Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan

"Aku mau ikut!" seru Yuki sambil menarik-narik baju Minkyu.

Minkyu yang baru saja selesai menyetel sistem pertahanan otomatis di shelter, menoleh pelan. Tatapannya lembut tapi sedikit serius.

"Yuki, di luar itu berbahaya. Banyak zombie yang bisa nyosor tanpa permisi."

"Tapi aku udah gede! Aku bisa bantu... aku bisa bawain tas! Dan... dan aku bisa teriak kalau ada zombie!" ucap Yuki penuh semangat, sambil mengangkat tangannya seperti prajurit kecil.

Elya yang sedang mencuci beberapa pakaian di sudut ruang shelter, ikut menoleh sambil tersenyum kecil. "Biarkan saja dia ikut, asal jangan sampai ke titik merah. Kita bisa ajak dia sampai batas aman, kan?"

Minkyu menghela napas. "Oke, tapi Yuki harus terus pegang tanganku dan jangan lari-lari."

Yuki pun langsung mengacungkan jari kelingking. "Janji!"

__________

"Beberapa menit kemudian…"

Pintu otomatis shelter terbuka dengan bunyi desis lembut. Mereka bertiga keluar: Minkyu membawa senjata plasma ringkas di pinggang, Elya membawa tas penyimpanan sistem, dan Yuki... membawa boneka beruang kecil yang digantungkan di ransel mungilnya.

"Tujuan kita hari ini: cari makanan kaleng, bahan masak, dan kalau bisa... susu formula buat Yuki," kata Minkyu sambil mengaktifkan sistem peta holografis dari jam tangannya. "Ada bekas supermarket lima blok dari sini, tapi daerahnya cukup rawan."

Elya mengangguk. "Aku pernah ke sana sebelum semua ini makin gila. Ada ruang pendingin di bawah tanah, mungkin masih ada stok."

Yuki hanya berjalan sambil nyanyi-nyanyi pelan, "Jalan-jalan cari makanan, jangan sampai dimakan zombie~"

__________

"Di tengah jalan…"

"Eh itu... zombie-nya pakai helm?" bisik Yuki sambil menunjuk satu sosok yang sedang nge-dance lambat kayak habis mabuk.

Minkyu menyipitkan mata. "Itu... kayaknya sisa tentara yang terinfeksi. Baju zirahnya masih nempel."

Zombie itu tiba-tiba memutar kepala cepat ke arah mereka.

"UPS." kata Elya.

"YUKI PEGANG TANGANKU!" teriak Minkyu.

Zombie itu langsung ngacir ke arah mereka dengan langkah berat tapi cepat.

Minkyu mengaktifkan sistem tempurnya. "Mode Serang: Plasma Blade Aktif!"

Dengan satu gerakan cepat, Minkyu menebas zombie tentara itu dari leher sampai punggung. Cipratan darah hitam langsung menguap karena efek plasma.

"Jago banget!" sorak Yuki sambil tepuk tangan.

Elya hanya geleng-geleng kepala. "Kita baru jalan 500 meter udah digigit masalah."

__________

"Sesampainya di supermarket bekas..."

Gedungnya setengah runtuh, kaca pecah di mana-mana, tapi entah kenapa suasananya sepi.

"Kalau sepi gini, biasanya dua kemungkinan," gumam Minkyu. "Satu: zombie-nya belum bangun. Dua: zombie-nya udah nungguin kita masuk."

Yuki malah asyik melihat rak mainan yang masih ada boneka aneh tergantung.

"Yuki, jangan pisah!" seru Elya.

Mereka masuk pelan-pelan. Sistem pengintai otomatis diaktifkan. Tiba-tiba muncul tanda panas dari belakang rak roti.

“Gerak pelan, jangan bikin suara…” bisik Minkyu.

Tapi tiba-tiba…

"BRUK!"

Yuki tersandung kaleng sarden.

Seketika empat zombie keluar dari balik rak! Mereka lari cepat, mulut ngiler, dan matanya merah membara.

Minkyu bergerak sigap.

"Mode Pertahanan: Shield Bubble!"

Sebuah pelindung energi muncul di sekeliling Yuki dan Elya.

"ZRAKK!" Plasma blade Minkyu menari. Satu per satu zombie ditumbangkan, tapi tiba-tiba dari belakang…

"GRAAAAAHH!"

Seekor zombie gemuk meledak dari dinding! Serangan tiba-tiba itu membuat Minkyu terpental.

“MIKYUUUUU!!!” jerit Yuki.

