“GRAAAHH!!”
“WAAAH! ZOMBIE NYA BANGKIT LAGI!”
“YUKI PEGANGAN!”
Shinn langsung menggendong Yuki ke punggungnya sambil menghindari gerombolan zombie yang tadi dikira udah tumbang. Mereka ternyata cuma pingsan sebentar, dan sekarang balik menyeruduk kayak sapi kelaparan.
Mereka berdua lari menuju bagian dalam shelter, yang udah otomatis nutupin pintu masuk dengan perisai listrik begitu Shinn teriak, “SHELTER MODE: DEFENSE!”
ZAP! ZAP!
Zombie yang nyentuh pagar langsung kejut-kejut kayak kena colokan 220 volt. Yuki cuma bisa nahan napas, matanya gede ngeliatin semua itu dengan penuh kagum.
“Shinn, rumah kita keren banget…” bisiknya.
Shinn senyum kering, “Iya sih… Tapi kalo zombie-nya makin pintar, kita harus upgrade sistem.”
Sistem langsung muncul, panel hologramnya nyala di depan wajah Shinn.
> [SISTEM: Poin Bertahan Hidup +150]
> [SISTEM: Zombie terbunuh hari ini: 24]
> [SISTEM: Upgrade senjata, perisai, atau konsumsi?]
“Hmm… aku pilih konsumsi dulu deh. Yuki pasti lapar,” gumam Shinn.
Panel berubah bentuk jadi menu makanan instan. Dari mie ayam super pedas sampe nugget rasa rendang. Shinn milih "Mie Kaldu Ayam + Telur", terus nyuruh mesin dapur otomatis masak.
BRUUUK!
Yuki duduk di kursi bundar yang bisa muter. Kakinya nggak sampai ke lantai, jadi dia ayun-ayun sambil nyium aroma mie yang lagi dimasak.
“Shinn, tadi aku takut banget…”
Shinn nyodorin minuman rasa jeruk buat nenangin Yuki. “Tapi kamu hebat, nggak nangis sama sekali.”
Yuki cemberut, “Aku nggak mau bikin Shinn repot.”
Kalimat itu nyentil banget buat Shinn. Dia nyadar, walaupun Yuki masih kecil dan sering imut-imut nggak jelas, ada sisi kuat yang dia coba tahan.
“Mie-nya udah jadi!”
Mereka makan berdua. Yuki makan pelan-pelan, tapi setiap kali menyeruput kuah, ekspresinya berubah kayak nemu harta karun.
“Enak banget…”
Shinn senyum dan mikir, *Aku harus terus lindungi anak ini, sampai ketemu ibunya, dan bahkan setelah itu pun…*
___________
"Beberapa jam kemudian…"
Di ruang pemantauan shelter, Shinn ngeliat panel besar yang menunjukkan lokasi para zombie aktif. Ada titik merah yang makin lama makin mendekat.
“Aneh… kenapa zombie bisa ngumpul banyak di satu tempat kayak gitu?” tanya Shinn ke sistem.
> [SISTEM: Kemungkinan ada *Magnetic Core yang menarik perhatian mereka**]
> [SISTEM: Bisa digunakan untuk jebakan atau penarikan massal, tapi berisiko tinggi***]
“Kalau aku pasang Magnetic Core palsu, bisa aku tarik mereka ke jebakan ledakan.”
> [SISTEM: Konfirmasi rencana? Butuh 500 Poin Bertahan Hidup.]
“Konfirmasi,” jawab Shinn tegas.
Yuki jalan pelan ke arah Shinn, megang boneka kelincinya.
“Shinn… kamu mau keluar lagi?”
“Cuma sebentar, aku bikin jebakan biar zombie nggak ngumpul ke sini.”
Yuki diem sebentar. Matanya berkaca-kaca. “Jangan lama-lama ya…”
Shinn jongkok dan menempel dahi ke dahi Yuki. “Nggak akan. Kalau aku balik, kamu harus ceritain mimpi kamu, oke?”
Yuki angguk pelan.
___________
"Di luar shelter..."
Angin dingin nyapu reruntuhan kota. Langit masih kelabu, dan bau bangkai zombie kadang bikin Shinn pengen muntah.
Tapi dia fokus. Dia bawa Magnetic Core palsu dan pasang di gedung yang udah disiapin dengan jebakan ranjau dan drone serang otomatis.
> [SISTEM: Magnetic Core aktif dalam 3… 2… 1…]
BZZZTTT…
Bunyi aneh kayak listrik tersedot muncul, dan nggak lama, gerombolan zombie mulai dateng dari segala arah.
Shinn ngumpet di balik reruntuhan, siap dengan remote ledakan.
“Satu… dua… tiga!”
BOOM! BOOM! BOOM!
Asap tebel naik ke udara. Panel sistem langsung berbunyi.
> [SISTEM: Zombie terbunuh: +97]
> [SISTEM: Poin Bertahan Hidup +580]
> [SISTEM: LEVEL UP! Shelter kamu bisa di-upgrade!]
Shinn senyum lebar. “Yes! Bisa bikin kamar tidur baru buat Yuki.”
___________
"Malam harinya…"
Yuki udah bobo di kasur kecil yang sekarang dilapisi selimut boneka. Tapi matanya belum bener-bener merem.
“Shinn belum balik ya?” gumamnya.
Pintu otomatis terbuka. Shinn muncul sambil bawa tas penuh makanan kaleng dan boneka baru.
“Yuki! Lihat ini!”
Yuki langsung lompat dari kasur dan nyamperin. Dia peluk boneka baru itu dan senyum lebar.
“SHINN TERBAIK!”
Shinn ngusap kepala Yuki. “Besok kita mulai bangun taman kecil ya. Biar kamu bisa main-main.”
Yuki angguk semangat.
___________
"Keesokan harinya..."
Shinn dan Yuki mulai bangun taman mini di dalam shelter. Ada tanaman hias, rumput buatan, dan ayunan kecil. Yuki keliatan senang banget.
“Shinn! Aku mau kasih nama taman ini… ‘Taman Harapan’!”
Shinn ketawa. “Bagus tuh. Taman Harapan.”
Tapi pas mereka lagi nyusun pot bunga, sistem tiba-tiba muncul.
> [SISTEM: Terdeteksi sinyal manusia lain 12 km dari lokasi]
> [SISTEM: Sinyal itu... sangat mirip dengan DNA Yuki]
Shinn langsung berhenti. “Tunggu… itu berarti—”
Yuki nengok, matanya berbinar.
“Mama?!”
Shinn berdiri pelan, nahan napas. Kalau ini beneran... pencarian mereka selama ini bakal berubah jadi kenyataan.
Tapi juga mungkin... bakal ada konflik yang Shinn belum siapin hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments