Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”

Pagi itu mendung. Langit yang biasanya dihiasi kabut ungu kini agak kelabu, tanda cuaca sedang tak stabil. Angin menghembus ringan, membawa aroma logam dari reruntuhan dunia yang hancur.

Di dalam shelter yang semakin ramai dengan perangkat baru, Yuki duduk bersila di lantai, memandangi potongan puzzle hologram yang melayang di udara.

“Aku bisa nyambungin ini, Kak Shinn! Liat!” serunya penuh semangat.

Shinn yang sedang membongkar perangkat modul energi menoleh dan tersenyum, “Wah, keren banget kamu, Yuki. Nanti kamu bisa jadi insinyur kecil, ya.”

Yuki menyeringai bangga. Tapi kemudian, wajahnya berubah serius.

“Kak Shinn…” gumamnya sambil menunduk. “Aku mimpi aneh.”

Shinn mendekat, duduk di samping Yuki. “Mimpi apa?”

“Ada cahaya putih... terus suara Ibu manggil. Tapi… ada juga suara berat… kayak Ayah… tapi wajahnya kayak monster.”

Shinn terdiam. Ia tahu betul itu bukan sekadar mimpi. Dunia ini sudah cukup gila untuk menghubungkan emosi, jiwa, bahkan kenangan ke dalam realita.

“Itu mungkin bukan mimpi, Yuki,” ucap Shinn pelan. “Itu bisa jadi petunjuk dari Ibumu... atau Ayahmu.”

Yuki menatap mata Shinn. “Kak Shinn… Aku pengen ketemu Ibu…”

Shinn menggenggam tangan kecil Yuki. “Kita pasti ketemu. Aku janji.”

__________

Sistem mendadak menyala.

[SISTEM AKTIF] Deteksi koneksi emosional kuat. Data lokasi: Fragmen Kehidupan (Zona Selatan). Misi Baru: “Menemukan Fragmen Elya – Ibu Yuki”. Hadiah: Peta Genetik, Poin Kehangatan +100, Blueprint ‘Emotion Tracer’.

Shinn berdiri kaget. “Sistem, ulangi informasinya.”

Fragmen emosional dari subjek: Elya, terdeteksi di Zona Selatan, koordinat tertutup oleh kabut anomali. Dibutuhkan alat ‘Emotion Tracer’ untuk pelacakan lanjutan.

Yuki memeluk boneka kecilnya erat. “Berarti… Ibu masih ada, kan?”

“Masih,” jawab Shinn yakin. “Dan kita akan ke sana.”

__________

Sebelum berangkat, Shinn membuka Laboratorium Alpha. Panel besar terbuka otomatis, memperlihatkan mesin-mesin berat, tangki kristal, dan meja eksperimen holografis.

“Ayo kita buat dulu alatnya. Kamu bantuin Kak Shinn, ya?”

Yuki mengangguk cepat. “Siap!”

Shinn mulai memasukkan blueprint Emotion Tracer ke panel input, dan mesin mulai mencetak bagian demi bagian. Komponen demi komponen terbentuk dengan kilauan biru.

Yuki berlari kecil ke arah tangki kristal. “Wah, ini kayak tabung es krim raksasa!”

Shinn tertawa. “Itu tabung pendingin data, bukan es krim!”

Tiba-tiba, layar mendadak berkedip.

PERINGATAN: Energi emosi asing terdeteksi. Koneksi dengan Zona Selatan terganggu. Keberadaan entitas gelap diduga berada di sekitar lokasi target.

“Entitas gelap?” bisik Shinn.

Yuki mencubit lengan baju Shinn. “Kak Shinn, itu... kayak zombie yang bisa ngomong?”

Shinn mengangguk pelan. “Mungkin lebih dari itu.”

__________

Malam pun tiba. Di luar shelter, zombie mulai bergerak lambat, tapi mata mereka bersinar biru—tanda infeksi sistemik, bukan sekadar virus biasa.

Shinn menatap layar radar. “Mereka kayaknya nyari sesuatu… atau seseorang…”

“Yuki,” ucapnya pelan, “kamu pernah liat Ayahmu waktu kamu kabur?”

Yuki terdiam sebentar, lalu mengangguk. “Tapi dia nggak kayak biasanya. Dia ngelindungin aku… terus dia berubah… matanya biru… kayak marah, tapi juga sedih.”

Shinn menarik napas panjang. “Kalau benar Ayahmu itu sudah berubah separuh... kita harus siap. Bisa jadi dia yang ngejaga petunjuk Ibumu.”

Yuki memeluk Shinn erat. “Tapi Kak Shinn kan kuat… Kak Shinn pasti bisa…”

Shinn membelai kepala Yuki. “Iya, kita berdua kuat. Dan kita nggak sendiri. Ada sistem. Ada shelter. Ada alat canggih. Dan ada keluarga yang kita jaga.”

__________

Keesokan paginya, Shinn dan Yuki bersiap pergi ke Zona Selatan. Mereka memakai armor ringan dan helm transparan.

“Bawa bekal nggak?” tanya Yuki sambil nyengir.

Shinn mengangkat roti kaleng dan botol susu vitamin. “Bekal lengkap!”

“Yay!”

Mereka keluar dari shelter, berjalan melewati reruntuhan bangunan tinggi, mobil-mobil terbakar, dan jalanan berlumut.

Suara zombie sesekali terdengar menggeram. Tapi Shinn punya alat penenang gelombang, jadi mereka bisa berjalan tanpa diganggu.

Yuki menunjuk langit. “Kak Shinn, awannya bentuk hati!”

“Berarti semesta setuju sama misi kita.”

Tiba-tiba, suara sistem terdengar:

Lokasi mendekati zona terlarang. Aura emosi mendalam terdeteksi. Aktivasi otomatis: Emotion Tracer.

Alat kecil di tangan Shinn menyala, menunjuk ke arah reruntuhan rumah tua yang dikelilingi kabut hitam.

“Yuki, kamu tunggu di belakang aku ya. Ini bisa berbahaya.”

Yuki menggenggam bonekanya erat, mengangguk.

Shinn maju perlahan, Emotion Tracer mengeluarkan bunyi pelan. “Ini dia… sumber fragmen emosi…”

Namun sebelum sempat menyentuh benda bercahaya di balik reruntuhan, suara berat terdengar:

“Jangan… sentuh…”

Shinn menoleh. Seorang pria besar dengan wajah separuh rusak dan mata biru berdiri di sana.

“Ayah…” bisik Yuki pelan.

Shinn berdiri tegak. “Kamu… Aldren?”

Pria itu menatap Yuki dengan pandangan penuh luka. “Yuki… Maafkan… Ayah…”

Suasana mendadak sunyi. Emosi menggantung di udara. Bahkan kabut pun terasa tercekik.

“Dia… melindungi fragmen Ibu?” tanya Yuki lirih.

Shinn berjalan perlahan ke arah Aldren. “Aku nggak akan ambil kalau kamu nggak izinkan. Tapi kami cuma mau tahu kalau Elya masih hidup.”

Aldren menatapnya lama. Lalu, dengan tangan gemetaran, ia menunjuk fragmen.

“Bawa… temukan dia… sebelum… mereka…”

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tubuh Aldren diserbu kabut hitam yang tiba-tiba menyerbu dari langit.

“AYAH!!” teriak Yuki.

Shinn menarik Yuki ke pelukannya, melindungi dari angin anomali yang keras.

Aldren… menghilang dalam kabut.

Hanya fragmen yang tersisa, menyala lembut di lantai.

Yuki menangis dalam pelukan Shinn. “Ayah… Ayah masih sayang aku…”

Shinn memeluknya erat. “Dan dia bantu kita ketemu Ibumu.”

Sistem berbunyi.

Fragmen berhasil dikumpulkan. Informasi tambahan: Ibu Yuki – Elya – berada di zona terisolasi Dimensi Seimbang. Misi selanjutnya: Aktifkan Portal Paralel.

Shinn menatap langit. Petualangan mereka baru saja dimulai. Tapi sekarang mereka punya petunjuk.

Dan cinta.

Yuki menghapus air matanya. “Kak Shinn…”

“Hmm?”

“Aku pengen cepet-cepet peluk Ibu…”

Shinn tersenyum. “Dan kita akan ke sana. Bareng-bareng.”

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!