__________

"Dalam tekanan…"

Minkyu meringis. Kaki kanannya sedikit terkilir. Tapi dia lihat, dari balik perisai, Yuki menggenggam bonekanya dan menatapnya dengan mata penuh harap.

"Elya... aktifkan senjata cadangan. Gunakan peluru beku!" seru Minkyu.

Elya mengeluarkan senjata mini dari dalam tas sistem. “Sialan, udah lama nggak nembak...”

"PEW!"

Peluru beku langsung menghantam zombie gemuk itu, membuat tubuhnya membeku sebagian, cukup memberi waktu bagi Minkyu untuk menghunuskan plasma blade ke kepala zombie tersebut.

"PLAK!"

Zombie terakhir tumbang.

Semua diam sejenak, kecuali Yuki yang... malah bertepuk tangan sambil nyanyi, “Minkyu hebat~ Minkyu kuat~ Zombie kalah semua!”

__________

"Setelah ambil barang-barang…"

Mereka menemukan cukup banyak makanan kaleng, air bersih dalam botol tertutup, dan... susu formula yang masih segel!

“YESSSSSS!!” Yuki langsung peluk kotak susu itu kayak peluk kucing.

“Gimana? Aman?” tanya Minkyu sambil mengusap peluh.

Elya tersenyum. “Aman. Tapi tadi deg-degan banget. Aku sempat mikir kita bakal—”

"DUAR!!!"

Sebuah ledakan terdengar dari luar. Tanah bergetar. Mereka semua refleks menunduk.

“APA LAGI ITU?!” jerit Yuki.

Minkyu langsung buka peta sistem.

“Muncul anomali... ada kelompok manusia bersenjata mendekat dari arah barat. Kelompok scavenger?”

Elya tampak cemas. “Mereka bisa jadi ancaman... mereka suka menyerang shelter demi barang.”

Minkyu menggertakkan gigi. “Kalau gitu kita harus pulang sebelum mereka lihat kita.”

__________

"Perjalanan pulang…"

Yuki tampak sedikit ketakutan, tapi tetap memeluk bonekanya erat. Di tengah perjalanan, mereka melihat asap membumbung dari arah rumah-rumah lama.

“Bukan shelter kita, kan?” tanya Yuki dengan suara gemetar.

Minkyu menggeleng. “Bukan. Tapi berarti mereka sudah dekat.”

Mereka mempercepat langkah. Tapi baru beberapa meter, dari balik reruntuhan, muncul lima orang bersenjata.

“Halo manis... kalian bawa banyak ya?” suara seorang pria besar dengan tatapan licik.

“Tidak cari masalah. Kami cuma bawa makanan,” kata Elya.

“Tapi makanan itu bisa buat kami hidup juga,” ujar pria itu sambil melangkah maju.

Minkyu maju ke depan.

“Satu langkah lagi, dan kau akan jadi sarden goreng,” ucap Minkyu dengan nada tajam.

Pria itu tertawa... tapi tawa itu terhenti saat dari tanah, robot pertahanan kecil naik dan mengarahkan senjatanya.

"BLIP-BLIP!"

“Target terkunci,” suara sistem terdengar.

Para pria itu mundur. “Sial, dia punya drone tempur!”

“Lain kali, bawa senyum, bukan senjata,” kata Minkyu.

Mereka pun kabur.

__________

"Kembali ke shelter…"

Pintu otomatis tertutup di belakang mereka. Yuki langsung menjatuhkan diri ke kasur dan mengangkat tangan ke udara.

“Kita hidup! Kita hidup!!!” serunya.

Elya menaruh barang-barang dan tersenyum lega. “Hari ini benar-benar gila.”

Minkyu duduk dan memegangi kakinya yang masih nyeri. “Tapi kita berhasil. Dan Yuki… kamu luar biasa berani.”

Yuki mendekat dan memeluk Minkyu.

“Kamu juga luar biasa, Appa Minkyu!”

Minkyu tersenyum lebar. “Wah, sekarang aku dipanggil Appa ya?”

Elya hanya tertawa pelan. “Kamu emang cocok sih.”

__________

"Di luar sana, bahaya belum selesai. Tapi di dalam shelter itu…"

Ada tawa.

Ada kehangatan.

Dan ada harapan yang pelan-pelan tumbuh.

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
55 Bab 53: Cahaya di Tengah Kegelapan
Episodes

Updated 55 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar
55
Bab 53: Cahaya di Tengah Kegelapan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!