Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan

“GRAAAHH!!”

“WAAAH! ZOMBIE NYA BANGKIT LAGI!”

“YUKI PEGANGAN!”

Shinn langsung menggendong Yuki ke punggungnya sambil menghindari gerombolan zombie yang tadi dikira udah tumbang. Mereka ternyata cuma pingsan sebentar, dan sekarang balik menyeruduk kayak sapi kelaparan.

Mereka berdua lari menuju bagian dalam shelter, yang udah otomatis nutupin pintu masuk dengan perisai listrik begitu Shinn teriak, “SHELTER MODE: DEFENSE!”

ZAP! ZAP!

Zombie yang nyentuh pagar langsung kejut-kejut kayak kena colokan 220 volt. Yuki cuma bisa nahan napas, matanya gede ngeliatin semua itu dengan penuh kagum.

“Shinn, rumah kita keren banget…” bisiknya.

Shinn senyum kering, “Iya sih… Tapi kalo zombie-nya makin pintar, kita harus upgrade sistem.”

Sistem langsung muncul, panel hologramnya nyala di depan wajah Shinn.

> [SISTEM: Poin Bertahan Hidup +150]

> [SISTEM: Zombie terbunuh hari ini: 24]

> [SISTEM: Upgrade senjata, perisai, atau konsumsi?]

“Hmm… aku pilih konsumsi dulu deh. Yuki pasti lapar,” gumam Shinn.

Panel berubah bentuk jadi menu makanan instan. Dari mie ayam super pedas sampe nugget rasa rendang. Shinn milih "Mie Kaldu Ayam + Telur", terus nyuruh mesin dapur otomatis masak.

BRUUUK!

Yuki duduk di kursi bundar yang bisa muter. Kakinya nggak sampai ke lantai, jadi dia ayun-ayun sambil nyium aroma mie yang lagi dimasak.

“Shinn, tadi aku takut banget…”

Shinn nyodorin minuman rasa jeruk buat nenangin Yuki. “Tapi kamu hebat, nggak nangis sama sekali.”

Yuki cemberut, “Aku nggak mau bikin Shinn repot.”

Kalimat itu nyentil banget buat Shinn. Dia nyadar, walaupun Yuki masih kecil dan sering imut-imut nggak jelas, ada sisi kuat yang dia coba tahan.

“Mie-nya udah jadi!”

Mereka makan berdua. Yuki makan pelan-pelan, tapi setiap kali menyeruput kuah, ekspresinya berubah kayak nemu harta karun.

“Enak banget…”

Shinn senyum dan mikir, *Aku harus terus lindungi anak ini, sampai ketemu ibunya, dan bahkan setelah itu pun…*

___________

"Beberapa jam kemudian…"

Di ruang pemantauan shelter, Shinn ngeliat panel besar yang menunjukkan lokasi para zombie aktif. Ada titik merah yang makin lama makin mendekat.

“Aneh… kenapa zombie bisa ngumpul banyak di satu tempat kayak gitu?” tanya Shinn ke sistem.

> [SISTEM: Kemungkinan ada *Magnetic Core yang menarik perhatian mereka**]

> [SISTEM: Bisa digunakan untuk jebakan atau penarikan massal, tapi berisiko tinggi***]

“Kalau aku pasang Magnetic Core palsu, bisa aku tarik mereka ke jebakan ledakan.”

> [SISTEM: Konfirmasi rencana? Butuh 500 Poin Bertahan Hidup.]

“Konfirmasi,” jawab Shinn tegas.

Yuki jalan pelan ke arah Shinn, megang boneka kelincinya.

“Shinn… kamu mau keluar lagi?”

“Cuma sebentar, aku bikin jebakan biar zombie nggak ngumpul ke sini.”

Yuki diem sebentar. Matanya berkaca-kaca. “Jangan lama-lama ya…”

Shinn jongkok dan menempel dahi ke dahi Yuki. “Nggak akan. Kalau aku balik, kamu harus ceritain mimpi kamu, oke?”

Yuki angguk pelan.

___________

"Di luar shelter..."

Angin dingin nyapu reruntuhan kota. Langit masih kelabu, dan bau bangkai zombie kadang bikin Shinn pengen muntah.

Tapi dia fokus. Dia bawa Magnetic Core palsu dan pasang di gedung yang udah disiapin dengan jebakan ranjau dan drone serang otomatis.

> [SISTEM: Magnetic Core aktif dalam 3… 2… 1…]

BZZZTTT…

Bunyi aneh kayak listrik tersedot muncul, dan nggak lama, gerombolan zombie mulai dateng dari segala arah.

Shinn ngumpet di balik reruntuhan, siap dengan remote ledakan.

“Satu… dua… tiga!”

BOOM! BOOM! BOOM!

Asap tebel naik ke udara. Panel sistem langsung berbunyi.

> [SISTEM: Zombie terbunuh: +97]

> [SISTEM: Poin Bertahan Hidup +580]

> [SISTEM: LEVEL UP! Shelter kamu bisa di-upgrade!]

Shinn senyum lebar. “Yes! Bisa bikin kamar tidur baru buat Yuki.”

___________

"Malam harinya…"

Yuki udah bobo di kasur kecil yang sekarang dilapisi selimut boneka. Tapi matanya belum bener-bener merem.

“Shinn belum balik ya?” gumamnya.

Pintu otomatis terbuka. Shinn muncul sambil bawa tas penuh makanan kaleng dan boneka baru.

“Yuki! Lihat ini!”

Yuki langsung lompat dari kasur dan nyamperin. Dia peluk boneka baru itu dan senyum lebar.

“SHINN TERBAIK!”

Shinn ngusap kepala Yuki. “Besok kita mulai bangun taman kecil ya. Biar kamu bisa main-main.”

Yuki angguk semangat.

___________

"Keesokan harinya..."

Shinn dan Yuki mulai bangun taman mini di dalam shelter. Ada tanaman hias, rumput buatan, dan ayunan kecil. Yuki keliatan senang banget.

“Shinn! Aku mau kasih nama taman ini… ‘Taman Harapan’!”

Shinn ketawa. “Bagus tuh. Taman Harapan.”

Tapi pas mereka lagi nyusun pot bunga, sistem tiba-tiba muncul.

> [SISTEM: Terdeteksi sinyal manusia lain 12 km dari lokasi]

> [SISTEM: Sinyal itu... sangat mirip dengan DNA Yuki]

Shinn langsung berhenti. “Tunggu… itu berarti—”

Yuki nengok, matanya berbinar.

“Mama?!”

Shinn berdiri pelan, nahan napas. Kalau ini beneran... pencarian mereka selama ini bakal berubah jadi kenyataan.

Tapi juga mungkin... bakal ada konflik yang Shinn belum siapin hatinya.

Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!