Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata

Pagi datang lagi di dunia yang sudah tamat. Cahaya mentari samar menembus langit berdebu. Tapi di satu sudut reruntuhan, ada kehidupan yang nggak biasa. Tepatnya di shelter kecil dari logam yang sudah dilapisi tambalan kaleng susu dan stiker “Area Ramah Anak”.

Di dalamnya...

“Mamaaa, mana sepatuku? Sepatu perang ku yang ada gambar kelinci itu~”

Shinn—cowok dengan wajah cantik, rambut panjang, dan mental setengah pasrah—menghela napas sambil membuka tas sistem.

“Yuki... itu sandal bukan sepatu perang. Lagian, gambar kelincinya udah lepas... sekarang tinggal kupingnya doang.”

Yuki manyun, lalu jongkok memeluk boneka “Koko Bunyi”.

“Kalau gitu, aku bawa Koko aja. Siapa tahu ada zombie yang bisa kabur cuma denger dia nyanyi.”

“Doa gue hari ini: semoga Koko nggak nyanyi pas kita lagi ngumpet...”

Gue berdiri, ngecek semua perlengkapan. Hari ini, misi pertama: ekspedisi luar shelter. Tujuan? Cari material dan zombie buat dikalahkan, supaya bisa dapat koin dan upgrade shelter.

Sistem udah nyediain beberapa item awal:

[Item Ekspedisi Aktif]

Scanner Barang Bekas (Level 1)

Bisa deteksi barang bernilai di radius 20 meter.

Radar Zombie Terdekat

Terdeteksi 1 zombie dalam radius 30 meter. Tipe: Tidak diketahui.

Kartu Gacha Harian: 1x Putaran Gratis

Gue dan Yuki keluar dari shelter. Udara luar lembab, berbau karat, dan ada aroma misterius yang selalu bikin gue nggak nyaman—perpaduan antara bensin basi, tanah, dan... zombie.

Yuki menutup hidung. “Mama, dunia luar bau kayak lemari bekas nenekku...”

“Untung aku nggak kenal nenekmu, jadi nggak bisa bandingin.”

Perjalanan dimulai. Kami menyusuri gang reruntuhan, jalan pelan sambil ngecek puing-puing dan mobil-mobil tua. Scanner berbunyi tiap beberapa langkah.

BEEP!

[Terdeteksi: Wajan Anti-Lengket Bentuk Hati]

[Nilai: 2 Koin jika dijual]

“Ambil!” seru Yuki senang. “Wajan hati bisa buat masak cinta~”

“Bisa juga buat lempar zombie kalau kita kepepet,” balasku datar.

Beberapa menit kemudian...

BEEP!

[Terdeteksi: Helm Kodok Anak – Anti-Sinar UV]

Yuki langsung ambil dan pakai. Bentuknya absurd: helm hijau dengan dua mata kodok di atasnya.

“Lihat Mama! Aku jadi Froggie Warrior!”

“...Zombie juga bakal bingung kalau lihat kamu.”

Kami terus maju, sambil sesekali lempar komentar konyol. Sampai akhirnya…

BIP-BIP-BIP!

Radar Zombie berbunyi cepat. Tanda zombie dekat.

“Dekat mana nih?” Gue panik.

Yuki berbisik, “Kayaknya... dari arah perpustakaan tua itu...”

Kami mendekat pelan. Dan di depan gedung perpustakaan yang hampir roboh, ada satu sosok bergerak pelan.

Zombie.

Tapi aneh.

Dia jalan bungkuk... pakai kacamata bulat besar... dan sedang menulis di dinding pakai spidol bekas.

Gue mendekat dan lihat tulisannya.

“2x + y \= 15...? …x \= 3, maka…”

Yuki nyeletuk pelan, “Mama... zombie itu lagi ngerjain soal matematika?”

Gue bengong. “Zombie... jenius?”

Zombie itu tiba-tiba berhenti nulis, lalu menoleh... matanya kosong, tapi ekspresi mukanya serius. Dia... nyodorin papan tulis ke arah kita.

