lebar.
Mereka berjalan bersama menuju, parkiran tempat mobil Roy diparkirkan.
Sesampai di mobil Roy mengarahkan ayah dan ibu Sasa masuk kedalam Mobil mewah Roy.
"Ayo buk masuk" ajak Roy
"Tapi nak… Kami naik taksi Saja. Kami sudah banyak merepotkanmu…" Ucap ayah Sasa, setelah sekian lama Roy tidak mendengar suara ayah Sasa…
"Biar saya bantu untuk terakhir kalinya, Pak?" Ajak Roy
"Baiklah" jawab ayah yang tiba tiba melihat Sasa memandangi Roy dengan wajah datar seperti kebingungan.
"Yok Buk masuk." Ajak Roy
Ibupun masuk dan menuntun ayah… sementara Sasa duduk disamping Roy dengan wajah yang sedih… karena ucapan Roy kepada ayahnya… ‘membatu untuk terakhir kalinya’…. Sasa berfikir Roy akan pergi dari kehidupan Sasa.
"Kamu kenapa?" Tanya Roy kepada Sasa sambil menyetir.
"Ha? Tidak apa apa… hanya lelah saja" ucap Sasa
"Sesampai dirumah nanti. Kamu harus mandi dan istirahat yah?" Ucap Roy.
"Yah… baiklah" jawab Sasa dan menunduk.
Ayah melihat Sasa, sepertinya jatuh cinta kepada Roy..
Ayah Sasa takut, bahwa Roy akan mempermainkan putrinya nanti.
Sementara Sasa memandangi Roy, tapi Roy tidak meliriknya sedikitpun.
Merekapun sampai didepan rumah… sementara Roy langsung turun dari mobil, membantu ayah Sasa. sementara Sasa masih duduk diam didalam mobil Roy. Roypun membukakan pintu mobil untuk Sasa.
"Ayo keluar. Kita sudah sampai." ajak Roy
"ha? yah…" jawab Sasa, turun pelan pelan dari mobil Roy.
Sasapun berdiri di samping Ayahnya, dan memegang tangan Ayahnya…
"mmmm… Buk… Pak… Saya antar sampai disini dulu yah? Saya ada pekerjaan penting…" Ucap Roy
"Yah… terimakasih yah nak… akan kami ingat kebaikanmu ini." Ucap ibu
"Yah… semoga Tuhan melindungimu Nak." Ucap Ayah tersenyum lebar.
"Baik Pak... Buk… Sasaa. Saya permisi dulu." Ucap Roy, menunduk Hormat kepada keluarga Sasa.
Roypun pergi. Sementara Sasa masih melihat Roy untuk terakhir kalinya.
Sasa mengambil tas ayahnya lalu masuk kerumah bersama ayah dan ibunya.
Sementara Roy melihat Sasa dari kaca spion mobilnya.
"Semoga ucapanku tadi. Sasa tidak mendengarnya. Bagaimana mungkin ini untuk terakhir kalinya… sementara aku, mulai menyukainya. Hah… setelah tugasku selesai nanti. Aku akan menemuimu lagi." Ucap Roy, lalu pergi.
Sasa mengantarkan ayahnya ke kamar dengan wajah tidak bersemangat.
"Sa… Antarkan Ayahmu kekamar… ibu kedapur sebentar." Ucap Ibu
"Ya Buk" jawab Sasa
"Kamu kenapa nak?" Tanya Ayah melihat Sasa terlihat lemas
"Enggak apa apa ayah… hanya kecapean saja." Jawab Sasa.
"Oh. ya sudah… nanti langsung istirahat yah nak?" Suruh Ayah.
"Ia Ayah…" jawab Sasa dengan wajah yang menunduk.
"Nak… kalau ada apa apa cerita sama ayah... soal laki laki itukan?" Ucap ayah, memegang tangan Sasa. Dan Sasa melihat Ayahnya yang tau tentang perasaannya.
"Enggak ko yaah…" ucap Sasa, dengan senyum terpaksa.
