Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie

Pagi datang lagi. Tapi karena ini dunia apokaliptik, nggak ada suara ayam, nggak ada alarm HP. Yang ada cuma…

"“Mamaaaa... laparrrrr...”"

Gue membuka mata pelan. Di atas dada gue, ada kepala kecil dengan rambut pendek rapi dan wajah meringis kayak kucing belum makan seminggu. Yuki.

“Pagi juga,” gumam gue dengan suara serak, “baru juga tidur tiga jam…”

Dia menggoyang-goyang gue. “Mama, perutku keroncongan! Kalau aku mati kelaparan, Mama harus tanggung jawab, ya!”

Gue mendesah, duduk pelan, dan menatap inventori makanan sisa dari sistem:

- Roti kering keras kayak batu

- Air mineral sisa dua botol

- Satu snack kemarin yang entah kenapa rasanya kayak plastik

Gue cuma bisa ngelus dada. Dunia kiamat memang nggak adil.

“Kayaknya kita harus cari makan hari ini…”

Tapi sebelum keluar, gue iseng ngecek "Pasar Sistem". Siapa tahu ada makanan bergizi yang bisa dibeli pakai "koin zombie".

___

"[Marketplace Sistem - Kategori Makanan Unik]"

1. "Susu Kaleng 100 Tahun – 1 Koin"

> Status: Masih layak konsumsi

> Efek tambahan: Wajah anak yang minum jadi lebih imut selama 1 jam

2. "Mie Instan Anti-Mutasi (Rasa Asin Palsu) – 3 Koin"

3. "Permen Pereda Trauma – 2 Koin"

4. "Air Zamzam dari Dimensi Lain – 10 Koin"

___

Gue langsung klik "Susu Kaleng 100 Tahun". Harganya murah dan efeknya… agak aneh sih, tapi apa salahnya mencoba? Satu klik, dan *pop!* – satu kaleng susu berwarna emas muncul di tangan gue.

Gue baca labelnya:

"“Diproduksi tahun 2025. Direbus ulang pakai panas magma. Aman dikonsumsi oleh manusia dan makhluk separuh mutan.”"

“Yuki!” panggil gue, “Sini, minum bareng.”

Dia duduk bersila di hadapan gue. Matanya berbinar. “Susu! Susu asli?!”

“Ya, walaupun udah kadaluarsa satu abad.”

“…Itu bukan susu asli, Mama. Itu artefak sejarah.”

Gue ngakak. Tapi tetap menuang dua gelas kecil. Kami bersulang pelan sebelum minum.

Rasanya? Ajaib. Enak tapi ada rasa metal di akhir. Kayak susu formula ditambah rasa sendok besi. Tapi efeknya muncul lima detik kemudian…

Yuki mendadak bersinar. Beneran—kayak disorot cahaya panggung. Dan tiba-tiba wajahnya berubah makin imut. Matanya lebih bundar, pipinya makin gembul, dan suaranya...

“Mamaaaa~ Aku sayang Mamaaa~”

“WOI JANGAN MELELEH KAYAK GITU!”

Dia lompat ke pangkuan gue, meluk erat sambil nyengir kayak anak kucing. “Mamaaa... peluk aku terus ya...”

“M-Mama? Gue cowok, woy...”

“Tapi kamu mamaaaa...”

Gue udah nggak bisa melawan. Efek susunya terlalu mematikan.

___

Tiba-tiba…

"CRAK!"

Atap shelter bunyi aneh. Debu jatuh. Gue refleks dorong Yuki ke belakang dan ambil tongkat besi yang masih gue simpen.

“Diam di situ. Jangan gerak.”

"BRAK!"

Seekor zombie "lompat dari lubang atap". Buset! Dia ngesot turun pakai kain sobek. Zombie ini beda—tangannya panjang kayak lengan gorila, matanya merah.

Yuki menjerit. “ZOMBIEEEE!!!”

Gue maju, tapi zombie itu lebih cepat. Gue tepis sekali, tapi dia dorong gue balik. Kekuatan zombie ini lebih besar dari yang kemarin!

Sistem langsung aktif:

___

"[Situasi Darurat Terdeteksi]"

"Opsi Pembelian Darurat Aktif: Boneka Anti-Zombie (Level 1) – 5 Koin"

> Efek: Mengeluarkan suara super sumbang yang membuat zombie mundur sementara.

