Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”

“Yuki! Jangan jauh-jauh, bahaya!”

Aku buru-buru menarik tangan bocah kecil itu yang sedang penasaran ngeliatin mayat zombie yang barusan aku bunuh. Dia malah senyum-senyum dan megang kepala zombie itu sambil bilang, “Tapi, om ini matanya sedih, Min…”

Deg.

Aku langsung ngelirik ke arah zombie yang tergeletak. Emang sih, matanya nggak putih semua kayak zombie lain. Ada sisa warna kecoklatan yang samar banget. Dan ekspresinya… kayak bukan marah atau lapar. Tapi lebih kayak… nangis?

“Apa jangan-jangan ini kayak yang di film-film? Zombie yang masih punya sisa ingatan?” gumamku.

Yuki melangkah pelan ke mayat zombie itu. “Tadi dia bilang… Elya… Istri… Lindungi anakku…”

“Apa?!”

Aku langsung jongkok dan megang pundak Yuki. “Kamu denger suara zombie itu?”

Dia mengangguk kecil, “Iya… kayak di kepala aku. Tapi suara bapak-bapak…”

Aku ngelirik ke arah sistem panelku. “System, identifikasi makhluk ini.”

> "[Analisis Identitas…]"

> "Nama Sebelum Terinfeksi: Aldren Kael"

> "Status: Zombifikasi Tahap 3"

> "Hubungan: Ayah Kandung dari Subjek - Yuki Kael"

> "Catatan: Memori parsial bertahan akibat gen Void Gene Carrier]"

“WADUH.”

Aku sampai nyaris jatuh duduk. Jadi… zombie ini AYAHNYA YUKI?!

__________

Aku dan Yuki akhirnya membawa jasad itu masuk ke ruang karantina shelter. Dengan alat pendingin, aku bisa nahan dekomposisi tubuh zombie biar nggak langsung rusak. Ya… minimal sampai aku nemu jawaban logis buat ini semua.

“Yuki… kamu yakin dia itu ayah kamu?”

Anak kecil itu cuma diem sambil peluk boneka kelinci yang baru aku kasih. Tapi air matanya netes pelan. “Aku inget… waktu kecil suka dibopong… dan suara itu… sama kayak suara yang suka cerita dongeng waktu aku mau tidur…”

Aku nggak bisa ngomong apa-apa lagi.

Sistemku tiba-tiba muncul:

> "[Quest Baru Tersedia!]"

> "Judul: Kebangkitan Aldren"

> "Deskripsi: Temukan serum “Neuro Reverse X” untuk mengembalikan kesadaran parsial zombie Aldren sepenuhnya."

> "Hadiah: 10.000 koin survival, upgrade shelter Lv.3, dan akses ke Laboratorium Alpha"

“GILA.”

Ini sistem bener-bener kayak main game, tapi nyawa yang dipertaruhkan beneran!

__________

Besoknya aku mulai bergerak. Aku butuh serum itu. Tapi serum “Neuro Reverse X” cuma bisa ditemukan di laboratorium militer bawah tanah yang udah jadi sarang zombie tingkat tinggi. Namanya "Delta Core".

Aku buka map digital dari sistem dan langsung nunjuk satu titik merah yang kedip-kedip. “Yuki, kamu tunggu di sini ya. Aku pergi bentar buat cari obat buat ayahmu.”

Dia cuma meluk bonekanya dan mengangguk. “Minkyu… hati-hati…”

Aku angkat ibu jari dan tersenyum. “Tenang, aku kan pengasuh super~!”

__________

Delta Core bener-bener kayak neraka bawah tanah. Bangunannya rusak parah, lampu berkedip, suara-suara aneh berdenging kayak ada makhluk-makhluk besar di dalamnya.

Aku turun dengan stealth suit dan senjata plasma ringan.

Di lantai dua, aku nemu sisa-sisa eksperimen manusia. Sebagian udah jadi mutan. Tapi aku fokus—targetku adalah lemari pendingin di ruang isolasi.

Dan di sanalah aku nemu botol biru keunguan dengan tulisan: "Neuro Reverse X - Experimental Only."

“YES!”

Tapi… tiba-tiba, suara berat bergema dari balik lorong.

“Orang hidup… berani datang ke sini?”

Aku langsung balik badan, dan…

Zombie raksasa bertanduk dua berdiri sambil geret paku baja.

> "[Boss Encounter: Juggernaut Z-Delta]"

> "Level: 55"

> "Kelemahan: Suara Listrik Tinggi"

“GUE LARI DULUAN YA BYE!”

Aku muter arah dan lari sambil buka tas perlengkapan ku. “Mana tuh granat suara—ah ini!”

Aku lempar satu granat ke arah lorong dan…

*BZZZZZTTTT!!!*

Juggernaut itu mengerang keras dan jatuh ke tanah menggeliat.

“Masuk akal juga ini sistem,” kataku sambil kabur keluar.

__________

Sampai di shelter, Yuki langsung lari nyamperin aku.

“Kamu dapet?”

Aku ngangguk dan senyum lebar. “Dapet banget!”

Aku segera menuju ruang karantina dan menyuntikkan serum itu ke tubuh Aldren.

Tubuh itu menggeliat. Matanya berkedip. Lalu mulutnya terbuka pelan…

“Yu… ki…?”

Yuki melangkah maju. “Ayah…?”

Zombie itu… menangis.

“Maaf… aku gagal lindungi kamu… Elya…”

Air mata mengalir dari mata Yuki juga. Aku cuma bisa diem, nahan haru.

__________

> "[Quest Selesai: Kebangkitan Aldren]"

> "Hadiah diterima! Shelter naik ke Lvl.3. Akses Laboratorium Alpha dibuka."

Aku sekarang punya dua tugas besar: "melindungi Yuki", dan "membantu ayahnya menemukan kembali sang istri—Elya."

Dan aku bersumpah… aku bakal nyari Elya, hidup atau mati.

Dan kalau dunia ini masih bisa diselamatkan…

Maka semuanya akan dimulai dari satu tempat:

"SHELTER KITA."

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!