"Nak… Kamu sudah dewasa, Kamu sudah bisa menentukan apa yang kamu inginkan" ucap ayah sambil mengelus kepala putrinya.
"Ia Ayah…" Ucap Sasa.
"Ya sudah, besok kerjakan? Cepat istirahat dan jangan sampai terlambat" ucap Ayah
"Baik yah… Sasa ke kamar dulu ya, Yah…" ucap Sasa perlahan meletakkan tangan Ayahnya.
"yah.." jawab Ayah
"Buk… Sasa kekamar dulu yah? Capek banget hari ini…" ucap Sasa sambil jalan menuju kamar
"Ia sayang… selamat malaaaaam…" ucap Ibu yang sedang beres beres
"Malam buuuuk." Ucap Sasa dan menutup pintu kamarnya.
Haripun berlalu.
"Buk… Ayah… Sasa berangkat kerja yah… dahhhh" Ucap Sasa, yang tergesah gesah, karna sudah terlambat ketempat kerjanya…
"Iaaaa hati hati nak… pasti telat bangun lagi tuh." ucap Ibu
Sasa Pun pergi berlari berharap tidak terlambat karena jika terlambat bonus hariannya akan terpotong lagi.
"Pagi… Pagi… Pagi pak… Pagiii… hufff. kemana semua staff yang lain?" Sasa mencari teamnya. sambil menyapa dengan menundukkan kepala.
Tiba tiba salah satu karyawan menarik Sasa untuk bersembunyi dari Alex GM yang berkunjung ke hotel grand suaka.
"Ada apa" tanya Sasa kebingungan.
"Ssssttt lihat itu… Alex GM… Dia yang akan merobohkan hotel ini.” ucap katrin teman dekatnya di kantor.
“kenapa begitu?” tanya Sasa kebingungan.
“ia… karena penghasilan hotel ini mulai merosot, semenjak di hotel ini ada wanita yang meninggal bunuh diri..” Ucap Katrin sambil melirik kearah Alex GM yang berdiri melihat lihat perkembangan hotel grand suaka
saat Katrin dan Sasa ingin pergi lewat tangga darurat, Alex menghampiri mereka karna kaki Sasa sebelah kiri terlihat oleh Alex. Alex penasaran melihat kaki itu.
“maaf Pak sebelah sini.” Ajak direktur utama
“tunggu sebentar.” Ucap Alex dan pergi melihat kaki yang bersembunyi dibalik tembok tadi.
Dan Alex tidak menemukan kaki yang bersembunyi di balik tembok tersebut.
“Ada apa Pak?” tanya direktur hotel.
“Tidak apa apa” jawab Alex yang sengaja ingin mempermalukan hotel tersebut.
sementara Sasa dan katrin sudah pergi berlari.
Ponsel Alex berdering.
"Hallo. Ricky… Ada apa?" Tanya Alex
"Aku sudah tau semua tentang Roy. Temui Aku di cafe sekarang." Ucap Ricky
"Baik… tunggu disana" ucap Alex
"Sekarang kita kelantai tujuh pak" ucap direktur hotel
"Begini saja. jika bulan ini tidak ada peningkatan. Maka hotel ini akan saya ambil alih." Ucap Alex dengan tegas.
"Baik pak… Kami akan melakukan yang terbaik buat hotel ini, Pak… karna Hotel ini adalah peninggalan ayah Saya pak..." Jawab direktur hotel.
"Saya beri kalian kesempatan… maka manfaatkan dengan sebaik baiknya. Atau…" ancam Alex.
"Baik Pak… kami akan berusaha" Jawab direktur
Alex langsung pergi menemui Roy. meninggalkan semua pekerjaannya.
"Sepenting apa sehingga menyuruh ku kesini?" Tanya Alex
"Huhhhhh Aku tekejut… duduklah… atau Kau akan melewatkan Ini…" Ucap Ricky, memberikan foto foto Sasa selama bersama Roy.
Alex mengerutkan keningnya. Seperti terbakar cemburu.
"Kenapa wanita ini mudah tergiur kepada laki laki seperti ini?"