> Perlu dijaga, karena boneka bisa merasa kesepian.

___

Tanpa pikir panjang, gue klik tombol beli.

*Pop!*

Boneka muncul. Bentuknya... kocak banget. Kayak boneka kelinci tapi dengan wajah manusia setengah senyum.

“Kenapa bentuknya gini sih…”

Tiba-tiba boneka itu ngeluarin suara...

"“EEEEEEEEEHHHHHHHHHHH!!!!!!!”"

Suara sumbang banget. Frekuensinya bikin gue pengin tutup telinga. Zombie langsung terhuyung, kupingnya mengeluarkan cairan. Dia mengaum, lalu kabur panik lewat lubang atap yang tadi dia masukin.

Gue dan Yuki saling pandang.

Gue: “Itu barusan… senjata biologis atau konser gagal?”

Yuki: “Itu... suara boneka atau setan?”

Tapi, yang bikin makin lucu: si boneka sekarang duduk di pangkuan gue dan nempel kayak anak anjing.

“Eh, kamu kenapa nempel begini?”

Boneka itu... beneran nyenderin kepala ke dada gue. Bahkan tangannya ngerangkul. Di perutnya muncul tulisan hologram:

"“Jangan tinggalin aku... Aku kesepian…”"

Yuki teriak, “Mama, kamu digoda bonekaaaa!!!”

“Gue udah bilang jangan panggil mamaaaaaaa!!!”

____

Setelah semuanya tenang, gue duduk di lantai sambil minum air terakhir. Yuki memeluk boneka itu sekarang. Namanya dia kasih “Koko Bunyi”.

“Koko Bunyi, kamu bantu kita tadi. Tapi kalau kamu bunyi lagi, aku buang ke luar.”

Boneka itu kedip pelan, lalu mengeluarkan tulisan:

“Oke, aku diem... asal dipeluk tiap malam.”

Gue: “Ini boneka apa kebutuhan khusus?”

Yuki: “Dia imut, kok! Aku suka.”

Gue terdiam sebentar. Pikiran gue mulai muter.

Zombie makin kuat. Shelter masih dari logam tipis. Kalau zombie loncat dari atas terus, kita bisa habis. Gue nggak bisa ngandelin boneka bersuara karaoke buat jaga keamanan.

Gue buka panel sistem.

______

[Shelter Dasar – Level 1]

> Pertahanan: Lemah

> Energi: Cukup untuk 2 hari

> Upgrade: Butuh 10 Koin Zombie + 3 Material Konstruksi

[Misi Baru Terbuka: Bangun Tembok Pertahanan Pertama]

_____

“Yuki,” gue panggil sambil berdiri, “mulai besok, kita keluar. Cari zombie buat dapet koin. Dan cari barang-barang bekas buat bangun tembok.”

Yuki mengangguk. “Aku bisa bantu juga! Aku bisa cari makanan, atau... ngerayu zombie supaya pergi!”

“Eh... kalau kamu rayu zombie, nanti kamu dikira cemilan, bukan teman.”

Dia ketawa. “Nggak akan, Mama kan jagain aku~”

“...GUE COWOK!!”

________

Malam harinya, kami makan roti kering sambil minum air. Yuki nyender di bahu gue, sambil peluk Koko Bunyi.

“Besok kita mulai hidup baru ya, Mama…”

“Ya. Kita jadi tim pemburu koin. Sistem gacha dan boneka teriak… dunia macam apa ini…”

Dia ketawa, lalu pelan-pelan memejamkan mata.

Gue ngelus kepala Yuki. Meski dunia ini kacau, tapi entah kenapa... gue ngerasa hidup gue justru jadi lebih berarti.

Gue bukan siapa-siapa. Tapi sekarang, gue punya satu alasan buat bertahan.

Terpopuler

Comments

natanatasasa

natanatasasa

kocak bener ya ampunn🤣🤣

mampir kak

2025-03-28

1

Selly AWP

Selly AWP

mama si cowok tampan 🤣

2025-04-02

1

🐌KANG MAGERAN🐌

🐌KANG MAGERAN🐌

mampir kak, semangat dr 'Ajari aku hijrah' 😊

2025-03-25

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2 Bab 1: Dunia Ganda
3 Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4 Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5 Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6 Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7 Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8 Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9 Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10 Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11 Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12 Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13 Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14 Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15 Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16 Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17 Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18 Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19 Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20 Bab 19: Serangan di Malam Hari
21 Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22 Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23 Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24 Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25 Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26 Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27 Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28 PENGUMUMAN
29 Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30 Bab 28: Proyek Besar Pertama
31 Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32 Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33 Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34 Bab 32: Serangan Pertama
35 Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36 Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37 Bab 35: Tamu Tak Diundang
38 Bab 36: Serangan Tengah Malam
39 Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40 Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41 Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42 Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43 Bab 41: Suara dari Radio Tua
44 Bab 42: Perjalanan Pulang
45 Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46 Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47 Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48 Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49 Bab 47: Ketika Hati Bicara
50 Bab 48: Ancaman dari Dalam
51 Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52 Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53 Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54 Bab 52: Keputusan Besar
Episodes

Updated 54 Episodes

1
PROLOG: Dunia Terbelah dan Aku, Cowok Cantik yang Salah Dimensi
2
Bab 1: Dunia Ganda
3
Bab 2: Pasar Gelap & Mesin Cukur
4
Bab 3: Susu Kaleng 100 Tahun & Boneka Anti-Zombie
5
Bab 4: Ekspedisi Sampah dan Zombie Berkacamata
6
Bab 5: Serangan Zombie Tukang Parkir & Munculnya Ibu Yuki?!
7
Bab 6: Mesin Uang dan Masakan Telur Zombie
8
Bab 7: Sinyal dari Masa Lalu
9
Bab 8: Panci Ajaib, Mie Rasa Harapan
10
Bab 9: Zombie Bernama Ayah?
11
Bab 10: “Zombie Menangis Itu… Ayahmu, Yuki?”
12
Bab 11: Upgrade Besar-besaran! Shelterku Jadi Pusat Kota Mini?!
13
Bab 12: “Tebakan Yuki dan Penemuan Baru”
14
Bab 13: Senyuman di Tengah Bahaya
15
Bab 14: Antrian Panjang, Emosi Pendek
16
Bab 15: "Jangan Ambil Yuki!"
17
Bab 16: “Tamu Tak Diundang di Tengah Malam”
18
Bab 17: Misi Bersama: Cari Bahan Makanan, Cari Harapan
19
Bab 18: Tamu Tak Diundang di Shelter
20
Bab 19: Serangan di Malam Hari
21
Bab 20: Sistem Keamanan Terbaru dan... Masak Bersama?!
22
Bab 21: Pekerjaan Gila dan Pisang Coklat
23
Bab 22: Masakan Pertama Buatan Yuki
24
Bab 23: "Jejak yang Ditinggalkan"
25
Bab 24: Pelukan yang Kutunggu
26
Bab 25: Sarapan, Serangan, dan Senyum Manis Ibu
27
Bab 26: Ujian Kecil Keluarga Shelter
28
PENGUMUMAN
29
Bab 27: Kunjungan Tak Terduga
30
Bab 28: Proyek Besar Pertama
31
Bab 29: Tanda Bahaya dari Utara
32
Bab 30: Misi Ekspedisi ke Zona Hitam
33
Bab 31: Kejutan dari Masa Lalu
34
Bab 32: Serangan Pertama
35
Bab 33: Senyuman dalam Bahaya
36
Bab 34: Bahu untuk Bersandar, Tempat untuk Pulang
37
Bab 35: Tamu Tak Diundang
38
Bab 36: Serangan Tengah Malam
39
Bab 37: Rencana Baru dan Mesin Ajaib Yuki
40
Bab 38: Yuki Sakit, Elia Panik, Shinn Beraksi
41
Bab 39: Bangun Kembali, Demi Yuki
42
Bab 40: Banjir Zombie dari Utara
43
Bab 41: Suara dari Radio Tua
44
Bab 42: Perjalanan Pulang
45
Bab 43: Rumah yang Tumbuh
46
Bab 44: Tamu Tak Diundang dari Utara
47
Bab 45: Serangan dari Dimensi Beku
48
Bab 46: Suara dari Masa Lalu
49
Bab 47: Ketika Hati Bicara
50
Bab 48: Ancaman dari Dalam
51
Bab 49: Kegelapan yang Mengerikan
52
Bab 50: Fajar di Tengah Kegelapan
53
Bab 51: Perjalanan Menuju Utara
54
Bab 52: Keputusan Besar

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!