Di atasnya tertulis:

“KAMU PUNYA JAWABAN X?”

“WOI—AKU LAGI DICERAMAHI ZOMBIE MATEMATIKA INI?!”

Zombie itu maju pelan-pelan sambil nunjuk-nunjuk ke papan tulis. Tangannya gemetar, tapi tetap nyambung ke tulisan.

Yuki ketakutan. “Dia minta kita ngerjain soal? Gimana kalau kita salah jawab?”

Gue nelen ludah. “Mungkin... kita bisa kalahin dia duluan.”

Gue ambil tongkat besi, siap serang. Tapi zombie itu lempar... kapur tulis!

“OW!”

Gue mundur, dan zombie makin dekat.

Yuki buru-buru ambil helm kodok dari kepalanya dan... PLAK! …dilempar ke kepala zombie.

BONK.

Zombie itu terdiam.

Lalu... jatuh duduk.

Lalu... nunduk.

Tiba-tiba dia nulis sesuatu di tanah:

“HELM KODOK \= GANGGUAN VISUAL. MEMORI ERROR. KELUAR DULU DARI ZOOM.”

Zombie itu... error?!

Beberapa detik kemudian, tubuhnya nge-glitch. Lalu... Poof! berubah jadi debu dan tinggalin satu Koin Zombie dan satu Kacamata Cerdas.

[Item Diperoleh: Kacamata Cerdas (Rusak)]

Dapat disambungkan ke sistem untuk akses statistik musuh di masa depan. Butuh perbaikan.

Yuki ambil kacamata itu dan pakai. Wajahnya kecil banget sampai kacamata itu nutupin separuh mukanya.

“Gimana?” tanyaku.

“Aku... jadi pintar 5 persen.”

Kami ketawa.

Tak jauh dari lokasi zombie, kami temukan gudang logam yang hampir roboh. Di dalamnya:

Kabel panjang

Besi karatan

Panel surya kecil

Baterai lama

Kardus-kardus misterius

Scanner bunyi lagi.

[Material Ditemukan: Cukup untuk Upgrade Shelter Level 2]

“YES!” Gue teriak sambil peluk Yuki.

“Mama hebat! Kita bakal punya rumah yang keren! Mungkin bisa ada AC juga!”

“Kalau sistem baik hati... mungkin AC-nya bonus.”

Kami mulai ngangkutin barang ke arah shelter. Perjalanan balik agak berat karena barang banyak, tapi untungnya sistem kasih bonus item:

[Transport Box Lipat – Kapasitas 50kg]

Kami sampai shelter saat matahari mulai turun. Yuki langsung nyalain kompor mini dari sistem, dan kami mulai bikin pesta kecil-kecilan.

Di atas meja:

Popcorn Anti-Racun

Teh Pemulih Mood

Permen Penambah HP (Rasa Jambu)

Yuki melompat-lompat. “Hari ini seruuu banget! Kita lawan zombie pintar, pakai helm kodok, dan dapet harta karun!”

Gue senyum. “Dan kamu masih hidup. Itu pencapaian luar biasa di dunia kiamat.”

Saat kami nyantai sambil ngemil, sistem muncul:

[Pengumuman Sistem]

Survival Event Mingguan Dimulai!

Tugas: Bertahan hidup selama 7 hari dari serangan zombie bertipe acak.

Hadiah: Gacha Shelter Premium (Diskon 50%)

Bonus: Skin Imut Eksklusif untuk Boneka Anti-Zombie

Yuki membaca sambil girang. “Mamaaa! Aku mau dapetin skin imut buat Koko Bunyi!”

“Kalau kita masih hidup, boleh.”

Koko Bunyi tiba-tiba muncul dan mengeluarkan tulisan:

“Aku ingin jadi boneka yang cantik~”

Gue ngelus kepala. Dunia ini gila, tapi… gue punya anak imut, boneka nyebelin, dan shelter yang makin kuat. Untuk sekarang, ini cukup.

Terpopuler

Comments

Selly AWP

Selly AWP

like,subscribe,follow,iklan untukmu thor. semangat terus ya

2025-04-02

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!