Ucap Alex dan melemparkan foto foto itu kemeja.
Sementara Ricky tersenyum santai dan meminum kopi.
"Mmm kopi medan memang enak sekali." ucap Ricky yang menyindir Alex….
"Ini sudah keterlaluan… mereka sudah terlalu jauh" ucap Alex
"Terlalu jauh bagaimana… bukankah kau akan bertunangan?" Ucap Roy
"Sudah… aku ingin tau tentang Roy lebih banyak lagi." Ucap Alex… lalu pergi begitu saja.
"Sebenarnya dia ingin dekat dengan Sasa atau Roy ? Hah sudah lah" ucap Ricky sambil menikmati Kopi Medan yang sedang trending.
suara ponsel Alex berbunyi. Alex melihat ponselnya. telepon dari ibunya. Dengan berat hati Alexpun mengangkat.
"Halo" jawab Alex.
"Lex... Kamu dimana?" tanya Mama
"tidak usah basa basi. langsung ajah mah. ada apah?" tanya Alex balik.
"ini soal pernikahanmu dengan Elsa" ucap Mama.
"Alex tidak ada waktu bahas soal itu mah." ucap Alex ketus. masih terbawa emosi, melihat foto Roy dan Sasa tadi.
"Alex... pernikahan kalian sebenyar lagi. semua harus disiapkan sekarang." Ucap mamah marah.
"Mah" bentak Alex
"pokonya, Mama tidak mau tau... nanti malam ada pertemuan dengan keluarga Elsa jam delapan. Kamu harus datang." Ucap mama dan langsung mematikan telpon.
"Maa... arrggggh sial." ucap Alex memukul setirnya.
Alex pulang kerumah menghempaskan pintu mobil dan juga pintu rumahnya dengan sangat kuat. sehingga, para pelayan dirumah Alex terkejut dan ketakutan.
"Aahhhhh kacau, kacau, kacau semua." Ucap Alex marah dan mengempaskan semua barang barang yang ada didekatnya.
Sementara Elsa. Sangat bahagia. ingin bertemu dengan tunangannya Alex.
"Maaaa... kenapa lama sih." Ucap Elsa berteriak memanggil Mamanya
"Ia sayang sabar... ini baju pesananmu. Kamu pasti cantik malam ini. dan Alex akan terpesona melihat kecantikanmu." Ucap Mama yg memuji Elsa sambil menarik Elsa ke arah meja rias dan menunjukkan Elsa yang begitu cantik.
"Mah... kenapa Aku begitu Gugup. padahal ini masih makan malam. bagaimana kalau sampai menikah. Elsa tidak bisa bayangin Mah. betapa bahagiannya hidupku." ucap Elsa yang berhayal tentang cintanya untuk Alex.
"Mamah yakin... Kalau putri mamah ini adalah orang yang paling bahagia didunia ini. Mamah pastikan itu sayang." Ucap mamah Elsa dengan manja.
"ia mah. terimakasih mamaku sayang." Ucap Elsa memeluk kembali Mamahnya.
merekapun bersiap siap untuk acara makan malam bersama Keluarga Alex.
"Alex ayo cepat... kita pasti sudah terlambat." Ajak mamah Alex yang berteriak dari ruang tamu.
Alexpun keluar dari kamar dengan wajah musam.
"Anak Mamah... persis seperti papamu... sangat tampan. idaman setiap wanita." Pujian mama Alex membuat Alex sangat jengkel.
"Ayo sayang..." Ajak Mamah
"Mah. Alex naik mobil sendiri." ucap Alex langsung pergi.
"baiklah" Ucap mamah dengan tenang.
saat Alex melaju dengan kecepatan tinggi. tiba tiba Alex melihat seorang gadis yang diganggu oleh laki laki pejalan kaki. dan itu Katrin. sahabat Sasa. Alexpun dengan cepat memutar mobilnya dan berusaha membantu Katrin.
"Jangan bang. Saya mau pulang tolong jangan ganggu saya." Ucap katrin, kepada preman jalanan.
Alex langsung berhenti. "Beginikah tingkah anak jalanan yang tidak punya moral?" Ucap Alex duduk didepan pintu mobilnya dan mengendorkan dasinya.
Pemuda jalanan itupun melihat Alex dan meremehkan Alex dengan meludahinya.
"Hah... Berani Kauuu... Yahh?" Ucap pemuda jalanan.
"Ya, Saya berani... apa lagi laki laki bajingan dan pecundang seperti kalian, yang beraninya sama perempuan..." sambil berjalan mendekati para penjahat yang ingin melecehkan Katrin.
Dengan gagah Alex langsung menendang dada salah satu anak jalanan itu. lalu memukul yang satunya lagi. dan mematahkan tangan tangan laki laki yang menyentuh katrin.
merekapun ketakutan dan langsung berlari terbirit birit. sementara Alex melihat Katrin yang menutupi wajahnya. dan berbalik memanggil taksi yang kebetulan lewat.
"Pak... tolong antar gadis itu pulang. ini ongkosnya." ucap Alex kepada supir taksi
"Baik Pak." saut supir taksi
Alexpun kembali menghampiri Katrin.
"Hy... Semua sudah baik baik saja. Lain kali hati hati dan jangan terlalu larut pulang malam. Saya sudah panggilkan taksi. dan sudah membayarnya. Pulanglah..." ucap Alex yang memegang pundak Katrin.
sementara Katrin, Membuka matanya dan melihat Alex. Adalah Bos sekaligus pahlawannya. terbengong melihat Alex berbicara dan melihat Alex memegang pundaknya dengan lembut.
"Baik pak... Terimakasih banyak..." ucap katrin yang menunduk hormat.
"Hah... kenapa Kau memanggilku bapak? apakah Aku terlihat seperti bapak bapak?" tanyak Alex senyum kecil.
"Saya karyawan hotel grand suaka, Pak!" jawab Katrin
"kalau diluar panggil saja saya Alex. karna ini bukan areal perkantoran." ucap Alex
"baik Pak... ehhh Alex. terimakasih sekali lagi. sudah menyelamatkan Saya dari penjahat penjahat tadi." Ucap Katrin.
"Sudah pergi naik taksi dan langsung pulang kerumah!" Ucap Alex
Katrinpun pergi menaiki taksi dan melihat Alex masih berdiri disana seperti kebingungan.
"Semoga Tuhan melindunginya. ternyata masih ada manusia yang baik seperti Dia." Ucap katrin, sampai supir taksi mendengar ucapannya.
"Buk. alamatnya dimana?" tanya supir taksi kepada Katrin. dan supir taksipun mengantarkan katrin
sementara Alex yang kebingungan masih berdiri dan menendangi sampah yang ada didekat kakinya. Alexpun memutuskan pergi demi permintaan mamanya.
sesampai disana... Alex melihat Elsa, rasanya sangat menjengkelkan Alex.
Alex duduk disamping Elsa. sengaja mamah Alex mengatur rencana. Sampai sepuluh menit berlalu mamah Elsa dan mama Alex berbincang bincang sementara Elsa bermain Ponselnya dan Alex hanya terdiam dan tidak melakukan apa apa.
"Lain kali jika ingin mengajak berjumpa. atur dulu apa yang perlu dibicarakan. ini hal yang paling tidak Aku sukai..." ucap Alex yang jengkel melihat pertemuan kedua keluarga ini.
"Alex... Kamu tidak sopan!" Mamah Alex marah.
"Mah... Alex tidak ada waktu untuk hal beginian mah..." Alex langsung berdiri dan memukul meja makan
"Alex, Duduk! duduk mamah bilang!" Ucap mamah Alex sangat marah. bahkan mamah Elsa merasa tersinggung, dengan kelakuan Alex.
"Mah... jangan marah. mungkin Alex sedang kacau." Elsa membela Alex. Alex melihat Elsa, bukannya semakin cinta yang ada Alex semakin muak melihat Elsa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments